Home / Fantasi / Hati liar sang Alpha / Tanda yang Memudar.

Share

Tanda yang Memudar.

Author: Chatrin
last update publish date: 2026-05-04 14:05:55

Pagi itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Namun sebuah cerita masa lalu membuat ikatan mereka semakin kuat.

Bukan karena tidak ada suara, justru sebaliknya. Aktivitas pack tetap berjalan, langkah kaki, percakapan pelan, denting peralatan. Namun ada sesuatu yang berbeda… seperti semua orang sedang menahan napas, menunggu sesuatu yang belum terjadi.

Elara berdiri di dekat aliran air kecil di sisi lembah.

Airnya jernih, mengalir pelan di atas batu-batu halus. Ia menunduk, membasuh wajahnya, membi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hati liar sang Alpha   Raja yang Menunggu.

    Tangisan itu perlahan-lahan berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu aneh. Lalu...Keheningan di dalam kamar terasa menyesakkan.Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang berani berbicara.Aelmon terbaring di lantai. Darah mengalir dari sudut bibirnya, cahaya keemasan dari Belati Matahari masih menyebar di bawah kulitnya seperti retakan api.Lyra terus berusaha menghentikan kerusakan yang terjadi. Namun wajah tabib itu semakin pucat setiap detiknya. "Ini buruk." gumamnya."Tolong katakan sesuatu yang belum kami ketahui." balas Lira."Kalau begitu diam!" bentak Lyra.Lira langsung menutup mulut. Sementara itu, Elara masih berdiri membeku, ingatan lama, dan baru.Kedua kehidupan itu bertabrakan tanpa ampun.Elara sang manusia, Dewi Matahari yang pernah memimpin langit. Keduanya kini hidup dalam tubuh yang sama, dan untuk pertama kalinya sejak terlahir kembali—Ia tidak tahu dirinya siapa."Elara." Suara Ae

  • Hati liar sang Alpha   Ingatan yang Terkubur

    "AELMON!" Suara Elara pecah, tangannya gemetar saat mencoba menyentuh pria yang terbaring di lantai. Namun cahaya keemasan dari luka itu kembali menyala, mendorong jemarinya menjauh.Drap.. drap.. drap...Di luar kamar. Terdengar langkah kaki, terdengar teriakan, terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.Namun semuanya terasa jauh, sngat jauh. Karena sesuatu sedang retak di dalam dirinya, bukan tubuh dan jiwanya.Melainkan segel yang selama ini menahan ingatan. "Khh..." Elara mencengkeram kepalanya. Rasa sakit meledak, tidak seperti sakit biasa.Melainkan ribuan kenangan yang menghantam bersamaan.Langit...Langit yang bukan Lunaris. Langit yang begitu luas hingga bintang-bintang tampak seperti debu, Istana emas, menara cahaya, lautan awan dan dirinya.Bukan Elara sang manusia, mlainkan seorang penguasa. Seorang dewi, Ratu dari tiga puluh empat dewa dan dewi. Pemimpin dua belas dewa inti, takhta Matah

  • Hati liar sang Alpha   Belati Matahari

    Malam itu terasa aneh.Bukan karena ada ancaman, langit yang berubah atau karena ramalan baru muncul dari arsip kuno. Justru sebaliknya, smuanya terlalu tenang.whoosh...Angin musim panas bergerak lambat di antara pepohonan Lunaris. Jangkrik bernyanyi dari balik semak, cahaya bulan menumpahkan warna perak ke seluruh wilayah pack.Sudah hampir dua minggu sejak Elara kembali, dan Aelmon masih mencoba untuk menarik pakaiannya agar lepas dari tubuhnya.Dua minggu tanpa serangan. Tanpa pelarian, hanya pertengkaran kecil.Bahkan Lira dan Asterion berhasil melewati tiga hari penuh tanpa saling melempar sesuatu. Sebuah pencapaian yang membuat Rowan hampir menangis haru.Malam itu sebagian besar anggota pack sedang beristirahat.Para penjaga berjaga seperti biasa. Lyra masih berkutat dengan ramuannya, Sylas melakukan pemeriksaan rutin di wilayah perbatasan.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama— Elara m

  • Hati liar sang Alpha   Kebiasaan yang Aneh

    Elara baru menyadari satu hal yang mengganggu. atau mungkin bukan mengganggu. Hanya membuatnya bingung, Aelmon selalu menyentuh pakaiannya.Bukan tangannya, rambutnya, atau wajahnya. Tapi pakaiannya. Awalnya Elara mengira itu kebetulan, namun setelah beberapa hari, ia mulai menyadari polanya.Saat mereka berjalan berdampingan hari ini, jemari Aelmon akan menangkap ujung lengan bajunya.Saat mereka menghadiri rapat, pria itu terkadang memainkan pita yang mengikat rambutnya. Bahkan ketika sedang membaca laporan, tangan besar itu bisa saja tiba-tiba merapikan kerah mantelnya yang sebenarnya sudah rapi.Dan yang paling aneh, Aelmon melakukannya tanpa sadar."Kenapa kau melakukan itu?" tanya Elara mulai risih.Mereka sedang duduk di beranda kastel. Angin musim gugur berembus lembut di antara pepohonan."Hm?" Aelmon mengangkat kepala dari dokumen yang sedang dibacanya."Itu." Elara menunjuk jemari pria itu.

  • Hati liar sang Alpha   Serigala yang Berbahaya.

    Pagi masih muda ketika Elara memutuskan keluar dari kastel.Sendiri. Bukan karena marah, bukan karena ingin kabur.Ia hanya ingin berjalan.Musim mulai berubah.Embun masih menempel di ujung rumput. Udara pagi membawa aroma pinus yang lembut, hutan Lunaris terlihat damai dari kejauhan.Sudah lama sejak terakhir kali Elara berjalan tanpa diikuti siapa pun. Atau setidaknya—Ia mengira tidak diikuti siapa pun."Aku tahu kau ada di sana." ucapnya tanpa menoleh.Tidak ada jawaban. Semak-semak bergoyang, kemudian muncul sosok besar berambut hitam.Aelmon."Tidak lucu." gumam Elara. Lagi-lagi Aelmon mengawasi seperti seorang penjaga yang setia, menempel seperti lem."Aku tidak sedang bercanda." jawab Alpha itu, ia berjalan di samping Elara. Seolah kehadirannya merupakan sesuatu yang alami."Aku hanya berjalan." kata Elara."Aku tahu.""Lalu kenapa ikut?"Tatapan giok itu turun padanya. "Karena kau berjalan.""...""Itu bukan jawaban.""Itu jawaban yang cukup."Elara memutar mata. Namun diam-

  • Hati liar sang Alpha   Pagi yang Terlalu Tenang

    Pagi di Lunaris biasanya tidak pernah benar-benar sunyi.Selalu ada suara penjaga yang berganti giliran.Suara pedang latihan yang beradu atau Asterion yang berteriak entah kepada siapa sejak matahari belum sepenuhnya terbit.Namun pagi itu berbeda. Elara terbangun karena keheningan, bukan suara atau mimpi buruk. Melainkan ketiadaan sesuatu yang seharusnya ada.Ia membuka mata perlahan. Cahaya keemasan menyelinap melalui tirai, udara terasa sejuk. Lalu ia menyadari sesuatu.Aelmon tidak ada.Biasanya pria itu sudah duduk di dekat jendela membaca laporan, atau berdiri memandangi halaman sambil berpura-pura tidak mengawasinya.Hari ini tidak. Tempat itu kosong...Elara duduk perlahan. Jemarinya menyentuh seprai yang masih menyimpan sedikit kehangatan. Artinya Aelmon baru pergi belum lama. Ia menghela napas, kemudian bangkit.Beberapa menit kemudian. Ia menemukan jawabannya, di halaman belakang Aelmon sedang berlatih.Dentang...Clang!Pedang kayu bertabrakan. Sylas melompat mundur, "Be

  • Hati liar sang Alpha   Perjalanan Rahasia

    Perdebatan berlangsung sampai tengah malam.Dan semakin lama, semakin kacau.“Aku ikut.”“Tidak.”“Aku bilang ikut.”“Aku bilang tidak.”Suara Aelmon dan Kaelum sudah terdengar seperti ancaman terselubung sejak satu jam lalu.Aura Alpha memenuhi aula utama sampai beberapa anggota pack memilih kelua

  • Hati liar sang Alpha   Jalan Menuju Dunia Manusia

    Hujan belum berhenti.Kabut tipis menyelimuti Lunaris sejak pagi, membuat seluruh lembah tampak pucat dan dingin. Langit retak di atas sana masih menggantung seperti luka besar yang tidak bisa sembuh.Dan suasana pack jauh lebih buruk dibanding cuaca.Aula utama Lunaris dipenuhi ketegangan.Lyra me

  • Hati liar sang Alpha   Istri Alpha atau Dewi Matahari

    Hujan turun sejak dini hari.Rintiknya membentur atap kayu Lunaris perlahan, menciptakan suara tenang yang biasanya menenangkan. Kabut tipis menyelimuti lembah, sementara langit retak di atas sana tampak lebih redup dibanding malam sebelumnya.Namun kamar Alpha justru terasa semakin sesak.Elara ma

  • Hati liar sang Alpha   Ketakutan yang Yidak Bisa Dijelaskan Serigala

    Malam berubah menjadi dini hari.Kabut tipis turun menyelimuti Lunaris, membuat seluruh lembah tampak pucat di bawah cahaya bulan yang tertutup awan. Angin membawa aroma pinus basah dan sisa hujan dari utara.Udara semakin dingin. Dan tubuh manusia Elara mulai merasakannya.Saat kembali ke kamar Ae

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status