Beranda / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 108 Because I Almost Lost You

Share

BAB 108 Because I Almost Lost You

Penulis: Mutia Azwar
last update Tanggal publikasi: 2026-08-16 23:30:40

Naura menelan ludahnya susah payah. “B-bukan begitu maksudnya, Arka. Aku cuma—"

“Cuma apa?” potong Arka. Nada suaranya masih dingin. “Kamu baru saja keluar dari kondisi kritis, masih terpasang infus, dan dokter sudah memperingatkanmu untuk tidak makan makanan seperti ini. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah diam-diam menyuruh Dimas membelikannya untukmu. Are you insane?"

"Aku bosan makan bubur terus! Aku hanya ingin makan sesuatu yang aku suka. Kenapa kamu memperlakukanku seperti tahanan?" r
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mochachinoo
lnjut thor
goodnovel comment avatar
Mochachinoo
mntp ceritany suka deh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 108 Because I Almost Lost You

    Naura menelan ludahnya susah payah. “B-bukan begitu maksudnya, Arka. Aku cuma—"“Cuma apa?” potong Arka. Nada suaranya masih dingin. “Kamu baru saja keluar dari kondisi kritis, masih terpasang infus, dan dokter sudah memperingatkanmu untuk tidak makan makanan seperti ini. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah diam-diam menyuruh Dimas membelikannya untukmu. Are you insane?""Aku bosan makan bubur terus! Aku hanya ingin makan sesuatu yang aku suka. Kenapa kamu memperlakukanku seperti tahanan?" rengek Naura. Matanya mulai berkaca-kaca, sementara bibirnya mengerucut seperti menahan tangis.Tatapan Arka masih tertancap padanya. Tidak ada sedikit pun kehangatan yang tadi pagi memenuhi sorot mata pria itu ketika ia menggenggam tangan Naura dan mengatakan betapa berharganya melihat mata wanita itu kembali terbuka. Kini, yang tersisa hanya rahang yang mengeras, urat leher yang menegang, dan sepasang mata hazel yang menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemarahan.“Kamu sela

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 107 KETAHUAN?

    Dimas berjalan menyusuri koridor resort dengan langkah cepat, tetapi wajahnya dibuat setenang mungkin. Dua paper bag berukuran cukup besar menggantung di kedua tangannya, sementara aroma khas makanan Korea yang masih hangat merembes keluar dari sela-sela kemasan.Ia membeli teokbokki, bibimbap, dan kimchi. Bahkan ia menambahkan gimbap dan mandu karena uang yang diberikan Naura masih tersisa cukup banyak. Senyum puas mengembang di wajahnya."Kalau Nona Naura tahu aku beli makanan sebanyak ini, dia pasti senang," gumam Dimas sembari melirik isi kantongnya.Namun, langkahnya mendadak melambat ketika sebuah sosok muncul dari ujung koridor. Pria itu adalah Kevin. Dimas langsung menegakkan tubuhnya. Senyumnya lenyap."Aish, shiball..."Kevin berjalan mendekat dengan ekspresi tenang seperti biasa. Tatapannya jatuh pada dua paper bag di tangan Dimas, lalu beralih ke wajah pria itu."Kamu dari mana?" tanyanya datar.Dimas tertawa kecil, berusaha terdengar santai. "Ah… itu tadi aku habis dari r

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 106 Misi Rahasia Dimas

    "Rambutku bisa rontok kalau kamu jambak terus, Sayang," bisik Arka sembari meloloskan jemari Naura dari rambutnya. Jarak wajah mereka begitu dekat hingga Naura dapat merasakan hembusan napas hangat pria itu di kulitnya."Siapa suruh menciumku terus-terusan, hah?" sembur Naura dengan pipi memerah. Ia buru-buru mengalihkan pandangan ke samping, berusaha menyembunyikan debaran jantung yang mendadak tidak beraturan. "Aku ini baru sembuh dari keracunan, bukan habis memenangkan lotre."Arka terkekeh. Ia meraih jemari tangan kanan Naura yang bebas dari jalur infus, lalu mengusap punggung tangannya dengan ibu jari."Memang bukan lotre," gumam Arka, suaranya melunak penuh kehangatan. "Tapi melihat mata bulatmu terbuka lagi... rasanya jauh lebih berharga dari apa pun."Naura tertegun. Matanya mengerjap beberapa kali. Setiap kali Arka berbicara selembut itu, benteng pertahanan di dalam dirinya seolah mencair tanpa izin. Pandangannya kembali tertuju pada pria di hadapannya. Baru sekarang ia benar

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 105 When You Wake Up

    Ruangan itu terasa begitu dingin dan hening. Aroma obat-obatan memenuhi udara, berpadu dengan suara teratur dari monitor tanda vital yang menjadi satu-satunya bunyi di tengah kesunyian malam. Arka melangkah mendekati ranjang. Setiap langkah terasa berat, seolah ada beban berton-ton yang mengikat kedua kakinya.Di atas ranjang, Naura terbaring kaku. Gaun hitamnya telah diganti dengan pakaian pasien berwarna putih. Wajah cantik yang biasanya memancarkan keceriaan kini pucat pasi tanpa sedikit pun rona. Jarum infus tertancap di punggung tangan kirinya, sementara selang oksigen melingkar di hidungnya, membantu setiap tarikan napas yang membuat dadanya naik turun dengan teratur.Arka menarik kursi mendekat, lalu duduk. Tangannya yang sedikit gemetar terulur untuk menyentuh jemari dingin Naura. Ia merengkuh tangan kecil itu dengan kedua telapak tangannya, membawanya ke bibir, kemudian mengecupnya lama."Naura… maafkan aku," bisik Arka parau sambil menempelkan telapak tangan Naura di pipinya

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 104 ADA YANG TIDAK BERES

    Roda mobil mencicit tajam ketika Kevin membanting kemudi, menerobos gerbang utama resort dengan kecepatan penuh. Lampu darurat kendaraan berkedip cepat, membelah kegelapan malam Jeju yang mulai merayap di antara pepohonan dan bukit-bukit."Buka pintunya sekarang!" bentak Arka begitu mobil berhenti sempurna di depan pavilion resort.Kevin segera melompat turun dan menggeser pintu mobil. Arka keluar tanpa menunggu bantuan siapa pun. Tubuh Naura masih berada dalam gendongannya, terkulai lemas di dada. Rambut yang tadi ditata sempurna kini berantakan. Beberapa helainya menempel di wajah pucat wanita itu, sementara bagian bawah black slip dressnya masih basah dan dipenuhi sisa pasir pantai."Dokter Han sudah menunggu di dalam, Tuan!" seru Kevin sambil berlari membuka jalan.Langkahnya panjang dan tergesa-gesa. Rahangnya mengeras setiap kali pandangannya jatuh pada wajah Naura yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran."Sedikit lagi, Sayang... tahan ya." Bisikannya nyaris tid

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 103 Ketika Naura Pingsan

    Naura masih berdiri terpaku di dekat garis pantai. Satu tangannya mencengkeram pelipis, sementara tangan lainnya meremas kain black slip dress yang telah basah di bagian bawah. Angin laut terus menerpa tubuhnya, tetapi kali ini kesejukan itu sama sekali tidak mampu meredakan panas yang menjalar dari kepalanya.Napasnya semakin sesak. "Apa yang sebenarnya terjadi padaku?"Naura mencoba menarik napas dalam-dalam. Namun, bukannya membaik, rasa mual justru semakin kuat. Laut di hadapannya tiba-tiba terlihat bergerak. Garis cakrawala yang sebelumnya lurus seolah bergoyang perlahan. Sisa cahaya matahari menyilaukan pandangannya hingga ia harus menyipitkan mata.Ia berkedip beberapa kali. Tidak membantu sama sekali. Tangannya meraba udara, mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan."Arka..."Nama itu lolos begitu saja dari bibirnya. Tatapannya bergerak ke arah tempat Arka berdiri beberapa puluh meter dari sana. Pria itu masih membelakanginya, tampak serius berbicara melalui telepon.Naura ing

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status