مشاركة

Bab 8. Di Rumah Sakit

مؤلف: DLaksana
last update تاريخ النشر: 2024-06-24 20:37:57

Galvin langsung membawa Helena ke rumah sakit terdekat dari kantor dibantu oleh asisten pribadinya.

Setelah menempuh perjalanan kurang dari 20 menit. Kini mobil Galvin sudah sampai di halaman lobi rumah sakit. Lingga, asisten Galvin langsung membantu membukakan pintu mobil dan membantu mengangkat Helena ke atas brankar.

“Lingga, tolong kamu handle dulu meeting hari ini. Aku akan menemani ibuku sampai sadar,” titah Galvin saat Helena sudah masuk ke ruang IGD.

Sang asisten pun hanya mengang
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
dindaalestari1310
kasian juga Rani ya ,dia menjadi wanita penghibur juga bukan Krn keinginan nya tp Krn terpaksa tp status dia itu selalu di pandang rendah sama orang apalagi mertua nya tau,,moga aja Rani tetap sabar ya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 47. Sidang Keputusan

    Seminggu setelah penetapan sebagai tersangka. Kini waktu sidang pun tiba. Suasana di ruang persidangan terasa hening dan penuh ketegangan.Hakim yang memimpin sidang duduk dengan wajah serius di atas kursi tinggi, sementara di sisi terdakwa, Marshel duduk dengan wajah pucat dan pakaian tahanan yang dikenakannya. Matanya sesekali melirik ke arah hadirin, mencari secercah harapan.Di barisan hadirin, Galvin duduk di barisan depan dengan Maharani di sebelahnya. Wajah Galvin tegas namun tenang, sementara Maharani tampak tenang namun ada sedikit keraguan di matanya.Di sebelah mereka, Siska duduk dengan tangan yang saling menggenggam erat di pangkuannya. Matanya tidak lepas dari sosok Marshel, penuh rasa iba, rasa bersalah, dan juga kekhawatiran yang bercampur aduk.Di barisan belakang, Lingga, Kalisa, dan Marko juga hadir. Kalisa memegang tangan Maharani dari belakang sebagai tanda dukungan, sementara Marko menatap Marshel dengan tatapan tajam, siap melihat keadilan ditegakkan.Siska mene

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 46. Permintaan Siska

    Angin malam menerpa lembut melalui pintu balkon yang terbuka, membuat tirai renda putih bergoyang perlahan. Maharani duduk di sofa yang menghadap ke luar, tangan kanannya pelan menyentuh perutnya yang sudah mulai membuncit jelas. Dia sedang memandangi pemandangan kota yang mulai menerangi lampu malam ketika mendengar pintu kamar terbuka dengan suara pelan.Tanpa melihat ke belakang, dia rasa tahu siapa yang datang, namun ketika lengan kuat Galvin menyelimuti pinggangnya dan tubuhnya menempel erat dari belakang, Maharani tetap terkejut dan sedikit menggigil karena sentuhan hangat suaminya yang menyegarkan di malam yang sejuk.“Mas...” ucapnya pelan, menyandarkan pipinya pada lengan Galvin.Galvin tidak langsung berbicara, hanya memeluknya lebih erat dan menghirup aroma parfum favorit Maharani yang menenangkan hatinya. Setelah beberapa saat, dia mulai menceritakan semua yang terjadi, bagaimana Siska datang padanya dengan penuh harapan, meminta untuk mencabut tuntutan terhadap Marshel, h

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 45. Panggilan Kepolisian

    Langit malam tampak mendung dengan angin kencang yang menerpa sebagian wilayah Ibukota.Sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah Marshel yang megah. Dua petugas polisi berpakaian seragam keluar dengan surat panggilan resmi di tangan. Galvin ternyata membatalkan semua kerja sama bisnis dengan Marshel secara sepihak.“Pak Marshel Gunawan?” tanya salah satu petugas dengan sopan namun tegas saat Marshel baru saja keluar dari mobilnya, masih menggunakan perban di hidungnya.“Ya, saya. Ada apa?” tanya Marshel dengan wajah yang sedikit terpana. Dia sudah menduga akan ada konsekuensi dari perbuatannya, tapi tidak menyangka pihak berwenang akan datang dengan cepat.“Saya dari Kepolisian Resor Jakarta Pusat. Kami memiliki surat panggilan untuk Anda terkait kasus penganiayaan yang terjadi pada ibu Maharani beberapa waktu yang lalu di Hotel Grand Sentosa,” jelas petugas polisi sambil menunjukkan surat resmi yang ada di tangannya. “Mohon untuk bisa menyertai kami ke kantor polisi untuk memberik

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 44. Pemeriksaan

    Keesokan harinya, cuaca yang cukup mendung juga udara dingin membuat Maharani yang berada di dalam mobil menatap ke sekeliling dengan perasaan bahagia. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungannya. Setelah menempuh hampir satu jam di perjalanan, akhirnya perjalanan itu sampai di waktu yang tepat.Namun, saat menunggu pemeriksaan tiba, Maharani yang sudah duduk di bangku tunggu selama hampir satu jam, sering kali melihat ke arah pintu masuk dengan ekspresi penuh harapan.Dia juga melihat waktu di jam tangannya menunjukkan pukul 10.30, bertepatan dengan waktu jadwal pemeriksaannya. Maharani menghela napas panjang dan mengeluarkan pesan singkat untuk Galvin: "Mas, aku mulai masuk pemeriksaan, ya. Semoga meetingnya lancar."Setelah mengirim pesan, dia berdiri perlahan dan mulai berjalan menuju loket pendaftaran. Rasa kecewa jelas terlihat di wajahnya, dia sangat berharap Galvin bisa menemaninya pada pemeriksaan penting ini, mengingat bayinya sudah memasuki usia 22 minggu dan mereka aka

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 43. Anniversary

    Hari pun dengan cepat berganti, malam yang indah dengan taburan bintang di angkasa membuat suasana di restoran mewah begitu terasa hangat.Siska telah merencanakan segalanya dengan matang. Restoran yang dulu menjadi tempat pertama mereka berkencan dan kemudian bertunangan telah disewa secara eksklusif untuk malam itu. Dekorasi ruangan dihiasi dengan bunga mawar merah, bunga favorit Galvin untuknya, dan lilin yang menyala memberikan suasana hangat juga romantis.Ketika Galvin datang mengenakan jas hitam yang rapi, wajahnya masih tampak dingin dan tidak beremosi. Dia melihat dekorasi yang indah di sekelilingnya, lalu menatap Siska yang berdiri di tengah ruangan mengenakan gaun malam putih muda yang pernah dikenakannya saat malam tunangan mereka.“Kamu yang mengatur semua ini?” tanya Galvin dengan nada yang datar menatap ke sekeliling.Siska mengangguk pelan dengan senyuman lembut. “Ya, Mas. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang kelima. Aku ingin kita bisa merayakannya bersama

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 42. Bicara dengan Kalisa

    Setelah kejadian semalam, kini Maharani duduk di tepi ranjang, tangan kanannya pelan menyentuh perutnya yang semakin membuncit. Pikirannya terus terngiang pada pengakuan Siska tadi malam. Dia tidak bisa membayangkan kalau orang yang selama ini dia anggap kakak perempuan ternyata adalah orang yang ingin menyakiti dirinya dan anaknya.Lebih dari itu, kejutan yang lebih besar datang ketika tahu bahwa Siska bekerja sama dengan Marshel, pria yang pernah mencoba untuk menodainya saat malam pertama setelah akad nikahnya dengan Galvin. Saat itu, Marshel yang masuk begitu saja ke kamar hotel di mana Rani sedang menunggu Galvin, saat itu dia mencoba untuk mendekatinya dengan cara yang tidak senonoh, sebelum akhirnya Galvin datang dan menghalangnya.Tanpa berpikir dua kali, Maharani mengambil ponsel dan menghubungi Kalisa. Panggilan hanya berdering beberapa kali sebelum terhubung.“Ran? Ada apa? Lo terdengar tidak baik-baik saja,” suara Kalisa terdengar khawatir dari ujung telepon.“Sa... Gue pe

  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 20. Bayangan Semu

    “Hai, Tante. Apa kabar?” sahut seseorang yang bernama Haris dengan mendekat ke arah Helena. Galvin dan juga Frans ikut berdiri menyambut kedatangan Haris. Namun, berbeda dengan Rani saat ini. Ia sedikit syok saat melihat pria yang kini memandang ke arahnya dengan tatapan yang sama terkejutnya. “Rani

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 18. Sebuah Rencana

    Di perjalanan pulang, Siska sedari tadi menatap jendela mobil dengan tatapan yang kosong. Pikirannya di penuhi oleh ucapan Marshel yang sudah membuat dia berpikir keras memikirkan suaminya. Ucapan yang dikatakan Marshel pun terlintas kembali di mana saat dia sedang memberi tawaran kepadanya. “Bagaim

    last updateآخر تحديث : 2026-03-22
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 19. Tiba-tiba Berubah

    Galvin terkejut akan sentuhan dari Rani yang memeluknya dari belakang. Apalagi mendengar panggilan Rani kepadanya membuat ia semakin merasa bersalah kepada Siska. “Lepaskan, Rani!” bentak Galvin spontan. Senyum Rani yang lebar, seketika terkejut mendengar suara tinggi dari suaminya. “Maaf, Tuan. Ata

    last updateآخر تحديث : 2026-03-22
  • Istri Kedua Sang Presdir    Bab 17. Pertemuan

    Pergulatan panas antara sepasang suami istri itu pun berlarut hingga pagi. Rani bahkan sampai terkapar tak berdaya melayani Galvin yang ternyata sekuat itu. Hampir empat kali berhubungan yang mereka lakukan. Kini Rani yang masih lemas, ia tersenyum bisa merasakan bercinta dengan perasaan. “Seperti i

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status