تسجيل الدخولErfan keluar dari kamar, dia ingin pergi mengambil minum karena dia merasa sangat haus.Saat Erfan menuruni tangga, samar-samar dia mendengar suara desahan, yang berasal dari ruang tamu depan.Erfan dengan rasa penasaran yang tinggi, memutuskan untuk melihat keadaan di sana.Erfan berjalan tanpa suara. Semakin dekat ke ruang tamu, suara itu semakin jelas."Ahh...terus Erfan, tante merasa enak ahh," Mendengar suara itu, Erfan sangat terkejut. Dia sangat jelas mengenali suara itu. Itu suara Tante Erlina. Sekarang Tante Erlina sedang mendesah, apalagi membawa-bawa namanya."Apa Tante Erlina sedang bermain sendiri? dan juga membayangkan di tiduri olehku?" gumam Erfan di dalam hari. Seringai nakal tersungging di bibirnya.Erfan dengan hati-hati mendekat ke arah sofa. Sampai dia berdiri di samping sofa tempat Tante Erlina berbaring sambil bermain sendiri.Erfan menatap Tante Erlina dengan tatapan terpana. Apa lagi, saat matanya dengan jelas melihat dada besar, padat wanita itu, dan juga ar
Sampai di rumah Shara. Tante Erlina yang sedang duduk sambil menonton tv, mengalihkan pandangannya ke arah kedatangan Erfan dan Shara."Kalian sudah kembali," ucap Tante Erlina, sambil tersenyum. Erfan tersesat sesaat melihat senyuman Tante Erlina, apalagi keadaannya sekarang yang sedang berhasrat tinggi."Aku kira, tante sudah tidur," ucap Shara, dengan nada ceria."Tante menunggu kalian! jika kalian tidak pulang, tentu saja Tante sudah tidur," balas Tante Erlina."Maaf tante membuatmu menunggu," ucap Erfan, dengan nada tidak enak."Ehh, gak masalah! apa kalian sudah makan?" tanya Tante Erlina.Erfan dan Shara menggelengkan kepalanya. Mereka baru ingat jika mereka belum makan. Mereka terburu-buru pulang karena sudah tidak tahan ingin bermain, sampai melupakan hal penting.Tante Erlina bangkit berdiri, sambil berkata."Kalo gitu, ayo kita makan! tante sudah masak, tante juga belum makan,"Erfan dan Shara mengangguk setuju, mereka pun pergi ke ruang makan.Erfan dan Shara makan denga
Erfan kembali ke sisi Shara. Shara langsung melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan tingkah manja."Sayang, kamu sangat hebat," ucap Shara, dengan nada ceria, penuh kekaguman.Erfan tersenyum, lalu mengecup kening wanita itu.Selanjutnya adalah acara pembagian hadiah, untuk pemenang lomba modifikasi terbaik.Erfan memanggil Jek. Jek dengan patuh langsung menghampirinya."Ada apa tuan muda?" tanya Jek, dengan sopan."Aku ingin menambahkan hadiah untuk juara modifikasi. Anggap saja ini rasa kasih saya, untuk kalian semua!" ucap Erfan, sambil tersenyum."Benarkah?" Jek sangat antusias."Tentu saja! ada berapa kelas modifikasi yang berlomba?" tanya Erfan."Ada 3 kelas," balas Jek."Oke, aku akan memberi juara pertama sebesar 1 miliar, juara dua 750 juta, juara tiga 500 juta," ucap Erfan dengan santai.Mendengar nilai uang yang besar itu, membuat Jek mematung sesaat, lalu dia kembali sadar, kemudian berkata dengan kaku."Tuan...tuan muda, itu...terlalu banyak!" "Iya sayang, itu terla
Erfan dan Shara di beri tempat duduk khusus, di depan panggung. Acara dimulai. Acara demi acara di lakukan. Seperti sambutan dari pada tokoh otomotif yang terkenal di kota zau. Erfan dan Shara hanya menonton dengan tenang, sambil menikmati hadapannya yang tersedia. Beberapa saat kemudian, Masuk ke sesi tanya jawab, yang sangat di nantikan para peserta acara. Mc Acara memanggil nama Erfan dengan nada menggelegar. "Pada sesi tanya jawab kali ini, saya akan mengundang Tuan Muda Erfan, dari komunitas Tristar ibu kota! beri tepuk tangan!" Prok Prok Prok Suara tepuk tangan memenuhi area tersebut. Erfan dengan langkah santai, naik ke atas panggung. Semua orang yang tahu Erfan menatapnya dengan tatapan antusias, yang tidak tahu mereka sangat penasaran.Di atas panggung tersedia sofa, Erfan pun duduk di sofa tersebut. Mc Memberikan mic kepada nya."Halo, teman semuanya, di sini saya akan menjawab pertanyaan kalian, dalam hal apapun! jadi tidak hanya menyangkut tentang otomotif," ucap E
Sudah waktunya acara di mulai. Para peserta pergi ke tempat panggung acara berada termasuk Erfan dan Shara. Saat Erfan, Shara, dan beberapa panitia termasuk Jek sedang berjalan menuju panggung, tiba-tiba teriak penuh amarah seorang pria terdengar dari arah depan mereka. "Shara, jadi ini pacar baru mu!" terlihat seorang pria muda pemilik suara itu, berjalan dari arah depan di ikuti beberapa pria dan wanita. Melihat siapa yang berteriak itu, wajah Shara menjadi gelap, sementara Erfan mengerutkan keningnya. Jek berbisik di telinga Erfan. "Tuan muda, dia mantan pacar Shara. Orangnya sangat arogan," "Apa dia memiliki latar belakang besar?" tanya Erfan, dengan santai. "Iya, dia berasal dari keluarga besar dari kota zau, dan dia juga pemimpin salah satu komunitas mobil yang ada di kota zau. Tapi jika dibandingkan dengan tuan muda, dia tidak ada apa-apanya," balas Jek. Di akhir perkataannya, dia berbicara dengan nada mengejek. Erfan mengangguk mengerti. Semua peserta yang berjala
Mobil Lamborghini melesat di jalanan kota, dengan suara raungan mesin yang menggelegar."Sayang, seru banget yah, naik mobil kayak gini," ucap Shara, dengan antusias."Kalo menyetirnya sendiri lebih seru loh," balas Erfan, sambil tersenyum."Kalo gitu nanti ajarin aku yah!" pinta Shara, ekspresinya terlihat memohon."Oke, nanti aku ajarin," balas Erfan.Shara terlihat senang, dia mengucup pipi Erfan, lalu memeluk satu lengan Erfan dengan manja."Oh iya, kamu gak ngajak Geya? terus Zihan ke mana? kan dia anak komunitas juga," tanya Erfan, dengan nada santai."Geya lagi sibuk sayang, kalo gak percaya tanya saja! kalo Zihan di larang sama keluarga, gara-gara dulu tuh pas kita menginap di hotel sama kamu," balas Shara."Zihan di hukum, gara-gara itu?" Erfan merasa tidak enak."Iya sayang, keluarga nya hanya membolehkan dia keluar sampai sore saja, tidak boleh keluar malam," balas Shara dengan nada sedih."Aku harus berbicara sama keluarga kalo gitu," balas Erfan, dengan serius. Karena dia







