Home / Romansa / Istri Kedua Sang Jenderal / 122. Ledakan Ranjau

Share

122. Ledakan Ranjau

Author: rainaxdays
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-02 12:16:23
Anna hampir tidak bisa membuka berkas yang ia bawa dari rumah ayahnya.

Kaiden terus melatihnya selama beberapa hari ini. Lalu ketika dia tiba di kamar pada malam hari, ia sudah terlalu lelah untuk sekadar membukanya.

Anna menyimpan semuanya di dalam laci nakas dan menumpuk bagian atasnya dengan novel-novel romansanya. Ia tidak bisa membiarkan Kaiden atau Camila melihatnya. Sebelum ia tahu motif ayahnya, ia tidak akan membiarkan siapa pun melihat berkas itu.

Dan hari ini, ketika Anna berpi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
rainaxdays
Terima kasih ♡
goodnovel comment avatar
Mamta Orrii
ya ikuti saja alurnya dan tetap menanti yg terbaik dari sini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kedua Sang Jenderal   161. Kekecewaan Kaiden pada Anna

    Kaiden menonton rekaman di ruang rawat Baliant dengan wajah gelap. Darahnya berdesir, menahan amarah yang siap untuk meledak. Kaiden rasanya terus mengalami syok tanpa henti. Ia terus dihantam kenyataan pahit tentang apa yang sebenarnya terjadi di belakang punggungnya. Semua ini terasa seperti mimpi buruk yang tak ada habisnya. Rekaman itu membuktikan bahwa Anna tidak tahu apa-apa soal keterlibatan ayahnya dengan Panthera Kroy, tetapi dia sudah curiga sejak awal. Dia sudah bisa menebak kalau ayahnya adalah anggota penting, tetapi terus dihantui keragu-raguan. Anna tidak salah, tetapi Kaiden kecewa karena Anna tidak memberitahukan apa pun padanya. Kaiden bisa mengerti bahwa sebagai seorang anak, Anna tidak ingin langsung berprasangka buruk pada ayahnya. Apalagi, ayahnya adalah seorang pahlawan perang yang terkenal bijaksana dan bermartabat. Sudah jelas sulit bagi Anna untuk melihat ayahnya sebagai pria keji yang suka membunuh. Kaiden sekarang sadar bahwa stres dan kegelisaha

  • Istri Kedua Sang Jenderal   160. Balas Dendam Kaiden

    Kaiden menatap liar peta negara Mosirette dengan perasaan campur aduk. Rasa panik dan bingung menguasainya, ia nyaris tidak bisa berpikir dengan benar. Ia terus bertanya-tanya ke mana Baliant atau Dokter Marcus membawa istrinya pergi.Belum ada kabar dari para prajurit kelas atas.Tidak ada seorang pun yang melihat mereka, yang mana sangat aneh dan mengherankan. Kaiden telah mengerahkan semua prajuritnya. Mereka dengan sigap menutup semua akses jalan dan memeriksa setiap rumah, bahkan ke lubang tikus sekalipun, tetapi hasilnya nihil.Keluarga Proxie, Dominic, Vasily, Fay, Baliant, Dokter Marcus, dan Anna—semuanya menghilang bak ditelan bumi.Kaiden mulai berpikir kalau ada terowongan rahasia yang menjadi jalan kabur mereka. Ia telah menandai beberapa titik yang memungkinkan adanya terowongan, tetapi para prajuritnya masih tak menemukan apa pun.Sepanjang hidupnya menjadi seorang prajurit dan jenderal, baru kali ini Kaiden dibuat seputus asa ini. Ia merasa buntu. Hilangnya Anna hanya m

  • Istri Kedua Sang Jenderal   159. Pengkhianatan Baliant dan Dokter Marcus

    “Jenderal, seluruh staf rumah sakit mengonfirmasi bahwa Tuan Baliant, Nyonya Annalise, dan Dokter Marcus tidak terlihat di ruangan mana pun. Bahkan gudang, lemari penyimpanan alat kebersihan, dan halaman belakang juga diperiksa. Tapi, mereka tidak terlihat di mana-mana, Jenderal.” Kepala rumah sakit memberi informasi dengan kepala tertunduk ketakutan. Ia berdiri dihadapan Kaiden yang terbakar amarah—nyaris mengamuk karena keteledoran para staf yang ceroboh. Tidak ada satu pun dari mereka yang melihat Anna, Baliant, atau Dokter Marcus meninggalkan rumah sakit. Bagaimana mungkin itu terjadi? “APA SAJA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI?! BAGAIMANA MUNGKIN KALIAN TIDAK MELIHAT ISTRIKU PERGI?!” Kaiden menggeram murka, wajahnya memerah padam. Ia melayangkan tatapan mematikan pada sang kepala rumah sakit yang sudah berlutut di lantai. “Kalian semua tidak becus bekerja di rumah sakit ini!” Lebih dari apa pun, Kaiden hanya mengkhawatirkan istrinya. “Ma-maafkan kami, Jenderal. Tolong

  • Istri Kedua Sang Jenderal   158. Hilangnya Anna, Baliant, dan Dokter Marcus

    “Apa istriku sedang tidur?” Kaiden melepaskan topinya dan menatap Camila yang berdiri diluar pintu kamarnya. Camila menunduk dan menggeleng. “Maaf Tuan, tapi Nyonya Annalise belum kembali dari rumah sakit.” “Apa?” Kaiden mengernyit bingung. Ia melirik jam tangannya, sudah pukul tujuh malam lewat beberapa menit. Seharusnya Anna telah kembali dari rumah sakit sejak jam enam. Dia biasanya selalu pulang di jam yang sama. Kenapa dia tinggal lebih lama? Apakah sesuatu terjadi pada ayahnya? Kaiden tidak menerima berita apa pun dari Dokter Marcus, jadi seharusnya Baliant baik-baik saja. Atau berada dalam kondisi normalnya. “Apa tidak ada kabar apa pun yang dikirim Anna atau informasi dari pihak rumah sakit?” tanya Kaiden lagi. Entah kenapa ia mulai merasa khawatir, padahal kunjungan Anna ke rumah sakit jelas bukan sesuatu yang berbahaya. “Tidak ada, Tuan,” jawab Camila dengan suara pelan. “Saya awalnya berpikir kalau Nyonya Annalise sudah kembali, tapi ketika saya datang untuk be

  • Istri Kedua Sang Jenderal   157. Anna Dibius

    “Ayah ingin kau membunuh Kaiden dengan tanganmu sendiri!”Kata-kata itu berdengung di telinga Anna yang mematung di tempat. Matanya membelalak penuh kengerian. Mulutnya terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar.Anna hampir tidak bisa mempercayai pendengarannya sendiri, tetapi itulah yang ayahnya katakan.Ayahnya menyuruhnya untuk membunuh suaminya sendiri.Suami yang baru saja ia cintai.Dunia Anna terasa runtuh seketika. Perasaannya remuk redam. Ia hanya berdiri di sana—linglung dan syok. Sekeliling ruangan terasa berputar hebat. Tubuhnya gemetar hebat, kedua kakinya goyah, hampir tidak bisa menahan tubuhnya sendiri.Suara dingin ayahnya masih terus terngiang-ngiang di kepalanya.Bagaimana mungkin ayahnya menyuruhnya untuk membunuh suaminya sendiri?Anna menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya. Ia berharap ayahnya akan menarik kata-katanya, tetapi yang terlihat di mata hitamnya hanyalah dendam dan amarah.Amarah itu berkobar di sana. Bukan amarah sepele, tetapi amarah yang tel

  • Istri Kedua Sang Jenderal   156. Terungkapnya Segala Rahasia Baliant

    “... Kita adalah pendiri Panthera Kroy!” Anna terhenyak, matanya membelalak sempurna. Udara terasa direnggut dari paru-parunya, dadanya terasa sesak, sakit—ia kesulitan bernapas. Gejolak amarah, kekecewaan, dan rasa tidak percaya berkecamuk dalam pikirannya, membuatnya linglung. Untuk sesaat, tatapan Anna terasa kosong. “Anna...?” Baliant memanggil dengan suara keras. Anna tersentak. “A-apa... apa Ayah bilang?” “Keluarga kita adalah pendiri Panthera Kroy,” ulang Baliant dengan suara ditekan. Ia mundur dan menatap langit-langit ruangannya, tatapannya tampak merenung. “Apa kau tidak sadar? ‘Kroy’ adalah kebalikan dari ‘York’, nama keluarga kita. Karena kitalah yang membentuk Panthera Kroy dan menjadi pemimpin di setiap generasi.” Anna membeku di tempat, darah menghilang di wajahnya. Matanya memelototi ayahnya, berharap itu semua hanya lelucon semata. Namun, wajah serius ayahnya membuktikan bahwa ucapannya bukan sekadar bualan. Keluarga York benar-benar pendiri Panthera Kroy. “K

  • Istri Kedua Sang Jenderal   80. Penyambutan Resmi

    “Camila, apa yang Selena lakukan saat dia harus tampil resmi di gedung pemerintahan?”Pagi itu, setelah mendandani Anna, Camila sibuk memilihkan sepatu hak tinggi yang sesuai.Dia mengeluarkan sepatu berwarna perak penuh glitter, sepatu berwarna putih gading dari kain renda yang elegan, dan sepatu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Jenderal   76. Mimpi?

    Anna murung selama berhari-hari.Ia menghabiskan waktunya di hutan halaman belakang, menatap ke arah kandang Panther yang telah kosong. Merenungi hari-hari ketika macan kumbangnya itu masih ada di sana, bermain dengannya bersama Phoenix.Hatinya terasa kosong dan sesak. Tetapi, ia tahu tidak ada ya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Istri Kedua Sang Jenderal   59. Perselingkuhan Selena

    “Camila, kenapa semua heels-ku diganti?” Anna mengernyit menatap sepatu hak tinggi baru yang Camila susun ke dalam lemari. Desain dan warnanya sama dengan heels sebelumnya, dengan hiasan mutiara, glitter, dan bunga. Namun, bagian dalamnya tidak lagi sakit ketika dikenakan. Malah terasa sangat ny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Istri Kedua Sang Jenderal   37. Apa Kau Menyukai Dominic?

    Anna mengisi penuh pistolnya dengan peluru sebelum menyelipkannya ke paha di bawah roknya. Ia berniat untuk pergi ke hutan halaman belakang demi menenangkan diri.Pernikahannya sudah berada di depan mata dan ia butuh sesuatu untuk meredakan adrenalinannya. Anna telah memasang peredam pada pistolnya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status