Home / Fantasi / Ilmuwan Kultivasi / Chapter 16 Mengecewakan

Share

Chapter 16 Mengecewakan

Author: ChimungKing
last update publish date: 2026-06-03 09:38:41

Moralez melompat mundur, ia terpaksa membuka segel kekuatannya. “Baiklah kau memaksaku!”

Tubuhnya bertambah besar dan kulitnya berubah merah. Matanya menyala garang, menyerupai iblis yang ingin menelan semua musuhnya. Sekarang penampilannya sudah seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.

Aldi melihat indikator di atas kepala Moralez berubah menjadi hitam yang artinya mereka akan menjadi musuh sampai mati. Hal yang membuatnya sedikit antusias karena kekuatan yang tercatat dalam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 21 Aldi vs Justin

    Sembari menahan perih di perutnya, Justin buru-buru membangkitkan Mana Shield baru dan melompat mundur demi menciptakan jarak aman sembari merapalkan mantra panjang. “Matilah kau!” teriaknya berang, meluncurkan sebuah sihir api.Aldi yang melihat kedatangan mantra api itu justru mengernyit kecewa. Serangan yang melesat ke arahnya ternyata hanya berukuran sebesar bola basket. Begitu objek itu mendekat, pedang Aldi bersinar terang; dalam satu tebasan horizontal, ia membelah bola api tersebut hingga padam menjadi percikan udara.“Apa hanya ini batas kemampuan seorang jenius?” tanya Aldi, sengaja mengeraskan suaranya.Gemuruh di tribun mendadak sirna. Seluruh penonton melongo menyaksikan seorang Ksatria mampu memotong serangan sihir murni de

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 20 Terlalu Mudah

    Menghadapi Ksatria Bintang Empat ternyata tidak lagi memberi tantangan bagi Aldi. Namun, setidaknya pertarungan-pertarungan sebelumnya memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem 'Power'.Angka Power rupanya tidak merujuk pada kekuatan fisik murni, melainkan output maksimal energi yang bisa dilepaskan dalam satu serangan. Sayangnya, Aldi tidak bisa melihat statusnya sendiri. Ia hanya bisa menerka-nerka bahwa Power-nya berada di kisaran 2.500—mungkin sedikit lebih unggul daripada Baron Raymond.Daya hancur dari setiap serangannya mungkin tidak langsung menghancurkan gunung, tetapi kemampuan regenerasi tubuhnya adalah kunci kemenangan yang mutlak. Di masa lalu pun tubuhnya memiliki keunikan serupa; meski sempat berbobot tambun, ia bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar berkat sistem metabolisme yang bekerja terlewat efektif.Berkat fondasi biologis super itulah Aldi kini mampu menyesuaikan gaya bertarungnya dengan bebas. Ia bahkan telah menguasai pengetahuan sains modern u

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 19 Arena

    Aldi memerintahkan Frank untuk mengatur semua akomodasi seperti penginapan dan makanan. Gerard dan Grace ditugaskan untuk mencari informasi di wilayah sekitar, sedangkan lainnya akan jalan-jalan melihat situasi.Tepat saat Grace dan Gerard pergi, sekelompok pasukan penjaga kota datang. Mereka langsung memberi hormat dengan cara menundukkan kepala.“Maafkan kami Tuan Muda, Penjaga gerbang itu sudah kami pecat.” Kepala Penjaga Kota langsung menunjukkan sikapnya.Aldi tahu ini hanyalah trik yang digunakan oleh eksekutif Kota Mojor untuk mengujinya. Meski begitu ia memainkan perannya untuk menurunkan penjagaan lawannya.“Iya, benar pecat saja dia. Sialan itu tidak sopan!” ujar Aldi dengan penuh emosi.Kepala Penjaga memperhatikan semuanya, ia langsung bisa menarik kesimpulan Aldi hanyalah anak-anak yang kebetulan punya penjaga kuat. Sayangnya di Kota Mojor banyak orang kuat, jadi untuk menyingkirkan satu bocah bukan masalah besar.Tepat saat Kepala Penjaga ingin menarik pedangnya, sosok p

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 18 Dua Monster

    Gerard hendak melangkah maju untuk menghentikannya, namun ia langsung mengurungkan niat begitu mendengar sebuah suara bergema langsung di dalam kepalanya. “Biarkan saja.” itu adalah suara Aldi. Sekarang, Aldi telah menguasai kemampuan untuk mengirim pesan telepati kepada seluruh pasukannya. Namun, ia hanya memberikan instruksi tersebut kepada orang-orang yang telah mengucapkan sumpah darah. Setelah berjalan selama tiga jam, Aldi mengangkat tangan dan menyuarakan untuk segera istirahat. Hal itu membuat semua orang bingung, biasanya dia selalu memaksa pasukannya berlari berjam-jam. Setelah merapikan tempat, semua orang beristirahat. Meski matahari masih terik, Aldi memilih untuk memulai latihan mandiri. Ia mulai mengayunkan pedang secara kontinu dan konstan. Ayunannya benar-benar mantap dan penuh tenaga, meski hanya mengandalkan kekuatan fisik efek gelombang udara berhasil diciptakan. Melihat tuan mereka berlatih begitu keras, para anggota yang tadinya duduk mulai bangkit berdiri s

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 17 Shadow Step

    Regas dan Reymond tidak ada pilihan selain mengakuinya, meski begitu mereka tetap ingin mencari keuntungan dari pelayan Aldi yang sudah menghajar orangnya. Namun niat mereka berdua segera ditarik setelah melihat senyum Aldi yang sangat mengintimidasi.“Siapa sebenarnya rubah ini.” ucap Regas dalam hatinya yang masih tidak percaya salah satu tim elitnya kalah begitu mudah.Reymond segera beradaptasi dengan situasi, meski ia punya kepercayaan diri melawan mereka tapi mundur adalah pilihan terbaik. Tangan kanannya diangkat, energi dalam tubuhnya bersirkulasi pelan dan menciptakan sebuah benang terang, benang itu langsung mengangkat tubuh orang-orangnya. “Sepertinya cukup sampai disini,” ujar Reymond.Regas juga langsung beradaptasi, ia tidak perlu mencampuri urusan Kota Gayam lagi. Niatnya hanya ingin melihat situasi tapi kekalahan Moralez membuat Regas harus menampakkan dirinya.Setelah semua orang meninggalkan tempat, tatapan Aldi langsung mengarah ke Moralez yang masih terbaring di t

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 16 Mengecewakan

    Moralez melompat mundur, ia terpaksa membuka segel kekuatannya. “Baiklah kau memaksaku!”Tubuhnya bertambah besar dan kulitnya berubah merah. Matanya menyala garang, menyerupai iblis yang ingin menelan semua musuhnya. Sekarang penampilannya sudah seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.Aldi melihat indikator di atas kepala Moralez berubah menjadi hitam yang artinya mereka akan menjadi musuh sampai mati. Hal yang membuatnya sedikit antusias karena kekuatan yang tercatat dalam sistem.[Moralez, Level : 31 (Bintang 4), Power : 1100 Keterampilan :---]Senyum tipis merekah di wajah Aldi, matanya berkilat penuh antusias. “Ini dia yang aku cari, majulah!” teriaknya sambil menancapkan pedangnya di tanah.Tepat setelah ia menyelesaikan katanya, pukulan keras langsung menghantam dadanya. Aldi diterbangkan hingga puluhan meter, meski begitu dia berhasil berhenti dengan kedua kakinya. Matanya langsung melihat ke arah musuh, itu adalah tatapan kecewa karena pukulan Moralez tera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status