Início / Fantasi / Hati liar sang Alpha / Garis yang Tidak Terucap

Compartilhar

Garis yang Tidak Terucap

Autor: Chatrin
last update Data de publicação: 2026-05-04 14:29:22

"Tidak cukup!" Pikir Lira.

***

Malam turun lebih cepat dari biasanya. Langit masih retak, namun bintang-bintang tetap muncul di sela-selanya—seolah dunia berusaha terlihat normal, meski tidak benar-benar utuh. Api unggun menyala lebih besar malam itu, mungkin tanpa disadari… sebagai cara mengusir dingin yang terasa berbeda.

Elara duduk sedikit menjauh, bukan karena ingin sendiri. Namun karena pikirannya terlalu penuh.

Keputusan pagi tadi masih terngiang—tentang tanda, tentang ikatan, tentang se
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Hati liar sang Alpha   Yang Seharusnya Tinggal di Hatinya.

    Malam semakin larut. Namun Elara tidak bisa tidur.Kata-kata Helior terus berputar di kepalanya seperti bisikan yang tidak mau pergi.Semakin dia mencintaimu… semakin mudah dunia ini hancur.Api kecil di perapian kamar Aelon mulai mengecil, meninggalkan cahaya redup keemasan yang bergerak pelan di dinding batu.Di sampingnya, Aelmon akhirnya tertidur.Meski satu tangannya masih melingkar di pinggang Elara seolah bahkan dalam tidur pun pria itu takut dirinya menghilang lagi.Elara menatap wajahnya diam-diam, tenang, lelah dan entah kenapa itu membuat dadanya semakin sesak. Karena semua orang terus mengatakan bahwa dirinya adalah awal bencana. 'Aku bencana' batin Elara, dadanya terasa nyeri.Namun saat melihat Aelmon seperti ini, Elara justru hanya melihat seseorang yang terlalu tulus mencintainya.Pelan-pelan Elara bergerak turun dari ranjang agar tidak membangunkan Aelmon, tapi baru satu langkah suara rendah pria it

  • Hati liar sang Alpha   Hal yang Tidak Bisa Dikuasai Alpha

    Lunaris menjadi sunyi.Hanya suara napas berat serigala hitam besar di tengah lembah yang masih terdengar di bawah langit retak.Semua orang diam. Karena tidak ada yang pernah melihat Kael kehilangan kendali sejauh ini sebelumnya.Dan lebih tidak masuk akal lagi, hanya Elara yang bisa menghentikannya.Elara masih berdiri di depan Aelmon, tangannya menyentuh bulu hitam tebal di wajah serigala itu pelan, meski tubuhnya sendiri masih gemetar akibat tekanan aura Alpha yang belum sepenuhnya stabil. Namun perlahan, geraman rendah Aelmon mulai mereda.Mata hijau liar itu tetap menatap Elara. “Bagus…” gumam Asterion pelan dari belakang. “Terus bicara padanya.”Elara menelan ludah kecil. Lalu mengusap bulu Aelmon perlahan. “Ael…” Suaranya lembut, penuh kehati-hatian. Seolah berbicara pada sesuatu yang terluka. “Aku baik-baik saja.”Serigala besar itu bergerak sedikit mendekat. Hidungnya menyentuh bahu Elara pelan. Dan saat itu juga, tekanan mengerikan yang memenuhi seluruh lembah mulai turun

  • Hati liar sang Alpha   Suara dari Balik Langit

    Suara retakan itu terdengar pelan. Namun cukup untuk membuat seluruh Lunaris membeku.Langit di atas mereka bergerak seperti kaca yang dipaksa pecah perlahan. Cahaya pucat di balik retakan menyebar lebih luas, memantulkan warna keemasan aneh ke seluruh lembah.Whoosh...Angin langsung berubah lebih berat, dingin dan semua serigala di wilayah Lunaris secara naluriah mengangkat kepala ke langit takut.Elara refleks menggenggam lengan Elara.Napasnya tercekat saat cahaya dari retakan itu memantul di mata hijau pria di sampingnya.“Ael…”Aelmon langsung menarik Elara mendekat ke sisinya. Tatapannya tidak pernah lepas dari langit.“Asterion!” panggil Rowan dari bawah.Dalam hitungan detik—Seluruh anggota pack mulai memenuhi area utama. Lira membawa serigala ilusi di belakangnya, mata mereka menyala seolah api biru sedang membara. Lyra masih memegang botol ramuan setengah penuh, bahkan beberapa werewolf muda terlihat pucat karena tekanan energi yang turun dari langit.Asterion muncul dari

  • Hati liar sang Alpha   Penjaga yang Seharusnya Tetap Tertidur

    Ruangan itu mendadak terasa sempit. Api di perapian masih menyala, namun kehangatannya tidak lagi terasa sejak kalimat Asterion jatuh di tengah mereka.Sesosok penjaga lama sedang bangun. Tidak ada yang langsung bicara, karena cara Asterion mengatakannya terlalu serius untuk dianggap bercanda.Lira yang pertama memecah keheningan. “Penjaga apa?”Asterion menghembuskan napas pelan. Tatapannya tetap tertuju pada langit di luar jendela. “Makhluk yang diciptakan sebelum pack pertama lahir.”Jawaban itu langsung membuat Rowan mengernyit. “Itu bahkan lebih tua dari para Alpha awal.”“Karena memang lebih tua.”Asterion akhirnya menoleh. Dan untuk pertama kalinya, tidak ada senyum santai di wajahnya.“Dulu,” ujarnya pelan, “para penguasa langit menciptakan penjaga untuk menjaga keseimbangan antara dunia manusia, dunia serigala, dan alam para dewa.”Elara diam mendengarkan. Sementara Aelmon tetap berdiri di dekatnya, satu tangannya masih menyentuh punggung Elara pelan seolah memastikan gadis i

  • Hati liar sang Alpha   Retakan yang Mulai Bergerak

    Malam itu terasa terlalu tenang. Dan justru karena itulah, Sylas mulai merasa ada yang salah.Ia berdiri di menara penjaga paling utara Lunaris, memandangi langit retak yang menggantung di atas dunia mereka. Angin dingin menerpa mantel gelapnya, membawa aroma hujan dan sesuatu yang asing.Sesuatu yang membuat naluri serigalanya gelisah.Retakan itu bergerak lagi dengan pelan namun sangat jelas.Cahaya pucat di dalamnya berdenyut seperti jantung hidup.Sylas menyipitkan mata. “Ini semakin buruk…”Suara langkah terdengar dari belakang.Aelmon muncul dengan wajah tenang seperti biasa, meski aura dingin di sekitarnya membuat udara terasa lebih berat.“Asterion juga merasakannya,” ujar Aelmon.Rowan mengangguk pelan. “Energinya berubah.” Jelasnya, sambil menatap kembali ke langit. “Dan aku tidak menyukainya.”Di bawah sana, Pack Lunaris mencoba menjalani hari seperti biasa.Lyra memaksa semua orang meminum ramuan pahit buatannya. Lira sibuk mengatur ulang penjagaan wilayah, Asterion berdeb

  • Hati liar sang Alpha   Rumah Bulan

    Pagi datang perlahan.Cahaya matahari pucat menyelinap masuk melalui tirai tipis kamar, jatuh lembut di lantai kayu dan selimut yang sedikit berantakan.Udara masih dingin. Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, Elara bangun tanpa rasa takut. Ia membuka mata pelan, dan langsung menyadari dirinya masih berada dalam pelukan Aelmon.Pria itu belum bangun. Satu lengannya melingkar santai di pinggang Elara, sementara napasnya terdengar pelan dan stabil di dekat rambutnya.Elara diam beberapa saat. Memperhatikan wajah Kael yang tertidur, dan lagi-lagi ia merasa aneh melihat pria itu setenang ini.Biasanya Aelmon selalu tampak waspada, tegang. Seolah dunia bisa runtuh kapan saja, namun sekarang ia terlihat damai.Tanpa sadar Elara tersenyum kecil. Lalu pelan mengangkat tangan, merapikan sedikit rambut hitam Aelmon yang jatuh di dahinya.Sentuhan itu ringan sekali. Namun alis Aelmo. langsung bergerak sedikit. Mata hijaunya terbuka perlahan. Dan begitu melihat Elara, Tatapannya lang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status