共有

Part. 51

作者: Dwrite
last update 公開日: 2026-04-08 17:17:29

"Mulanya mungkin kamu dan aku memang saling membenci, kita juga dipersatukan dengan cara yang berbeda. Semua sikap yang kutunjukkan selama ini sebenarnya semata-mata hanya untuk menutupi perasaan sebenarnya yang sering kali kusangkal. Aku mencintaimu."

"Emak bangga sama kamu."

"Ahmad beruntung punya Teh Milah."

"Bapak yakin kelak nasibmu bakal lebih mujur dari Mulan Jamilah."

.

.

.

"Haaahh ...."

Sebuah kenangan-kenangan yang datang sekelebatan sontak menyentakku dari ketidaksadaran. Kukerjapka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 57

    "Jadi istri yang baek, ya, Mil. Nurut sama suami. Kalau ada apa-apa jangan selesain pake emosi, tapi bicara dari hati ke hati," pesan Emak dengan bercucuran air mata setelah melerai pelukan kami, sebelum benar-benar melepasku untuk menempuh hidup yang baru. Aku mengangguk patuh. Menyeka air mata Emak sementara air mataku dibiarkan lolos begitu saja. "InsyaAllah, Mak. Doain kita samawa terus langgeng sampe kakek-nenek, ya. Jaga kesehatan Emak sama Bapak. Kalian boleh datang kapan aja. Rumah kita akan selalu terbuka." "Aamiin, aamiin, aamiin ...." Emak kembali menarikku dalam pelukan. Setelah selesai berpamitan pada semua keluargaku beserta keluarga Haji Yahya. Mama Laras yang menjemput sudah membunyikan klakson agar kami bergegas. Dengan berat hati akhirnya kuapit tangan Bang Stevan, lalu dadah-dadah manja pada semuanya. Sedih rasanya nggak bisa manja-manjaan lagi di pangkuan Emak, ndusel di ketek Bapak yang selalu menjadi tempat ternyaman, juga berantem dengan Ahmad cuma karena

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 56

    Bicara tentang harapan dan pencapaian mungkin tak akan habis seharian kuceritakan. Lahir dalam keluarga dengan perekonomian yang rendah membuatku sejak kecil sudah menikmati asam-garamnya kehidupan. Namun, meskipun begitu aku maupun Ahmad selalu diajarkan untuk menjungjung tinggal adab dan budaya ketimuran. Sejak memutuskan untuk menginjakkan kaki di Jakarta sebagai asisten rumah tangga, tak ada tujuan lain yang kupikirkan selain cari uang dan membantu perekonomian keluarga. Sama sekali tak tercetus di dalam benak ini untuk mencari kesempatan menggoda majikan dengan tubuh yang aduhai seperti beberapa oknum pembantu muda di luar sana. Lagian, nggak ada modal juga. Udah muka seadanya, dada rata, badan pendek kecil dengan kulit yang nggak ada cerah-cerahnya. Tapi, balik lagi sama rezeki. Ternyata dari sekian populasi lelaki di Indonesia raya ini, masih ada cowok langka yang nggak mandang fisik, dan jatuh cinta hanya pada karakter seorang wanita. Tak perlu menggadaikan semua onde

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 55

    "Woylah Jamileh! Bisa-bisanya lu diem-diem kawin sama produk luar tanpa ketahuan pedekatean.""Sumpah gue hampir meninggoy saat nerima undangan.""Syalan ... begimana bisa lo dapet laki model begitu, Milah? Padahal dulu anti banget sama orang tampan!"Teriakan heboh teman-teman seperjuangan saat masih duduk di bangku sekolahan, hampir memecahkan gendang telingaku hanya beberapa saat setelah siraman selesai dilakukan. Masih dengan kain jarit yang melilit di tubuh, kuseret ketiga teman sesat yang dulu mengajarkanku gimana ngambil bakwan lima tapi ngaku dua itu masuk ke belakang rumah. "Sssttt ... heboh beud, dah kalian. Heran. Dari dulu gue bukannya anti orang tampan, tapi cuma menghindari biar nggak sakit sendirian. Lagian dia nggak fure produk luar, kok. Masih turunan. Emaknya aja asli orang Cikarang Timur. Lagian cowok-cowok bule itu lebih aduhai dan lebih bisa menghargai. Susah sama orang Indo, mah, kalau mau jalin hubungan yang diliat fisiknya duluan," terangku yang membuat tiga

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 54

    Oh, shit!Konspirasi macam apa lagi ini?Nggak ada hujan, nggak ada angin, setelah ngilang tanpa kepastian, tahu-tahu dia datang tanpa diundang. Jelangkung bukan, Halte Bus bukan, seenaknya aja dia jadiin hatiku sebagai tempat persinggahan.Hati? Eh, sorry maksudnya rumah. Efek sering kebaperan tuh orang bawaannya hati melulu. Maklum anak perawan yang baru ketiban lope ya begini."Duduk sini, Neng!" Bapak menepuk kursi di sisinya, saat melihatku hanya berdiri diam menatap Tuan Stevan.Aku hanya mengangguk untuk jawaban, lalu dengan tak tahu dirinya justru duduk di samping Tuan Stevan.Ya, antara percaya diri sama nggak tahu malu itu sudah menjadi sifatku sejak dulu."Ngapain Tuan ke sini? Kondangannya, kan masih dua hari lagi," cibirku sinis, padahal dalem hati kegirangan.Memang tak bisa dipungkiri. Rindu itu berat, bener kata si Dahlan.Hampir dua pekan nggak liat muka Tuan Stevan, rasanya bener-bener kelabakan. Suaranya, tatapannya, bahkan kata-kata tajamnya tanpa sadar sudah menja

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 53

    "Dengan sadar diri aku tak akan memintamu untuk tak membenciku. Seberapa banyak pun kata maaf terucap kutahu hal itu tak akan cukup menebus semua kesalahan yang telah kulakukan padamu, Milah. Hari ini, terakhir kalinya aku cuma ingin meminta satu hal, tolong jangan tarik kata-katamu tentang hubungan dekat yang pernah terikat di antara kita."Aku bukanlah majikanmu lagi, Milah. Sejak pertama bertemu kamu sudah kuanggap seperti adik kandungku sama halnya seperti Berlian. Kumohon tetaplah seperti itu. Terima kasih sebanyak-banyaknya aku ucapkan khususnya padamu juga seluruh keluargamu. Seratus hari menjalani hidup sebagai dirimu entah kenapa rasanya lebih berharga daripada dua puluh lima tahun hidup yang kujalani sebagai seorang Intan."Berkatmu aku bisa melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Dari pertukaran ini juga mungkin kamu bisa belajar bahwa bulan tidaklah seindah apa yang terlihat, begitu pun hidup seorang Intan. Jadi, tetaplah bersyukur dengan apa yang kamu miliki."Kamu

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 52 (Stevan)

    Tiga hari sebelumnya ...."Jadi, dia juga nggak sadar?" Aku mengulangi ucapan Brian. Lelaki yang berbeda sembilan tahun denganku itu berjalan menghampiri dan duduk di kursi yang semula kududuki. "Ya. Tadi pagi aku berniat nyusul Mama sama Bertrand untuk datang ke Cikarang memenuhi undangan, tapi katanya akad tiba-tiba ditunda karena mempelai wanita pingsan. Sial, kenapa kakak nggak pernah bilang kalau Saeful sepupu kita dan cewek yang kakak suka dari dulu itu si Milah?" protes Brian. Alis pemuda itu berkerut dengan rahang yang mengeras. "Kenapa cuma aku yang keliatan bodoh di sini? Bahkan sejak kapan Kakak tahu kalau jiwa mereka tertukar?" tambahnya dengan nada suara tinggi yang belum berubah. Aku terdiam, dan hanya bisa menghela napas panjang.Kemarahan Brian tentu bukannya tak berdasar. Hampir sepanjang waktu sebelum hubunganku dengan Berlian maupun Intan berjalan, percakapan kami tak pernah lepas dari tipe wanita idaman juga kekagumanku pada gadis kelahiran Cikarang, tanpa pernah

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 20

    Setelah menempuh kurang lebih satu setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Cikarang-Bekasi. Karena halaman rumahku yang sempit terpaksa kami meminta izin untuk memarkir mobil di depan ruko Pak RT, lalu berjalan menuju rumah. Melalui ponsel Nyonya Intan tadi, aku sudah mengatakan pada Emak

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 18

    "Nya ...."Di ambang pintu kamar aku melihat Nyonya Intan mengemasi barang-barangku ke dalam tas berukuran besar. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, sungguh aku tak mengerti. Demi Tuhan selama setahun terakhir aku tak pernah sekali pun melihatnya sampai semarah ini pada Tuan Stevan bahkan saa

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 17

    Sejak obrolan dengan Tuan Stevan di ruang keluarga tempo hari, kudapati Nyonya Intan menjadi lebih pendiam. Tak ada lagi canda atau kekehan tawa bahkan setelah mati-matian kuajak becanda. Sikap Tuan Stevan juga tak jauh berbeda. Entah kesambet setan dari alam mana dia mendadak cool dan nggak bany

  • Hasrat Terpendam Majikanku   Part. 16

    "Kita ngobrol dekat kolam, biar Stevan nggak dengar." Tepat ketika sampai di pelataran, Nyonya Intan langsung menarik tanganku menuju belakang rumah. Mengabaikan Tuan Stevan yang hanya bisa memerhatikan kami dari kejauhan dengan tatapan tajam yang menghunjam. Melihat responsnya barusan, kegelisahan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status