แชร์

Bab 6 Mengatur Strategi

ผู้เขียน: Jewellrytion
last update วันที่เผยแพร่: 2023-01-19 16:06:06

Dari kantor pusatnya di Jakarta, Kemal mendapat laporan bahwa Jasmine saat ini sedang mencari pekerjaan.

Benar, adalah hal biasa bagi pengusaha sepertinya berada di dua atau bahkan tiga tempat dalam satu hari untuk perjalanan bisnis. Seperti saat ini, Kemal ada di Jakarta, namun sore nanti sudah kembali ke Surabaya.

Pria itu tersenyum penuh arti ketika mendapat ide brilliant di pikirannya.

“Heru, masih ada formasi kosong tidak untuk kantor kita di Surabaya?”

Seketika keningnya berkerut. Heru mengingat-ingat laporan dari kantor mereka di Surabaya yang minggu lalu ia baca.

“Seingat saya sih, sudah full team, Bos.”

“Kamu yakin?”

Walau terlihat masih berpikir, tapi Heru mengangguk yakin. “Yakinlah, Bos. Kan timnya sudah running lama. Memang kenapa?”

“Nggak bisa dicek dulu?”

“Bisa. Memang ada apa sih, Bos?” Heru dibuat penasaran.

“Banyak tanya kamu!”

Bukan Heru namanya jika tidak ceplas ceplos. Dan jika rasa penasarannya belum tertuntaskan, maka dia akan terus mencecar Kemal, meski Kemal adalah bosnya.

“Jangan bilang kalau Bos Kemal mau nerima titipan orang. Kok bisa? Bukan Pak Bos banget kayak gitu.”

Kemal melirik sinis. Reaksi asistennya lagi-lagi menguji kesabarannya. Walau pria itu sudah terbiasa menghadapi tingkah Heru yang menyebalkan bahkan kadang lebih menyebalkan dari bosnya sendiri, Kemal tetap saja kehabisan kesabaran.

“Titipan apa?! Bisa tidak kondisikan pikiranmu itu?” Kemal sewot.

“Jasmine sedang mencari pekerjaan. Atur panggilan kerja untuknya. Buat posisi yang sesuai dengan capability-nya, untuk kantor kita di Surabaya. Kantor kita di sana tidak menggunakan nama Ozdemir. Jasmine tentu tidak akan tahu itu punya kita. ”

“Oow … I see. Saya paham sekarang.” Heru menganggkuk, pria berkacamata itu dengan cepat bisa mengerti maksud bosnya.

Kemal benar, kantor di Surabaya adalah anak perusahaan dari Ozdemir Group yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan alat berat yang tidak menggunakankan nama Ozdemir sebagai identitas, mereka menggunakan nama yang lebih melokal. PT. Total Karya Indonusa. Nama Ozdemir tertera pada akta pendirian sebagai penyokong modal. Jasmine pasti tidak mengetahui karena perusahaan itu baru berdiri lima tahun belakangan.

Perusahaan itu merupakan unit bisnis Ozdemir Group untuk wilayah Indonesia bagian Timur. Sang putra mahkota berhasil melebarkan sayap menjangkau seluruh Indonesia setelah sebelumnya juga berhasil membuat unit bisnis lain.

Berkantor di salah satu office tower bergengsi di kawasan Central Business District (CBD) Surabaya, Kemal membeli lima lantai di tower tersebut, tepatnya dari lantai tujuh belas sampai lantai dua puluh satu. Tiga lantai untuk perusahaan barunya, dan dua lantai lagi untuk disewakan kembali. Memang dia tidak mau rugi.

“Saya mau kamu take action hari ini juga, hubungi Pak Jeremy. Minta dia buka beberapa lowongan, gunakan semua media agar Jasmine melihat iklan itu.” Kemal menyusun rencana dengan Heru. Dia akan mulai menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan Jasmine kembali.

“Siap laksanakan, Bos!”

Ide bagus lainnya, Kemal akan berkantor sementara di Surabaya agar lebih dekat dengan jasmine. Sebagian besar pekerjaannya akan dilakukan dari sana. Itu bukan maslah besar untuknya, tapi masalah untuk Heru. Karena pasti bukan Kemal yang repot melainkan sang asisten, Heru.

Belum apa-apa pria itu sudah terbayang bagaimana repotnya pekerjaan dia selama misi Bosnya untuk mendapatkan Jasmine kembali.

Heru bergerak cepat, dia menghubungi HRD perusahaan di Surabaya. Tentu panggilan itu membuat heboh satu divisi, karena mendapat telepon dari big bos mereka. Heru adalah representative dari Kemal, apa yang diucapkan Heru sudah pasti adalah perintah Kemal.

Pria itu meminta Pak Jeremy, Direktur Operasional untuk menyediakan beberapa posisi atas permintaan Kemal. Heru menggunakan alasan logis yang tepat, seiring dengan load pekerjaan mereka yang menigkat karena permintaan pada sektor bisnis mereka juga sedang naik. Jadi dalam rangka membatu dan percepatan pertumbuhan bisnis, Kemal meminta penambahan karyawan. Hebat bukan Kemal? Maski ada tujuan terselubung, tapi dia tetap bicara soal bisnis. Biar bucin, tapi tetap professional.

Heru bersama Jiwa menaruh iklan di semua media agar mudah terjangkau. Tentu saja fokusnya adalah agar Jasmine melihat iklan itu bagaimanapun caranya, lalu membuatnya mengirimkan lamaran kerja.

Cara mereka berhasil, tak berapa lama, Heru mendapat laporan bahwa sudah banyak lamaran yang masuk untuk posisi yang dibuka termasuk Jasmine.

“Bos, kita strike!” pekik Heru penuh semangat. Sore itu Heru mendapat email masuk berupa CV Jasmine yang dikirim oleh HRD Surabaya. Dia puas karena telah berhasil menjalankan misi pertamanya.

Senyum Kemal terkembang lebar. “Guzel!” katanya dalam bahasa Turki.

“Sarjana Ekonomi, Cumlaude, pengalaman terakhir pemandu wisata Jawa Timur. Waw, anak pintar rupanya …” Heru asyik membaca Curriculum Vitae Jasmine. Ternyata Heru terkesan pada CV itu, kecerdasan Jasmine yang diatas rata-rata, plus wajahnya yang manis, membuat denyut aneh pada di dadanya.

Pantas saja bos klepek-klepek, udah cakep, pinter juga.

Jewellrytion

Jewel akan sangat senang jika pembaca memberi jejak komentar. Terima kasih masih menemani Kemal mengejar Jasmine. Hehehe ...

| ชอบ
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 49. Bak Anomali

    "Yang kau bilang pria brengsek itu aku, Tuan Kemal. Jangan sembarangan bicara." Zacky memperingati."Minggir, saya tidak ada urusan dengan Anda!" Kemal berusaha menyingkirkan Zacky yang menghalangi. Tapi Zacky terlalu kokoh untuk disingkirkan begitu saja. Pria latin itu siap membela Jasmine mati-matian."Oh jelas ada. Urusan Jasmine adalah urusan saya juga. Catat, sejak tujuh tahun lalu." Zacky bicara dengan lugas posisinya.Dua pria itu saling melempar tatapan tajam, saling mengukur kemampuan."Saya tidak peduli siapa Anda." Kemal maju selangkah, menunjuk arah dada Zacky. "Tapi saya ingatkan, Jasmine itu milik saya, Zico adalah anak saya. Dan Anda, Anda bukan siapa-siapa." Kalimat pedas itu dilemparkan Kemal. Bukan hanya memantik emosi Zacky lebih besar, tapi ini adalah penghinaan bagi Zacky. Artinya Kemallah yang memulai perang.Kemal pria cerdas, ia tahu betul bagaimana memainkan emosi dan psikis lawan. Dalam hal ini, Kemal tak ingin ada basa basi, pria itu langsung menyerang psik

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 48. Konfrontasi Kedua

    "Nak ... ini Papa." Untuk pertama kali Kemal menyebut dirinya Papa. Matanya terpejam karena kalimat itu menusuk batinya begitu tajam. Papa, satu kata singkat namun efeknya mampu mengguncang dunianya."Ini Papa," katanya lagi. Kemal berhenti sesaat, karena luapan emosi ini terlalu kuat. Kemal belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Bagaimana tidak emosional, seharusnya Kemal ada di sana, mendampingi Jasmine mengandungnya, menemani proses kelahirannya dan menyaksikan tumbuh kembangnya. Tapi Kemal tidak melalui semua itu, bahkan Kemal tidak mengetahui bahwa anak ini ada.Tapi Tuhan mempertemukan keduanya dengan jalan yang luar biasa. Melalui pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika dan kata-kata."Zico ... itu namamu?" Kemal mengambil satu tangan Zico yang bebas dari selang infus. "Terima kasih sudah datang dalam mimpi Papa." Air mata Kemal jatuh saat ia mencium perlahan punggung tangan Zico.Hatinya bergetar hebat, air mata itu luruh juga bersamaan dengan suara

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 47. Konfrontasi Pertama

    Kemal memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dirinya ingin segera tiba di rumah sakit. Rasa rindu yang awalnya belum ada namanya pada anak itu terkuak sudah. Semua tindakan spontan pengorbanan dan rasa takut kehilangan anak itu ternyata bukan lain karena dia adalah darah dagingnya.Lima belas menit mengendarai mobil, Kemal kini tiba di tujuan. Mobilnya memasuki area parkir utama rumah sakit dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam itu sudah terparkir rapih di sana. Itu adalah mobil Zacky."Sial, aku sudah keduluan!" umpatnya sambil memukul setir.Dengan langkah lebar Kemal memasuki lobi rumah sakit. Ayunan kakinya terhenti karena baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui ruang tempat anak itu di rawat. Pasti sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, kan? Heru tadi bilang Zico sudah pindah ruangan. Tapi bodohnya, Kemal tidak mendengar semua penjelasan Heru. Karena terbawa emosi, Kemal pergi begitu saja, membawa surat hasil tes paternitas yang telah di print out."Permis

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 46. Hasil Paternitas

    Klik!Suara tajam dari mouse mengalirkan getaran aneh pada pria bermata coklat terang itu. Kemal melihat tajam, dan fokus pada layar laptop. HASIL TES PATERNITAS adalah judul yang pertama ia baca. Kemudian bacaannya turun pada badan surat yang berisi keterangan pengantar dilakukannya tes kecocokan DNA.'Variasi alel dilaporkan sebagai angka dari jumlah kopi unit pengulangan nukleotida marka 13 loci STR seperti terlihat pada tabel di bawah ini ...'Telunjuknya menarik scroll wheel pada mouse ke bawah untuk menggulir bacaan berikutnya. Di sana terdapat tabel berupa anka-angka hasil uji kecocokan DNA. Banyak angka dan penjelasan dalam istilah medis yang tidak Kemal pahami sepenuhnya. Kedua alisnya berkerut, istilah-istilah yang ditertera terasa asing baginya."Sulit sekali bacanya," katanya mengeluh.Tak sabaraan, Kemal langsung beralih pada bagian akhir surat tersebut dan mendapati keterangan,'Hasil analisa menunjukkan bahwa tiga belas alel loci marka STR terduga ayah cocok dengan alel

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 45. Harus Kuat

    "Atau ... dia bukan ayahnya."Ucapan Heru sedikit banyak memengaruhi pikiran Kemal. Isi kepala pria itu bagai diteror banyak pertanyaan yang belum dapat ia jawab. Ia harus mencari tahu sendiri. Kemal benar-benar diuji, baik kesabaran maupun kewarasannya.Empat hari berlalu sejak kecelakaan itu, Kemal sudah kembali bekerja seperti biasa walau pikirannya kacau. Ditambah kali ini Kemal memegang langsung operasional kantor di Surabaya yang seharusnya bisa dijalankan oleh Direktur baru, tapi karena ide gilanya mengejar Jasmine, Kemal harus menanggung konsekuensinya. Hal itu tentu menambah beban dan membuatnya lelah.Bukan lelah karena lot kerjanya yang padat, Kemal sudah terbiasa akan hal itu. Tapi lelah dengan rasa sakit yang ditahannya karena harus menahan diri dari Jasmine. Ia mulai berpikir untuk kembali fokus di kantor induk saja. Dari sana ia bisa memantau semua perusahaan dibawah pimpinannya, termasuk di Surabaya.Di ruang kerjanya, Kemal berdiskusi dengan Heru yang baru saja tiba d

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 44. Sebuah Sinar Terang

    Jasmine membekap mulutnya, dokter membentangkan hasil rontgen dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan untuk Zico. Meski kondisi Zico masih kritis, Zico harus segera dioperasi. Dengan izin orangtuanya, Zico segera dibawa ke ruang operasi. Proses operasi berlangsung sekitar dua jam. Selama itu pula Jasmine dan Zacky diliputi cemas yang tak bertepi. Doa-doa dipanjatkan. Masing-masing saling menguatkan. Sementara Kemal, pria itu seorang diri ketika membuka matanya. Tadi Heru pergi untuk bicara dengan dokter.Sepi, tapi hatinya terasa penuh. Kemal butuh penyesuaian dari alam bawah sadar ke alam kenyataan. Sinar lampu rumah sakit yang terang tak sama silaunya dengan cahaya terang yang tadi dilihatnya. Iya, Kemal mengalami pengalaman spiritual yang menakjupkan.Sebelum sadar dari pingsannya, Kemal berada di sebuah ruang gelap tak berujung. Di tengah kebingunan, muncullah setitik cahaya terang dari kejauhan yang lama-lama mendekat. Cahaya itu semakin lebar dan semakin terang, hingga Kem

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 38. Semua Panik

    "Anda yakin tidak ingin ditemani?" Heru meyakinkan kembali. Ia hanya ingin memastikan Kemal dalam kondisi yang cukup waras untuk melanjutkan hidupnya, lagi."Hmm, aku masih ingin sendiri.""Tapi kalau ada ..." Pria itu masih ragu, karena melihat kondisi Kemal yang memprihatinkan."Cerewet kamu. Suda

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 35. Merasa Kalah

    Kedua tangan Kemal mengepal erat ketika melihat langsung seorang anak memanggil Jasmine, Mama.Wanita yang selama ini diyakininya masih sebagai istri, kini sudah membangun keluarga baru? Kemal tidak mau percaya. Tapi kenyataan yang dilihatnya berkata lain. Jasmine dengan pria asing dan seorang anak

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 34. Rahasia Yang Mulai Terbongkar

    Mulut Jasmine terkunci, kakinya terpaku tak bisa bergerak, saat Kemal semakin mendekat dan semakin dekat. Bahkan embusan nafasnya pun terasa hangat di pipi wanita berwajah ayu itu. Ketika keduanya semakin tak berjarak, kelopak mata Jasmine menutup pasrah. Pun Kemal memiringkan kepalanya saat hidung

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 33. Caranya Marah

    Pintu besar berwarna hitam mengkilap itu tertutup. Wajah lesu Jasmine yang terlihat pertama kali oleh Heru. Pria itu tidak ikut masuk ke dalam ruangan sebab ingin memberi ruang pada keduanya. Tatapan Heru bertemu dengan netra Jasmine yang nampak kosong. Hanya sesaat, tapi pria itu seperti bisa meneb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status