Share

Bab 9. Rasa Cemburu

Author: DLaksana
last update publish date: 2024-06-25 22:25:15

Rani yang bingung akan pengusiran dari mertuanya itu hanya bisa terdiam dengan wajah polosnya.

“Apa yang terjadi, Mas?” Siska yang baru saja datang dibuat bingung oleh ekspresi wajah ibu mertuanya yang tampak kesal.

“Suruh wanita j*lang itu pergi, Siska! Aku tidak sudi melihat dia di sini!” usir Helena sekali lagi mengarah pada Rani.

“Kamu belum tahu ‘kan?” tunjuk Helena dengan jari telunjuknya. “Ternyata wanita itu adalah wanita malam. Aku tahu dia mau dijadikan istri kedua pasti ingin m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hanind
kalimat akhir siska kok bikin curiga yaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 47. Sidang Keputusan

    Seminggu setelah penetapan sebagai tersangka. Kini waktu sidang pun tiba. Suasana di ruang persidangan terasa hening dan penuh ketegangan.Hakim yang memimpin sidang duduk dengan wajah serius di atas kursi tinggi, sementara di sisi terdakwa, Marshel duduk dengan wajah pucat dan pakaian tahanan yang dikenakannya. Matanya sesekali melirik ke arah hadirin, mencari secercah harapan.Di barisan hadirin, Galvin duduk di barisan depan dengan Maharani di sebelahnya. Wajah Galvin tegas namun tenang, sementara Maharani tampak tenang namun ada sedikit keraguan di matanya.Di sebelah mereka, Siska duduk dengan tangan yang saling menggenggam erat di pangkuannya. Matanya tidak lepas dari sosok Marshel, penuh rasa iba, rasa bersalah, dan juga kekhawatiran yang bercampur aduk.Di barisan belakang, Lingga, Kalisa, dan Marko juga hadir. Kalisa memegang tangan Maharani dari belakang sebagai tanda dukungan, sementara Marko menatap Marshel dengan tatapan tajam, siap melihat keadilan ditegakkan.Siska mene

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 46. Permintaan Siska

    Angin malam menerpa lembut melalui pintu balkon yang terbuka, membuat tirai renda putih bergoyang perlahan. Maharani duduk di sofa yang menghadap ke luar, tangan kanannya pelan menyentuh perutnya yang sudah mulai membuncit jelas. Dia sedang memandangi pemandangan kota yang mulai menerangi lampu malam ketika mendengar pintu kamar terbuka dengan suara pelan.Tanpa melihat ke belakang, dia rasa tahu siapa yang datang, namun ketika lengan kuat Galvin menyelimuti pinggangnya dan tubuhnya menempel erat dari belakang, Maharani tetap terkejut dan sedikit menggigil karena sentuhan hangat suaminya yang menyegarkan di malam yang sejuk.“Mas...” ucapnya pelan, menyandarkan pipinya pada lengan Galvin.Galvin tidak langsung berbicara, hanya memeluknya lebih erat dan menghirup aroma parfum favorit Maharani yang menenangkan hatinya. Setelah beberapa saat, dia mulai menceritakan semua yang terjadi, bagaimana Siska datang padanya dengan penuh harapan, meminta untuk mencabut tuntutan terhadap Marshel, h

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 45. Panggilan Kepolisian

    Langit malam tampak mendung dengan angin kencang yang menerpa sebagian wilayah Ibukota.Sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah Marshel yang megah. Dua petugas polisi berpakaian seragam keluar dengan surat panggilan resmi di tangan. Galvin ternyata membatalkan semua kerja sama bisnis dengan Marshel secara sepihak.“Pak Marshel Gunawan?” tanya salah satu petugas dengan sopan namun tegas saat Marshel baru saja keluar dari mobilnya, masih menggunakan perban di hidungnya.“Ya, saya. Ada apa?” tanya Marshel dengan wajah yang sedikit terpana. Dia sudah menduga akan ada konsekuensi dari perbuatannya, tapi tidak menyangka pihak berwenang akan datang dengan cepat.“Saya dari Kepolisian Resor Jakarta Pusat. Kami memiliki surat panggilan untuk Anda terkait kasus penganiayaan yang terjadi pada ibu Maharani beberapa waktu yang lalu di Hotel Grand Sentosa,” jelas petugas polisi sambil menunjukkan surat resmi yang ada di tangannya. “Mohon untuk bisa menyertai kami ke kantor polisi untuk memberik

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 44. Pemeriksaan

    Keesokan harinya, cuaca yang cukup mendung juga udara dingin membuat Maharani yang berada di dalam mobil menatap ke sekeliling dengan perasaan bahagia. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungannya. Setelah menempuh hampir satu jam di perjalanan, akhirnya perjalanan itu sampai di waktu yang tepat.Namun, saat menunggu pemeriksaan tiba, Maharani yang sudah duduk di bangku tunggu selama hampir satu jam, sering kali melihat ke arah pintu masuk dengan ekspresi penuh harapan.Dia juga melihat waktu di jam tangannya menunjukkan pukul 10.30, bertepatan dengan waktu jadwal pemeriksaannya. Maharani menghela napas panjang dan mengeluarkan pesan singkat untuk Galvin: "Mas, aku mulai masuk pemeriksaan, ya. Semoga meetingnya lancar."Setelah mengirim pesan, dia berdiri perlahan dan mulai berjalan menuju loket pendaftaran. Rasa kecewa jelas terlihat di wajahnya, dia sangat berharap Galvin bisa menemaninya pada pemeriksaan penting ini, mengingat bayinya sudah memasuki usia 22 minggu dan mereka aka

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 43. Anniversary

    Hari pun dengan cepat berganti, malam yang indah dengan taburan bintang di angkasa membuat suasana di restoran mewah begitu terasa hangat.Siska telah merencanakan segalanya dengan matang. Restoran yang dulu menjadi tempat pertama mereka berkencan dan kemudian bertunangan telah disewa secara eksklusif untuk malam itu. Dekorasi ruangan dihiasi dengan bunga mawar merah, bunga favorit Galvin untuknya, dan lilin yang menyala memberikan suasana hangat juga romantis.Ketika Galvin datang mengenakan jas hitam yang rapi, wajahnya masih tampak dingin dan tidak beremosi. Dia melihat dekorasi yang indah di sekelilingnya, lalu menatap Siska yang berdiri di tengah ruangan mengenakan gaun malam putih muda yang pernah dikenakannya saat malam tunangan mereka.“Kamu yang mengatur semua ini?” tanya Galvin dengan nada yang datar menatap ke sekeliling.Siska mengangguk pelan dengan senyuman lembut. “Ya, Mas. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang kelima. Aku ingin kita bisa merayakannya bersama

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 42. Bicara dengan Kalisa

    Setelah kejadian semalam, kini Maharani duduk di tepi ranjang, tangan kanannya pelan menyentuh perutnya yang semakin membuncit. Pikirannya terus terngiang pada pengakuan Siska tadi malam. Dia tidak bisa membayangkan kalau orang yang selama ini dia anggap kakak perempuan ternyata adalah orang yang ingin menyakiti dirinya dan anaknya.Lebih dari itu, kejutan yang lebih besar datang ketika tahu bahwa Siska bekerja sama dengan Marshel, pria yang pernah mencoba untuk menodainya saat malam pertama setelah akad nikahnya dengan Galvin. Saat itu, Marshel yang masuk begitu saja ke kamar hotel di mana Rani sedang menunggu Galvin, saat itu dia mencoba untuk mendekatinya dengan cara yang tidak senonoh, sebelum akhirnya Galvin datang dan menghalangnya.Tanpa berpikir dua kali, Maharani mengambil ponsel dan menghubungi Kalisa. Panggilan hanya berdering beberapa kali sebelum terhubung.“Ran? Ada apa? Lo terdengar tidak baik-baik saja,” suara Kalisa terdengar khawatir dari ujung telepon.“Sa... Gue pe

  • Istri Kedua Sang Presdir    bab 32. Kekhawatiran Galvin

    Di perusahaan milik Galvin. Ia yang sedang mengikuti rapat dengan investor tiba-tiba beranjak pergi meninggalkan ruangan. Galvin menyerahkan rapat itu kepada asistennya.Langkah Galvin begitu cepat, napasnya berburu menuju basemen untuk mengambil mobil.Setelah berada di dalam mobil, ia pun melajuk

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 30. Harapan Lebih

    Satu minggu kemudian. Semenjak kejadian tidur bersama waktu lalu. Sikap Galvin kini tampak begitu berbeda sekali. Sikap perhatiannya semakin diperlihatkan untuk Rani, meski Siska berada di sisinya. Tentu saja kecemburuan yang Siska lihat membuat perasaannya kacau balau. Hal itu membuat dirinya

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 28. Diantar Pulang

    Kalisa menarik lengan mantan kekasihnya hingga dia berbalik ke hadapannya. Suara tamparan keras pun terdengar saat tangan mungil Kalisa mendarat ke pipi kiri mantannya itu. “Beraninya lo jalan sama wanita lain, sedangkan hutang lo aja belum dibayar!” cecarnya emosi. Marshel Gunawan, mantan kekasih d

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 26. Merasa Semakin Jauh

    Rani di antar oleh Helena dan Frans sampai di kediaman Galvin. Meski wajahnya terlihat murung dan lesu, tetapi Rani harus menunjukkan senyum lebarnya kepada kedua orang tua suaminya. “Kamu istirahat saja di kamar, jangan terlalu banyak beraktivitas. Kalo perlu sesuatu panggil saja bi Inah. Dia yang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status