/ Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 15 Topeng yang Sempurna

공유

BAB 15 Topeng yang Sempurna

작가: Mutia Azwar
last update 게시일: 2026-04-12 21:04:48

Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar studio di kawasan industri kreatif Singapore. Naura sudah berada di sana sejak pukul tujuh pagi. Hari ini adalah pemotretan untuk cover majalah fashion internasional dengan tema "Modern Royalty".

Naura mengenakan gaun strapless berwarna emas berkilau dengan siluet bodycon yang membentuk lekuk tubuhnya secara sempurna. Rambutnya ditata sleek straight dengan belahan samping, jatuh halus melewati bahu, menonjolkan garis rahang tegas dan aura dingin
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
brynolaa
ihhh knp sih kalian berdua ini gemess bgt......
댓글 더 보기

최신 챕터

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 110 Kiss for A Gift

    Pelayan mulai membalik potongan daging yang permukaannya telah berubah cokelat keemasan, kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian dengan gunting khusus. Naura sudah tidak sabar. Begitu pelayan membungkuk dan pamit keluar ruangan, ia segera menyambar sumpitnya. Selembar daun selada diambil, kemudian diisi sedikit nasi hangat, sepotong daging yang renyah di luar tetapi tetap juicy di dalam, lalu dicelupkan ke dalam saus Mel jeot yang hangat. Sebagai pelengkap, Naura menambahkan sepotong kimchi sawi di atasnya.Dengan telaten, ia menggulung daun selada itu hingga membentuk bulatan rapi. Namun, bukannya memasukkannya ke mulut sendiri, Naura justru mengarahkannya tepat ke depan bibir Arka."Buka mulutmu, Arka! Aaa..." suruh Naura dengan senyum manis.Arka memicingkan mata curiga, menahan tangan Naura. "Ini tidak ada cabe atau bawang putih mentah di dalamnya, kan?""Tidak ada, Arka. Ya ampun, dasar penakut! Cepat makan sebelum tanganku pegal!" cibir Naura menghentak-hentakkan sumpitnya.

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 109 Sehari Bersama Monster

    Dua hari berlalu dengan cepat. Kondisi Naura membaik secara signifikan. Rona sehat kembali menghiasi kedua pipinya, sementara tenaga wanita itu pun telah pulih sepenuhnya. Sesuai jadwal awal, jet pribadi Arka seharusnya lepas landas menuju Jakarta tepat pukul dua siang. Namun, rencana itu mendadak berantakan begitu Naura menyampaikan keinginannya di dalam suite resort tempat mereka tengah mengemasi barang."Tidak mau! Pokoknya penerbangannya dimundurkan saja jadi jam empat sore!" seru Naura mantap sembari bersedekap di depan koper besarnya yang masih terbuka.Arka yang sedang memasang jam tangan mewahnya menoleh kaku. "Naura, kita berangkat jam dua. Perjalanan ke Jakarta memakan waktu cukup lama dan aku tidak mau kamu kecapekan di jalan.""Aku sudah sembuh, Arka!" protes Naura kesal. "Masa kita sudah jauh-jauh ke Jeju tapi aku tidak membawa oleh-oleh sama sekali sih? Aku belum membelikan apa-apa untuk sahabatku, untuk keluargaku, bahkan untuk Mami!""Biar Leon nanti yang menyuruh oran

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 108 Because I Almost Lost You

    Naura menelan ludahnya susah payah. “B-bukan begitu maksudnya, Arka. Aku cuma—"“Cuma apa?” potong Arka. Nada suaranya masih dingin. “Kamu baru saja keluar dari kondisi kritis, masih terpasang infus, dan dokter sudah memperingatkanmu untuk tidak makan makanan seperti ini. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah diam-diam menyuruh Dimas membelikannya untukmu. Are you insane?""Aku bosan makan bubur terus! Aku hanya ingin makan sesuatu yang aku suka. Kenapa kamu memperlakukanku seperti tahanan?" rengek Naura. Matanya mulai berkaca-kaca, sementara bibirnya mengerucut seperti menahan tangis.Tatapan Arka masih tertancap padanya. Tidak ada sedikit pun kehangatan yang tadi pagi memenuhi sorot mata pria itu ketika ia menggenggam tangan Naura dan mengatakan betapa berharganya melihat mata wanita itu kembali terbuka. Kini, yang tersisa hanya rahang yang mengeras, urat leher yang menegang, dan sepasang mata hazel yang menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemarahan.“Kamu sela

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 107 KETAHUAN?

    Dimas berjalan menyusuri koridor resort dengan langkah cepat, tetapi wajahnya dibuat setenang mungkin. Dua paper bag berukuran cukup besar menggantung di kedua tangannya, sementara aroma khas makanan Korea yang masih hangat merembes keluar dari sela-sela kemasan.Ia membeli teokbokki, bibimbap, dan kimchi. Bahkan ia menambahkan gimbap dan mandu karena uang yang diberikan Naura masih tersisa cukup banyak. Senyum puas mengembang di wajahnya."Kalau Nona Naura tahu aku beli makanan sebanyak ini, dia pasti senang," gumam Dimas sembari melirik isi kantongnya.Namun, langkahnya mendadak melambat ketika sebuah sosok muncul dari ujung koridor. Pria itu adalah Kevin. Dimas langsung menegakkan tubuhnya. Senyumnya lenyap."Aish, shiball..."Kevin berjalan mendekat dengan ekspresi tenang seperti biasa. Tatapannya jatuh pada dua paper bag di tangan Dimas, lalu beralih ke wajah pria itu."Kamu dari mana?" tanyanya datar.Dimas tertawa kecil, berusaha terdengar santai. "Ah… itu tadi aku habis dari r

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 106 Misi Rahasia Dimas

    "Rambutku bisa rontok kalau kamu jambak terus, Sayang," bisik Arka sembari meloloskan jemari Naura dari rambutnya. Jarak wajah mereka begitu dekat hingga Naura dapat merasakan hembusan napas hangat pria itu di kulitnya."Siapa suruh menciumku terus-terusan, hah?" sembur Naura dengan pipi memerah. Ia buru-buru mengalihkan pandangan ke samping, berusaha menyembunyikan debaran jantung yang mendadak tidak beraturan. "Aku ini baru sembuh dari keracunan, bukan habis memenangkan lotre."Arka terkekeh. Ia meraih jemari tangan kanan Naura yang bebas dari jalur infus, lalu mengusap punggung tangannya dengan ibu jari."Memang bukan lotre," gumam Arka, suaranya melunak penuh kehangatan. "Tapi melihat mata bulatmu terbuka lagi... rasanya jauh lebih berharga dari apa pun."Naura tertegun. Matanya mengerjap beberapa kali. Setiap kali Arka berbicara selembut itu, benteng pertahanan di dalam dirinya seolah mencair tanpa izin. Pandangannya kembali tertuju pada pria di hadapannya. Baru sekarang ia benar

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 105 When You Wake Up

    Ruangan itu terasa begitu dingin dan hening. Aroma obat-obatan memenuhi udara, berpadu dengan suara teratur dari monitor tanda vital yang menjadi satu-satunya bunyi di tengah kesunyian malam. Arka melangkah mendekati ranjang. Setiap langkah terasa berat, seolah ada beban berton-ton yang mengikat kedua kakinya.Di atas ranjang, Naura terbaring kaku. Gaun hitamnya telah diganti dengan pakaian pasien berwarna putih. Wajah cantik yang biasanya memancarkan keceriaan kini pucat pasi tanpa sedikit pun rona. Jarum infus tertancap di punggung tangan kirinya, sementara selang oksigen melingkar di hidungnya, membantu setiap tarikan napas yang membuat dadanya naik turun dengan teratur.Arka menarik kursi mendekat, lalu duduk. Tangannya yang sedikit gemetar terulur untuk menyentuh jemari dingin Naura. Ia merengkuh tangan kecil itu dengan kedua telapak tangannya, membawanya ke bibir, kemudian mengecupnya lama."Naura… maafkan aku," bisik Arka parau sambil menempelkan telapak tangan Naura di pipinya

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status