Share

BAB 84 Pengusik?

Author: Mutia Azwar
last update publish date: 2026-07-21 01:40:16

"ARKA!!!"

Suara protesnya kembali memenuhi kabin tengah. "Aku tadi bicara panjang lebar dan yang otak monstermu tangkap cuma bagian itu? Seriously?"

Arka terkekeh rendah, membuat wajah tampannya yang biasa kaku berubah jauh lebih hidup. "Bukannya itu bagian yang paling penting bagi kita berdua, hm?"

"MATAMU!!!"

Arka menggelengkan kepalanya melihat respons menggemaskan itu. Namun, sebelum percakapan mereka berlanjut, suara ketukan langkah kaki berhak tinggi terdengar mendekat dari lorong kabin.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
ohhserii_
next thor...️
goodnovel comment avatar
brynolaa
dimas lo iseng bgt jir...
goodnovel comment avatar
brynolaa
lanjut ka jgn lama” postnya yup
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 134 The Boy in The Dark

    Naura tidak bisa melihat apa pun. Ia berdiri sendirian di sebuah ruangan yang begitu pekat sampai kedua tangannya sendiri nyaris tidak terlihat. Udara di sekelilingnya terasa pengap dan berat, membuat dadanya seperti tertekan sesuatu yang tidak kasatmata. Ia mencoba menarik napas lebih dalam, tetapi udara yang masuk justru terasa semakin sedikit.“Di mana aku?” Suaranya bergetar.Naura melangkah mundur. Telapak kakinya menyentuh lantai yang dingin dan lembap. Ia menoleh ke segala arah, berusaha menemukan pintu atau celah apa pun yang bisa membawanya keluar. Namun kegelapan di sekelilingnya seperti tidak memiliki ujung. Kemudian terdengar suara tawa kecil. Naura membeku. Suara itu terdengar dari sudut ruangan.“Hahaha...”“Siapa di sana?”Tidak ada jawaban. Hanya tawa yang terdengar semakin dekat. Naura mundur lagi sampai punggungnya membentur sesuatu. Sebuah suara perempuan terdengar dari belakangnya.“Kak Naura...”Tubuhnya menegang. Ia perlahan berbalik. Sepasang mata menatapnya dar

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 133 Kegalauan Arka

    "Jauhkan tanganmu darinya!"Leon berdiri di ambang pintu dengan napas naik turun dan wajah penuh amarah ke arah Natasha, siap menyingkirkan siapa saja yang berani menyentuh bosnya.Jantung Natasha seolah berhenti berdetak saat bunyi dentuman pintu menghantam dinding. Napasnya tertahan di tenggorokan. Sebelum jemarinya berhasil melepaskan celana Arka, sebuah cengkeraman kuat dan dingin mencengkeram pergelangan tangannya tanpa ampun."How dare you to touch him!" bentak sebuah suara berat yang sarat akan ancaman.Sentakan kasar itu membuat tubuh Natasha terlempar ke samping hingga tersungkur di atas karpet tebal kamar tersebut. Ia meringis, memegangi siku tangannya yang memerah, kemudian mendongak dengan tatapan berapi-api.Di ambang pintu yang rusak, berdiri seorang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam rapi. Sorot matanya dingin, menusuk tajam ke arah Natasha tanpa sedikit pun rasa hormat."Apa-apaan kamu, brengsek! Berani-beraninya kamu mendobrak pintu dan mendorongku? What the

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 132 Rindu Yang Memabukkan

    "Anda dilarang masuk. Ini perintah langsung dari Tuan Wijaya."Kata-kata pengawal di rumah sakit itu terus berputar di kepala Arka, bercampur dengan dentuman musik dari arah dance floor. Sudah dua hari sejak Naura dipindahkan ke Jakarta, dan selama itu pula Arka sama sekali tidak diizinkan melihat keadaan wanita tersebut. Keluarga Wijaya benar-benar menutup akses untuknya.Malam itu, Arka duduk di sofa kulit di lantai dua sebuah klub malam. Ia sengaja memilih tempat yang bising. Mungkin suara musik yang menghentak dapat mengalihkan rasa pusing sekaligus emosi yang memenuhi kepalanya. Kemeja biru yang dikenakannya sudah terbuka dua kancing teratas. Wajahnya tampak kusam akibat kelelahan dan frustrasi. Gelas kristal berisi alkohol berada di tangannya. Dalam sekali teguk, minuman itu tandas."Pelan-pelan, bro. Itu alkohol, bukan air putih," tegur Bagas sembari menuangkan minuman kembali ke gelas Arka. Ia sempat memperhatikan keramaian di bawah sebelum mengarahkan perhatian kepada sahabat

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 131 Kelemahan Sang Monster

    "Kenapa diam?" tanya Rafael menyeringai. Pria itu semakin mendekat.Rahang Arka mengeras. "Jangan memancing kesabaranku, Rafael!”"Aku tidak sedang memancingmu. Aku sedang menantangmu," potong Rafael cepat. Ia menatap Arka tanpa berkedip. "Lakukan saja. Telepon dewan komisaris sekarang. Bekukan rekening kami. Hancurkan bisnis keluarga Wijaya sampai tak tersisa satu sen pun. Biarkan kami jadi gelandangan di kota ini!"Vanessa yang berdiri di belakang Rafael meremas ujung dressnya. Tangannya gemetar. "Rafa, tolong... stop. Jangan bikin suasana makin panas," bisiknya lirih, hampir memohon.Namun Rafael tidak mempedulikan saran itu. Perhatiannya terkunci penuh pada Arka, pria yang selama ini selalu mengandalkan kekuasaan dan uang untuk menyudutkan keluarganya."Tapi sebelum kamu menekan tombol panggil di ponselmu itu, coba pakai otak jeniusmu untuk berpikir satu hal," lanjut Rafael. Senyum dinginnya makin lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. "Begitu kamu menghancurkan keluarga

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 130 Perlawanan Keluarga Wijaya

    Keesokan paginya, suasana di lantai VVIP Seonghwa Medical Center terasa jauh lebih tegang daripada hari-hari sebelumnya. Surya berdiri tegap di hadapan Arka. Mantel abu-abunya terkancing rapi, tetapi raut wajah pria paruh baya itu sangat dingin. Matanya yang biasa hangat kini terlihat datar dan tajam tanpa kompromi."Saya sudah mengatur semuanya, Arka," suara Surya memecah keheningan koridor. Nadanya penuh penekanan. "Ambulans dan tim medis pendamping sudah siap di bandara. Hari ini juga, Naura akan kami pindahkan ke Indonesia. Kami yang akan merawatnya langsung di sana."Arka yang menyandarkan punggungnya pada dinding langsung melepaskan lipatan tangannya. Alisnya bertaut tajam."Tidak bisa, Ayah," potong Arka tegas. "Kondisi Naura belum stabil sepenuhnya untuk perjalanan udara sejauh itu. Itu sangat beresiko. Menahannya di Seonghwa adalah keputusan paling aman. Fasilitas di sini jauh lebih lengkap."Surya maju selangkah. Bayangan tubuhnya jatuh di hadapan Arka, membawa aura intimida

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 129 Aku Tidak Akan Melepaskannya

    Angin malam di rooftop Seonghwa Medical Center berhembus kencang. Udara dingin Seoul menusuk hingga ke tulang, tetapi tak satu pun dari kedua pria yang berdiri di sana menghiraukannya. Rafael berdiri membelakangi Arka. Mantel hitam panjangnya berkibar diterpa angin. Kedua tangannya terselip di dalam saku, sementara hembusan napasnya berubah menjadi kabut putih di udara. Dadanya terasa begitu sesak. Beberapa langkah di belakangnya, Arka menyandarkan punggung pada pagar besi yang dingin. Pandangannya lurus mengarah ke bentangan Kota Seoul yang dipenuhi gemerlap lampu jalan."Jelaskan padaku," suara Rafael terdengar sangat dingin, memecah keheningan. "Tanpa ada satu pun kebohongan yang sudah kamu karang sebelumnya. Aku mau dengar versi aslinya sekarang."Arka tidak langsung menjawab. Ia mengambil bungkus rokok dari saku kemejanya, menyalakan sebatang dengan pemantik, kemudian menghembuskan asapnya perlahan ke udara malam."Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, Rafael," sahut Arka datar.

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status