Short
Identitas yang Dihapus

Identitas yang Dihapus

作家:  Echo完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
19チャプター
7ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Cinta Toxic

Plot Twist

Mafia

Pilih Kasih/Egois

Munafik

Penyesalan

null

Selingkuh

Lima tahun setelah pernikahanku dengan Reynald Dharmawangsa, penguasa Kota Segara, seluruh dunia mafia tahu bahwa dia mencintaiku lebih dari hidupnya sendiri. Dia bahkan menato bentuk biola khusus untukku tepat di samping lambang Keluarga Dharmawangsa, simbol kesetiaan yang katanya tak akan pernah bisa dihapus. Sampai aku menerima foto itu dari simpanannya. Seorang pelayan bar, telanjang di dalam pelukannya, kulit wanita itu dipenuhi lebam gelap, bekas hubungan kasar. Dan di samping tato biola yang dibuat Reynald untukku, perempuan itu menuliskan namanya sendiri. Dan suamiku … membiarkannya. "Reynald bilang, satu-satunya hal yang membuatnya masih merasa seperti lelaki adalah saat berada di dalam diriku. Kamu bahkan sudah tidak bisa membuatnya terangsang lagi, 'kan, Alyssa? Mungkin sudah waktunya kamu menyingkir." Aku tidak membalas. Aku hanya menelepon satu orang. "Aku butuh identitas baru dan tiket pesawat untuk pergi dari negeri ini."

もっと見る

第1話

Bab 1

Pesan-pesan bernada mengejek dari selingkuhan suamiku mulai berdatangan dua bulan lalu.

Foto-foto mereka yang saling berbelit di ranjang, detail-detail vulgar tentang obsesinya pada tubuh perempuan itu … kebenaran brutal tentang perselingkuhan mereka terpampang tanpa sisa.

Aku tidak memergokinya. Diam-diam aku mengatur identitas baru dan menetapkan tenggat untuk diriku sendiri, yaitu tujuh hari.

Di sebuah gudang terbengkalai di sisi barat Kota Segara, sebuah bohlam tunggal yang berkedip memancarkan cahaya kuning pucat yang lemah.

Aku mendorong setumpuk uang tunai tebal ke seberang meja, ke arah pria bertopi datar itu.

"Aku butuh identitas baru." Suaraku bergema di ruang yang luas dan kosong. "Buat namanya Eva."

Pria itu mengambil uangnya, mengipasi lembaran-lembaran itu dengan ibu jari yang sudah terlatih. Desir uang terdengar sangat jelas di tengah keheningan.

"Paspor, SIM, lengkap?"

"Lengkap." Aku mengangguk, jari-jariku mencengkeram tas kulit di pangkuanku. "Dan rekening bank dengan riwayat kredit."

"Harganya dua kali lipat." Dia mendongak, gigi emasnya berkilat samar di bawah cahaya redup.

Aku tak ragu sedikit pun. Keluarkan lagi satu gepok uang.

Pria itu menyelipkan uang tunai ke dalam jaketnya, lalu condong ke depan, menurunkan suaranya.

"Satu minggu. Tapi perlu aku peringatkan, Nona. Begitu kamu menggunakan identitas baru ini, masa lalu harus mati dan terkubur. Keluarga Dharmawangsa punya mata dan telinga di seluruh negeri ini. Tinggalkan satu jejak saja, mereka pasti akan menemukanmu."

Aku berdiri, suara hak sepatuku berketuk tajam di lantai beton. "Aku mengerti."

Tekadku sekeras baja.

Dua puluh menit kemudian, aku terbaring di atas sebuah meja di studio tato pribadi.

Sengatan tajam dari mesin penghapus laser menjadi kontras dengan nyeri tumpul di dadaku saat lambang elang milik Keluarga Dharmawangsa perlahan menghilang dari tulang selangkaku. Rasa sakitnya teramat menyiksa, seperti besi panas yang berulang kali membakar kulitku.

Namun, aku mengatupkan rahang dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

Aku hanya merasakan lima tahun kenangan cintaku pada Reynald terbakar habis, sama seperti tinta itu.

Pukul sebelas malam ketika aku kembali ke rumah besar kami di Taman Arkanta, vila bergaya Victoria senilai 120 miliar, hadiah pernikahan Reynald untukku, kini terasa tak lebih dari sebuah sangkar emas.

Aku menyalakan televisi. Tayangan ulang wawancara "Pria Terbaik" dari Segara Tribune Global sedang diputar.

Suamiku, Reynald Dharmawangsa, tampil di layar televisi. Rambut hitamnya disisir rapi ke belakang, tak sehelai pun keluar dari tempatnya. Mata cokelat tuanya dipenuhi aura wibawa yang seakan melekat sejak lahir, menatap langsung ke kamera.

Sang reporter bertanya apa arti kesetiaan baginya. Reynald perlahan membuka kancing teratas kemejanya, memperlihatkan lambang keluarga di dadanya, seekor elang dengan sayap mengembang, cakar mencengkeram sekuntum mawar dan sebilah belati.

"Kesetiaan itu seperti ini," katanya, suaranya rendah dan magnetis, seraya menunjuk tinta di atas jantungnya. "Dan ini."

Kamera melakukan zoom, dan aku melihatnya dengan jelas. Tato biola yang rapuh tepat di bawah lambang itu yang dia buat lima tahun lalu untukku.

"Istriku, Alyssa, adalah seorang musisi berbakat," ujar Reynald. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya sambil mengangkat tangan yang mengenakan cincin kawin platinum. "Dia mengorbankan mimpinya untuk menjadi pemain biola kelas dunia demi aku. Pengorbanan itu terpatri di hatiku. Takkan pernah bisa dihapus."

Aku meraih ke atas dan menyentuh perban kasa di tulang selangkaku, kulit di sana masih terasa nyeri.

Takkan pernah dihapus?

Ingatan tentang foto itu menghantamku keras.

Dua bulan lalu. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

Ponselku bergetar, dan sebuah foto muncul.

Duniaku sontak runtuh.

Di dalam foto itu, seorang bartender berambut cokelat terang bernama Jenny terkulai telanjang di dalam pelukan Reynald.

Tubuhnya menjadi kanvas penuh cupang yang masih baru dan bekas-bekas mentah dari gairah mereka. Jelas mereka baru saja selesai bercinta.

Jarinya yang panjang dan ramping menunjuk dengan bangga ke dada Reynald, di mana, di samping biolaku, sebuah desain baru yang kasar telah dicoret dengan spidol.

Namanya, "Jenny," tertulis dengan tulisan sambung yang berantakan.

Itu hanyalah spidol, sesuatu yang bisa dicuci dan dihapus, tetapi kenyataan bahwa Reynald membiarkannya melakukan itu adalah sebuah pengkhianatan yang jauh lebih tajam daripada bilah pisau mana pun.

Belasan foto lainnya menyusul.

Foto mereka di rumah liburan kami. Di restoran favorit kami. Bahkan di hari ulang tahunku saat aku mengira dia sedang mengurus urusan keluarga, ternyata dia sedang menekan wanita lain ke dinding ruang kerjanya.

"Reynald bilang, satu-satunya hal yang membuatnya masih merasa seperti lelaki adalah saat berada di dalam diriku. Kamu bahkan sudah tidak bisa membuatnya terangsang lagi, 'kan, Alyssa? Mungkin sudah waktunya kamu menyingkir."

Suara kunci yang diputar di lubang kunci menarikku kembali ke kenyataan.

Reynald sudah pulang.

Langkah kakinya menggema di lantai marmer, makin mendekat. Aku mencium bau itu di tubuhnya, parfum murahan. Bukan Tom Ford yang pernah kubelikan untuknya, melainkan aroma manis menyengat, terlalu berbunga hingga membuat mual. Bau perempuan lain bercampur dengan asap rokok dan vodka.

Kemeja putihnya sedikit kusut, dasinya longgar. Ada bekas gigitan yang tak mungkin salah di lehernya.

"Alyssa? Kamu belum tidur?" Dia melangkah ke arahku, siap memelukku seperti yang selalu dia lakukan.

Gelombang rasa muak menyergapku. Aku mengangkat tangan, menghentikannya.

Reynald tampak bingung. Lalu pandangannya jatuh ke tulang selangkaku, ke perban kasa putih yang menutupi tempat lambang Keluarga Dharmawangsa dulu berada.

"Alyssa." Suaranya merendah, berubah rendah dan berbahaya. "Apa yang terjadi dengan tatomu?"

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
19 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status