ホーム / Romansa / Istri Dadakan Sang Presdir / 17. Sebuah Rencana Gila

共有

17. Sebuah Rencana Gila

作者: Scorpio_Girl
last update 公開日: 2025-09-06 21:51:50

Meida terdiam, wajahnya pias. Kekhawatiran merayap di benaknya setelah mendengar pengakuan Arland. Jika Raynar, suami Aruna, benar-benar seorang konglomerat, lalu bagaimana dengan dirinya? Apa yang akan terjadi jika Raynar tahu ia telah menghina dan merendahkan istrinya di depan banyak orang? Meida tidak bisa membiarkan itu terjadi. Tiba-tiba, sebuah ide gila melintas, dan ia langsung menyeret cucu kesayangannya, Jessica, ke sebuah ruangan.

"APA?!" Suara Jessica menggema memenuhi ruangan. Ia te
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Istri Dadakan Sang Presdir   27. Rahasia dibalik layar

    Aruna menutup mulutnya terkejut. Ia tidak menyangka bahwa pria yang menikahinya ini bukan hanya seorang CEO yang mewarisi Wijaya Corporation. Namun, di balik identitasnya itu, ia adalah pemilik tunggal AR Wijaya Satya. Sebuah perusahaan baru yang sedang naik daun, bahkan hampir sebanding—jika tidak lebih inovatif—dari perusahaan milik keluarganya. Di layar laptop, terpampang jelas struktur organisasi, laporan laba-rugi yang fantastis, dan, yang paling mengejutkan, nama Raynar Aksa Wijaya sebagai Founder and CEO.'Tunggu-tunggu. Berarti selama ini... Raynar sudah mempersiapkan semuanya?' batinnya bertanya-tanya. Ekspresinya masih menunjukkan keterkejutan yang amat jelas. Ia menoleh ke Raynar, matanya menuntut penjelasan, seolah baru menyadari bahwa ia menikahi sosok yang jauh lebih kompleks dan cerdas daripada yang ia bayangkan."Kenapa Anda..." Suara Aruna tertahan. "Kenapa Anda tidak pernah bilang? Dan kenapa Anda terus berada di Wijaya Corporation kalau sudah punya ini?"Raynar ters

  • Istri Dadakan Sang Presdir   26. Keputusan akhir

    Raynar menoleh, menatap Aruna. Sekilas ia menatap jari Aruna yang tersemat cincin pernikahan mereka. "Apa kamu bersedia untuk setia, berada di samping saya meskipun saya sudah tidak memiliki apa pun nanti?"Aruna terdiam beberapa saat, melihat tatapan Raynar dan harapan besar yang diberikan pria itu untuknya. Ini bukan lagi sandiwara, ini adalah pengakuan yang menuntut sebuah komitmen. Akhirnya, dengan lantang dan tanpa keraguan, ia mengangguk. "Saya bersedia."Raynar tersenyum lebar, hatinya benar-benar lega apalagi Aruna mengatakannya di depan keluarganya. Keyakinannya untuk terus memperjuangkan hubungan mereka semakin teguh, meskipun ia tahu konsekuensinya nanti ia akan kehilangan segalanya. 'Semuanya boleh hilang, asal jangan Aruna.'"Terima kasih, sayang!" lirihnya, mengecup sekilas kening Aruna, sebuah tindakan keintiman yang membuat Raisa mendidih."Dasar anak durhaka, demi wanita itu kamu berani melawan kami?" marah Bara, melihat respons Aruna di luar prediksinya.Melihat Bara

  • Istri Dadakan Sang Presdir   25. Saling membuka hati

    Langit senja yang biasanya menjadi momen favorit bagi Aruna, kini terasa biasa saja. Entah mengapa. Mungkin karena suasana hatinya yang keruh. Ia merasa bersalah.Aruna duduk seorang diri di bangku taman sebuah vila pribadi milik Raynar. Setelah resmi menikah, mereka memang bersepakat untuk tinggal bersama. Namun, ada beberapa aturan ketat yang diajukan Aruna, salah satunya adalah mereka tidak tidur dalam satu ranjang."Apa aku harus menjelaskan semuanya?" gumam Aruna gelisah. Ia memelintir jemarinya, merasakan kecemasan yang tidak bisa lagi ia tahan. Sejak percakapan 'ujian kesetiaan' yang panas tadi, Raynar tampak kesal. Bahkan sampai sekarang pria itu belum juga pulang, membuat Aruna khawatir."Padahal ini hanya hubungan pura-pura, tapi kenapa aku seperti ini?" gumam Aruna lagi, yang masih saja tidak percaya dengan Raynar tentang hubungan mereka. ia bingung dengan perasaannya sendiri. Piyama tipis menemani kegundahan hatinya. Angin malam yang menyapu halus kulitnya, dan cahaya bula

  • Istri Dadakan Sang Presdir   24. Penuh tekanan

    Bara terbaring lemah di atas brankar mewah ruangan itu. Meskipun begitu, dalam kondisi lemah pun ia masih tersulut emosi setelah mendengar cerita dari Raisa. Bara mengepalkan tangan di balik selimut. Pengumuman Raynar di kantor adalah sebuah deklarasi perang, sebuah penghinaan langsung terhadap otoritasnya. Raynar, putra yang ia didik untuk meneruskan perusahaan miliknya, berani menikahi seorang sekretaris, wanita yang tentu saja dianggapnya tidak setara."Pa, Papa harus tenang," Elisa yang sedari tadi berada di sana, sedikit khawatir melihat bagaimana emosi Bara setelah mendengar kabar dari Raisa tentang putra sematawayang mereka."Tenang?" sahut Bara dengan suara lirih namun kemarahan terpancar jelas di wajahnya. "Bagaimana Papa bisa tenang, Ma. Sedangkan Raynar, satu-satunya putra kita sekaligus penerus perusahaan, bagaimana bisa seenak hatinya melakukan pernikahan? Apalagi dengan wanita yang tidak setara dengan kita."Elisa hanya bisa terdiam. Sebenarnya ada banyak sekali unek-une

  • Istri Dadakan Sang Presdir   23. Pengakuan yang mengejutkan

    Raisa mematung, harga dirinya seakan hancur diinjak-injak. Rasa malu bercampur amarah membakar di dadanya. Tamparan yang gagal mendarat di pipi Aruna kini terasa lebih perih daripada apa pun. Ia menatap Raynar, berharap pria itu akan membelanya, tetapi tatapan dingin Raynar dan kalimatnya yang tajam bagai ribuan pisau menghujamnya."Jangan pernah sentuh istriku lagi. Jika kamu melakukannya, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkanmu," suara Raynar yang menggelegar penuh ancaman masih terngiang di telinganya.Aruna yang berada di pelukannya hanya bisa terdiam. Walaupun Aruna terlihat santai, namun ia berusaha menahan getaran di tubuhnya. Ia bisa merasakan tatapan seluruh karyawan di kantor itu, menuduh, menghakimi, dan penuh rasa ingin tahu.Raynar mengabaikan Raisa. Ia semakin mengeratkan pelukan itu, seolah ingin melindunginya dari semua mata yang mengawasi. Tiba-tiba, Raynar mengeluarkan ponselnya dan menelepon asistennya. "Siapkan meeting sekarang juga di lantai utama. Kumpul

  • Istri Dadakan Sang Presdir   22. Kegaduhan di Kantor

    Tebakan Jessica meleset. Ia menduga Raynar akan panik dan menangkapnya saat ia pura-pura terjatuh. Tapi tidak. Sedikit pun Raynar tidak bergeming. Ia hanya menatap Jessica yang jatuh dengan tatapan dingin, bahkan sebelah tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Sangat santai.BUKK!Tubuh Jessica membentur lantai dengan keras. Rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya, tetapi yang lebih sakit adalah harga dirinya. Ia mengangkat kepalanya, menatap Raynar yang masih berdiri dengan santai."Apa yang sedang kamu lakukan?" Suara Aruna tiba-tiba memecah keheningan.'Sialan.' Jessica mengumpat dalam hati. Kesalahpahaman yang ingin ia ciptakan gagal total. Ini adalah momen yang sangat pas, tapi sayangnya tidak sesuai ekspektasinya. Ia masih terduduk di lantai, rasa sakit dan malu membaur menjadi satu.Melihat kedatangan Aruna, Raynar menyambut dengan seulas senyum. Ia melangkah melewati Jessica yang masih terduduk di lantai, seolah Jessica hanyalah batu yang menghalangi jalannya. Raynar menghamp

  • Istri Dadakan Sang Presdir   21. Penuh Drama

    Jessica melangkah masuk ke dalam restoran mewah dengan senyum penuh percaya diri. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari seorang kenalan, Raynar dan Aruna sering makan siang di sini. Ia telah merencanakan pertemuan ini dengan matang, mengenakan gaun yang paling indah dan riasan yang paling men

  • Istri Dadakan Sang Presdir   19. Pelukan Ditengah Kehancuran

    BRAKKK!Pintu itu terbuka. Pemandangan pertama yang dilihat oleh CEO muda itu benar-benar membuatnya sangat khawatir. Dengan membawa ponsel Aruna yang ia temukan di depan pintu toilet, Raynar melangkah lebar menghampiri Aruna yang terduduk di atas lantai, di sudut tembok salah satu bilik toilet."A

  • Istri Dadakan Sang Presdir   18. Pertemuan Yang Tegang

    Raynar dan Aruna melangkah masuk ke ruang rawat. Aroma antiseptik menusuk hidung, menciptakan suasana dingin dan kaku. Di sana, Elisa duduk di samping ranjang, tangannya menggenggam tangan Bara yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Raisa berdiri di sudut ruangan, matanya memancarkan amarah yang t

  • Istri Dadakan Sang Presdir   15. Langkah Penuh Kemenangan

    Aruna terdiam. Kata-kata Raynar terasa begitu nyata, begitu berat, namun juga begitu indah. Di tengah koridor bandara yang sepi, ia merasa dunia mereka hanyalah mereka berdua. Semua hiruk pikuk di luar, amarah Bara, kepanikan Elisa, dan tatapan Raisa yang penuh kebencian, seolah menghilang."Maksud

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status