แชร์

Bab 53: Selalu Mengelaknya

ผู้เขียน: Salwa Maulidya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-09 23:33:25

"Obat tidur?" Edgar mendengus, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring.

"Rencana yang sangat mencerminkan kapasitas otak Rafael. Kalau begitu, buatkan kopinya sekarang, Selina. Setelah itu, ambil dokumen palsu di lemari nomor tiga dan bawa pada Rafael."

Edgar langsung tertawa rendah mendengarnya, sebuah tawa bariton yang sarat akan cemoohan untuk keponakannya. Dia menggelengkan kepala, lalu menghela napasnya dengan panjang, menyandarkan punggungnya pada kursi kulit kebesarannya.

Seli
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
wieanton
selina jgn terlalu maksa, nanti jg edgar ksh tau waktu yg tepat
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Edgar masih aja menutupi identitas nya..
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 146

    Tanpa menunggu jawaban atau celah penolakan dari bibir Selina, Edgar membalikkan tubuh istrinya dengan satu pergerakan tegas yang mendominasi.Pria itu menyangga panggul Selina yang masih terengah-engah, lalu menyejajarkan posisinya dari belakang.Tanpa memberikan jeda untuk penyesuaian, Edgar langsung menekan panggulnya maju, melesakkan kejantanannya yang membentang tegang masuk sepenuhnya ke dalam liang intim Selina yang sudah terbalur basah dan hangat."Ahhh! Edgar!" Selina mengerang kenikmatan yang teramat tajam saat merasakan sensasi pekat dan sesak mengisi liang dalamnya tanpa menyisakan ruang sedikit pun.Perlahan tapi pasti, Edgar menarik sedikit panggulnya sebelum mendorong kembali tubuhnya secara penuh, menghantamkan dirinya masuk menembus dinding intim Selina hingga ke batas terdalam.Selina melengkungkan punggungnya, memejamkan mata rapat-rapat seraya mengeratkan pegangannya pada kain sprei yang kini terkoyak acak akibat remasan tangannya yang gemetar.Edgar tidak membiark

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 145

    Waktu tepat menunjukkan pukul sebelas malam ketika ketenangan kamar utama yang redup itu mendadak berubah menjadi sarat akan ketegangan yang pekat.Selina sedang duduk bersandar di atas ranjang megah seraya membaca buku, berusaha menetralkan rasa gugup yang sejak tadi membayangi pikirannya.Langkah kaki tegap Edgar mendekat tanpa suara.Tanpa ucapan pembuka, tangan besarnya langsung meraih buku dari genggaman Selina dan meletakkannya begitu saja di meja samping ranjang.Edgar lantas merangkak naik ke atas ranjang, memosisikan tubuh tingginya berada tepat di hadapan Selina, mengurung wanita itu dalam dominasi mutlak yang mengintimidasi namun menawan."Bukan waktunya untuk membaca buku, Selina," bisik Edgar dengan suara bariton rendah yang bergetar penuh hasrat. "Malam ini, aku akan membuatmu lupa diri dengan setiap tindakan yang akan kulakukan."Belum sempat Selina membalas ucapan itu, Edgar langsung menunduk dan menyapu bibir Selina dengan ciuman yang mendalam, liar, dan membara.Tida

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 144

    "Apakah kau tidak punya keinginan untuk mencari di mana keberadaan ibumu sekarang, Edgar?" tanya Selina dengan suara bergetar pelan di tengah keriuhan pesta makan malam."Jika kau mau, aku akan menemanimu selama masa pencarian itu sampai kita menemukannya."Edgar menggelengkan kepalanya dengan pelan seraya menatap lurus pendar lampu kota di luar jendela kaca.Raut wajah tegapnya tampak tenang, namun ada kilat duka yang tersimpan teramat dalam di balik mata elangnya."Aku sudah lama mencari keberadaannya, Selina," cetus Edgar dengan intonasi bariton yang mendadak memberat."Lalu bagaimana hasilnya, Edgar? Apakah kau berhasil menemukan petunjuk tentang dirinya?" cecar Selina penasaran seraya menggenggam erat telapak tangan tegap suaminya.Edgar menghela napas kasar, membuang napasnya perlahan seolah mencoba melepaskan beban berat yang mengimpit dadanya selama bertahun-tahun."Hasilnya nihil untuk sebuah pertemuan. Ibuku sudah meninggal dunia lima belas tahun yang lalu karena sakit parah

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 143

    "Selamat untukmu, Edgar! Akhirnya pria terdingin di kota ini memiliki pujaan hati yang begitu anggun!" seru salah satu klien internasional seraya mengangkat gelas kristalnya di area lounge apartemen mewah."Bahkan calon penerusmu sudah ada di dalam sana," tambah seorang rekan bisnisnya yang lain seraya tertawa ramah menatap Selina."Sudah dipastikan anak itu akan mewarisi ketampanan, kejeniusan, dan seluruh kekayaan imperium Anderson di masa depan!"Edgar terkekeh pelan mendengarnya, sebuah respons langka yang amat mengejutkan bagi para relasi bisnisnya yang biasa melihat raut datarnya.Pria itu tidak menyahut dengan kesombongan, melainkan hanya mengangguk tipis dengan binar kebanggaan murni yang terpancar dari mata elangnya.Sementara itu, tangan tegap Edgar tak pernah sekalipun terlepas, terus melingkar posesif dan hangat di pinggang mulus Selina.Edgar menjaga posisi berdiri istrinya agar tetap nyaman di tengah riuhnya suasana pesta makan malam eksklusif di apartemen mewahnya."Edg

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 142

    "Nyonya Selina, gaun pengantin Anda sudah selesai dipasang secara sempurna," bisik staf perias seraya membantunya merapikan ujung kain yang menjuntai. "Anda sangat memukau."Selina berdiri di depan cermin berukir emas yang berdiri megah di sudut kamar utama. Wanita itu memandangi pantulan dirinya dalam balutan gaun pengantin sutra putih gading yang teramat indah, mewah, namun memiliki potongan sederhana yang sangat elegan."Aku... ternyata bisa secantik ini," puji Selina pada dirinya sendiri seraya tersenyum manis menatap wajahnya yang berbinar bahagia.Perutnya yang sudah kian membuncit manis di trimester kedua ini justru menambah keanggunan murni seorang ibu dalam balutan gaun mewah tersebut. Selina mengusap lembut perutnya yang membuncit dengan kedua telapak tangannya, merasakan kehangatan yang mengalir mendalam."Hari ini Papa dan Mama akan segera menyatu secara resmi, Nak," bisik Selina lembut pada janin di dalam rahimnya dengan mata berkaca-kaca. "Kita akan segera menjadi keluar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 141

    "Berapa banyak personel perantara Raymond Vance yang terdeteksi di lokasi?" tanya Edgar dengan nada bariton dingin yang sangat terkontrol.Kepala pengawal melangkah mendekat, menunjukkan layar tablet taktis yang menampilkan titik-titik pemantauan sinyal terenkripsi."Tim intelijen mengonfirmasi ada empat perantara halus yang mencoba memetakan jalur akses belakang vila privat.""Sapu bersih area luar dan perketat barikade sekarang juga," perintah Edgar tanpa keraguan sedikit pun di wajahnya. "Jangan biarkan lalat sekalipun mengganggu tempat itu.""Siap, Tuan Edgar, penyergapan senyap akan langsung dilakukan oleh unit taktis," jawab kepala pengawal seraya memberi instruksi tertulis lewat perantinya.Laporan dari kepala pengawal mengungkapkan bahwa tim intelijen telah mendeteksi pergerakan penyusupan halus dari perantara Raymond Vance di sekitar area lokasi pernikahan.Edgar langsung merespons ancaman tersebut dengan ketegangan penuh kontrol demi menjaga keamanan mutlak.Edgar segera men

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 6: Keceplosan

    Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status