Share

Bab 227

Author: Piemar
last update publish date: 2026-06-17 15:53:13

Helena terdiam sepeninggal Alex dari paviliun. Tubuhnya merosot ke lantai. Air matanya sudah surut, tetapi amarahnya masih bergejolak dalam batinnya.

“Isabella keparat!” gumamnya dengan menahan sesak di dada. Sungguh, demi apapun, ia merasa sangat menyesal karena telah memungut madunya sendiri.

Mengingat saat Alex berbicara padanya tadi, rasanya dunianya runtuh. Pria itu lebih mempercayai Isabella dan membelanya, mengabaikan dirinya.

“Kau sudah mengabaikan aku, Alex. Sehina itukah aku di mata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 229

    Sore itu, halaman istana terasa lebih hidup. Alex Harrington, yang biasanya tampak kaku dan dibebani urusan kerajaan, tampak berbeda saat ia menuntun kuda Apollo miliknya. Ia akan mengajak istrinya itu berkeliling area taman istana hingga ke perbatasan hutan pinus. Tidak ada pembahasan soal batu bara, tidak ada intrik politik Moreau. Hanya ada mereka berdua, sepasang suami istri yang tengah menikmati hari-hari yang indah dan romantis. Boleh lah mereka menikmati setitik ketenangan dan hiburan untuk sejenak. Alex tersenyum ketika menarik tali kekang kuda. Ingatan semalam berputar mirip gangsing. Meskipun Isabella dalam kondisi mabuk, tetapi malam itu terasa nyata. Wanita itu begitu liar menggodanya. Dia membuatnya melayang menuju nirwana. “Pangeran Alex,” panggil Isabella menatap suaminya yang sudah memerah wajahnya seperti tomat busuk. “Kau kenapa? Wajahmu merah? Kau alergi?”“Argh, tidak apa-apa. Ayo! Kita berkuda!” katanya terdengar ceria. Ingatan semalam membuatnya kurang fokus

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 228

    Gaston membeku. Gelas anggur di tangannya bergetar, hingga cairan merah itu tumpah membasahi meja kayu yang lengket. Matanya terpaku pada pintu masuk rumah bordil itu.Tiga orang pria berseragam prajurit istana masuk dengan langkah arogan. Namun, alih-alih memasang wajah serius layaknya pengawal kerajaan yang sedang menjalankan tugas penangkapan, mereka justru tertawa terbahak-bahak sambil merangkul dua wanita penghibur di kiri dan kanan mereka.“Dengar, malam ini kita rayakan kemenangan!” seru salah satu prajurit itu dengan suara yang sudah serak karena alkohol. “Siapa peduli soal surat perintah penangkapan? Kita di sini untuk bersenang-senang sampai fajar!”Gaston mengembuskan napas panjang, bahunya merosot lega. Ia hampir saja melompat keluar dari jendela belakang. Ia mengira para prajurit itu adalah prajurit yang akan menangkapnya, mengingat baru saja ia mendapatkan surat dari Helena. Ternyata, jauh panggang dari api, mereka memang datang ke sana untuk bersenang-senang seperti hal

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 227

    Helena terdiam sepeninggal Alex dari paviliun. Tubuhnya merosot ke lantai. Air matanya sudah surut, tetapi amarahnya masih bergejolak dalam batinnya. “Isabella keparat!” gumamnya dengan menahan sesak di dada. Sungguh, demi apapun, ia merasa sangat menyesal karena telah memungut madunya sendiri.Mengingat saat Alex berbicara padanya tadi, rasanya dunianya runtuh. Pria itu lebih mempercayai Isabella dan membelanya, mengabaikan dirinya. “Kau sudah mengabaikan aku, Alex. Sehina itukah aku di matamu? Bahkan kau melihatku dengan sorot mata yang jijik? Hanya karena kesalahan itu lantas kau melupakanku begitu saja? Wanita yang sangat mencintaimu dan benar-benar peduli padamu?” suaranya melemah, tubuhnya terkulai di atas lantai. Ia berbaring dengan posisi meringkuk seperti seekor kucing gelandangan. Para pelayan tidak ada yang berani mendekatinya. Mereka sadar, jika kemarahan Helena lebih buruk dari apapun. Setiap marah maka ia akan melampiaskannya dengan menghancurkan barang apapun yang be

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 226

    Helena menatap pantulan dirinya di cermin perunggu paviliun yang lembap. Rambutnya yang biasanya tertata sempurna kini sedikit berantakan, meski tak bisa ditampik matanya berbinar penuh antusias. Anne baru saja berbisik di balik pintu bahwa Duke Ronald dan keluarga besar Moreau telah berdiri di halaman istana, menuntut pembebasannya. Tentu saja, ini adalah kabar bahagia yang paling ditunggu oleh Helena. “Mereka tidak akan membiarkan Pangeran Alex mengurungku lebih lama lagi,” bisik Helena, bibirnya melengkung membentuk senyum kemenangan yang kejam.Ia membayangkan wajah Isabella, betapa hancurnya wanita itu nanti saat melihat dukungannya tersingkir, saat melihat bahwa di istana ini, gelar dan darah lebih berkuasa daripada ketulusan. “Klan Moreau adalah fondasi kerajaan ini. Jika mereka menghentikan pasokan, istana akan lumpuh dalam hitungan hari. Alex tidak akan punya pilihan lain selain berlutut dan membuka pintu ini untukku.”Ia berjalan mondar-mandir di kamarnya yang sempit, jema

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 225

    Suasana hening seketika. Hanya deru napas yang terdengar pelan tapi gelisah. Untuk beberapa detik sepasang mata ayah dan anak itu saling mengunci. “Aku akan melepaskan Helena.” Lanjut Alex dengan serius. “Aku akan menarik hukumannya. Dia akan kembali tinggal di istana Rose sesuai permintaan mereka.”Pria itu berbicara dengan tenang meski sebetulnya egonya tersentil. Bahkan sebagai putra mahkota, urusan rumah tangganya tetap berada di bawah kewenangannya sendiri dan tidak dapat diintervensi oleh pihak luar. Dominic tersenyum tipis. “Bagus. Bagaimanapun, kau harus tetap memperlakukannya sebagai istrimu. Ingat … ini bukan soal perasaan semata. Tapi .. ini soal menjaga stabilitas istana. Itulah raja yang dibutuhkan oleh istana.”Cengkraman tangan Alex pada lututnya mengeras. “Tapi … aku tidak akan mengijinkan Helena mengelola anggaran istana Rose kembali, Yang Mulia,” lanjut Alex, tidak ada keraguan di dalam nada bicaranya. Dominic terdiam, matanya yang tajam menelisik setiap inci waj

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 224

    Halaman istana yang biasanya tenang mendadak dipenuhi oleh derap langkah yang serempak dan dingin. Duke Ronald memimpin barisan keluarga besar Klan Moreau. Mereka tidak membawa pedang, namun pakaian formal serba hitam yang mereka kenakan. Simbol berkabung bagi mereka yang kehormatannya diinjak-injak, terlihat lebih intimidatif daripada baju zirah mana pun.Alex berdiri di balkon, wajahnya memucat melihat barisan keluarga paling berpengaruh di kerajaannya berdiri tegak di bawah terik matahari.Duke Ronald berhenti tepat di tengah halaman. Dia tidak berlutut. Dia justru menatap lurus ke arah balkon tempat Alex berada.“Putri kami, Helena Moreau tidak melakukan kesalahan yang setimpal dengan isolasi ini,” suara Duke Ronald bergema, tidak perlu berteriak akan tetapi cukup untuk membuat para penjaga istana gemetar. “Klan Moreau telah mengabdi pada mahkota berpuluh-puluh tahun. Namun hari ini, kami melihat mahkota tidak menghargai darah yang kami tumpahkan demi kejayaannya.”“Duke Ronald, j

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status