Home / Romansa / Istri Kedua Sang Jenderal / 122. Ledakan Ranjau

Share

122. Ledakan Ranjau

Author: rainaxdays
last update publish date: 2026-03-02 12:16:23
Anna hampir tidak bisa membuka berkas yang ia bawa dari rumah ayahnya.

Kaiden terus melatihnya selama beberapa hari ini. Lalu ketika dia tiba di kamar pada malam hari, ia sudah terlalu lelah untuk sekadar membukanya.

Anna menyimpan semuanya di dalam laci nakas dan menumpuk bagian atasnya dengan novel-novel romansanya. Ia tidak bisa membiarkan Kaiden atau Camila melihatnya. Sebelum ia tahu motif ayahnya, ia tidak akan membiarkan siapa pun melihat berkas itu.

Dan hari ini, ketika Anna berpi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
rainaxdays
Terima kasih ♡
goodnovel comment avatar
Mamta Orrii
ya ikuti saja alurnya dan tetap menanti yg terbaik dari sini
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kedua Sang Jenderal   147. Permintaan Kaiden pada Baliant York

    "Bagaimana?""Semuanya baik, Jenderal." Dokter Chloe menyimpan tensimeternya di atas meja, lalu menatap Kaiden dan Anna. "Tidak ada masalah. Tekanan darah, gula darah, kenaikan berat badan, dan sebagainya normal. Tidak ada infeksi juga. Nyonya Annalise dan bayinya sangat sehat."Kaiden otomatis menghela napas lega. Ia melirik Anna yang mengerucutkan bibirnya, setengah mengejek Kaiden yang kelewat khawatir pagi ini.Padahal, mual dan muntah Anna di pagi hari adalah hal normal. Namun, Kaiden malah berpendapat lain. Mereka langsung pergi ke rumah sakit, meskipun jadwal konsultasi Anna seharusnya dilakukan tiga hari lagi.Kaiden melemparkan senyum tipis dan diam-diam mengelus perut Anna."Baiklah kalau begitu," ucap Kaiden, beralih menatap Dokter Chloe. "Kupikir aku hanya khawatir berlebihan."“Saya bisa mengerti, Jenderal. Apalagi, ini adalah anak pertama Anda dan Nyonya Annalise." Dokter Chloe untuk pertama kalinya tersenyum lembut pada Anna.Hal yang cukup mengejutkan, sebenarnya. Anna

  • Istri Kedua Sang Jenderal   146. Diskusi Lachey, Dominic, dan Lysa

    "Bagaimana Dominic? Apa kau merasa kalau Jenderal Kaiden telah mencurigai kita?" Lachey—ayah Lysa—bertanya dengan suara pelan. Di ruang bawah tanah keluarga Proxie, ia, Lysa, dan Dominic berkumpul untuk mendiskusikan beberapa hal. Jam dinding telah menunjukkan pukul 4.35 pagi. Dominic harus pergi ke perbatasan cadangan pada pukul enam, jadi mereka melakukan rapat pagi-pagi sekali. "Aku pikir Jenderal Kaiden memang sedang mencurigai pergerakanku," ucap Dominic, membungkuk ke depan. Suaranya terdengar agak tegang. "Tapi anehnya, mereka belum melakukan apa pun. Jenderal Kaiden bahkan membiarkanku bebas berjaga dan tidak pernah bertanya apa pun padaku." Lachey mengelus dagunya yang ditumbuhi janggut tebal. "Ya, itu memang aneh. Tapi kita tidak akan pernah bisa menebak pergerakan Jenderal Kaiden." "Apa menurut Ayah sendiri, Jenderal Kaiden sudah mulai menyelidiki sesuatu?" tanya Lysa, mengerutkan alisnya. "Dominic tidak tahu lagi apa saja yang dibahas di barak militer, jadi siapa

  • Istri Kedua Sang Jenderal   145. Ketakutan Anna

    Anna tidak bisa tidur.Mungkin karena ia tidur siang terlalu lama, jadi sekarang ia tidak mengantuk sama sekali.Di hadapannya, Kaiden sudah terlelap sejak satu jam yang lalu. Dadanya yang tidak dibalut apa pun terlihat naik turun dengan teratur. Tangannya terus memeluk pinggang Anna, meskipun Anna sudah bergeser sedikit untuk memperhatikan wajahnya.Mungkin selain karena tidur terlalu lama, pikirannya yang tidak mau beristirahat juga menjadi penyebab ia terjaga. Ia terus memikirkan berkas itu dan hubungannya dengan ayahnya.Ia sangat bingung.Semua bukti mengarah ke ayahnya, tetapi di sisi lain, ia masih ragu. Satu-satunya yang bisa memastikan ini semua adalah ayahnya sendiri. Namun, jika Anna bertanya, ayahnya bisa saja berbohong.Bagaimana Anna membuktikan ini semua? Bagaimana ia tahu kebenarannya? Apakah ayahnya benar-benar bagian dari Panthera Kroy atau bukan?Stresnya semakin meningkat setiap hari. Dan jika ia tidak segera mengetahui jawabannya, maka Kaiden pasti akan mengetahu

  • Istri Kedua Sang Jenderal   144. Kekhawatiran Anna

    “Kurasa ini saatnya aku memperkenalkanmu pada keluargaku, Sayang. Terutama ibuku.”Anna termangu, tidak tahu harus mengatakan apa. Membicarakan ibu Kaiden otomatis mengingatkannya pada cerita Kaiden. Kematiannya yang tragis telah meninggalkan bekas mendalam di hatinya.“Ibuku pasti akan sangat senang memiliki menantu yang sangat cantik dan pintar sepertimu.” Kaiden tersenyum kecil dan membelai wajah Anna. Jemarinya bergerak turun, lalu ia membungkuk untuk memberi kecupan manis di sudut bibir Anna. “Aku sangat bersemangat ingin membawamu ke sana.”Hati Anna mencelos, tetapi ia tetap menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lebar. Meskipun begitu, ia tidak bisa menyembunyikan sorot matanya yang berkaca-kaca.Kaiden yang menyadari hal itu dengan lembut menangkup dagunya. “Jangan sedih, Sayangku. Ini justru hari yang bahagia.”Anna mengangguk dengan senyum tipis. Kaiden sekali lagi mendaratkan kecupan semanis madu di bibirnya sebelum meraih tangannya.“Ayo berangkat.”“Ya.”Mereka berjalan

  • Istri Kedua Sang Jenderal   143. Mengunjungi Mausoleum Keluarga Kaiden

    “Apa Kaiden masih berada di ruang kerjanya?” “Sepertinya begitu, Nyonya.” Anna melirik jam, sudah lewat pukul dua siang. Kaiden telah pergi ke lantai tiga sejak pukul sembilan pagi. Dia tidak pergi ke barak seperti biasanya dan katanya ingin menyelesaikan beberapa tugas pemerintahan di ruang kerjanya. Kaiden juga berniat mengajaknya ke suatu tempat hari ini. Untuk itu, setelah makan siang, Camila mulai mendadaninya. Anna sudah siap dengan balutan gaun sutra berwarna biru pastel. Rambut hitam kecoklatannya dikepang dan digelung ke belakang. Camila lalu memberikan hiasan mutiara yang sama persis dengan anting yang dipakainya. Anna duduk di sofa saat Camila mulai mengatur ulang sepatu yang sempat dia keluarkan. Di tengah itu, pintu kamar terbuka, menampilkan sosok yang sejak tadi memenuhi pikiran Anna. “Sudah selesai?” Kaiden mengangguk singkat. Ia mendekat, tatapannya terpaku menatap Anna dari ujung kepala sampai ujung kaki. Matanya berkilauan, sepenuhnya terpesona dengan penam

  • Istri Kedua Sang Jenderal   142. Kecurigaan Kaiden

    “Bagaimana hasil interogasinya?”Pagi itu, di ruang kerjanya di lantai tiga, Kaiden menelepon Gael untuk mengetahui hasil dari interogasi ulang yang mereka lakukan. Para pemberontak terus menolak untuk memberi informasi, meskipun mereka telah dikuliti sedikit demi sedikit. Kaiden ingin tahu berapa lama mereka akan bertahan sebelum memohon ampun.“Mereka masih bersikeras untuk tidak membongkar rahasia, tapi kami berhasil mendapatkan sedikit informasi, Jenderal,” ucap Gael di seberang telepon. Benda pipih yang menempel di telinga Kaiden menyalurkan suaranya dengan sangat jernih. “Mereka menyebut bahwa ada bunker tersembunyi di distrik satu yang menjadi salah satu dari markas mereka. Hanya saja, kami tidak tahu di mana titik pastinya. Mereka mengaku tidak mengetahui tempatnya.”‘Distrik 1?’, batin Kaiden, mengerutkan alisnya. Distrik tempat di mana Anna tinggal. Selama bertahun-tahun, seluruh informasi dari para pemberontak selalu saja berakhir di distrik 1. Tidak pernah di distrik lai

  • Istri Kedua Sang Jenderal   82. Angkat Gaunmu dan Layani Aku

    Kaiden mencuci tangannya di wastafel setelah makan siang. Para tamu dan warga Don yang menunggu di luar gedung sedang menonton pertunjukan di lapangan. Itu adalah sebuah atraksi militer dengan mempertontonkan kepiawaian para prajurit kelas atas. Mereka membawa beberapa singa gurun terlatih. Kaid

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Jenderal   80. Penyambutan Resmi

    “Camila, apa yang Selena lakukan saat dia harus tampil resmi di gedung pemerintahan?”Pagi itu, setelah mendandani Anna, Camila sibuk memilihkan sepatu hak tinggi yang sesuai.Dia mengeluarkan sepatu berwarna perak penuh glitter, sepatu berwarna putih gading dari kain renda yang elegan, dan sepatu

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Jenderal   78. Kaiden Masih Marah?

    “Phoenix?!”Anna nyaris berteriak. Beberapa pengunjung meliriknya dan ia spontan menutup mulutnya.“Ayo.” Anna segera menarik Phoenix ke bagian belakang perpustakaan yang sepi. Ia menatap Phoenix dari ujung kepala sampai ujung kaki. Perasaannya campur aduk—syok, haru, tercengang, dan bahagia.Ia ti

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Jenderal   73. Panther Mengamuk

    “Kaiden, coba lihat? Buket bunganya sangat indah, bukan?” Sang ibu mendongak, menatap ke arah Kaiden yang berdiri di puncak tangga sambil memperlihatkan buketnya. Kaiden menaikkan satu alisnya. “Dari mana Ibu mendapatkannya?” “Dari dua orang anak kecil—” Sebelum ucapan ibunya sempat terselesai

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status