로그인Nasha Aqila punya Satria Bimantara, teman satu atapnya yang multifungsi. Bagi Nasha Satria adalah tempatnya untuk bersandar dan bergantung sebab dia selalu merasa asing ditengah keluarga barunya, yaitu keluarga dari pernikahan kedua sang Bunda. Nasha selalu merasa Bunda menjauhkannya dari keluarga barunya. Kemudian pada suatu hari Satria mengajak Nasha untuk berkomitmen dan menikah. Mereka akan menjadi housemate untuk seumur hidup. Selain status yang berbeda tentu ada hal lain yang berubah dari hidup keduanya. Tak disangka karena sebuah insiden setelah pernikahannya dengan Satria terkuak alasan sesungguhnya Bunda yang seakan menjauhkan Nasha dari keluarga barunya "Jangan jadikan alasan pertemanan dan persahabatan sebagai alasan untuk menolak, Nasha. Kita ini friendhome bukan friendzone," kata Satria Bimantara pada Nasha Aqila.
더 보기บทนำ รักแรก
บนดอยแห่งหนึ่งทางภาคเหนือของประเทศไทย กลุ่มนักศึกษาของมหาวิทยาลัยได้รวมตัวกันจัดตั้งค่ายอาสาเพื่อน้อง ตระเวนไปยังดอยต่าง ๆ ที่ขาดแคลนสิ่งของ เพื่อสร้างห้องสมุด และบริจาคอุปกรณ์การเรียนที่จำเป็นทุกอย่าง
หลังจากเปิดรับบริจาค ในทุก ๆ หกเดือน อย่างเช่นวันนี้...
‘พิมพ์พธู’ วัยสิบเก้า เธอกำลังช่วยทาสีชั้นวางของ เธอเพิ่งเข้าเรียนปีหนึ่งได้ไม่นานก็เลือกเข้าชมรมอาสา จนมีโอกาสได้มาออกค่ายหลังจากเปิดเทอมได้เพียงเดือนเดียว
ตุ้บ!
“โอ๊ย! ฮึก...ฮือ” เด็กชายวัยประถมต้นคนหนึ่ง วิ่งหกล้มต่อหน้าต่อตา เสียงร้องของเขาทำให้หญิงสาวรีบวางแปรงทาสีลง แล้วลุกขึ้นเดินเข้าไปดูด้วยความเป็นห่วง
“เป็นอะไรมากมั้ยจ๊ะ”
“เป็นอะไรมั้ยครับ?”
รุ่นพี่คนหนึ่งที่เห็นเหตุการณ์เหมือนกัน ก็รีบปรี่เข้ามาดูด้วย ทั้งคู่ย่อตัวลงช่วยกันประคองเด็กชายขึ้นพร้อมกัน ทำให้มือของเขาแตะทับบนมือของหญิงสาว
กลายเป็นว่าทั้งสองคนจับมือกันโดยไม่ได้ตั้งใจ
“โอมเพี้ยง ความเจ็บปวดจงหายไป”
พิมพ์พธู ห่อปากเป่าลมลงบนแผลถลอก ตรงหัวเข่าให้เด็กชายที่ยังสะอึกสะอื้นไม่หยุด การกระทำแสนอ่อนหวานของเธอเรียกรอยยิ้มและสายตาเอ็นดูจากรุ่นพี่คนนั้นได้ในทันที
‘สหรัฐ’ วัยยี่สิบเอ็ด มองหญิงสาวตรงหน้าไม่ละสายตา ขณะที่เธอพยายามพูดคุยจนกระทั่งเด็กหยุดร้อง ก่อนที่แม่ของเด็กชายจะมาอุ้มออกไป
เมื่อเหลือกันเพียงสองคน...
“สวัสดีครับ พี่ชื่อสหรัฐนะ เรียกพี่รัฐก็ได้ พี่อยู่ปีสาม แล้วน้องล่ะ?”
“พิมพ์ชื่อพิมพ์ค่ะ พิมพ์พธู อยู่ปีหนึ่งค่ะ”
เธอแนะนำตัว เมื่อครู่มัวแต่สนใจเด็กชาย จนไม่ทันได้สังเกตใบหน้าของสหรัฐให้ดี พอได้มาเห็นจังๆ แบบนี้แล้ว..เขาก็หน้าตาดีไม่น้อยเลย
“ชื่อแปลกจัง แปลว่าอะไรเหรอ”
“พิมพ์ก็คือพิมพ์ค่ะ ไม่มีความหมายอะไร พ่อบอกว่าแม่ชื่อพิมพิลาไลย ก็เลยอยากให้พิมพ์มีชื่อตัวหน้าเหมือนแม่เลยเอามาตั้งให้ ส่วนพธู...แปลว่าเจ้าสาวหรือภรรยาค่ะ”
พิมพ์พธูอธิบายให้ชายหนุ่มรุ่นพี่ฟัง ความหมายของชื่อคงเป็น... ‘พิมพ์ เจ้าสาวหรือภรรยาของใครสักคน’ ล่ะมั้ง
บางทีบิดามารดาอาจอยากให้เธอได้เป็นเจ้าสาวของผู้ชายแสนดีสักคนบนโลกก็ได้
“ลึกซึ้งดีนะ ชื่อพี่สิ เป็นคนไทยแท้ๆ พ่อตั้งสหรัฐซะงั้น ความหมายคงเป็นเรื่องทางเศรษฐกิจแน่ๆ”
“รุ่นพี่ล่ะก็...” คนตัวเล็กหัวเราะออกมาอย่างขำขัน ในมุกตลกของชายหนุ่ม รอยยิ้มหวานแต่งแต้มอยู่บนใบหน้าสวย สะกดสายตาคนมองให้ตกอยู่ในภวังค์
“แล้วพิมพ์กำลังทำอะไรอยู่เหรอ”
“อ๋อ พิมพ์กำลังทาสีชั้นวางของค่ะ”
เธอชี้ไปยังชั้นที่ทาสีค้างเอาไว้ ร่างสูงตรงไปทางนั้นแล้วหยิบแปรงมาจุ่มสีช่วยอีกฝ่าย พิมพ์พธูตามมานั่งลงข้างๆ เขา
“จุ่มสีแบบนั้นเดือนหน้าก็ไม่เสร็จหรอก ทำแบบนี้ไปเลยจะได้ไวขึ้น ปาดขึ้นปาดลงอย่างนี้”
“รุ่นพี่ทำแล้วดูง่ายจังเลยนะคะ”
ทำไมตอนเธอทำมันถึงยากนักนะ ฝึกระบายสีไม่ให้ออกนอกกรอบตอนอนุบาลยังง่ายกว่าเยอะเลย
“ลองดูมั้ย?”
“ค่ะ”
หญิงสาวพยักหน้าพร้อมรับแปรงทาสีต่อจากเขา คนตัวสูงกว่าเขยิบเข้ามาใกล้ก่อนจะจับมือหญิงสาวข้างที่ถือแปรงเอาไว้อีกทอดแล้วพาไปจุ่มสี ต่อด้วยบรรจงปาดลงไปตรงที่ว่างของชั้นวางของ
พิมพ์พธูแอบยิ้มกับตนเอง มองมือที่ถูกเขาจับเอาไว้ด้วยหัวใจที่เต้นแรง เธอไม่รู้มาก่อนเลยว่าในชมรมของเรา จะมีรุ่นพี่แสนอบอุ่นอย่างสหรัฐอยู่ด้วย
ใจเจ้ากรรม..ทำไมเต้นโครมครามแบบนี้..
“เก่งมาก หัวไวเหมือนกันนะ”
ไม่พูดเปล่า เขายังยกมือขึ้นลูบหัวหญิงสาวประกอบคำชมอีกด้วย นอกจากบิดาแล้ว ก็เพิ่งจะมีเขาคนนี้นี่แหละที่อ่อนโยนต่อเธอ...
“งั้นพิมพ์ทาต่อเลยนะคะ”
“เอาสิ พี่จะคอยดูเอง”
สหรัฐทำตามที่พูด เขานั่งมองเธอทาสีไปด้วย ชวนคุยเพื่อทำความรู้จักไปด้วย จนทั้งสองคนเริ่มรู้จักกันและกันมากขึ้น เสียงหัวเราะที่ดังขึ้นของพิมพ์พธู บ่งบอกได้ว่าเขาทำให้หญิงสาวมีความสุขได้มากกว่าปกติจริงๆ
และสำหรับเขาเธอเหมือนแรงดึงดูดที่มองไม่เห็น
ความสัมพันธ์ของทั้งคู่ เริ่มต้นจากความประทับใจตั้งแต่แรกพบ ไปสู่การตกหลุมรักเมื่อได้เรียนรู้ว่าอีกฝ่ายมีเสน่ห์ตรงใจแค่ไหน การเปิดโอกาสให้หัวใจถูกเติมเต็มจึงเป็นสิ่งที่ควรทำ และเขา...ก็ไม่ลังเลที่จะสานต่อ
‘เป็นแฟนกับพี่นะครับ’
ไม่กี่เดือนหลังจากนั้น... คู่รักคู่ใหม่ก็ได้ถือกำเนิดขึ้น
Menginjakkan kaki di kediaman Tanubrata Nasha dibuat terheran-heran. Bunda dan pak Tanubrata terlihat bahagia sekali duduk menunggu di ruang tamu. Apa ada berita bagus?Bisa jadi eforia pertunangan Januar yang masih terasa. Mungkin mereka berdua merasa senang karena Januar akan segera menikah. Bisa jadi sih."Nah, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga," sambut Januar dengan gembira. Bunda dan pak Tanubrata yang sedang duduk di ruang tamu juga ikut tersenyum.Nasha berpikir apa dia ini habis pulang dari membela negara? Kenapa mereka terlihat riang sekali menyambutnya?"Bunda sama Papa apa kabar?" Nasha mencium pipi Bundanya dan mengangguk singkat pada pak Tanubrata."Baik, Nas. Makin baik begitu dapat kabar gembira nih."Kabar baik? Nasha melirik Januar yang juga tampak tersenyum cerah. Pernikahan Januar memang sudah direncanakan sejak pertunangannya digelar. Kenapa senangnya baru sekarang?"Bang Janu udah nemu tanggal nikahnya ya?
Berpikir keras adalah hal yang dilakukan Satria sejak Nasha memberitahunya kalau dia diundang ke kediaman Tanubrata. Bingung dan gugup. Dia sedang memikirkan apa yang harus dia katakan nanti.Tak jauh dari Satria ada Nasha yang sibuk bermain dengan adonan sambil sesekali menatap aneh pada Satria. Satria jarang terlihat seperti itu.Terakhir dia melihat ekspresi itu saat Satria hendak wawancara kerja di salah satu kantor notaris. Lalu sekarang ekspresi itu muncul lagi. Membuat otak Nasha berpikir yang tidak-tidak.Tidak mau terus berpikir ngawur Nasha langsung menghampiri Satria begitu adonannya masuk oven."Ekhem, Satria," panggil Nasha. "Kamu ada masalah ya di kantor?" lanjut Nasha begitu berhasil mendapat atensi Satria."Kenapa mikir gitu?" Satria sudah biasa dihadapkan pada masalah bukan? Dia malah tinggal satu atap dengan masalah."Mukamu kelihatan bingung gitu. Jasa notaris kamu sepi job ya? Apa mau gulung tikar?"Satria cuma bis
"Bang," sapa Nasha sambil sedikit menunduk. Kesopanan."Kamu belum jawab pertanyaan saya," balas Agarish dingin."Tadi itu nggak sengaja kok. Bang Janu bantuin aku." Hawa panas di sekeliling Nasha sekarang bertambah panas."Kalau nggak bisa bawa sendiri ajak karyawan. Jangan sok-sokan bawa sendiri."Apakah itu tadi? Perhatian atau ejekan? Nasha sampai tidak bisa berword-word lagi. Agarish langsung pergi setelahnya. Sumpah. Nasha tidak mengerti dengan semua yang berhubungan dengan Agarish."Mbak, ojek, Mbak?" tawar seorang tukang ojek.Karena sedang melamun dan salah tangkap ucapan tukang ojek tadi Nasha malah balas marah-marah, "Enak aja. Saya ini bukan tukang ojek."Bapak ojek yang tak tahu apapun jadi bingung. Dia ini sedang menawarkan jasa ojeknya. Bukan sedang bertanya apakah Nasha ini tukang ojek apa bukan."Dasar anak jaman sekarang," gumam Bapak Ojek.Meskipun hanya bergumam, tapi Nasha bisa mendengarnya dengan je
Pulang dengan dicarikan kendaraan oleh 'mas future' membuat Nasha sudah senang sekali. Apalagi kalau Dewangga sendiri yang mengantar. Pasti hati Nasha sudah 'berflower-flower'."Mbak, aduh, mikirin apa sih," tegur Jihan setengah kesal."Iya-iya maaf. Kenapa?""Ini pesanannya gimana? Jadi siapa yang ngantar?""Gue aja, Han. Gue mau sekalian cuci mata. Lo bagian jaga warung. Oke?" Tanpa menunggu persetujuan Jihan Nasha langsung ngibrit mencari tasnya.Dia dapat pesanan beberapa kotak kue dari sebuah perusahaan. Katanya sih untuk rapat. Di perusahaan itu pasti banyak cowok-cowok cakep kan?"Nanti kalau yang nyariin bilang aja kalo gue baliknya agak maleman ya," pesan Nasha."Itu mau nganter pesanan apa mau mangkal, Mbak? Lama amat. Perasaan sejam udah balik kesini lagi deh," protes Jihan.Sayangnya Nasha bodo amat. Memang tujuan utamanya bukan hanya sekedar mengantar pesanan."Permisi, saya dadi Aqila bakery. Ini pesanannya
Sesuai apa yang dikatakan Satria tadi formasi temannya lengkap. Nasha tersenyum senang saat melihat Dewangga memasuki bakerynya. Senyum Nasha semakin lebar saat Dewangga mendekat padanya."Pagi, Nas. Satria bilang lainnya sudah datang. Mereka dimana?""Di atas, Kak. Kak Dewa mau diant
"Nasha mana, Han?"Jihan yang hari itu menjaga kasir sejak pagi tanpa henti mengangkat pandangannya dan tersenyum begitu melihat sosok yang dikenalnya."Mbak Nasha di dalam, Mas. Lagi minum." Jihan berujar sambil sedikit menekankan kata terakhirnya. "Kayaknya," tambahnya lagi dengan t
Nasha mengerucutkan bibirnya. Satria tidak mengajaknya mengobrol sama sekali. Memang apa salahnya, sih bertanya seperti itu?Satria kan juga cowok. Berarti berduaan dengan Satria juga tidak boleh."Satria," panggil Nasha namun, tak digubris Satria sama sekali. "Satria, ih," rengek Nas
"kamu tahu, Nas apa yang barusan kamu lakukan itu termasuk pelecehan seksual."Senyum Nasha luntur. Raut wajahnya berubah jadi bingung. Dahinya berkerut-kerut. Sedangkan sosok didepannya masih memasang raut wajah datar."Loh, emang iya?" tanya Nasha pura-pura bodoh.Dewangga men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기