Share

Bab 61

Jangankan Raina, Bayu pun terlonjak kaget mendengar pekik nenek yang kencang itu.

Sebab keberadaan nenek benar-benar tak diketahui oleh mereka.

Raina merasakan jantungnya berdebar-debar, ternyata apa yang dikatakan Bayu benar, sang nenek sangat galak.

Wajah wanita usia lanjut yang masih sangat energik itu begitu garang, menatapnya dengan tatapan mengerikan.

Membuat Raina seketika menundukkan kepala.

Beruntung Bayu cukup pengertian, pria itu memberinya ketenangan yang berarti.

Bayu masih mendekapnya hingga detik ini, bahkan lebih erat lagi, seperti mengetahui dirinya sedang ketakutan menghadapi sang nenek.

Sejenak Bayu juga membantunya melewati saat-saat menegangkan tersebut, dengan mengalihkan perhatian sang nenek.

“Nenek kok tidak bilang-bilang mau kemari? Kalau begini ‘kan kami jadi tidak ada persiapan apa-apa buat menyambut Nenek.”

Sambil berkata, Bayu berjalan menghampiri Nyonya Edgardo.

Sungkem pada sang nenek, menciumi kening, pipi kanan dan pipi kiri sesepuh tersebut. Menggamba
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status