Share

Bab 6

Penulis: Echo
Pesan lain segera menyusul. Kali ini berupa gambar hasil USG.

Sebuah kantung kehamilan kecil terlihat jelas pada gambar hitam-putih itu. Di sudut kanan atas tertulis: 8 minggu.

[Terkejut? Kamu tahu, ketika aku beri tahu Reynald kabar ini, dia seperti binatang buas.]

[Oh, dan omong-omong, dia benar-benar seperti binatang bersamaku. Tidak begitu … membosankan … seperti saat dia bersamamu. Apa dia selalu begitu terkendali saat kalian berdua melakukannya? Hahaha, itu karena dia bahkan tidak ingin menyentuhmu! Tapi bersamaku .… Ya Tuhan, aku hampir tidak bisa menahan hasratnya!]

Aku bersandar di jendela, dunia berputar di sekitarku.

Anak yang sudah kami harapkan selama lima tahun kini sedang tumbuh di dalam selingkuhannya.

Mungkin aku harus mengucapkan selamat untuk mereka.

Pesan lain masuk.

[Omong-omong, besok dia akan membawaku ke Vagas. Kami akan liburan kecil yang romantis.]

Aku pun mematikan ponselku dan menatap Dokter Ricky. "Dokter, aku rasa aku harus pergi sekarang."

"Tapi suamimu ...."

"Aku akan memberitahunya sendiri."

Aku pergi ke kantor pengacaraku. Aku butuh perjanjian perceraian.

"Mengenai pembagian harta, apa saja permintaanmu?" tanya Tuan Calvin.

Aku tahu betapa kuatnya Keluarga Dharmawangsa. Aku tidak ingin pertarungan panjang soal uang. "Aku hanya ingin 50% dari harta bersama selama pernikahan yang diatur oleh hukum. Begitu uang itu masuk ke rekeningku, aku ingin kamu donasikan semuanya."

Yang aku inginkan hanyalah kebebasanku.

Sebuah kilatan keterkejutan melintas di wajah Calvin sebelum dia mengangguk.

Dua jam kemudian, aku keluar dari kantor pengacara dengan kertas perceraian di tanganku. Langit Kota Segara mendung, menandakan akan datangnya badai.

Ponselku berdering.

Reynald.

"Sayang, aku sangat, sangat minta maaf. Urusan itu ternyata memakan waktu lebih lama dari yang kubayangkan. Sekarang kamu di mana?"

"Di rumah." Aku berbohong.

"Oke, aku sedang dalam perjalanan. Aku akan segera sampai. Tapi .…" Suaranya terdengar ragu. "Aku mungkin harus ke Vagas besok untuk urusan keluarga yang mendesak. Ini agak rumit, aku mungkin tidak akan kembali sampai minggu depan."

Liburan romantisnya dan Jenny ....

"Baiklah," jawabku. Suaraku begitu tenang sampai aku sendiri terkejut.

"Kamu tidak marah?" Reynald terdengar terkejut. "Aku tahu ini bukan waktu yang tepat, tapi urusan keluarga … kamu mengerti, 'kan?"

"Aku mengerti."

"Alyssa." Suaranya tiba-tiba lembut. "Aku mencintaimu. Kamu tahu itu, 'kan?"

Aku menundukkan pandangan pada surat perceraian di tanganku dan menanyakan satu pertanyaan terakhir.

"Reynald," tanyaku pelan. "Apa kamu bisa mencintai orang lain?"

"Apa?" Dia tertawa. "Sayang, apa yang kamu khawatirkan? Mana mungkin aku bisa mencintai orang lain?"

"Tapi kalau … secara hipotetis saja. Maksudku, kalau suatu saat ada yang salah di antara kita ...."

"Tidak akan." Dia memotong ucapanku. Suaranya sarat dengan rasa posesif. "Alyssa, dengarkan aku. Selamanya kamu masih menyandang marga Dharmawangsa, kamu tidak akan pernah bisa meninggalkanku. Kamu istriku. Perempuan milikku. Di kota ini, tak seorang pun berani menyentuhmu, dan tak ada tempat di mana kamu bisa bersembunyi dariku."

Sebuah suara pelan di kepalaku menjawab, 'Namaku bukan Alyssa Dharmawangsa lagi.'

Namaku Eva.

"Lalu bagaimana kalau aku ingin pergi?"

Dia kembali tertawa, tawa yang dipenuhi kepercayaan diri arogan.

"Paling jauh aku akan memberimu waktu tiga hari untuk kabur. Setelah itu aku akan mencarimu. Sudah kubilang, selama kamu masih menyandang marga Dharmawangsa, aku akan menyeretmu kembali dari mana pun kamu lari. Kamu tak akan bisa lepas dariku, Sayang. Kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku."

Aku menutup telepon dan berdiri di jalan Kota Segara, menatap gedung pencakar langit yang jauh di sana.

Aku tidak tahu apakah dia bisa menemukanku dalam tiga hari.

Yang kutahu hanyalah, dalam tiga hari, aku akan bebas.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Identitas yang Dihapus   Bab 19

    Setelah meninggalkan rumah sewaan, aku pindah ke sebuah kota terpencil di bagian barat Glacivik, sebuah tempat di mana bisa melihat aurora.Pemilik rumah sewaanku adalah seorang pria tua yang baik bernama Gunnar. Dia tidak begitu fasih berbicara bahasa Inggris, dan kami sebagian besar berkomunikasi dengan gerakan dan kata-kata sederhana, tetapi kesunyian itulah yang benar-benar aku butuhkan.Setiap malam, aku memainkan biolaku di dekat perapian. Melodi yang familier bergema di kabin kecil itu, disertai suara angin laut dan pegunungan di kejauhan. Aku melukis, membaca, minum kopi, dan menyaksikan aurora menari di langit.Aku merasakan ketenangan yang sesungguhnya.Suatu sore, Gunnar mengetuk pintuku. Dia tampak ragu, memegang sebuah ponsel pintar lama di tangannya."Eva," katanya, menggunakan nama baruku. "Aku tidak tahu apakah aku harus menunjukkan ini padamu … tapi ada beberapa video yang beredar di internet … tentang seorang mafia di Ameriko. Mereka bilang … mereka bilang pria itu se

  • Identitas yang Dihapus   Bab 18

    Sudut pandang Alyssa.Ketika telepon berdering, aku sedang membuat secangkir kopi, sendok perak berdesing pelan menyentuh keramik saat aku mengaduk susu panas.Telepon di wisma terpencil ini jarang sekali berdering, apalagi di kamarku."Halo?"Sebuah suara yang familier menjawab. Suara yang dulu pernah memberiku kebahagiaan, lalu rasa jijik, dan sekarang, hanya ketenangan yang sunyi."Alyssa … apa itu kamu?"Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya berbicara, "Ada apa?""Oh, Tuhan, Alyssa, itu kamu … benar-benar kamu .…" Suara Reynald gemetar, nyaris menangis. "Aku pikir … aku pikir aku tak akan pernah mendengar suaramu lagi .…"Aku berjalan ke jendela dan menatap pemandangan Frostrvik. Pegunungan di kejauhan tertutup salju, berkilau di bawah sinar matahari senja. "Kamu mau apa?""Sayang, aku … aku sangat menyesal." Reynald mulai menangis tersedu-sedu. Pria yang dulu menguasai Kota Segara itu kini menangis seperti anak kecil. "Aku tahu apa yang kulakukan salah. Aku mengkhianatimu, aku meny

  • Identitas yang Dihapus   Bab 17

    Fabian menghela napas berat.Selama lebih dari sebulan, Reynald hampir tidak makan dengan layak atau tidur nyenyak semalam penuh.Seluruh bisnis Keluarga Dharmawangsa menderita."Ayah .…" Reynald mendongak, matanya bersinar penuh keputusasaan. "Aku sudah mencari di seluruh Ameriko Utara, seluruh Eropa. Aku telah mengirim semua orangku … kenapa aku tidak bisa menemukannya? KENAPA?!"Fabian berlutut dan meletakkan tangannya di bahu putranya. "Reynald, dengarkan aku. Jika cara konvensional tidak berhasil, maka kita akan menggunakan cara yang tidak konvensional.""Apa maksudmu?"Mata Fabian berkilau penuh tekad. "Keluarga Dharmawangsa telah beroperasi di dunia mafia internasional selama puluhan tahun. Saatnya menagih semua jasa yang pernah diberikan."Reynald mendongak. "Maksud Ayah …?""Kita sebarkan kabar secara global. Melalui jaringan kita di setiap benua, Camorra, Yakuza, Triad, Bratva … Kita beri tahu setiap organisasi, siapa yang dicari Keluarga Dharmawangsa."Isabella menatap suami

  • Identitas yang Dihapus   Bab 16

    Setelah berurusan dengan Jenny, Reynald berbaring di sisi tempat tidur, tempat Alyssa biasa tidur, merasakan apa pun selain kekosongan yang luas dan hampa.Jenny benar. Menyingkirkannya tidak akan membuat Alyssa memaafkannya.Dering ponselnya terdengar mengganggu di ruangan yang sunyi."Bos." Itu Mario, suaranya tegang dan bersemangat. "Kami punya informasi baru?"Jantung Reynald berdebar kencang. Dia menggenggam telepon. "Katakan padaku.""Seseorang di bandara melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan Nyonya naik pesawat menuju Frostrvik, Glacivik. Tapi aku tidak menemukan namanya di daftar penumpang mana pun."Reynald terlompat dari kursinya. Entah mengapa, dia merasakan firasat yang kuat. Itu dia."Siapkan jet." Suara Reynald bergetar. "Kita berangkat malam ini."Angin musim dingin di Frostrvik, Glacivik begitu ganas, tetapi Reynald tidak merasakan dinginnya.Untuk pertama kalinya dalam sebulan, dia merasa dekat dengan Alyssa.Sebuah rombongan mobil hitam melaju di jalanan, ak

  • Identitas yang Dihapus   Bab 15

    Kawasan rumah bordil Kota Segara, sesaat setelah tengah malam.Sebuah SUV hitam berhenti mendadak di sudut jalan yang diterangi lampu neon. Pintu-pintunya terbuka lebar, dan dua pria bertubuh besar menyeret seorang perempuan keluar ke trotoar."Tidak! Tolong!" Jenny meronta, kukunya mencakar lengan para pengawal hingga meninggalkan guratan berdarah. "Aku bisa memberimu uang! Banyak uang!"Namun, wajah para pria itu tetap tanpa ekspresi, menjalankan perintah Reynald secara mekanis. Dalam pergulatan itu, lengan blus sutra mahal milik Jenny tersangkut di pintu mobil dan terkoyak dengan suara sobekan yang menusuk telinga. Kain halus itu rapuh seperti kertas, seketika berubah menjadi compang-camping."Ah!" Dia menjerit, berusaha menutupi dadanya, tetapi sudah terlambat. Para pria itu melepaskannya, dan tubuhnya terhempas ke trotoar yang kotor.Beton dingin menusuk kulitnya yang terbuka, dan pecahan kaca dari botol yang dibuang menyayat lututnya. Darah merembes menembus stokingnya yang robek

  • Identitas yang Dihapus   Bab 14

    Matanya memerah seperti darah, Reynald mengamuk menghampiri Jenny dan mencengkeram pergelangan tangannya."Kembalikan. sekarang." Suaranya rendah, mengerikan, seperti geraman yang merayap naik dari kedalaman neraka.Dia merenggut cincin itu dari jari Jenny. Gerakan kasar itu merobek kulitnya, dan Jenny menjerit sambil berusaha melepaskan diri, tetapi kekuatan Reynald begitu mengerikan.Begitu cincin itu kembali berada di tangannya, dia menggenggamnya dengan lembut, seolah-olah benda itu adalah hal paling berharga di dunia."Reynald! Kamu sudah gila, ya?" Jenny mencengkeram jarinya yang berdarah, suaranya melengking tinggi. "Kamu memukulku demi seorang wanita yang sudah meninggalkanmu? Dia tidak mencintaimu! Kalau memang iya, dia tidak akan pergi begitu saja!"Ucapannya terputus ketika Reynald mendorong ponsel tepat ke depan wajahnya.Pesan demi pesan, foto vulgar, ejekan beracun, semuanya terpampang jelas di bawah cahaya lampu yang terang.Jenny menatap layar itu, wajahnya berubah puca

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status