LOGINMonster seharusnya tidak ada di pelosok desa kecuali ada gerbang misterius. Frank segera memasang badan di depan Aldi, begitu juga Ronald.
Aldi memperhatikan monster babi itu terluka, kaki belakangnya patah. “Menarik!” Meski sudah membaca buku, Aldi tetap tercengang melihat perbedaan orang biasa dengan ksatria. Para ksatria membangkitkan kekuatan yang bernama Prana. Prana digunakan seperti Mana tapi beda fungsi, Prana lebih fokus pada peningkatan tubuh dibandingkan Mana yang fokus membuat kerusakan. Aldi melangkah ke depan dengan penuh percaya diri. Satu bulan sudah cukup untuk dirinya mempelajari apa itu Prana. Otaknya yang jenius tidak bisa berhenti mempelajari sesuatu yang baru. “Biarkan aku bertarung.” Aldi memasang sikap bertarung, kedua tangannya diangkat mendekati pipi. Matanya menatap tajam ke arah lawan. Postur tubuhnya seperti seorang petinju profesional. Monster babi tidak menunggu Frank dan Ronald bersiap, dia langsung menerjang Aldi yang memancarkan aura ancaman. Gerakan ringan Aldi dapat menghindari serangan musuh dengan mudah. Serangan Hook langsung menghantam perut musuhnya, serangannya tidak terlalu kuat tapi langsung membuat Monster Babi berteriak kesakitan dan terjatuh. Sebelum membuat gerakan lainnya, Aldi langsung mendekat dengan gerakan kaki ala petinju mendekat. Bukannya meninju, dia justru menendang kepala babi dengan sangat keras. “BUAK!” suara keras terdengar. Frank dan Ronald tercengang melihat monster babi tewas tak berdaya di hadapan tuan mudanya. “Apa babi ini bisa dimakan?” tanya Aldi dengan ekspresi datar. Dia tidak mendapatkan informasi terkait monster secara detail, yang dia tahu hanya monster muncul dari sebuah gerbang misterius. Frank menjawab, “Tidak bisa, racun pada monster bisa membunuh manusia biasa seperti kita. Sebelum menjadi Ksatria bintang 3 anda tidak bisa memakannya.” Bintang melambangkan tingkatan untuk para Ksatria. Semakin tinggi bintangnya semakin kuat dia mengeluarkan kekuatannya, bahkan fisiknya menjadi seperti makhluk abadi. Dalam buku sejarah ada seorang Ksatria bintang 9 yang mampu hidup selama 800 tahun dan masih hidup sampai sekarang. “Oh aku tahu, kalau begitu ambil Intinya dan ayo lanjutkan perjalan.” Ronald mengeluarkan senjatanya, sebuah pisau melengkung yang biasa disebut celurit. Dia dengan teliti membedah tubuh monster dan mengambil intinya. Inti monster dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata atau bahkan bisa digunakan untuk meningkatkan kepekatan Prana untuk para Ksatria. Harganya yang sangat tinggi membuat semua orang sangat tertarik untuk menjadi pemburu monster. Karena tindakan gegabah itu membuat tingkat kematian meningkat drastis. Aldi sudah terbiasa dengan kematian, dia adalah seorang tuan muda yang suka membuat masalah. Bahkan membunuh orang menjadi pemandangan biasa untuknya. Setelah sore hari, Aldi dan dua pelayannya sampai di puncak bukit. Dia melihat kembang api dan beberapa bunga tampak sangat indah di pantai. Warna merah dan warna putih saling beradu akting, kedua warna itu menciptakan visual yang sangat cantik. Siapapun yang melihatnya akan terdiam atas kecantikannya. Tak terasa malam terlalu tiba, Festival Bunga sudah selesai. Aldi berdiri dan berjalan turun, tapi sebelum melanjutkan dia tersenyum dan menoleh kebelakang. “Frank, Ronald. Apa aku sudah keterlaluan?” ucap Aldi dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata. Dia menyesal tapi tidak bisa meminta maaf, Keluarga Duke tidak seharusnya minta maaf atas kesalahannya karena itu adalah hukum dari dunia ini. Untuk pertama kalinya Ronald menjawab dulu. “Iya, tapi aku tahu anda bukan orang sejahat itu.” Ronald tau tuan muda tidak sejahat yang dipikirkan orang-orang. Dia sendiri yang merasakan bantuan Tuan Muda saat keluarganya membutuhkan bantuan. Frank juga merasakan hal yang sama, instingnya mengatakan bahwa Aldi bukan orang jahat. Hanya saja keluarga utama terlalu mengedepankan Bakat bawaan. Dia adalah orang yang menemani Aldi kecil hingga sekarang. “Jadi begitu, baiklah ayo turun.” Latihan rutin dilakukan mereka bertiga, Gerard juga mulai mengikuti latihan setelah sampai. Dia merasa sangat bersyukur karena keluarganya dapat diselamatkan. Bahkan Aldi menyuruh Gerard untuk membawa istrinya ke rumah karena pekerjaan pelayan kosong. [Gerard Level : 1 Power : 270 Bakat : Memasak (C), Flaying Blade Art (D), Ahli Tempa (E).] Meski levelnya masih 1 tapi powernya sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari Frank. Itu terjadi karena Gerard adalah pria yang sangat berusaha keras. Latihan tubuhnya selalu dilakukan setiap saat, saat memasak saat mengangkat bahan baku bahkan saat memperbaiki peralatan memasaknya. Karena anggaran yang diberikan Aldi sangat sedikit jadi dia memperbaiki peralatannya sendiri. Tiga bulan berlalu dengan sangat cepat, semua orang berlatih dengan porsinya masing-masing. Berat badan Aldi turun drastis, sekarang berat badannya sekitar 100 kilogram dengan tinggi 180 centimeter. Ototnya berkembang sangat cepat bahkan fleksibilitasnya sangat tinggi. Semua karena energi panas yang selalu menyembuhkan semuanya dengan cepat. Prana miliknya juga unik, biasanya seorang Ksatria bintang 1 memiliki bintang pada pusat energinya. Namun Aldi aneh, dia tidak memiliki bintang sama sekali, bentuknya bulat tapi ada 3 bulatan. Untuk sementara dia tidak mau pusing, perkembangannya stabil jadi lebih baik terus melakukannya. Faisal Walikota Gayam terlihat gelisah, dia sedang menatap kertas dengan tatapan khawatir. “Berapa orang yang bisa bertarung?” tanyanya pada asisten di sebelah. Pria berkacamata itu adalah Xorn seorang Ksatria bintang 2 yang sudah bersama Faisal sejak menjadi Ksatria Kerajaan. Kemampuannya menyusun strategi tidak dapat diremehkan, pasalnya Faisal selalu menerima saran darinya. “30 orang, sayangnya hanya 20 yang mau menuruti perintah. Sisanya …” Xorn tampak psimis, dia melihat Kota Gayam akan segera hancur. Segerombolan monster babi sedang berjalan ke arah mereka, tidak ada yang tahu alasannya pastinya tapi nyawa penduduk dipertaruhkan. Meski monster babi sangat lemah, tapi jumlah mereka lebih dari 500 ekor, itu cukup untuk meratakan Kota Gayam dalam 1 jam saja. Faisal berdiri sambil memukul meja pelan. “Tidak ada pilihan, kita harus meminta bantuan Keluarga Rahmad. Tuan Muda sialanan itu …” ucap Faisal sambil mengeratkan giginya karena marah. Xorn memberikan laporan dari mata-mata yang masih di tempatkan di kediaman Aldi. “Tuan Muda itu sepertinya menyembunyikan sesuatu. 3 Pelayannya hanya orang biasa tapi tiba-tiba menjadi begitu mengesankan. Tidak hanya fisiknya, persepsi mereka pada pertarungan meningkat drastis. Bahkan agen kita yang bersembunyi mulai ketahuan.” Faisal menatap laporan itu. Dia memang yang memerintahkan 4 mata-mata untuk mengawasi semua gerakan Aldi, tapi siapa yang menyangka akan ada berita yang mengajukan. “Seberapa kuat mereka?” Xorn dengan ekspresi tidak yakin menjawab, “Mungkin sekuat aku!” “Apa?!!!” Faisal sontak kebingungan, Xorn adalah prajurit veteran yang berada di bawahnya secara langsung. Tidak mungkin 3 orang biasa bisa menyamainya dalam beberapa bulan saja. “Aku tidak yakin, tapi setelah melihat mereka bertiga instingku mengatakan mereka bahaya. Berbanding terbalik dengan Tuan Muda Aldi, dia begitu tenang dan penuh kehangatan.” Faisal melambaikan tangannya dan langsung memberi perintah tegas. “Ayo kunjungi Bocah sialan itu!” Xorn mengangguk dan segera keluar ruangan. Disisi lain Aldi sedang duduk bermeditasi, dia sedang mengendalikan energi bulan di intinya. “Sekarang 4, energinya semakin banyak tapi tidak bergejolak seperti mereka.” Aldi melihat Frank, Ronald, dan Gerard juga sedang mengalirkan Prana keseluruhan tubuhnya. Teknik itu adalah hasil penelitian Aldi selama beberapa bulan, jiwa penelitinya muncul saat mengetahui Prana dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Ternyata hasilnya lebih dari bayangannya, jadi Aldi akan terus melakukan penelitian untuk menciptakan teknik terbaik.Tim pengintai yang nekat membuntuti kelompok Basara langsung dieksekusi di tempat tanpa suara. Kemampuan Gerard dan Grace berkembang sangat pesat setelah mereka mendalami Prinsip Jiwa.Usai membersihkan area, Aldi segera memberikan arahan untuk menjamu kelompok Basara. Koordinasi timnya berjalan sangat cepat dan terukur. Frank, sebagai penanggung jawab utama, terlihat begitu tenang meski harus mengurus banyak tugas logistik sekaligus dalam waktu singkat.Tidak lama kemudian, Basara dan Aldi sudah duduk berhadapan di ruangan yang sama. Keduanya saling melempar pandang, mencoba mengukur kedalaman kekuatan masing-masing.Namun, saat Aldi mengaktifkan sistemnya, sebaris teks aneh muncul: [Basara, Level ?, Power : ?.]Mata identifikasi yang selalu ia andalkan ternyata tidak berfungsi. Aldi hanya bisa menebak bahwa orang di depannya ini memiliki kekuatan yang berada di luar jangkauan sistemnya saat ini. Informasi dari jaringan intelijen menyebutkan bahwa Basara adalah seorang jenderal pera
Aldi perlahan membuka mata. Ia akhirnya memahami mengapa tekniknya tiba-tiba berkembang sendiri. Ternyata, Teknik Prinsip Jiwa ini bukanlah seratus persen ciptaannya, melainkan gabungan dari berbagai kekuatan. Saat mendapat tambahan energi lain, teknik itu akan berkembang secara alami dan memberikan wawasan baru bagi penggunanya. Artinya, semakin banyak ras yang menggunakan Teknik Prinsip Jiwa, semakin mendalam pula pemahaman mereka tentang kultivasi.Pandangannya langsung mengarah ke sosok penyihir yang terbang di langit. Di saat yang sama, ia juga bisa merasakan keberadaan kubah tak kasat mata yang melindungi semua orang. Kedua alis Aldi berkerut saat melihat Justin yang tampak kebingungan.Justin adalah penyihir jenius, anak dari seorang Viscount yang berkelana demi mencari pengalaman bertarung. Namun, langkahnya sedikit terhambat karena Aldi berhasil mengalahkannya dengan cukup mudah—bahkan setelah laga itu, Aldi masih harus menghadapi Visco.Bagi seorang penyihir, terbang adalah
Kabut panik sempat menyergap benak Aldi saat melihat tubuh Rini perlahan melenyap. Namun, ia memaksakan Prana tetap mengunci pandangannya untuk membedah fenomena yang sedang terjadi. Begitu pendaran cahaya hijau memudar, Aldi melesat mendekat.Tunas pohon kecil di hadapannya mulai bermanifestasi dan tumbuh secara abnormal. Dari yang awalnya hanya setinggi sejengkal tangan, tanaman itu meroket cepat hingga menjadi pohon dewasa setinggi dua meter.DEG!Dentuman misterius itu kembali menggetarkan udara. Aldi menoleh ke segala penjuru, nihil. Penasaran, ia memberanikan diri menempelkan telinganya ke kulit pohon yang masih bergetar hebat tersebut."Tidak mungkin... suaranya berasal dari dalam batang ini?"Sebelum rasa terkejutnya reda, tubuh Aldi mendadak memancarkan pendaran hijau pekat. Kemampuan pasif Regenerasi Super miliknya tiba-tiba meraung liar, menciptakan resonansi paksa yang menyedot sekaligus mengalirkan balik seluruh energi alam di sekitarnya."Cih, fenomena apa lagi ini?!" er
Setelah mengerahkan seluruh perlawanan, Visco akhirnya tumbang dan jatuh pingsan di tanah yang hancur. Di tengah gemuruh stadion, Aldi justru mendongak, menatap lurus ke langit tempat dua sosok pria tua mengawasinya sedari tadi. Sadar keberadaan mereka telah terkunci, kedua sosok misterius yang enggan menampakkan wajah itu langsung melesat pergi.Bersamaan dengan itu, suara komentator membahana mendefinisikan kemenangan mutlak nomor 178. Pihak penyelenggara Arena Mojor kembali menelan pil pahit; mereka merugi hingga sebelas ribu koin emas karena meremehkan Aldi. Di sisi lain, kelompok Bluewings pulang dengan kantong yang dipenuhi ribuan koin emas hasil taruhan.Setelah menerima hadiah utama berupa Inti Monster tingkat tinggi, Aldi menyadari benda itu tidak lagi berguna untuk menembus batas tubuhnya sendiri. Tanpa ragu, ia menyerahkannya kepada Frank. Setelah Frank berhasil menyerap dan menyaring seluruh energi keruh di dalam inti tersebut, sebuah ledakan energi murni tercipta—pria par
Melihat energi hijau yang menyelimuti tubuh Aldi, Visco segera meningkatkan kewaspadaannya dan langsung menerjang maju. Satu hantaman keras ia layangkan murni untuk meremukkan dada musuhnya, namun serangan bertenaga itu mendadak terhenti oleh satu telapak tangan Aldi.Energi hijau di tangan Aldi tidak hanya menahan benturan, tetapi juga meredam seluruh gelombang kejutnya, membuat pukulan telak Visco seketika kehilangan daya ancam.Aldi memutuskan bahwa waktu bermain-mainnya sudah habis. Menolak untuk terus membuang waktu dengan bertahan, ia mengambil alih kendali pertempuran. Tinju kanannya melesat secepat kilat, menghantam dada Visco yang sempat lengah akibat kehilangan momentum.Melihat pertahanan musuhnya terbuka, insting bertarung Aldi bergejolak. Tanpa memberi jeda satu napas pun, ia menghujani Visco dengan kombinasi pukulan beruntun yang brutal.BAM! BLAAM! BAM!Udara di sekeliling mereka menjerit hebat, terdistraksi oleh gelombang kejut mematikan yang tercipta dari setiap bentu
Wujud asli dari mode bertarung Justin kini terekspos sepenuhnya. Jubah penyihirnya yang terkoyak menampilkan bentuk tubuh yang bertolak belakang dengan penyihir rapuh pada umumnya. Otot-ototnya mengeras padat, berpadu dengan kulit biru tua yang membuatnya tampak seperti entitas iblis yang siap meratakan seisi kota.Sebelum Aldi sempat menganalisis perubahan struktur energi tersebut, tubuh Justin lenyap secara mutlak. Tanpa ada riak udara ataupun peringatan, sosok biru tua itu sudah muncul tepat di depan garis pandang Aldi, melayangkan satu pukulan keras ke arah dada.BLAAM!Hantaman berkekuatan destruktif itu melempar tubuh Aldi melesat lurus hingga menabrak dinding pembatas arena hingga retak parah. Asap tebal dan puing batu berjatuhan. Namun, alih-alih meringis kesakitan akibat patah tulang, dari balik kepulan debu, Aldi justru bangkit berdiri perlahan dengan seringai lebar di wajahnya. Rasa sakit dan tekanan hebat ini... adalah apa yang ia cari selama ini untuk menembus batas kemam
Cahaya kuning menjulang tinggi ke langit, satu ayunan pedang langsung membelah musuhnya. Peristiwa itu menggemparkan seluruh Kota Gayam, bahkan Faisal terlihat ternganga.Disisi lain Aldi sedikit terkejut dengan output yang dihasilkan. Dia hanya bereksperimen dengan prana dan memadatkannya dengan t
Aldi tidak tau seberapa efektif tekniknya dibanding orang didunia ini. Standarnya masih seperti dunia modern yang selalu mengejar kesempurnaan dan kekuatan.Sosok pria berkarisma terlihat mendekati lapangan latihan, Aldi berdiri dan melihat dua orang berjalan ke arahnya, mereka adalah Faisal dan Xo
Semua pelayan dipanggil, total ada 12 Pelayan Wanita dan 7 pelayan laki-laki termasuk Frank. Aldi melihat mereka semua takut menatap matanya, ada jurang diantara mereka.“Apa ada yang mau keluar?” tanya Aldi dengan suara pelan.Hening, semua terdiam. Mereka menggap Aldi ingin memecat dan menyengsar
Pada suatu tempat di ujung dunia terdapat sesosok pria berpakaian putih, dia adalah Robert Sang Ilmuwan Ilahi. Wajahnya lesu dan kantung mata terlihat sangat jelas, hari ini adalah tugas terakhirnya untuk menyelesaikan penelitian tentang obat penguat fisik manusia.“Akhirnya… Revolusi umat manusia







