Home / Romansa / Istri Galak Sang Presdir / Bab 123. Akhir dari Perdebatan Panjang.

Share

Bab 123. Akhir dari Perdebatan Panjang.

Author: Laut
last update publish date: 2026-10-11 21:10:26

Ms. Carlota, Robert, Grace dan Francissca diantar ke kantor cabang Socra Internasional.yang ada di Kota Eleor.

Mereka berkeringat dingin, dengan dada berdebar, tapi saling menguatkan satu dengan yang lain.

“Kita nggak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, tapi kita akan berjuang semaksimal yang kita bisa,” kata Ms. Carlota dengan suara bergetar.

“Iya, Ms. Carlota. Semoga keberuntungan ada di pihak kita,” jawab Robert.

Sementara Barney dan Felicia mengikuti dari belakang.

Barney menggengg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 140. Nostalgia di Ruang Pertemuan.

    Setelah menghabiskan masa bulan madu, Felicia dan Barney mulai aktif kembali dengan pekerjaannya.“Gimana? Apa kamu udah siap bekerja lagi, Sayang?” tanya Barney setelah sarapan.Felicia tersenyum. “Pasti. Apalagi kali ini adalah kerjasama pertama kita.”Mereka berangkat bersama. Memasuki area perusahaan dengan langkah mantap diikuti tatapan para karyawan lainnya.“Ssst! Akhirnya Felicia ke sini lagi,” bisik salah satu karyawan.“Iya mereka bekerja sama. Emang hebat Felicia, dia pantas mendapatkan pasangan seperti Mr. Barney,” jawab rekannya.Barney, Felicia dan orang-orang yang bersangkutan berkumpul di ruang pertemuan.Namun pagi itu, suhu udara di sana mendadak turun hingga beberapa derajat.Di ujung meja oval, Felicia berdiri tegak dengan pembawaan dingin yang sangat familier bagi orang-orang lama di kantor itu.Rambut pendeknya disibak kasar dan tatapan matanya tajam menghunus lurus ke arah ujung meja satunya, tempat Barney duduk sambil melipat tangan di dada dengan rahang menger

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 139. Langkah Awal di Rumah Baru.

    "Harusnya itu aku!" desis Angelina, suaranya parau dan bergetar hebat. Jemarinya mencengkeram tepi meja rias hingga kuku-kukunya memutih. "Kursi itu, gaun itu, senyuman Barney, semuanya harusnya milikku!"Cahaya biru dari layar televisi berukuran besar memantul di bola mata Angelina yang merah. Siaran berita hiburan nasional masih menayangkan potongan gambar kemegahan pesta di gedung pertemuan Eleor. Di dalam kamar yang gelap itu, napasnya memburu. Felicia tersenyum anggun dalam balutan gaun putih tulang, digandeng erat oleh Barney Ferdinand yang gagah dengan setelan tuksedo hitam.Di kepala Angelina, bayangan itu terus berputar bagaikan kaset rusak yang sangat menyiksa.“Brengsek! Dasar brengsek!” teriaknya.Dengan sekali sentakan emosi yang meledak, Angelina meraih botol parfum kaca di dekatnya dan melemparnya tepat ke arah wajah Felicia di layar televisi. Prang! Botol itu pecah berkeping-keping, meninggalkan goresan dalam pada layar, namun gambar kebahagiaan sepasang kekasih i

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 138. Panggung Kehormatan.

    Gedung pertemuan terbesar di kota Eleor malam itu disulap bagaikan istana cahaya. Karpet merah membentang luas menyambut kedatangan para konglomerat, pejabat tinggi, dan seluruh pengusaha terkemuka dari kota Eleor.Kilatan lampu kamera dari puluhan media ternama terus menyala, mengabadikan momen yang paling dinantikan tahun ini, pengumuman resmi status Felicia di dalam dinasti keluarga Ferdinand.Di ruang tunggu utama, Felicia menarik napas dalam-dalam. Gaun malam berwarna putih tulang rancangan desainer ternama melekat sempurna di tubuhnya, memancarkan keanggunan yang bersahaja. Di sampingnya, Barney yang tampak gagah dengan setelan tuksedo hitam menggenggam tangannya dengan erat."Tanganmu dingin sekali, Sayang," bisik Barney lembut, lalu mengecup punggung tangan Felicia. "Tenanglah. Semua orang di luar sana pasti akan kagum melihat kecantikanmu.”"Aku masih sedikit nggak percaya, Barn," sahut Felicia dengan senyum tipis. "Melihat begitu banyak orang besar yang datang, rasanya sepe

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 137. Gaun Desainer Ternama.

    “Kalian tidak akan membicarakannya di sini karena ada saya, tapi di tempat lain. Kalian akan melakukannya lagi. Silakan ke HRD sekarang juga,” kata Barney sebelum dia meninggalkan tempat itu.Cindy dan temannya membisu. Wajahnya pias. Keputusan Barney bagai petir di siang bolong."Dengarkan saya baik-baik, semuanya. Felicia bukan menantu rahasia. Dia adalah wanita yang saya hormati, saya cintai, dan kecerdasannya adalah alasan mengapa Mr. Ferdinand memilihnya tanpa ragu,” Barney sengaja bersuara keras.Orang-orang yang ada di situ menunduk. Baru kali ini mereka melihat aura atasan mereka bagai singa yang terluka.“Siapa saja yang masih berani bergosip atau meragukan posisinya di perusahaan maupun di keluarga saya, silakan ambil pesangon kalian hari ini juga!" tegasnya.Kata-kata final dari Barney menutup perdebatan hari itu. Semua karyawan segera membubarkan diri dengan teratur dan kembali ke meja masing-masing, tidak berani lagi memandang Felicia dengan sebelah mata. Sifat iri dan s

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 136 Bungkamnya Para Penggunjing

    Berita mengenai rencana perjamuan besar Mr. Ferdinand bocor ke publik bagaikan bensin yang menyambar api. Dalam waktu singkat, ruang-ruang obrolan di media sosial dan grup chat kalangan sosialita langsung meledak. Status Felicia yang merupakan seorang single mom mendadak digali dan dikuliti. Mereka menyebut Felicia sebagai "menantu rahasia" Sentimen negatif itu ternyata tidak berhenti di luar pagar rumah mewah Kakek, melainkan merembet hingga ke koridor kantor pusat perusahaan Barney. “Ayo, Fel. Kamu harus ambil berkasnya dulu nanti kita urus kelanjutannya,” ajak Barney setelah membukakan pintu untuk Felicia. Felicia berjalan di samping Barney mengundang lirikan dari beberapa karyawan. Grace yang mendengar kabar tentang kedatangan Felicia ke perusahaan segera berlari keluar ruangan. Dia mencari keberadaan sahabatnya itu. Di lorong, dekat lift, Grace berteriak memanggilnya. “Hai, Fel!” “Grace!” jawab Felicia. Mereka berpelukan dengan mata berbinar. “Waduh, tamb

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 135. Keberanian Felicia.

    “Kamu wanita yang luar biasa. Sekarang, Kakek ingin bertanya langsung padamu,” katanya sambil menatap langsung pada Felicia.Felicia menunggu perkataan Kakek selanjutnya dengan perasaan tak menentu.“Apakah kamu sudah siap dan bersedia menjadi bagian utuh dari keluarga ini? Menjadi istri Barney dan nyonya di rumah ini?"Jantung Felicia berdegup kencang. Pertanyaan itu terdengar begitu sakral. Dia menatap Barney, melihat binar cinta dan pengharapan yang begitu besar di mata pria itu. Wanita cantik itu menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk mantap sambil tersenyum. "Iya, Kakek. Saya siap. Saya ingin kita melangkah bersama sebagai keluarga.""Bagus!" Mr. Ferdinand tiba-tiba memukul meja makan dengan pelan, wajahnya mendadak berubah menjadi lebih cerah."Kalau begitu, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda. Barney, Felicia, Kakek sudah mengambil keputusan,” katanya lagi.Barney mengangkat alisnya, tersenyum curiga. "Keputusan apa, Kek? Jangan bilang Kakek mau mempercepat acara in

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status