แชร์

BAB 50 Tatapan yang Berubah

ผู้เขียน: Mutia Azwar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-07 03:10:18
“Bagaimana cara aku menghadapi monster itu nanti? Arghh, sialan.” Pekiknya tertahan sambil mencak-mencak di atas kasur.

Di tengah kekacauan pikirannya yang terasa nyaris meledak, suara pintu walk-in closet yang bergeser terbuka membuat Naura tersentak. Ia segera mengangkat kepala.

Arka melangkah keluar. Kaos putih polos membalut tubuhnya, dipadukan dengan celana jeans abu-abu serta jam tangan Rolex yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Rambutnya dibiarkan sedikit berantakan, jatuh menutu
Mutia Azwar

Jangan lupa follow for more information ya,biar kalian tidak ketinggalan setiap kali aku update bab baru.

| 5
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
ohhserii_
lanjut thor...
goodnovel comment avatar
brynolaa
makin kesini makin seru anjir ceritanyaa, postnya dua bab dong kak sehari wkwk
goodnovel comment avatar
brynolaa
gw curigaa sih itu baju pasti punyaa mantan arka krn gelagat lo aneh bgt arka
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 163 A Night of Betrayal

    Pintu kamar utama di lantai teratas Hotel Grand Mahardika tertutup rapat, menyisakan kesunyian setelah pesta pernikahan akhirnya berakhir.Naura langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran besar. Gaun malam yang dikenakannya sudah ia lepaskan dan diganti dengan lingerie hitam.“Aduh... pegal banget, rasanya mau pingsan,” keluh Naura sambil memejamkan mata dan memijat pergelangan kakinya sendiri.Arka yang baru saja melepaskan kemejanya berjalan mendekat. Pria itu berlutut di tepi kasur, kemudian menarik kedua kaki Naura dengan lembut hingga berada di atas pangkuannya.“Sini, aku pijitin,” ucap Arka. Jemarinya mulai memijat betis dan telapak kaki Naura. Sentuhan hangat tersebut membuat sang istri menghela napas lega. Namun, semakin lama, gerakan Arka justru mulai naik mendekati paha wanita itu.Naura cepat-cepat menepis tangan Arka dan memelototinya. “Arka! Yang di pijat itu kaki aku. Kenapa tangan kamu makin lama makin naik ke atas, hah?”Arka tersenyum tanpa dosa. “Sengaja. L

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 162 After Party

    Malam yang menyelimuti area luar Grand Hotel Mahardika semakin pekat. Setelah serangkaian acara pernikahan yang melelahkan sejak pagi hingga sore hari, suasana pun berganti total. Acara after party yang dikhususkan bagi para sahabat serta rekan-rekan Arka dan Naura dipindahkan ke Executive Lounge & Bar VIP yang terletak di lantai atas hotel.Suasana di dalam lounge terasa sangat hangat. Pencahayaan remang menciptakan kesan cozy dan santai. Musik jazz mengalun lembut dari sudut ruangan, berpadu dengan denting gelas kristal dan dentuman musik dari panggung kecil di tengah lounge. Pakaian para tamu pun tidak lagi seformal tadi siang.Malam itu, Naura tampil sangat anggun dalam balutan gaun malam silk satin berwarna champagne. Potongan gaun tersebut membingkai tubuhnya dengan indah, sedikit terbuka di bagian dada dan memperlihatkan punggung mulusnya. Rambutnya disanggul modern dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajah cantiknya.Di sisinya, Arka berdiri begitu tampan dalam ja

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 161 Wedding Day

    Pagi itu, Hotel Grand Mahardika berubah menjadi salah satu tempat paling ramai di Jakarta. Kendaraan-kendaraan mewah berdatangan melalui akses khusus yang dijaga ketat. Puluhan petugas keamanan berjaga di setiap pintu masuk, sementara para staf hotel bergerak tanpa henti memastikan seluruh persiapan pernikahan berjalan sempurna.Tidak ada satu pun sudut hotel yang dibiarkan kosong. Ribuan tangkai mawar putih dan hydrangea pastel menghiasi sepanjang lobi utama, berpadu dengan kilau chandelier kristal yang menyebarkan cahaya hangat. Sementara karpet merah membentang hingga menuju ballroom utama. Beberapa layar besar menampilkan inisial kedua mempelai yang dirancang dengan elegan.A & N.Arka Rajendra Mahardika dan Naura Callista Wijaya.Pernikahan mereka telah menjadi pembicaraan selama beberapa hari terakhir. Bukan hanya karena dua keluarga besar yang berdiri di belakang pasangan tersebut, tetapi juga karena daftar tamunya. Para pengusaha papan atas, pejabat negara, tokoh publik, model

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 160 The Last Promise

    Naura menyapu air matanya, mengamati gerakan Dion dengan dahi berkerut. "Itu... itu apa, Dion?"Dion menunjuk layar monitor yang menampilkan dokumen tebal berisi ratusan baris data, grafik, dan manifes logistik. "Ini file rahasia Mahardika Group di jalur Selatan. Ini bisa jadi senjata utama kita untuk mengancam Arka agar membatalkan pernikahan kalian!"Mata Naura melotot lebar. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena lega, melainkan oleh rasa takut yang seketika memenuhi dadanya. Perasaannya mendadak tidak enak."Dion, jangan gila!" bisik Naura panik, menahan tangan Dion di atas keyboard. "Dapat dari mana kamu file ini?""Pengirim anonim lewat email terenkripsi tadi pagi—""Jangan aneh-aneh, Dion!" potong Naura cepat dengan raut penuh kecemasan. "Selama aku bersama Arka, aku tahu betul betapa mengerikannya dunia bisnis mereka. Musuh Arka itu banyak sekali. Ini bisa jadi jebakan!"Naura mencengkeram lengan Dion erat-erat. "Bagaimana kalau ada orang yang sengaja memanfaatkan kamu? Kam

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 159 Sebelum Segalanya Berubah

    Munich, 2010Udara dingin kota Munich menusuk hingga ke tulang. Di sudut sebuah halte bus tua beratap kayu yang catnya mulai mengelupas, Naura berjalan setengah berlari. Jaket tebal baby pink berpola bunga-bunga kecil yang dikenakannya berkibar diterpa angin. Napasnya mengembun menjadi kabut tipis."Huh... akhirnya bebas juga!" seru Naura kegirangan sembari menepuk-nepuk saku jaketnya. "Lagian, siapa suruh mengurungku terus di rumah Grandma? Aku mau jalan-jalan, bukan mau jadi tahanan rumah, huh!"Naura tersenyum puas. Di dalam sakunya ada beberapa lembar uang Euro hasil nekat merogoh dompet Mamanya saat Jesslyn sedang lengah di meja rias. Namun, langkah Naura mendadak terhenti ketika melewati dinding samping halte. Suara bentakan keras dalam bahasa Jerman terdengar bersahut-sahutan."Schau dir diesen Abschaum an! Du gehörst nicht hierher!" maki seorang remaja laki-laki lokal bertubuh jangkung sembari menoyor kepala seseorang.Dua remaja lainnya tertawa terbahak-bahak. Di hadapan mere

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 158 Pesan Dari Anonim

    Di salah satu sudut apartemen pribadinya, ada sebuah ruangan khusus kedap cahaya bermandikan pendar lampu neon berwarna merah tua. Redroom. Ruang cuci cetak foto manual itu terasa sunyi, hanya menyisakan bunyi tetesan air dari wastafel pembilasan. Udara di dalam sana pekat oleh aroma menyengat cairan kimia developer dan fixer.Dion berdiri diam di tengah ruangan. Kedua tangannya bertumpu pada tepian meja, sementara kepalanya tertunduk menatap deretan lembar foto yang tergantung rapi pada seutas tali jemuran.Semua foto itu hanya menampilkan satu objek: Naura.Ada foto Naura yang sedang tertawa lepas dengan rambut acak-acakan di kantin kampus, foto Naura yang sedang fokus mencoret-coret buku sketsa fashion design-nya, hingga selembar foto berukuran besar yang tergantung tepat di tengah.Foto prewedding mereka yang sempat mereka abadikan dulu. Foto yang merekam binar kebahagiaan murni di mata Naura saat jemari lentiknya bertaut dengan jemari Dion.Dion mengulurkan tangan, menyentuh permu

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status