Share

Bab 136

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-20 22:46:16

"Apakah ini semua sengaja kau siapkan untuk malam ini, Edgar?" tanya Selina terpana seraya melangkah ke area rooftop garden penthouse.

Edgar tersenyum tipis, kemudian merangkul lembut pinggang Selina untuk menuntunnya menuju meja makan privat yang dihiasi pendar cahaya lampu hangat.

"Ini malam istimewamu, Selina, kau berhak mendapatkan kebahagiaan murni tanpa ada bayang-bayang tekanan," bisik Edgar lembut.

"Cahaya lampu dan alunan musik klasik ini sangat indah," puji Selina seraya duduk di kurs
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 136

    "Apakah ini semua sengaja kau siapkan untuk malam ini, Edgar?" tanya Selina terpana seraya melangkah ke area rooftop garden penthouse.Edgar tersenyum tipis, kemudian merangkul lembut pinggang Selina untuk menuntunnya menuju meja makan privat yang dihiasi pendar cahaya lampu hangat."Ini malam istimewamu, Selina, kau berhak mendapatkan kebahagiaan murni tanpa ada bayang-bayang tekanan," bisik Edgar lembut."Cahaya lampu dan alunan musik klasik ini sangat indah," puji Selina seraya duduk di kursi beludru yang telah disiapkan.Kebebasan Selina tidak ditanggapi Edgar sebagai kesempatan untuk memaksakan status baru secara gegabah atau terburu-buru."Aku ingin menciptakan momen yang murni untuk kita berdua saja," sahut Edgar seraya mendaratkan kecupan hangat di kening Selina."Terima kasih untuk makan malam yang teramat elegan ini, Edgar," tutur Selina seraya menyesap minuman jus buahnya.Pria penguasa Anderson Group itu sengaja merancang malam yang privat ini jauh dari ingar-bingar media

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 135

    "Apakah sidang putusan perceraian kita akan dimulai sekarang, Edgar?" tanya Selina seraya meremas jemari tangan Edgar di dalam ruang tunggu pengadilan.Edgar menatap wanita di sampingnya dengan pandangan hangat dan penuh kepastian."Benar, Selina, hari ini adalah langkah terakhirmu untuk melepaskan seluruh ikatan kelam itu," jawab Edgar mantap."Mari kita masuk ke dalam ruang sidang utama sekarang, Nyonya Selina," ajak Edward seraya membukakan pintu kayu jati pengadilan.Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Selina akhirnya tiba saat majelis hakim Pengadilan Agama menggelar persidangan putusan akhir."Aku akan selalu menggenggam tanganmu di dalam sana," bisik Edgar seraya menuntun Selina melangkah masuk."Di mana posisi tergugat Rafael Theodore saat ini, Pak Pengacara?" tanya Ketua Majelis Hakim seraya membetulkan posisi kacamata bacanya."Tergugat masih mendekam di sel tahanan kepolisian dan menolak hadir dalam persidangan ini, Yang Mulia," jawab Edward dengan tegas.Tanpa kehadiran

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 134

    "Seret dia masuk ke dalam sel tahanan sekarang!" perintah perwira polisi seraya mendorong tubuh Rafael yang terkulai. "Jangan biarkan pria ini mendapat perlakuan khusus!"Rafael merintih kesakitan saat tubuhnya yang babak belur menghantam lantai semen penjara yang dingin.Pergelangan tangannya yang patah dibalut perban seadanya, memicu rasa nyeri yang luar biasa di sekujur tubuhnya."Tolong saya, Pak Polisi... pergelangan tangan saya sangat sakit!" jerit Rafael dengan suara serak seraya memegangi tangannya. "Saya butuh perawatan di rumah sakit mewah!""Tutup mulutmu, Rafael!" bentak petugas jaga seraya mengunci pintu besi sel dengan dentuman keras. "Kau adalah tersangka kasus kejahatan berat dan tidak ada fasilitas mewah untukmu di sini!"Insiden berdarah di area parkir bawah tanah rumah sakit berbuntut panjang bagi nasib Rafael Theodore.Berada dalam kondisi tulang pergelangan tangan patah dan penuh luka, Rafael langsung diseret oleh aparat kepolisian yang dikondisikan oleh tim hukum

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 133

    "Serang mereka sekarang juga!" jerit Rafael histeris dari balik pilar parkir. "Jangan biarkan mereka lolos dari sini!"Sebuah mobil sedan tua mendadak melaju kencang memotong jalur iring-iringan kendaraan eksekutif di area parkir privat. Derit ban bersahutan nyaring dengan raungan mesin yang membakar kesunyian area bawah tanah."Nyonya Selina, merunduk di belakang kami sekarang!" teriak kepala pengawal seraya mencabut senjata dan membentengi tubuh Selina. "Amankan area privat!"Rafael keluar dari balik pilar beton dengan langkah sempoyongan dan wajah berantakan yang dipenuhi keringat dingin. Matanya merah berkilat penuh kesetanan akibat pengaruh alkohol berat dan dendam yang membakar akal sehatnya."Selina! Kau harus ikut denganku hari ini!" jerit Rafael seraya mengacungkan pisau lipat yang mengkilat tajam di tangannya. "Kau anak haram tidak tahu diri yang menghancurkan hidupku!""Rafael! Hentikan kegilaanmu ini!" seru Selina dari balik punggung Edgar dengan tubuh gemetar hebat memega

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 132

    "Tekanan darah dan kondisi janin Nyonya Selina sangat sempurna," ujar dokter spesialis kandungan seraya mengoleskan gel ke perut Selina. "Mari kita lihat perkembangan organ dalamnya melalui monitor."Selina merebahkan tubuhnya di atas ranjang periksa dengan wajah berbinar bahagia menatap layar ultrasonografi.Di samping ranjang, Edgar berdiri siaga seraya menggenggam erat jemari lentik Selina tanpa melepaskannya sedikit pun."Lihat itu, Edgar... detak jantungnya terdengar sangat jelas dan kuat," bisik Selina seraya menunjuk titik kecil yang berdenyut di layar monitor. "Dia tumbuh sangat sehat di dalam sini.""Dia anak yang sangat kuat seperti Mamanya," sahut Edgar dengan suara bariton hangat seraya mengecup punggung tangan Selina. "Terima kasih sudah merawatnya dengan sangat baik."Kegembiraan atas makin stabilnya kondisi kehamilan Selina membawa mereka pada jadwal pemeriksaan rutin di rumah sakit swasta eksklusif milik Anderson Group.Edgar memosisikan keamanan pada tingkat tertinggi

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 131

    "Tuan Edgar, berkas proposal dari Thomas Theodore sudah tiba di meja direksi anak perusahaan," lapor Edward seraya menyerahkan dokumen. "Apakah kita harus langsung menolaknya?"Edgar menatap sampul berkas proposal tersebut dengan senyum tipis yang sarat akan dominasi dingin. "Jangan ditolak dulu, Edward. Instruksikan direksi untuk berpura-pura sangat tertarik pada proyek ini.""Apakah Anda sengaja ingin memberi dia rasa percaya diri palsu, Tuan?" tanya Edward seraya mencatat perintah tersebut di dalam catatannya."Biarkan pria bodoh itu melangkah lebih jauh hingga masuk ke dalam jerat hukum yang dia buat sendiri," pangkas Edgar dingin seraya mengetuk jemarinya di atas meja. "Beri dia ruang untuk merasa menang."Namun, Thomas sama sekali tidak menyadari bahwa seluruh pergerakannya telah berada di bawah pengawasan ketat tim intelijen Anderson Group sejak awal. Edgar telah memprediksi langkah nekat Thomas yang terdesak kebangkrutan.Direksi anak perusahaan Anderson Group lantas menghubun

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 6: Keceplosan

    Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status