Home / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 100 You Can't Hide It

Share

BAB 100 You Can't Hide It

Author: Mutia Azwar
last update publish date: 2026-08-07 00:00:59
Naura meremas pinggiran meja rias itu hingga buku-buku jarinya memutih. Mata indahnya menatap pantulan leher serta dada bagian atasnya di cermin rias. Di sana, di atas kulitnya yang putih mulus, beberapa bercak kemerahan membekas amat jelas seolah sengaja dipamerkan.

"Arka!" Naura berbalik mendadak, membuat kursi yang didudukinya sedikit terdorong ke belakang. Ia menunjuk lehernya sendiri dengan jengkel. Wajahnya merona merah padam, campuran antara malu yang membakar dan amarah yang meletup-letu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
ohhserii_
next thor...
goodnovel comment avatar
ohhserii_
aduh crystal mulai braksi lg y
goodnovel comment avatar
Mochachinoo
penasaran deh crta slnjutny
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 105 When You Wake Up

    Ruangan itu terasa begitu dingin dan hening. Aroma obat-obatan memenuhi udara, berpadu dengan suara teratur dari monitor tanda vital yang menjadi satu-satunya bunyi di tengah kesunyian malam. Arka melangkah mendekati ranjang. Setiap langkah terasa berat, seolah ada beban berton-ton yang mengikat kedua kakinya.Di atas ranjang, Naura terbaring kaku. Gaun hitamnya telah diganti dengan pakaian pasien berwarna putih. Wajah cantik yang biasanya memancarkan keceriaan kini pucat pasi tanpa sedikit pun rona. Jarum infus tertancap di punggung tangan kirinya, sementara selang oksigen melingkar di hidungnya, membantu setiap tarikan napas yang membuat dadanya naik turun dengan teratur.Arka menarik kursi mendekat, lalu duduk. Tangannya yang sedikit gemetar terulur untuk menyentuh jemari dingin Naura. Ia merengkuh tangan kecil itu dengan kedua telapak tangannya, membawanya ke bibir, kemudian mengecupnya lama."Naura… maafkan aku," bisik Arka parau sambil menempelkan telapak tangan Naura di pipinya

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 104 ADA YANG TIDAK BERES

    Roda mobil mencicit tajam ketika Kevin membanting kemudi, menerobos gerbang utama resort dengan kecepatan penuh. Lampu darurat kendaraan berkedip cepat, membelah kegelapan malam Jeju yang mulai merayap di antara pepohonan dan bukit-bukit."Buka pintunya sekarang!" bentak Arka begitu mobil berhenti sempurna di depan pavilion resort.Kevin segera melompat turun dan menggeser pintu mobil. Arka keluar tanpa menunggu bantuan siapa pun. Tubuh Naura masih berada dalam gendongannya, terkulai lemas di dada. Rambut yang tadi ditata sempurna kini berantakan. Beberapa helainya menempel di wajah pucat wanita itu, sementara bagian bawah black slip dressnya masih basah dan dipenuhi sisa pasir pantai."Dokter Han sudah menunggu di dalam, Tuan!" seru Kevin sambil berlari membuka jalan.Langkahnya panjang dan tergesa-gesa. Rahangnya mengeras setiap kali pandangannya jatuh pada wajah Naura yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran."Sedikit lagi, Sayang... tahan ya." Bisikannya nyaris tid

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 103 Ketika Naura Pingsan

    Naura masih berdiri terpaku di dekat garis pantai. Satu tangannya mencengkeram pelipis, sementara tangan lainnya meremas kain black slip dress yang telah basah di bagian bawah. Angin laut terus menerpa tubuhnya, tetapi kali ini kesejukan itu sama sekali tidak mampu meredakan panas yang menjalar dari kepalanya.Napasnya semakin sesak. "Apa yang sebenarnya terjadi padaku?"Naura mencoba menarik napas dalam-dalam. Namun, bukannya membaik, rasa mual justru semakin kuat. Laut di hadapannya tiba-tiba terlihat bergerak. Garis cakrawala yang sebelumnya lurus seolah bergoyang perlahan. Sisa cahaya matahari menyilaukan pandangannya hingga ia harus menyipitkan mata.Ia berkedip beberapa kali. Tidak membantu sama sekali. Tangannya meraba udara, mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan."Arka..."Nama itu lolos begitu saja dari bibirnya. Tatapannya bergerak ke arah tempat Arka berdiri beberapa puluh meter dari sana. Pria itu masih membelakanginya, tampak serius berbicara melalui telepon.Naura ing

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 102 Sesuatu Yang Salah

    Sinar matahari pagi menyiram padang rumput hijau di sekitar greenhouse resort. Angin sejuk Jeju berhembus membawa aroma bunga-bunga liar yang tumbuh di sekeliling area serta semilir asin laut yang membentang tak jauh dari sana.Naura melangkah keluar dari villa dengan gaun tulle berwarna merah muda tanpa lengan. Bunga-bunga kecil terselip anggun di antara rambut blondenya yang ditata bergelombang. Di belakangnya, Kim Ji Eun dan asistennya mengikuti sambil membawa beberapa kotak kosmetik serta hand fan kecil."Nona, senyum sedikit dong. Mukanya tegang sekali," goda Ji Eun sambil merapikan bagian belakang gaun Naura yang menjuntai di atas rumput."Bagaimana tidak tegang, Ji Eun? Leherku rasa-rasanya masih diperhatikan banyak orang," bisik Naura, matanya melirik beberapa staf Indonesia yang tampak bersiap di depan pintu greenhouse."Sudah tertutup sempurna, tenang saja," balas Ji Eun terkekeh.Di area tangga greenhouse, Arka sudah berdiri menunggu. Pria itu tampil menawan dalam kemeja put

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 101 The Rumor

    Suasana di dalam presidential villa jauh lebih sibuk daripada biasanya. Beberapa anggota tim photoshoot telah berdatangan membawa garment bag, koper makeup, perlengkapan kamera, serta berbagai properti untuk sesi pemotretan lanjutan. Dari ruang utama hingga kamar yang disulap menjadi temporary dressing room, orang-orang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing.Naura duduk tegak di depan meja rias. Selama lima menit terakhir, wajahnya terus memerah. Bukan karena udara pendingin ruangan ataupun makeup yang sedang diaplikasikan ke wajahnya, melainkan karena sepasang mata di belakang tubuhnya yang sejak tadi terus memperhatikan lehernya."Jangan dilihat begitu, Ji Eun."Ji Eun menahan tawa. Ia mengangkat kuas makeup yang berada di tangannya, lalu mengarahkannya ke leher Naura. "Aigoo, aku tidak melihat apa pun. Aku hanya sedang bekerja, Nona."Naura menatap pantulan wanita itu melalui cermin. Ia spontan menarik robenya sedikit lebih tinggi. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus. "Eh

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 100 You Can't Hide It

    Naura meremas pinggiran meja rias itu hingga buku-buku jarinya memutih. Mata indahnya menatap pantulan leher serta dada bagian atasnya di cermin rias. Di sana, di atas kulitnya yang putih mulus, beberapa bercak kemerahan membekas amat jelas seolah sengaja dipamerkan."Arka!" Naura berbalik mendadak, membuat kursi yang didudukinya sedikit terdorong ke belakang. Ia menunjuk lehernya sendiri dengan jengkel. Wajahnya merona merah padam, campuran antara malu yang membakar dan amarah yang meletup-letup. "Aku benar-benar ingin membunuhmu, bajingan."Arka, yang berdiri tak jauh dari lemari pakaian tengah mengancingkan kemeja berwarna putih, ia menghentikan gerakannya sejenak. Pria itu menyugar rambutnya yang masih setengah basah ke belakang, lalu menatap Naura dengan tenang. Tatapan matanya teduh, seolah tidak merasa berdosa sedikit pun."Masih kelihatan, ya?” tanya Arka santai.Naura menoleh tajam sambil berdiri. "Masih kelihatan?" ulangnya dengan nada tinggi. "Coba lihat sendiri! Jangan pura

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status