Share

BAB 52 Pembuktian

Author: Mutia Azwar
last update publish date: 2026-06-10 23:28:12

Pintu mahogani tebal ruang VVIP itu tertutup dengan bunyi klik yang solid, mengurung Naura dan Arka dalam keheningan yang mendadak terasa menyesakkan. Ruangan luas itu dipenuhi aroma pinus bercampur antiseptik mahal, lengkap dengan sofa beludru abu-abu serta ranjang periksa yang tersembunyi di balik tirai sutra di sudut ruangan.

Naura meremas jemarinya sendiri hingga kuku-kukunya meninggalkan bekas kemerahan di punggung tangan. Ia melirik Arka yang berdiri beberapa langkah di depannya. Pria itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
brynolaa
gemeess bgt sih liat mereka berdua, love hate relationshipnya itu loh bikin senyum” sendiri jir......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 55 Sebelum Malam Tiba

    "Sekarang... tidak ada lagi Vanessa, tidak ada lagi pria miskin itu, dan tidak ada lagi alasan medis lainnya," bisik Arka dengan senyum tipis. Tatapannya menggelap oleh gairah yang tertahan sejak pagi. "Malam ini... kamu harus membayar seluruh hakku di atas ranjangku, Naura Callista Wijaya."Kalimat terakhir Arka menggantung di udara basement yang dingin, berpadu dengan deru napas Naura yang mendadak tercekat. Sepasang mata pria itu menguncinya tanpa ampun, memancarkan kepuasan seorang pemenang yang berhasil memojokkan mangsanya hingga ke bibir jurang.Naura mengepalkan jemarinya hingga buku-buku jarinya memutih. Ia bisa merasakan ponselnya kembali bergetar pelan di dalam saku. Sudah bisa dipastikan itu rentetan pesan panik dari Dion—namun ia tak lagi memiliki keberanian untuk sekadar menyentuhnya. Di hadapan Arka, satu langkah keliru saja bisa menjadi sumbu ledak yang menghancurkan sisa harga dirinya."Kenapa diam, Sayang?" Arka mengangkat sebelah alis. Sebuah seringai miring yang me

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 54: No Way Out

    Tatapan Arka mengunci Naura tanpa ampun. Jarak yang tersisa di antara mereka begitu tipis hingga Naura bisa menangkap kilatan kemarahan sekaligus rasa memiliki yang begitu pekat di manik mata pria itu. Keheningan di dalam ruangan terasa semakin mencekik, hanya menyisakan deru napas yang saling berkejaran.Naura mati-matian menahan debar jantungnya yang menggila. Sialan, dia adalah seorang Wijaya. Dia tidak boleh terlihat gentar hanya karena gertakan seorang monster.Dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat menantang, Naura mengangkat sebelah alisnya. Ia meletakkan kedua telapak tangan di dada bidang Arka—bukan untuk bersandar manis seperti sebelumnya, melainkan untuk mendorong tubuh tegap itu menjauh dengan sentakan tegas."Kalau iya dia Dion, kenapa? Kamu cemburu?" tantang Naura, suaranya sedikit serak namun sarat nada meremehkan. Ia menegakkan punggung, menatap Arka yang terpaksa mundur selangkah, meski tetap menjulang dengan aura mengintimidasi. "Arka, jangan bertingkah seolah kam

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 53 He Knows

    Naura merogoh sakunya dengan cepat. Begitu melihat nama yang muncul di layar, tubuhnya langsung menegang. Dion is calling… Napas Naura tertahan. Ia melirik Arka dengan panik yang kentara. Arka yang menyadari perubahan ekspresi itu menyipitkan matanya, menatap ponsel di genggaman Naura dengan kilat amarah yang tertahan di balik manik hitamnya. Ada rasa cemburu yang pekat yang mendadak membakar kewarasan pria itu, melihat bagaimana wanita di depannya begitu protektif terhadap sebuah panggilan telepon."Aku... aku harus angkat telepon penting dulu. Urusan agensi," kilas Naura buru-buru. Tanpa menunggu persetujuan Arka, ia berbalik dan setengah berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan VVIP tersebut.BLAM…Naura menutup pintu kamar mandi dengan keras dan langsung memutar kuncinya. Napasnya memburu, dadanya naik turun karena panik. Sebelum menekan tombol hijau, dengan gerakan panik ia memutar keran wastafel marmer di depannya hingga air mengalir dengan deras, menciptakan suara

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 52 Pembuktian

    Pintu mahogani tebal ruang VVIP itu tertutup dengan bunyi klik yang solid, mengurung Naura dan Arka dalam keheningan yang mendadak terasa menyesakkan. Ruangan luas itu dipenuhi aroma pinus bercampur antiseptik mahal, lengkap dengan sofa beludru abu-abu serta ranjang periksa yang tersembunyi di balik tirai sutra di sudut ruangan.Naura meremas jemarinya sendiri hingga kuku-kukunya meninggalkan bekas kemerahan di punggung tangan. Ia melirik Arka yang berdiri beberapa langkah di depannya. Pria itu melempar jaket ke atas sofa dengan satu gerakan singkat, lalu berbalik dan menatapnya tanpa berkedip. Sorot mata elang itu masih sedingin es."Masih mau lari?" suara Arka rendah, bergema tipis di ruangan yang kedap suara itu."Siapa yang lari?!" tanya Naura cepat, dagunya terangkat meski ritme napasnya yang belum stabil setelah aksi kebut-kebutan di jalan raya tadi. "Aku cuma... berpikir. Kamu benar-benar impulsif dan tidak sabaran sekali ya?”Arka tidak menanggapi. Ia justru maju beberapa lang

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 51 Too Late to Escape

    Pandangan Arka beberapa kali jatuh pada dress yang dikenakan Naura. Setiap kali itu terjadi, rahangnya mengunci rapat, menahan emosi yang tidak ingin ia tunjukkan.Hingga akhirnya, piring mereka benar-benar kosong.Naura meletakkan garpunya perlahan, lalu meneguk jus jeruknya untuk mengumpulkan sisa keberanian sekaligus meredam egonya yang masih tersisa. Ia tahu, setelah apa yang terjadi pagi ini, tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa.Ia berdehem pelan, menegakkan punggungnya."Mm, soal… skandal dan tuntutan dari sepuluh brand kemarin…" Naura menjeda kalimatnya sejenak lalu menarik napas dalam.Arka meletakkan cangkir kopinya, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan santai, menatap Naura dengan wajah datar dan dingin. Otot di lehernya masih menegang setiap kali melihat apa yang wanita itu pakai. "Kenapa dengan itu?"Naura mengalihkan pandangan, jemarinya saling meremas di bawah meja. Lalu ia kembali menatap Arka dengan dagu terangkat, berusaha menjaga s

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 50 Tatapan yang Berubah

    “Bagaimana cara aku menghadapi monster itu nanti? Arghh, sialan.” Pekiknya tertahan sambil mencak-mencak di atas kasur.Di tengah kekacauan pikirannya yang terasa nyaris meledak, suara pintu walk-in closet yang bergeser terbuka membuat Naura tersentak. Ia segera mengangkat kepala.Arka melangkah keluar. Kaos putih polos membalut tubuhnya, dipadukan dengan celana jeans abu-abu serta jam tangan Rolex yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Rambutnya dibiarkan sedikit berantakan, jatuh menutupi sebagian dahi.Mereka berdua sempat bertatapan cukup lama dalam keheningan kamar. Naura hanya diam menatap pria itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Naura buru-buru mengalihkan pandangan sebelum pikirannya mulai membandingkan Arka dengan seseorang yang seharusnya tidak dibandingkan.Arka yang menangkap perubahan itu menghentikan langkahnya. Sebelah alisnya terangkat tipis, seolah bertanya tanpa suara. Ia menyadari tatapan Naura tak lagi menyala penuh kemarahan seperti beberapa menit lal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status