Share

Bab 3

Author: Goldhour
"Mm ... ehem, ehem ...." Calon menantuku mengerang pelan, lalu menutupi rasa nikmatnya dengan batuk.

Aku diam-diam melirik wajahnya dari samping. Wajahnya merah padam.

Tiba-tiba, bagian bawah tubuhku terasa sedikit basah. Aku terkejut. Jangan-jangan calon menantuku begitu sensitif? Hanya karena menempel dan menekanku, dia sampai sebasah itu?

Untungnya, perjalanan tidak terlalu jauh. Sekitar belasan menit kemudian, kami sudah sampai. Calon menantuku buru-buru turun dari motor. Setelah aku turun, barulah aku menyadari bagian depan celanaku sudah basah kuyup, seperti habis mengompol.

Aku berpura-pura tidak melihatnya. Tak disangka, wajah calon menantuku tiba-tiba memerah. "Om, gimana kalau ganti celana saja?"

Calon menantuku mengambil sepasang celana milik putraku dan menyerahkannya kepadaku. Aku pun pergi ke kamar mandi, bersiap mandi, lalu menggantinya.

Aku berdiri di bawah pancuran dan mulai membersihkan diri. Namun, pikiranku terus mengingat kejadian yang terjadi sepanjang hari. Kaki calon menantuku yang putih dan mulus, dadanya yang membusung dengan menggoda ....

Tak lama kemudian, aku menyadari bahwa tubuhku kembali bereaksi. Saat pikiranku sedang melayang ke mana-mana, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka.

Saat itu, calon menantuku sudah berganti pakaian. Dia mengenakan pakaian dalam seksi model bikini yang nyaris transparan. Belahan leher berbentuk V yang dalam memperlihatkan belahan dadanya. Dia bersandar di kusen pintu sambil menatapku dengan penuh perasaan.

"Om, tadi aku nggak sengaja bikin Om basah. Biar aku bantu mandikan Om."

"Hah? Bantu ... aku mandi?" Aku menyadari matanya menatap penuh hasrat ke arah tubuhku. Aku pun buru-buru mengulurkan tangan untuk menutupinya.

Namun, calon menantuku sudah masuk. "Jangan-jangan Om masih malu?"

"Jangan begini, ini nggak baik."

Hari ini, calon menantuku benar-benar bertingkah aneh. Kenapa dia bisa seberani ini? Meski dalam hati aku sudah berkali-kali ingin menanggalkan semua pakaiannya, aku tetap tidak sanggup melangkah sejauh itu.

Calon menantuku berjalan mendekat dengan binar menggoda di matanya, sementara pandangannya tertuju pada kemaluanku. Dia seolah tak mampu mengalihkan pandangan. Karena tidak memperhatikan langkahnya, dia terpeleset, menjerit, lalu langsung jatuh ke dalam pelukanku.

Dadanya yang penuh dan berukuran 36D menempel erat di dadaku. Benar-benar lembut dan halus. Seketika, darahku seperti mendidih. Rasanya aku benar-benar ingin ....

Tiba-tiba, terdengar teriakan marah seorang pria dari bawah. "Sialan! Apa semua orang di dalam sudah mati? Ada orang nggak sih?!"

Ternyata sopir mobil pengangkut sudah tiba. Aku buru-buru mendorong calon menantuku menjauh. "Eh, aku angkat barang dulu."

Setelah itu, aku mengambil pakaianku dengan panik dan berlari keluar dari kamar mandi. Aku segera berpakaian dan turun ke lantai bawah.

Setelah aku selesai menurunkan barang, calon menantuku pun berganti pakaian dan turun. Ekspresinya tampak seperti biasa, seolah semua yang baru saja terjadi tidak pernah terjadi.

Setelah itu, saat membeli perabot, putraku juga beberapa kali memintaku datang membantu. Namun, aku tak pernah lagi bersentuhan secara fisik dengan calon menantuku. Dia juga tak lagi menggodaku seperti waktu itu.

Aku pun merasa lega. Mungkin waktu itu calon menantuku hanya ingin menguji watak dan niatku. Kalau dipikir-pikir, iya juga. Mana mungkin seorang calon menantu sampai menggoda calon mertuanya sendiri?

Saat aku hampir melupakan pengalaman itu, suatu hari calon menantuku tiba-tiba menelepon. Dia mengatakan bahwa ibu dan kakaknya datang mengunjunginya. Mereka ingin bermain kartu, tetapi masih kurang satu orang.

Aku tidak berpikir banyak dan langsung menyetujuinya. Calon menantuku dan putraku menikah secara kilat, jadi banyak prosesi rumit yang dilewati. Aku hanya pernah bertemu dengan pamannya. Aku belum pernah bertemu dengan ibu dan kakaknya.

Diam-diam, ada sedikit rasa penasaran dalam hatiku.

Namun, setelah tiba di sana, aku baru menyadari bahwa semua wanita di keluarganya benar-benar luar biasa cantik.

Ibunya bernama Melly. Usianya sekitar 40 tahun, tetapi dia sangat pandai merawat diri. Tubuhnya berlekuk indah. Yang paling mencolok adalah dadanya bahkan lebih besar daripada milik calon menantuku. Ditambah lagi, hari ini dia mengenakan gaun dengan belahan tinggi, membuatnya terlihat sangat anggun dan berkelas.

Sementara kakaknya, Jane, mengenakan kemeja putih dan rok ketat, juga memakai kacamata. Sekilas saja sudah terlihat bahwa dia tipe wanita yang tampak serius di luar, tetapi sebenarnya sangat liar dan menggoda.

Bermain kartu bersama tiga wanita cantik yang berpakaian begitu seksi membuatku merasa seperti menemukan harta karun.

"Besan, tubuhmu kelihatannya kuat sekali. Sepertinya kebutuhanmu dalam urusan itu cukup besar ya? Biasanya, gimana kamu mengatasinya?" Melly menatapku dengan mata berbinar.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 9

    Sampai di kantor polisi pun, kepalaku masih terasa kacau. Aku benar-benar sulit memercayainya. Aku merasa polisi pasti telah melakukan kesalahan.Kenapa aku dituduh melakukan pelecehan? Kenapa aku sendiri tidak tahu?Setelah tiba di kantor polisi, barulah aku mengerti. Ternyata orang-orang yang melaporkanku atas tuduhan pemerkosaan adalah Shila, Melly, dan Jane.Namun, mereka jelas-jelas melakukannya atas kemauan sendiri. Aku meminta untuk berhadapan langsung dengan mereka.Sikap ketiganya sudah berubah. Mereka memperlihatkan bekas-bekas luka dari malam sebelumnya kepada polisi.Aku benar-benar terpaku. Ternyata semuanya memang disengaja. Mereka sengaja menjebakku.Namun, aku tidak punya dendam atau masalah apa pun dengan mereka. Shila bahkan adalah calon menantu putraku.Aku hancur. Pada akhirnya, aku benar-benar dijebak dan dihukum atas tuduhan itu.Tindakanku dianggap sudah meninggalkan trauma mendalam yang sulit dihilangkan pada para korban. Akibatnya, aku dijatuhi hukuman sepuluh

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 8

    Calon menantuku masih muda, jadi sedikit pemalu."Om, aku perlu berbalik nggak? Kalau saling berhadapan ...." Wajahnya memerah saat dia berbisik di telingaku.Ucapannya mengingatkanku, lalu aku membantunya perlahan berbalik. Bokongnya menempel pada bagian bawah tubuhku, sementara kedua tanganku melingkari pinggangnya yang ramping.Tanpa sadar, dia menggerakkan bokongnya sedikit. Celah bokongnya yang lembut dan kenyal pun menjepit kemaluanku. Seolah merasakan sesuatu, dia kembali menggerakkan bokongnya tanpa sadar."Pegang lengan Om erat-erat, Om akan mulai.""Om! Seru sekali! Yay!" Dia berteriak kegirangan, "Om! Lebih tinggi lagi! Aku mau terbang lebih tinggi!"Dia benar-benar tenggelam dalam kegembiraan dan sensasi penerbangan pertamanya, sama sekali tidak menyadari bahwa bagian selangkangan celana bikininya sudah tertekan hingga cekung ke dalam.Kami berdua terbang sambil menikmati sensasi yang kami rasakan. Tidak ada yang mengungkit seolah sama-sama memahami satu sama lain tanpa per

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 7

    Festival tiba. Awalnya aku ingin beristirahat, tetapi tiba-tiba aku menerima telepon dari David. Dia mengatakan bahwa dirinya menyewa sebuah kapal pesiar kecil dan mengajak kami pergi berwisata bersama selama liburan.Aku bilang tidak ingin pergi, tetapi David tiba-tiba marah. Setelah kupikir-pikir, memang belakangan ini aku sudah terlalu sering menolak ajakannya. Pada akhirnya, aku terpaksa memberanikan diri untuk datang.Saat naik ke kapal, aku langsung merasa suasananya benar-benar tidak cocok untuk pria paruh baya sepertiku."Semuanya! Angkat tangan kalian! Ayo goyang!"Seorang DJ wanita berseru penuh semangat. Diiringi irama musik yang mengentak, beberapa wanita seksi di atas dek kapal pesiar menari sepuasnya sambil memegang gelas.Setelah kuperhatikan baik-baik, aku baru sadar bahwa mereka bukan orang lain. Mereka adalah calon menantuku, Melly, dan Jane. Tak kusangka mereka semua ada di sana.Saat aku berjalan masuk, DJ wanita itu menggoyangkan tubuhnya dan memunggungiku. Tangann

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 6

    Tadi karena begitu haus akan belaian, Melly sampai merendahkan dirinya seperti wanita murahan. Namun, ketika menyangkut kebahagiaan putrinya di masa depan, ekspresinya langsung berubah. Sepertinya demi anak-anak, semua orang tua sama saja, bahkan wanita seperti Melly pun tak terkecuali.Aku benar-benar panik. Namun, sikap Melly sangat tegas. Saat keadaan sedang menemui jalan buntu, Jane akhirnya berbicara."Sebenarnya Om tetap bisa dapat menantu. Itu tergantung gimana Om menanganinya." Sambil berkata begitu, dia melemparkan tatapan menggoda kepadaku.Aku sempat tertegun, lalu langsung mengerti maksudnya. Sepertinya, malam ini aku memang tidak bisa menghindar dari ketiga wanita itu.Baiklah, untuk saat ini aku harus menenangkan keadaan terlebih dulu. Lagi pula, kalau David memang tidak mampu, mungkin tidak akan mudah baginya untuk mencari pasangan lain.Aku masih berharap bisa menggendong cucu yang menggemaskan. Bagaimanapun, cucu-cucu teman sebayaku di desa bahkan sudah bisa berjalan.

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 5

    "Sudahlah ...." Aku buru-buru menolak. Mertua dan calon menantu .... Ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkannya kepada putraku?Jane mengerucutkan bibirnya dan berkata dengan manja, "Om, sebagai laki-laki, kalau kalah harus berani mengaku kalah. Jangan curang dong. Pokoknya hari ini aku nggak akan melewatkan kesempatan ini.""Besan, suamiku sudah nggak mampu, sementara suami Jane juga sudah meninggal. Gimana kalau kamu puaskan kami saja? Kata Shila, kamu besar dan kuat.""Tenang saja, soal ini cuma kita berempat yang tahu. Kami nggak bakal ngomong ke orang lain." Melly berkata dengan wajah penuh pesona.Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Kalaupun mereka memang punya kebutuhan, aku tetap ayah mertua Shila. Bagaimanapun, kami masih terikat sebagai keluarga.Kini, aku benar-benar mengerti. "Jadi, permainan kartu malam ini memang sudah kalian rencanakan dari awal ya?""Om, kumohon. Selama bertahun-tahun menjanda, aku sudah sangat tersiksa. Adikku b

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 4

    Wajahku langsung memerah. Wanita itu menyilangkan kakinya tinggi-tinggi. Belahan gaunnya begitu tinggi hingga sebagian bokongnya terlihat. Pemandangan itu membuat seluruh tubuhku terasa panas."Om, kalau benar-benar sudah nggak tahan, datang saja cari aku. Aku juga sudah setengah tahun nggak 'diservis'." Jane menggigit bibir merahnya sambil sengaja membungkukkan badan, membuat belahan dadanya terlihat semakin mencolok.Benar saja, ternyata dia tipe yang penuh kontras. Setelah membuka mulut, sifat aslinya langsung terbongkar.Katanya, dia seorang guru SMA. Bukankah orang bilang wanita berkacamata justru yang paling liar?Tak kusangka keluarga calon menantuku akan begitu berani dan terus terang. Sebenarnya, apa yang mereka inginkan?"Sudah, sudah. Masa keluarga sendiri pun mau kalian goda? Ini calon ayah mertuaku lho." Calon menantuku memutar bola mata dengan kesal ke arah mereka berdua.Melly mengangkat alis. "Aduh, memangnya kenapa? Ayah mertuamu juga nggak punya istri. Kami cuma ingin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status