Home / Fantasi / Ilmuwan Kultivasi / Chapter 3 Monster

Share

Chapter 3 Monster

Author: ChimungKing
last update publish date: 2026-04-30 20:27:19

Monster seharusnya tidak ada di pelosok desa kecuali ada gerbang misterius. Frank segera memasang badan di depan Aldi, begitu juga Ronald.

Aldi memperhatikan monster babi itu terluka, kaki belakangnya patah. “Menarik!”

Meski sudah membaca buku, Aldi tetap tercengang melihat perbedaan orang biasa dengan ksatria. Para ksatria membangkitkan kekuatan yang bernama Prana.

Prana digunakan seperti Mana tapi beda fungsi, Prana lebih fokus pada peningkatan tubuh dibandingkan Mana yang fokus membuat kerusakan.

Aldi melangkah ke depan dengan penuh percaya diri. Satu bulan sudah cukup untuk dirinya mempelajari apa itu Prana. Otaknya yang jenius tidak bisa berhenti mempelajari sesuatu yang baru.

“Biarkan aku bertarung.” Aldi memasang sikap bertarung, kedua tangannya diangkat mendekati pipi. Matanya menatap tajam ke arah lawan. Postur tubuhnya seperti seorang petinju profesional.

Monster babi tidak menunggu Frank dan Ronald bersiap, dia langsung menerjang Aldi yang memancarkan aura ancaman.

Gerakan ringan Aldi dapat menghindari serangan musuh dengan mudah. Serangan Hook langsung menghantam perut musuhnya, serangannya tidak terlalu kuat tapi langsung membuat Monster Babi berteriak kesakitan dan terjatuh.

Sebelum membuat gerakan lainnya, Aldi langsung mendekat dengan gerakan kaki ala petinju mendekat. Bukannya meninju, dia justru menendang kepala babi dengan sangat keras.

“BUAK!” suara keras terdengar. Frank dan Ronald tercengang melihat monster babi tewas tak berdaya di hadapan tuan mudanya.

“Apa babi ini bisa dimakan?” tanya Aldi dengan ekspresi datar. Dia tidak mendapatkan informasi terkait monster secara detail, yang dia tahu hanya monster muncul dari sebuah gerbang misterius.

Frank menjawab, “Tidak bisa, racun pada monster bisa membunuh manusia biasa seperti kita. Sebelum menjadi Ksatria bintang 3 anda tidak bisa memakannya.”

Bintang melambangkan tingkatan untuk para Ksatria. Semakin tinggi bintangnya semakin kuat dia mengeluarkan kekuatannya, bahkan fisiknya menjadi seperti makhluk abadi. Dalam buku sejarah ada seorang Ksatria bintang 9 yang mampu hidup selama 800 tahun dan masih hidup sampai sekarang.

“Oh aku tahu, kalau begitu ambil Intinya dan ayo lanjutkan perjalan.”

Ronald mengeluarkan senjatanya, sebuah pisau melengkung yang biasa disebut celurit. Dia dengan teliti membedah tubuh monster dan mengambil intinya.

Inti monster dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata atau bahkan bisa digunakan untuk meningkatkan kepekatan Prana untuk para Ksatria. Harganya yang sangat tinggi membuat semua orang sangat tertarik untuk menjadi pemburu monster. Karena tindakan gegabah itu membuat tingkat kematian meningkat drastis.

Aldi sudah terbiasa dengan kematian, dia adalah seorang tuan muda yang suka membuat masalah. Bahkan membunuh orang menjadi pemandangan biasa untuknya.

Setelah sore hari, Aldi dan dua pelayannya sampai di puncak bukit. Dia melihat kembang api dan beberapa bunga tampak sangat indah di pantai. Warna merah dan warna putih saling beradu akting, kedua warna itu menciptakan visual yang sangat cantik. Siapapun yang melihatnya akan terdiam atas kecantikannya.

Tak terasa malam terlalu tiba, Festival Bunga sudah selesai. Aldi berdiri dan berjalan turun, tapi sebelum melanjutkan dia tersenyum dan menoleh kebelakang.

“Frank, Ronald. Apa aku sudah keterlaluan?” ucap Aldi dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata. Dia menyesal tapi tidak bisa meminta maaf, Keluarga Duke tidak seharusnya minta maaf atas kesalahannya karena itu adalah hukum dari dunia ini.

Untuk pertama kalinya Ronald menjawab dulu. “Iya, tapi aku tahu anda bukan orang sejahat itu.” Ronald tau tuan muda tidak sejahat yang dipikirkan orang-orang. Dia sendiri yang merasakan bantuan Tuan Muda saat keluarganya membutuhkan bantuan.

Frank juga merasakan hal yang sama, instingnya mengatakan bahwa Aldi bukan orang jahat. Hanya saja keluarga utama terlalu mengedepankan Bakat bawaan. Dia adalah orang yang menemani Aldi kecil hingga sekarang.

“Jadi begitu, baiklah ayo turun.”

Latihan rutin dilakukan mereka bertiga, Gerard juga mulai mengikuti latihan setelah sampai. Dia merasa sangat bersyukur karena keluarganya dapat diselamatkan. Bahkan Aldi menyuruh Gerard untuk membawa istrinya ke rumah karena pekerjaan pelayan kosong.

[Gerard

Level : 1

Power : 270

Bakat : Memasak (C), Flaying Blade Art (D), Ahli Tempa (E).]

Meski levelnya masih 1 tapi powernya sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari Frank. Itu terjadi karena Gerard adalah pria yang sangat berusaha keras. Latihan tubuhnya selalu dilakukan setiap saat, saat memasak saat mengangkat bahan baku bahkan saat memperbaiki peralatan memasaknya. Karena anggaran yang diberikan Aldi sangat sedikit jadi dia memperbaiki peralatannya sendiri.

Tiga bulan berlalu dengan sangat cepat, semua orang berlatih dengan porsinya masing-masing. Berat badan Aldi turun drastis, sekarang berat badannya sekitar 100 kilogram dengan tinggi 180 centimeter.

Ototnya berkembang sangat cepat bahkan fleksibilitasnya sangat tinggi. Semua karena energi panas yang selalu menyembuhkan semuanya dengan cepat. Prana miliknya juga unik, biasanya seorang Ksatria bintang 1 memiliki bintang pada pusat energinya. Namun Aldi aneh, dia tidak memiliki bintang sama sekali, bentuknya bulat tapi ada 3 bulatan. Untuk sementara dia tidak mau pusing, perkembangannya stabil jadi lebih baik terus melakukannya.

Faisal Walikota Gayam terlihat gelisah, dia sedang menatap kertas dengan tatapan khawatir.

“Berapa orang yang bisa bertarung?” tanyanya pada asisten di sebelah.

Pria berkacamata itu adalah Xorn seorang Ksatria bintang 2 yang sudah bersama Faisal sejak menjadi Ksatria Kerajaan. Kemampuannya menyusun strategi tidak dapat diremehkan, pasalnya Faisal selalu menerima saran darinya.

“30 orang, sayangnya hanya 20 yang mau menuruti perintah. Sisanya …”

Xorn tampak psimis, dia melihat Kota Gayam akan segera hancur. Segerombolan monster babi sedang berjalan ke arah mereka, tidak ada yang tahu alasannya pastinya tapi nyawa penduduk dipertaruhkan. Meski monster babi sangat lemah, tapi jumlah mereka lebih dari 500 ekor, itu cukup untuk meratakan Kota Gayam dalam 1 jam saja.

Faisal berdiri sambil memukul meja pelan. “Tidak ada pilihan, kita harus meminta bantuan Keluarga Rahmad. Tuan Muda sialanan itu …” ucap Faisal sambil mengeratkan giginya karena marah.

Xorn memberikan laporan dari mata-mata yang masih di tempatkan di kediaman Aldi. “Tuan Muda itu sepertinya menyembunyikan sesuatu. 3 Pelayannya hanya orang biasa tapi tiba-tiba menjadi begitu mengesankan. Tidak hanya fisiknya, persepsi mereka pada pertarungan meningkat drastis. Bahkan agen kita yang bersembunyi mulai ketahuan.”

Faisal menatap laporan itu. Dia memang yang memerintahkan 4 mata-mata untuk mengawasi semua gerakan Aldi, tapi siapa yang menyangka akan ada berita yang mengajukan.

“Seberapa kuat mereka?”

Xorn dengan ekspresi tidak yakin menjawab, “Mungkin sekuat aku!”

“Apa?!!!”

Faisal sontak kebingungan, Xorn adalah prajurit veteran yang berada di bawahnya secara langsung. Tidak mungkin 3 orang biasa bisa menyamainya dalam beberapa bulan saja.

“Aku tidak yakin, tapi setelah melihat mereka bertiga instingku mengatakan mereka bahaya. Berbanding terbalik dengan Tuan Muda Aldi, dia begitu tenang dan penuh kehangatan.”

Faisal melambaikan tangannya dan langsung memberi perintah tegas. “Ayo kunjungi Bocah sialan itu!”

Xorn mengangguk dan segera keluar ruangan.

Disisi lain Aldi sedang duduk bermeditasi, dia sedang mengendalikan energi bulan di intinya. “Sekarang 4, energinya semakin banyak tapi tidak bergejolak seperti mereka.”

Aldi melihat Frank, Ronald, dan Gerard juga sedang mengalirkan Prana keseluruhan tubuhnya. Teknik itu adalah hasil penelitian Aldi selama beberapa bulan, jiwa penelitinya muncul saat mengetahui Prana dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Ternyata hasilnya lebih dari bayangannya, jadi Aldi akan terus melakukan penelitian untuk menciptakan teknik terbaik.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 17 Shadow Step

    Regas dan Reymond tidak ada pilihan selain mengakuinya, meski begitu mereka tetap ingin mencari keuntungan dari pelayan Aldi yang sudah menghajar orangnya. Namun niat mereka berdua segera ditarik setelah melihat senyum Aldi yang sangat mengintimidasi.“Siapa sebenarnya rubah ini.” ucap Regas dalam hatinya yang masih tidak percaya salah satu tim elitnya kalah begitu mudah.Reymond segera beradaptasi dengan situasi, meski ia punya kepercayaan diri melawan mereka tapi mundur adalah pilihan terbaik. Tangan kanannya diangkat, energi dalam tubuhnya bersirkulasi pelan dan menciptakan sebuah benang terang, benang itu langsung mengangkat tubuh orang-orangnya. “Sepertinya cukup sampai disini,” ujar Reymond.Regas juga langsung beradaptasi, ia tidak perlu mencampuri urusan Kota Gayam lagi. Niatnya hanya ingin melihat situasi tapi kekalahan Moralez membuat Regas harus menampakkan dirinya.Setelah semua orang meninggalkan tempat, tatapan Aldi langsung mengarah ke Moralez yang masih terbaring di t

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 16 Mengecewakan

    Moralez melompat mundur, ia terpaksa membuka segel kekuatannya. “Baiklah kau memaksaku!”Tubuhnya bertambah besar dan kulitnya berubah merah. Matanya menyala garang, menyerupai iblis yang ingin menelan semua musuhnya. Sekarang penampilannya sudah seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.Aldi melihat indikator di atas kepala Moralez berubah menjadi hitam yang artinya mereka akan menjadi musuh sampai mati. Hal yang membuatnya sedikit antusias karena kekuatan yang tercatat dalam sistem.[Moralez, Level : 31 (Bintang 4), Power : 1100 Keterampilan :---]Senyum tipis merekah di wajah Aldi, matanya berkilat penuh antusias. “Ini dia yang aku cari, majulah!” teriaknya sambil menancapkan pedangnya di tanah.Tepat setelah ia menyelesaikan katanya, pukulan keras langsung menghantam dadanya. Aldi diterbangkan hingga puluhan meter, meski begitu dia berhasil berhenti dengan kedua kakinya. Matanya langsung melihat ke arah musuh, itu adalah tatapan kecewa karena pukulan Moralez tera

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 15 Baron Moralez

    Xorn tertawa terbahak-bahak. “Seperti yang diharapkan dari rivalku. Sebagai pelayan apa kau tidak punya pikiran bergabung dengan kami?”Frank menggelengkan kepala. “Sebenarnya aku cukup terkejut saat melihatmu melakukan semua ini. Ah jika saja Tuan Faisal melihat ini, dia pasti akan sangat terpukul.”Sekali lagi Xorn tertawa. “Dia tidak akan tahu, semua dilakukan dengan baik. Jadi aku akan kembali ke sisinya tanpa ada sedikitpun kecurigaan.”Frank hanya bisa diam karena itu memang fakta, ia mendengar pembicaraan pasukan mereka. Faisal sudah dikondisikan supaya tidak bisa mendengar kejadian disini, ia disibukkan dengan pekerjaan sebagai walikota.“Baiklah-baiklah, jangan membuat ini berlarut-larut. Ayo hilangkan bukti yang bisa membawamu ke neraka ini!” ucap Frank dengan senyum lebar.10 anak mulai ketakutan saat Frank melepaskan Prana berwarna ungu kehitaman. Aura mencekam dan gelap itu seperti kematian yang sedang mengintai targetnya.Xorn mundur selangkah tapi langsung melawan tekan

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 14 Bandit

    Prinsip Jiwa adalah teknik kultivasi yang masih bisa berkembang, Aldi akan terus memperbaikinya seiring berjalannya waktu. Teknik kultivasi kuno dipadukan dengan pengetahuan modern menciptakan aliran baru.Pemuda yang paling tua berdiri dan bertanya dengan ekspresi serius. “Tuan Muda, bagaimana dengan adik-adik kami?”“Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga, bahkan jika kalian menolak dan ingin menjadi anggota biasa aku tidak memaksa.”Pemuda berumur 16 tahun itu langsung berlutut dan melakukan ritual sumpah darah. Jarinya digigit hingga darah mengucur, lalu ia mengusapkannya ke dahi.“Aku tidak akan pernah mengkhianati Tuan Muda Aldi.” Cahaya keemasan menerobos keluar dari tubuhnya. Sebuah benang terhubung antara dirinya dan Aldi yang berdiri tegak.“Aku menghargai keputusanmu. Kau yang paling tua jadi jangan memaksa kehendak adik-adikmu.” Aldi memberi peringatan.Sembilan pemuda lainnya mengangguk setuju, mereka tidak punya orang tua jadi lebih baik mengikuti Aldi Rahmat yang bis

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 13 Serikat Petualang

    Aldi duduk bersila menghadap matahari pagi yang begitu indah. “Bumi dulu pasti seindah ini.” Kenangan lama mulai muncul di pikirannya. Namun Aldi tidak mau ambil pusing dan fokus memperbaiki tubuhnya.Semua otot tubuhnya sudah mencapai puncaknya, ia hanya menemukan dorongan lebih untuk mendobrak penghalangnya. Prana miliknya tidak terlalu melimpah karena akar spiritualnya hanya tingkat Roh.Akar spiritual adalah pondasi awal setiap manusia di dunia ini berkultivasi. Ada 7 tingkat akar kultivasi yaitu Fana, Roh, Murni, Elemen, Raja, Surgawi, Kekacauan.Kakak ke-6 hingga ke-4 punya akar spiritual Elemen, mereka punya elemen api, angin, dan air. Kakak ketiga dan kedua punya akar spiritual Raja, dan Kakak sulungnya punya akar spiritual Surgawi seperti Duka Rahmat.

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 12 Semangat Juang

    Gerard yang sudah tak sadarkan diri menyerang membabi buta. Ronald menangkis serangan dengan senyum lebar di bibirnya, meski beberapa serangan kecil menembus penjagaannya itu dapat diabaikan berkat Keterampilan Regenerasi.Grace melihat pertarungan gila itu, ia sudah sebulan berlatih dengan Ronald tapi tidak mengetahuinya. Perisai itu begitu kokoh layaknya sebuah tembok raksasa.Serangan Gerard mulai melemah sebelum dia memulihkan diri perisai penyok itu langsung menyodok wajahnya. Gerard langsung pingsan setelah terkena serangan.Ronald tersenyum di balik perisai, tubuhnya penuh darah yang mengalir tapi staminanya masih terjaga. “Pertarungan yang hebat, Kawan. Lain kali berusahalah lebih kuat.”Rossa, Rina, dan Rini melihat pertarungan hebat itu. Mereka tidak menyangka di balik penampilan konyol Ronald, ternyata tersimpan semangat juang yang begitu membara.Orang yang paling terkejut disini tentu saja Frank, setelah ia melihat pertarunga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status