Beranda / Romansa / Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku / Bab 52: Rencana yang Terbaca

Share

Bab 52: Rencana yang Terbaca

Penulis: Salwa Maulidya
last update Tanggal publikasi: 2026-07-09 23:18:42

"Apa lagi yang ingin aku lakukan untukmu?" tanya Selina langsung menyambar begitu pintu kamar mereka tertutup rapat.

Dia kemudian melipat tangan di dada, menatap suaminya dengan sorot mata defensif.

Rafael menyunggingkan senyumnya, melangkah mendekat dengan gestur yang sok akrab. "Aku punya rencana yang akan membuatmu juga untung, Selina. Ini kesepakatan yang bagus."

Selina tidak bergeming dari posisinya. "Kesepakatan apa?"

"Bantu aku kali ini, dan aku berjanji akan memberikanmu uang yang sanga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Rafael rencana mu sudah tercium, hahaha malah lucu ya..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 80

    Hampir lima jam penuh Selina duduk mematung di kursi kerja, membedah setiap baris angka yang tertera di dalam dokumen rekapitulasi keuangan Theodore Group.Jemarinya yang lincah menari di atas kalkulator, sementara matanya yang jeli meneliti lembar demi lembar laporan arus kas dengan tingkat ketelitian tinggi.Keheningan di dalam ruangan itu hanya dihiasi oleh denting halus kalkulator dan gesekan kertas yang dibalik.Hingga akhirnya, kening Selina mengernyit dalam.Dia menemukan pola yang sangat aneh pada kolom pengeluaran operasional di kuartal kedua dan ketiga.Selina mengambil pulpen, menarik selembar kertas kosong, lalu mencatat rekapitulasi kejanggalan tersebut secara terperinci."Edgar," panggil Selina memecah keheningan. "Coba lihat ini."Edgar mendongak dari layar laptopnya, menatap Selina yang kini menyodorkan lembaran catatan rapi itu ke hadapannya.Pria itu mengulurkan tangan, mengambil catatan yang dibuat oleh Selina, lalu menelitinya dengan sangat detail.Sepasang mata el

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 79

    Jemari Selina yang bergetar hebat menunjuk ke arah koridor utama tempat kamar Rafael berada. Napasnya masih tersengal, dadanya naik turun di dalam pelukan Edgar yang protektif. Rasa panik yang mendominasi dirinya perlahan mencair, berganti menjadi emosi meluap-luap yang tak lagi mampu ditahannya."Pria itu ... Rafael tiba-tiba saja memaksaku dan mengajaknya bercinta!" adu Selina dengan nada suara naik satu oktav. Wajahnya memerah karena paduan rasa marah dan mual yang luar biasa. "Dia benar-benar sudah tidak waras! Mengoceh soal tuntutan orang tuanya yang menginginkan pewaris, lalu marah-marah saat aku menolaknya. Pria aneh! Dia pikir dia siapa bisa bersikap sesuka hatinya padaku?!"Edgar menyimak setiap luapan kekesalan yang keluar dari bibir Selina dengan raut wajah yang tetap tenang, namun sorot matanya menajam secara berbahaya. Sebelah alis tebalnya terangkat pelan, meneliti raut wajah Selina demi memastikan kondisi wanita itu."Tapi dia tidak menyentuhmu, kan?" tanya Edgar p

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 78

    Satu jam setelah meninggalkan kamar hotel bersama Edgar, Selina melangkah masuk ke dalam bangunan utama kediaman Theodore.Langkah kakinya begitu pelan dan penuh kewaspadaan saat melintasi area ruang tamu.Koridor terasa sepi, namun begitu dia melangkah mendekati pintu kamar utamanya, aroma alkohol yang sangat menyengat langsung menusuk indra penciumannya.Selina mendorong pintu kamar perlahan.Di sana, Rafael tampak berdiri oleng di dekat ujung ranjang dengan kemeja yang sudah terbuka berantakan dan wajah memerah padam. Pria itu masih sangat mabuk akibat pesta semalam.Selina mengabaikan keberadaan suaminya.Dia hanya ingin segera masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan membersihkan diri.Namun, baru dua langkah Selina berjalan menuju lemari, sebuah cengkeraman kasar di lengannya menghentikan langkahnya.Rafael menarik tubuh Selina secara tiba-tiba hingga wanita itu berbalik menghadapnya."Mau ke mana kau?" serak Rafael, napasnya yang bau alkohol berembus kasar di wajah Selin

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 77

    Selina berdiri mematung di depan cermin besar bernuansa emas yang terpajang di sudut suite hotel.Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden tebal menerangi lekuk tubuhnya yang hanya terbalut jubah mandi sutra yang agak melorot.Matanya menatap lekat pada bayangannya sendiri, memandangi bintik-bintik kemerahan dan lebam keunguan yang tersebar di leher, tulang selangka, hingga dadanya—jejak-jejak perbuatan Edgar semalam yang begitu liar dan memburu.Jemarinya meraba perlahan tanda kemerahan di lehernya, merasakan sedikit rasa perih yang tertinggal.Sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya yang masih membengkak."Aku benar-benar sudah terperangkap," gumam Selina pelan pada dirinya sendiri, suaranya bergetar tipis."Terperangkap dalam sentuhan dan permainan Edgar."Tanpa disadarinya, sebuah bayangan tegap bergerak mendekat dari arah tempat tidur.Sebelum Selina sempat membalikkan badan, dua lengan kokoh berbuku-buku rapat melingkar di pinggangnya dari belakang.Ke

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 76

    "Ah! Edgar, jangan menyiksaku," desis Selina terengah-engah, kepalanya menggeleng gelisah di atas tumpukan bantal putih yang kini berantakan.Sentuhan jemari Edgar di pangkal pahanya tidak lagi perlahan.Pria itu menyibakkan kedua paha Selina selebar mungkin, memosisikan tubuh tegapnya tepat di tengah kurungan kaki jenjang wanita itu.Tatapan mata elangnya yang gelap penuh gairah mengunci wajah Selina yang memerah padam, basah oleh peluh halus yang berkilau di bawah lampu remang."Aku tidak menyiksamu, Selina. Kau sendiri yang menginginkan ini," bisik Edgar, suaranya terdengar begitu serak dan sarat akan dominasi mutlak.Tanpa memberikan aba-aba atau jeda untuk bernapas, Edgar menegakkan panggulnya dan menghantamkan miliknya yang sudah menegang sempurna masuk penuh ke dalam keintiman Selina.Penyatuan yang mendadak dan tak berampun itu membelah pertahanan Selina hingga ke dasar ter dalam."Akhhh!" Selina menjerit heboh, matanya membelalak lebar sebelum akhirnya terpejam erat. Kedua ta

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 75

    Pintu kayu jati suite mewah itu terbuka dengan bunyi klik halus.Edgar melangkah masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi oleh temaram lampu gantung di sudut tempat tidur.Langkah kakinya yang tenang mendatangkan gelombang ketegangan baru yang seketika mengisi udara.Di atas ranjang berukuran king size, Selina duduk bersandar pada tumpukan bantal.Begitu mendengar suara pintu ditutup, dia refleks melirik ke arah Edgar, lalu segera mendehem pelan untuk menutupi rasa gugupnya.Jemarinya mencengkeram erat selimut tebal yang menutupi bagian bawah tubuhnya.Gerakan kecil dan raut wajahnya yang memerah tak luput dari pandangan Edgar, yang menganggap respons salah tingkah itu sangat lucu sekaligus menggoda."Kau menungguku terlalu lama, hm?" tanya Edgar, suaranya terdengar sangat rendah dan tenang saat berjalan mendekati area tempat tidur.Selina membuang pandangannya ke samping, mencoba menetralkan detak jantungnya. "Kau yang terlalu lama berbicara dengan Samuel di bawah. Aku hampir tert

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 6: Keceplosan

    Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status