Share

Selingkuh

last update Last Updated: 2026-02-23 22:59:21

Alina terus sibuk bekerja bahkan sampai malam. Kini dia tengah sibuk mencuci piring.

Semua pelayan di rumah ini akan berhenti bekerja ketika jam sembilan malam dan bahkan lebih kalau di rumah ini sedang ada acara.

Setelah selesai mencuci piring, dia pun mengerjakan pekerjaan lainnya.

Sekarang dia sedang berjalan ke arah kamar Defran, dia mau memasukkan baju-baju bersih ke dalam lemari.

Dia berjalan dengan cepat menuju kamar Defran. Dia takut jika Defran pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Defran.

Dia pun segera menatap semua pakaian Damian ke dalam lemari dengan rapi.nSetelah selesai dia langsung keluar dari kamar itu.

Namun, baru saja dia keluar dari kamar Defran, dia sudah melihat keributan di depan kamar itu.

Dia melihat Isabel istri Defran yang dibopong oleh beberapa bodyguard. Alina sangat terkejut melihat itu semua, dia langsung terdiam di depan pintu kamar.

"Jangan pegang saya, saya bisa jalan sendiri!!" Ucap Isabel dengan mata yang terpejam, dan jalan yang terlihat sempoyongan.

Namun para bodyguard itu tetap memegang Isabel  dan membawanya ke dalam kamarnya.

"Alina." Panggil seseorang.

Membuat dia langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya. Dan ternyata Dewi yang memanggil nya.

"Ayo kita turun." Ajak Dewi.

Alina pun menganggukkan kepalanya, mereka pun turun ke lantai bawah dengan menggunakan tangga. Di rumah ini hanya majikan yang boleh memakai lift. Kecuali kalau ada hal yang mendesak baru mereka para pelayan boleh memakai lift.

"Nyonya Isabel kenapa?" Tanya Alina.

Alina masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan Isabel tadi.

"Biasa Nyonya sedang mabuk makanya harus di bopong seperti tadi." Ucap Dewi.

Semua pelayan di rumah ini sangat tahu dengan kebiasaan Isabel, dia suka mabuk dan pergi ke klub malam.

"Itu lah kebiasaan buruk Nyonya yang tidak di sukai Tuan. Dia sering pergi ke klub malam dan mabuk-mabukan. Kalau Tuan tau Nyonya mabuk-mabukan lagi seperti malam ini, maka Tuan pasti akan marah besar. Makanya setiap kali Nyonya mabuk asisten pribadinya dan juga beberapa bodyguard Nyonya langsung memasukkan Nyonya kedalam kamar, agar Tuan tidak tau kalau Nyonya sedang mabuk." Ucap Dewi.

Alina hanya diam saja dia tidak tau harus berkomentar seperti apa.

"Dan ada satu hal lagi yang harus kamu tahu," ucap Dewi dengan sedikit berbisik.

Alina langsung menatap Dewi dengan penasaran.

"Apa?" Tanyanya.

Sepertinya ini sesuatu yang sangat penting makanya Dewi ampai berbisik seperti itu.

"Ada gosip kalau Nyonya itu selingkuh." Ucap Dewi.

Mata Alina seketika melebar saat mendengar ucapan Dewi.

"Kamu serius?" Tanya Alina tidak percaya.

"Ini sih masih gosip aja, belum tau benar apa nggaknya,” ucap Dewi.

"Kenapa bisa ada gosip seperti itu?" Tanya Alina.

"Ada beberapa pelayan yang mendengar Nyonya sedang telponan dengan seseorang dan Nyonya memakai kata sayang, pokoknya obrolan Nyonya dengan orang yang sedang dia telpon terdengar sangat mesra, itu asal mula gosip ini ada." Ucap Dewi.

"Mungkin saja Nyonya Isabel sedang telponan dengan Tuan Defran" Ucap Alina berusaha berpikir positif.

"Awalanya kita semua juga berpikir begitu. Tapi waktu itu ada yang mergokkin Nyonya lagi bicara dengan seseorang di telpon, pembicaraan mereka terdengar sangat mesra juga. Bahkan Nyonya bilang cinta ke orang yang dia telpon. Dan pas waktu itu Tuan Defran sedang berada di kolam renang, Tuan tidak memegang hp nya sama sekali. Dari situ sudah menjadi bukti kalau yang ditelepon Nyonya dengan mesra itu memang bukan Tuan, tapi pria lain." Ucap Dewi.

"Setelah itu semakin menyebar lah berita soal Nyonya yang selingkuh semua pelayan dan bodyguard-bodyguard di rumah ini pun tahu." Ucap Dewi.

Alina langsung terdiam, dia sangat terkejut mendengar hal ini.

"Tuan Defran yang sempurna kayak gitu itu aja masih di selingkuhi. Padahal semua orang tau kalau Tuan itu sangat mencintai Nyonya, dia bahkan rela memberikan apapun untuk Nyonya, aku jadi kasihan dengan Tuan, dia pasti akan sangat hancur kalau tau tentang ini." Ucap Dewi lagi.

"Tapi kan berita itu belum tentu benar, kita tidak boleh berprasangka buruk." Ucap Alina.

"Iya sih, semoga ini semua tidak benar." Ucap Dewi.

"Tapi ya, aku benci banget tau sama orang-orang yang suka selingkuh. Apalagi dengan orang yang suka mengambil suami atau istri orang lain. Udah kayak manusia murah saja orang-orang kayak gitu." Ucap Dewii dengan menggeram marah.

Alina langsung menelan ludahnya susah payah, entah mengapa dia merasa tersindir dengan ucapan Dewi. 

Alina merasa dia juga selingkuh dengan Defran, karena dia menjadi istri kedua Defran secara diam-diam. Jadi tidak ada bedanya dia dengan Isabel.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Kedua    Mulai Nyaman

    Tepat jam sebelas malam Alina sudah berada di kamarnya, dan dia bersiap untuk tidur.Namun, baru saja dia naik ke atas ranjang pintu kamarnya malah diketuk dari luar.Tok… Tok..Dia segera melihat ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam begini?” Ucap Alina.Perasaannya langsung berubah tidak enak, dia takut jika Defran yang datang, malam ini Alina tidak ada tenaga untuk meladeni Defran.“Tapi kalau Tuan Defran dia pasti akan langsung masuk.” Ucap Alina.Tok… Tok…Suara ketukan pintu itu kembali terdengar, mau tidak mau Alina pun akhirnya berjalan ke arah pintu dan membukanya.CeklekDia membuka pintu itu, dan saat dia buka terlihat Dewi yang berdiri didepan pintu kamarnya.“Dewi." Ucap Alina, dia sedikit lega saat tahu yang datang bukan Defran."Maaf ya Alina aku ganggu istirahat kamu. Kamu disuruh ke kamar Tuan sekarang. Besok Tuan mau pergi ke luar kota, jadi kamu disuruh nyiapin semua baju yang harus Tuan bawa." Ucap Dewi.Alina pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Walau

  • Istri Kedua    Hampir Ketahuan

    Alina menelan ludahnya susah payah saat melihat Defran, dia tidak menyangka jika pria itu akan datang ke kamarnya malam ini.“Sedang apa?” Tanya Defran, dia merasa ada yang aneh dengan Alina, apalagi wajah gadis itu terlihat sangat panik dan ketakutan.Alina berusaha untuk terlihat biasa saja agar Defran tidak curiga.“Se–dang memasukan baju ke dalam lemari.” Ucap Alina sedikit terbata.Defran hanya menganggukan kepalanya, dia pun akhirnya berjalan ke arah ranjang dan membuka dasinya.Alina langsung bernafas lega saat melihat Defran yang percaya dengan dia.“Untung dia nggak curiga!” Ucap Alina di dalam hati.Keringat dingin sudah muncul di dahi Alina sangking dia takutnya.Defran kembali menoleh ke arah Alina.“Kenapa diam disitu, ayo kemari!” Ucap Defran.Alina pun dengan takut-takut melangkah mendekat ke arah Defran.Dan tanpa di sangka Defran langsung menarik tanganya dengan kencang dan membuat tubuhnya terhempas ke atas ranjang.Deg!!Alina sangat terkejut dengan apa yang Defran

  • Istri Kedua    Rencana

    Alina tengah berada di dalam kamarnya sekarang. Dia sedang istirahat makan siang, hari ini dia memilih istirahat di dalam kamar saja, dia juga membawa makan siang nya ke dalam kamar. Dewi juga lagi banyak kerjaan hari ini, jadi dia jarang bisa bicara dengan Dewi. Di rumah ini kan hanya Dewi yang dekat dengan dia. Sedangkan pelayan lain dia belum begitu akrab.Selain makan Alina juga sedang memikirkan suatu rencana, rencana yang mungkin saja bisa menyelamatkan dia dari pernikahan terlarang antara dia dan Defran."Gimana ya caranya, Tuan Defran menikahi aku hanya karena ingin memiliki anak, dan nanti jika aku hamil dia pasti akan mengambil anak itu, aku akan terpisah dari anakku sendiri, setelah mendapatkan anak itu aku pasti akan di usir dari rumah ini. Belum lagi jika orang-orang tahu aku jadi istri kedua, aku pasti akan dihakimi semua orang." ucap Alina.Alina sedang berpikir keras sekarang. Dia harus punya rencana yang bagus."Ayo Alina kamu harus berpikir, kamu harus cari jalan kel

  • Istri Kedua    Cinta segitiga

    Kring...kring...Suara alarm di hp Alina berbunyi. Membuat dia langsung terbangun dari tidurnya.Semalam sebelum tidur dia memang sengaja menyalakan alarm di hp nya agar dia tidak bangun kesiangan lagi seperti kemarin.Dia membuka matanya secara perlahan, dan baru saja dia mau bangun dari tidurnya, pergerakannya langsung terhenti saat dia merasakan sebuah tangan melingkar dengan sempurna di pinggangnya, seperti ada seseorang yang tengah memeluknya dari belakang.Seketika mata Alina langsung membulat dengan sempurna. Siapa dengan lancang masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya seperti ini. Dia tidak sadar jika ada yang menyelinap ke kamarnya."AAAAAAA..." Alina langsung berteriak dengan keras.Dia langsung melepaskan pelukan orang itu di pinggangnya lalu dia langsung turun dari ranjang.“AAAA…” Dia terus saja berteriak.Saat turun dari ranjang Alina menatap orang yang ada di ranjangnya dengan terkejut.Orang itu adalah Defran, Defran langsung terbangun saat mendengar teriakan Alina dan

  • Istri Kedua    Selingkuh

    Alina terus sibuk bekerja bahkan sampai malam. Kini dia tengah sibuk mencuci piring.Semua pelayan di rumah ini akan berhenti bekerja ketika jam sembilan malam dan bahkan lebih kalau di rumah ini sedang ada acara.Setelah selesai mencuci piring, dia pun mengerjakan pekerjaan lainnya.Sekarang dia sedang berjalan ke arah kamar Defran, dia mau memasukkan baju-baju bersih ke dalam lemari.Dia berjalan dengan cepat menuju kamar Defran. Dia takut jika Defran pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Defran.Dia pun segera menatap semua pakaian Damian ke dalam lemari dengan rapi.nSetelah selesai dia langsung keluar dari kamar itu.Namun, baru saja dia keluar dari kamar Defran, dia sudah melihat keributan di depan kamar itu.Dia melihat Isabel istri Defran yang dibopong oleh beberapa bodyguard. Alina sangat terkejut melihat itu semua, dia langsung terdiam di depan pintu kamar."Jangan pegang saya, saya bisa jalan sendiri!!" Ucap Isabel dengan mata yang terpejam, dan jalan yang terlihat sempoyon

  • Istri Kedua    Tidur Bersama

    Defran Mentapa Alina dengan sangat intens, tatapan yang penuh dengan arti."Jadi aku mau kau harus segera hamil." Ucap Defran dengan membaringkan tubuh Alina ke atas ranjang. Setelah itu dia langsung menindih tubuh Alina.DEG!!Alina sangat terkejut, wajahnya tampak ketakutan dan panik."Tidak, aku belum siap kalau sekarang." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.Defran menatap Alina dengan tersenyum miring."Tidak ada yang bertanya kau siap atau tidak," ucap Defran.Defran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina, membuat Alina semakin ketakutan.Sungguh dia tidak mau melakukan ini, walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja pernikahan mereka tidak sama dengan pernikahan lainnya. Apalagi Defran sudah memiliki istri.Alina berusaha mendorong tubuh Defran, tapi tetap saja tenaga Defran lebih kuat daripada dia. Dengan sekali gerakan Damian langsung menahan tangan Alina di atas kepala.Defran pun mulai menciumi wajah Alina, membuat gadis itu menangis dan tidak. D

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status