Share

Bab 80

last update publish date: 2026-07-25 05:18:06

Hampir lima jam penuh Selina duduk mematung di kursi kerja, membedah setiap baris angka yang tertera di dalam dokumen rekapitulasi keuangan Theodore Group.

Jemarinya yang lincah menari di atas kalkulator, sementara matanya yang jeli meneliti lembar demi lembar laporan arus kas dengan tingkat ketelitian tinggi.

Keheningan di dalam ruangan itu hanya dihiasi oleh denting halus kalkulator dan gesekan kertas yang dibalik.

Hingga akhirnya, kening Selina mengernyit dalam.

Dia menemukan pola yang sanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 80

    Hampir lima jam penuh Selina duduk mematung di kursi kerja, membedah setiap baris angka yang tertera di dalam dokumen rekapitulasi keuangan Theodore Group.Jemarinya yang lincah menari di atas kalkulator, sementara matanya yang jeli meneliti lembar demi lembar laporan arus kas dengan tingkat ketelitian tinggi.Keheningan di dalam ruangan itu hanya dihiasi oleh denting halus kalkulator dan gesekan kertas yang dibalik.Hingga akhirnya, kening Selina mengernyit dalam.Dia menemukan pola yang sangat aneh pada kolom pengeluaran operasional di kuartal kedua dan ketiga.Selina mengambil pulpen, menarik selembar kertas kosong, lalu mencatat rekapitulasi kejanggalan tersebut secara terperinci."Edgar," panggil Selina memecah keheningan. "Coba lihat ini."Edgar mendongak dari layar laptopnya, menatap Selina yang kini menyodorkan lembaran catatan rapi itu ke hadapannya.Pria itu mengulurkan tangan, mengambil catatan yang dibuat oleh Selina, lalu menelitinya dengan sangat detail.Sepasang mata el

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 79

    Jemari Selina yang bergetar hebat menunjuk ke arah koridor utama tempat kamar Rafael berada. Napasnya masih tersengal, dadanya naik turun di dalam pelukan Edgar yang protektif. Rasa panik yang mendominasi dirinya perlahan mencair, berganti menjadi emosi meluap-luap yang tak lagi mampu ditahannya."Pria itu ... Rafael tiba-tiba saja memaksaku dan mengajaknya bercinta!" adu Selina dengan nada suara naik satu oktav. Wajahnya memerah karena paduan rasa marah dan mual yang luar biasa. "Dia benar-benar sudah tidak waras! Mengoceh soal tuntutan orang tuanya yang menginginkan pewaris, lalu marah-marah saat aku menolaknya. Pria aneh! Dia pikir dia siapa bisa bersikap sesuka hatinya padaku?!"Edgar menyimak setiap luapan kekesalan yang keluar dari bibir Selina dengan raut wajah yang tetap tenang, namun sorot matanya menajam secara berbahaya. Sebelah alis tebalnya terangkat pelan, meneliti raut wajah Selina demi memastikan kondisi wanita itu."Tapi dia tidak menyentuhmu, kan?" tanya Edgar p

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 78

    Satu jam setelah meninggalkan kamar hotel bersama Edgar, Selina melangkah masuk ke dalam bangunan utama kediaman Theodore.Langkah kakinya begitu pelan dan penuh kewaspadaan saat melintasi area ruang tamu.Koridor terasa sepi, namun begitu dia melangkah mendekati pintu kamar utamanya, aroma alkohol yang sangat menyengat langsung menusuk indra penciumannya.Selina mendorong pintu kamar perlahan.Di sana, Rafael tampak berdiri oleng di dekat ujung ranjang dengan kemeja yang sudah terbuka berantakan dan wajah memerah padam. Pria itu masih sangat mabuk akibat pesta semalam.Selina mengabaikan keberadaan suaminya.Dia hanya ingin segera masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan membersihkan diri.Namun, baru dua langkah Selina berjalan menuju lemari, sebuah cengkeraman kasar di lengannya menghentikan langkahnya.Rafael menarik tubuh Selina secara tiba-tiba hingga wanita itu berbalik menghadapnya."Mau ke mana kau?" serak Rafael, napasnya yang bau alkohol berembus kasar di wajah Selin

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 77

    Selina berdiri mematung di depan cermin besar bernuansa emas yang terpajang di sudut suite hotel.Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden tebal menerangi lekuk tubuhnya yang hanya terbalut jubah mandi sutra yang agak melorot.Matanya menatap lekat pada bayangannya sendiri, memandangi bintik-bintik kemerahan dan lebam keunguan yang tersebar di leher, tulang selangka, hingga dadanya—jejak-jejak perbuatan Edgar semalam yang begitu liar dan memburu.Jemarinya meraba perlahan tanda kemerahan di lehernya, merasakan sedikit rasa perih yang tertinggal.Sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya yang masih membengkak."Aku benar-benar sudah terperangkap," gumam Selina pelan pada dirinya sendiri, suaranya bergetar tipis."Terperangkap dalam sentuhan dan permainan Edgar."Tanpa disadarinya, sebuah bayangan tegap bergerak mendekat dari arah tempat tidur.Sebelum Selina sempat membalikkan badan, dua lengan kokoh berbuku-buku rapat melingkar di pinggangnya dari belakang.Ke

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 76

    "Ah! Edgar, jangan menyiksaku," desis Selina terengah-engah, kepalanya menggeleng gelisah di atas tumpukan bantal putih yang kini berantakan.Sentuhan jemari Edgar di pangkal pahanya tidak lagi perlahan.Pria itu menyibakkan kedua paha Selina selebar mungkin, memosisikan tubuh tegapnya tepat di tengah kurungan kaki jenjang wanita itu.Tatapan mata elangnya yang gelap penuh gairah mengunci wajah Selina yang memerah padam, basah oleh peluh halus yang berkilau di bawah lampu remang."Aku tidak menyiksamu, Selina. Kau sendiri yang menginginkan ini," bisik Edgar, suaranya terdengar begitu serak dan sarat akan dominasi mutlak.Tanpa memberikan aba-aba atau jeda untuk bernapas, Edgar menegakkan panggulnya dan menghantamkan miliknya yang sudah menegang sempurna masuk penuh ke dalam keintiman Selina.Penyatuan yang mendadak dan tak berampun itu membelah pertahanan Selina hingga ke dasar ter dalam."Akhhh!" Selina menjerit heboh, matanya membelalak lebar sebelum akhirnya terpejam erat. Kedua ta

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 75

    Pintu kayu jati suite mewah itu terbuka dengan bunyi klik halus.Edgar melangkah masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi oleh temaram lampu gantung di sudut tempat tidur.Langkah kakinya yang tenang mendatangkan gelombang ketegangan baru yang seketika mengisi udara.Di atas ranjang berukuran king size, Selina duduk bersandar pada tumpukan bantal.Begitu mendengar suara pintu ditutup, dia refleks melirik ke arah Edgar, lalu segera mendehem pelan untuk menutupi rasa gugupnya.Jemarinya mencengkeram erat selimut tebal yang menutupi bagian bawah tubuhnya.Gerakan kecil dan raut wajahnya yang memerah tak luput dari pandangan Edgar, yang menganggap respons salah tingkah itu sangat lucu sekaligus menggoda."Kau menungguku terlalu lama, hm?" tanya Edgar, suaranya terdengar sangat rendah dan tenang saat berjalan mendekati area tempat tidur.Selina membuang pandangannya ke samping, mencoba menetralkan detak jantungnya. "Kau yang terlalu lama berbicara dengan Samuel di bawah. Aku hampir tert

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status