Compartilhar

Tidur Bersama

last update Última atualização: 2026-02-23 22:54:18

Defran Mentapa Alina dengan sangat intens, tatapan yang penuh dengan arti.

"Jadi aku mau kau harus segera hamil." Ucap Defran dengan membaringkan tubuh Alina ke atas ranjang. Setelah itu dia langsung menindih tubuh Alina.

DEG!!

Alina sangat terkejut, wajahnya tampak ketakutan dan panik.

"Tidak, aku belum siap kalau sekarang." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.

Defran menatap Alina dengan tersenyum miring.

"Tidak ada yang bertanya kau siap atau tidak," ucap Defran.

Defran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina, membuat Alina semakin ketakutan.

Sungguh dia tidak mau melakukan ini, walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja pernikahan mereka tidak sama dengan pernikahan lainnya. Apalagi Defran sudah memiliki istri.

Alina berusaha mendorong tubuh Defran, tapi tetap saja tenaga Defran lebih kuat daripada dia. Dengan sekali gerakan Damian langsung menahan tangan Alina di atas kepala.

Defran pun mulai menciumi wajah Alina, membuat gadis itu menangis dan tidak. Defran tidak peduli dia terus melakukan apa yang dia mau.

Malam ini Alina harus merelakan kegadisannya untuk suami yang terpaksa dia nikahi.

Alina hanya bisa pasrah malam itu, tidak ada yang bisa membantunya. Melawan Defran juga dia tidak sanggup. Dia hanya bisa menangis pilu.

Sementara Defrab dia tidak peduli dengan tangisan Alina yang terdengar pilu. Sekarang yang ada di pikirannya hanya tujuan utamanya untuk memiliki anak dari Alina.

Namun, tanpa di sangka malam itu Defran juga terpesona dengan tubuh dan kecantikan Alina.

Yang mereka lakukan bukan sebuah dosa, karena nyatanya mereka sudah menikah walau hanya secara Siri.

****

Sinar matahari masuk ke celah gorden, membuat tidur Alina terganggu. Dengan perlahan mata Alina pun mulai terbuka.

Dia langsung melihat ke sekelilingnya, dia tidak menemukan siapapun di dalam kamar ini selain dirinya sendiri.

Air mata kembali keluar dari sudut matanya. Dia teringat apa yang terjadi tadi malam. Defran memaksanya melakukan hubungan suami istri. Bahkan sekarang dia tidak memakai sehelai benang pun. Hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya.

Dia menghapus air matanya dengan cepat, dia mau segera membersihkan dirinya sendiri. Dia merasa jijik dengan tubuhnya.

Saat dia turun dari ranjang, dia dapat melihat noda merah di seprai yang dia tiduri. Darah itu menandakan jika dia sudah kehilangan segalanya.

Alina pun berjalan ke arah kamar mandi dengan tertatih, sampai di dalam kamar mandi dia langsung menguyur tubuhnya dengan air.

Hampir satu jam dia berada di dalam kamar mandi, setelah itu baru lah dia keluar dari kamar mandi.

Percuma ternyata walaupun dia mandi berjam-jam tetap saja dia tidak bisa menghilangkan rasa sedihnya karena sudah di sentuh oleh Defran.

Dia ingin pergi dari rumah ini, tapi perjanjian itu membuat dia terpaksa harus bertahan. Dia tidak mau masuk penjara. Dia juga tidak akan sanggup membayar semua dendanya.

Alina mengepalkan tangannya kuat, dia pastikan suatu saat nanti dia akan balas dendam dengan Paman dan Bibiknya. Ini semua terjadi karena Paman dan Bibiknya yang kejam itu tega menjual dia ke Defran.

Dengan perasaan yang kacau Alina tetap memakai seragam pembantunya. Dia berdiri di depan cermin dan dia melihat ada beberapa tanda merah di lehernya, Alina berusaha menggosok tanda itu agar hilang tapi tetap saja tidak mau hilang.

"Aku benci!!" ucap Alina dengan menatap tanda itu marah.

"Aku benci dengan ini semua, aku benci dengan hidup aku sendiri!" Ucap Alina dengan menangis.

Air matanya kembali keluar dari sudut matanya.

Dia ingin berteriak sekerasnya sekarang, napasnya memburu.

Tok...

Tok...

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat tangisnya langsung terhenti. Dia segera menghapus air matanya, dan merapikan tampilan nya, dia menutupi tanda merah di lehernya dengan rambut panjang nya.

Tok.. Tok

Pintu kamarnya kembali di ketuk dari luar.

Alina yang sudah mulai tenang langsung berjalan ke arah pintu kamarnya.

Ceklek

Dia membuka pintu kamarnya, dan terlihat Dewi yang berdiri di depan pintu kamarnya.

"Selamat pagi Alina." Ucap Dewi dengan tersenyum.

"Selamat pagi." Ucap Alina berpura-pura terlihat baik-baik saja.

"Maaf aku memanggilmu ke sini, karena sekarang sudah jam tujuh pagi. Sudah waktunya kita bekerja, seharusnya dari jam lima pagi tadi kita semua sudah mulai bekerja." Ucap Dewi.

Dewi di suruh kepala pelayan untuk mendatangi Kamar Alina, karena Alina tidak kunjung keluar dari kamar.

"Maaf, aku bangun kesiangan." Ucap Alina tidak enak.

"Tidak papa, karena kamu masih baru. Jadi hari ini kamu di maafkan." Ucap Dewi.

Setelah itu Ami pun mengajak Alina untuk pergi ke rumah utama.

Mereka pun berjalan bersama.

"Alina apa kamu sakit, muka kamu pucat banget soalnya." Ucap Dewi dengan menatap wajahnya.

Dia langsung menggelengkan kepalanya.

"Tidak, aku cuma kurang tidur saja. Aku memang susah tidur kalau berada di tempat yang baru." Ucap Alina berbohong.

Dewi pun menganggukkan kepalanya percaya. Dia pun memberitahukan apa pekerjaan Alina pagi ini.

"Pagi ini kamu langsung pergi ke kamar Tuan Defran, bersihkan kamar Tuan dan juga bantu Tuan bersiap untuk pergi ke kantor." Ucap Dewi.

Langkah Alina seketika langsung terhenti. Dia tidak mau bertemu dengan Defran setelah kejadian tadi malam.

"Kenapa, tidak yang lain saja yang ke kamar Tuan Defran?." Tanya Alina.

"Tidak bisa yang lain sudah ada tugasnya masing-masing, kan memang tugas kamu buat urusin semua keperluan Tuan.” Ucap Dewi.

Alina berusaha mencari alasan agar dia tidak di suruh ke kamar Defran.

"Tapi aku tidak enak kalau harus masuk ke kamar Tuan, apalagi kalau ada Nyonya di dalam kamar itu, tidak enak kalau harus mengganggu mereka berdua. Bagiamana kalau nanti saja, setelah Tuan pergi ke kantor baru aku bersihkan kamar Tuan." Ucap Alina.

Dewi justru tersenyum saat mendengar ucapan Alina.

"Tenang aja, Nyonya tidak ada di kamar Tuan karena mereka mempunyai kamar masing-masing. Nyonya juga punya asisten pribadi di rumah ini, orang yang mengurusi semua keperluan nya. Jadi tidak akan ada masalah jika kamu masuk kamar Tuan, itu sudah diizinkan semuanya" Ucap Dewi.

Alina langsung terlihat bingung saat mendengar ucapan Dewi.

"Mereka kan suami istri, kenapa tidak tidur bersama?" Tanya Alina.

"Ya begitu lah mereka berdua, mereka memang pasangan suami istri yang sedikit aneh." Ucap Dewi.

"Katanya walaupun sudah menikah mereka butuh privasi, jadi mereka memutuskan untuk tidur masing-masing. Walaupun kadang mereka juga tidur bersama di saat-saat tertentu." Ucap Dewi.

Alina hanya diam saat mendengar tentang hubungan Defran dan istrinya itu.

Mereka pun akhirnya lanjut berjalan lagi.

Mau tidak mau dia harus pergi ke kamar Defran. Karena bagaimana pun dia harus sadar dengan posisinya di rumah ini. Statusnya di rumah ini hanya sebagai pembantu, jadi dia harus mengerjakan semua pekerjaan yang di berikan kepadanya.

Alina sudah berdiri di depan pintu kamar Defran sekarang. Dia menyiapkan diri untuk masuk ke dalam.

Tok… Tok.

Dia mengetuk pintu kamar itu dengan pelan. Tapi pintu kamar itu tidak kunjung terbuka, bahkan tidak ada sautan dari dalam.

Dia teringat pesan Dewi tadii, kalau Defran tidak kunjung membuka pintu maka dia boleh langsung masuk saja.

Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar itu.

Ceklek.

Dengan langkah ragu dan takut dia pun masuk ke dalam itu. Dalam kamar itu tampak sepi dan tidak ada siapapun disana.

Kamar Defran terlihat sangat luas.

Ada ranjang yang sangat besar, Tv, kulkas ada sofa di depan TV. Dan ada juga sofa di dekat jendela.

Dia dapat mendengar suara air dari kamar mandi.

“Jadi dia sedang mandi.” Ucap Alina.

Dia sangat lega ketika tahu Defran sedang mandi. Dia pun buru-buru membersihkan kamar itu biar dia cepat keluar dari kamar ini. Kalau bisa Luna sudah keluar dari kamar ini sebelum Defran keluar dari kamar mandi, jadi dia tidak perlu bertemu dengan pria itui.

Alina membersihkan ranjang lebih dulu. Lalu dia lanjut memunguti pakai kotor yang berserakan di lantai. Setelah itu dia mengerjakan hal lainnya.

Saat dia sedang mengelap meja rias yang ada di kamar itu, tiba-tiba ada sebuah tangannya yang melingkar di pinggang nya. Membuat dia angat terkejut.

Deg!!

Jantungnya langsung berdebat dengan cepat. Dia pun mengangkat wajahnya dan dia dapat melihat Defran yang sudah berdiri di belakang tubuhnya. Tatapan mereka bertemu di kaca.

Sangking asiknya bekerja dia sampai tidak sadar kalau Defran sudah keluar dari kamar mandi.

"Morning." Ucap Defran. Dia menaruh wajahnya di bahu Alina.

Alina menelan ludahnya susah payah, dia tidak nyaman dengan posisi mereka yang seperti ini. Entah mengapa sekarang dia meras menjadi simpanan majikannya.

Alina pun melepaskan pelukan Defran dari pinggangnya. Dia mau lanjut mengerjakan tugasnya Lagi.

Defran menghembuskan napasnya kasar, sepertinya Alina belum terbiasa dengan kedekatan mereka.

Defran pun tidak mau ambil pusing, toh dia menikahi Alina juga cuma mau mempunyai anak saja. Jadi mereka juga tidak perlu bersikap seperti suami istri sungguhan yang harus selalu bermesraan. Dia akhirnya memilih untuk berganti baju saja.

Sementara Alina berpura-pura tidak peduli dengan Defran dia melanjutkan pekerjaanya.

Sampai Defran sudah berpenampilan rapi sekarang, dia sudah memakai setelan kantornya. Dia kembali berjalan mendekat ke arah Alina yang sedang menyapu lantai.

Defran mengambil tangan Alina, lalu dia menaruh sesuatu di tangan Alina.

"Pakai kartu ini untuk membeli apapun yang kau mau, dan pakai hp ini agar aku mudah menghubungi mu ketika aku butuh." Ucap Defran.

Alina menatap handphone dan juga kartu yang Defran berikan ke dia, dia sedikit terkejut karena Defran memberikan ini semua.

“Kartu itu sebagai nafkah yang aku kasih untukmu.” Ucap Defran.

Setelah mengatakan itu Defran langsung keluar dari kamar dan meninggalkan Alina begitu saja.

Tanpa disangka Defran masih mau bertanggung jawab sebagai suami Alina.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Istri Kedua    Mulai Nyaman

    Tepat jam sebelas malam Alina sudah berada di kamarnya, dan dia bersiap untuk tidur.Namun, baru saja dia naik ke atas ranjang pintu kamarnya malah diketuk dari luar.Tok… Tok..Dia segera melihat ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam begini?” Ucap Alina.Perasaannya langsung berubah tidak enak, dia takut jika Defran yang datang, malam ini Alina tidak ada tenaga untuk meladeni Defran.“Tapi kalau Tuan Defran dia pasti akan langsung masuk.” Ucap Alina.Tok… Tok…Suara ketukan pintu itu kembali terdengar, mau tidak mau Alina pun akhirnya berjalan ke arah pintu dan membukanya.CeklekDia membuka pintu itu, dan saat dia buka terlihat Dewi yang berdiri didepan pintu kamarnya.“Dewi." Ucap Alina, dia sedikit lega saat tahu yang datang bukan Defran."Maaf ya Alina aku ganggu istirahat kamu. Kamu disuruh ke kamar Tuan sekarang. Besok Tuan mau pergi ke luar kota, jadi kamu disuruh nyiapin semua baju yang harus Tuan bawa." Ucap Dewi.Alina pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Walau

  • Istri Kedua    Hampir Ketahuan

    Alina menelan ludahnya susah payah saat melihat Defran, dia tidak menyangka jika pria itu akan datang ke kamarnya malam ini.“Sedang apa?” Tanya Defran, dia merasa ada yang aneh dengan Alina, apalagi wajah gadis itu terlihat sangat panik dan ketakutan.Alina berusaha untuk terlihat biasa saja agar Defran tidak curiga.“Se–dang memasukan baju ke dalam lemari.” Ucap Alina sedikit terbata.Defran hanya menganggukan kepalanya, dia pun akhirnya berjalan ke arah ranjang dan membuka dasinya.Alina langsung bernafas lega saat melihat Defran yang percaya dengan dia.“Untung dia nggak curiga!” Ucap Alina di dalam hati.Keringat dingin sudah muncul di dahi Alina sangking dia takutnya.Defran kembali menoleh ke arah Alina.“Kenapa diam disitu, ayo kemari!” Ucap Defran.Alina pun dengan takut-takut melangkah mendekat ke arah Defran.Dan tanpa di sangka Defran langsung menarik tanganya dengan kencang dan membuat tubuhnya terhempas ke atas ranjang.Deg!!Alina sangat terkejut dengan apa yang Defran

  • Istri Kedua    Rencana

    Alina tengah berada di dalam kamarnya sekarang. Dia sedang istirahat makan siang, hari ini dia memilih istirahat di dalam kamar saja, dia juga membawa makan siang nya ke dalam kamar. Dewi juga lagi banyak kerjaan hari ini, jadi dia jarang bisa bicara dengan Dewi. Di rumah ini kan hanya Dewi yang dekat dengan dia. Sedangkan pelayan lain dia belum begitu akrab.Selain makan Alina juga sedang memikirkan suatu rencana, rencana yang mungkin saja bisa menyelamatkan dia dari pernikahan terlarang antara dia dan Defran."Gimana ya caranya, Tuan Defran menikahi aku hanya karena ingin memiliki anak, dan nanti jika aku hamil dia pasti akan mengambil anak itu, aku akan terpisah dari anakku sendiri, setelah mendapatkan anak itu aku pasti akan di usir dari rumah ini. Belum lagi jika orang-orang tahu aku jadi istri kedua, aku pasti akan dihakimi semua orang." ucap Alina.Alina sedang berpikir keras sekarang. Dia harus punya rencana yang bagus."Ayo Alina kamu harus berpikir, kamu harus cari jalan kel

  • Istri Kedua    Cinta segitiga

    Kring...kring...Suara alarm di hp Alina berbunyi. Membuat dia langsung terbangun dari tidurnya.Semalam sebelum tidur dia memang sengaja menyalakan alarm di hp nya agar dia tidak bangun kesiangan lagi seperti kemarin.Dia membuka matanya secara perlahan, dan baru saja dia mau bangun dari tidurnya, pergerakannya langsung terhenti saat dia merasakan sebuah tangan melingkar dengan sempurna di pinggangnya, seperti ada seseorang yang tengah memeluknya dari belakang.Seketika mata Alina langsung membulat dengan sempurna. Siapa dengan lancang masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya seperti ini. Dia tidak sadar jika ada yang menyelinap ke kamarnya."AAAAAAA..." Alina langsung berteriak dengan keras.Dia langsung melepaskan pelukan orang itu di pinggangnya lalu dia langsung turun dari ranjang.“AAAA…” Dia terus saja berteriak.Saat turun dari ranjang Alina menatap orang yang ada di ranjangnya dengan terkejut.Orang itu adalah Defran, Defran langsung terbangun saat mendengar teriakan Alina dan

  • Istri Kedua    Selingkuh

    Alina terus sibuk bekerja bahkan sampai malam. Kini dia tengah sibuk mencuci piring.Semua pelayan di rumah ini akan berhenti bekerja ketika jam sembilan malam dan bahkan lebih kalau di rumah ini sedang ada acara.Setelah selesai mencuci piring, dia pun mengerjakan pekerjaan lainnya.Sekarang dia sedang berjalan ke arah kamar Defran, dia mau memasukkan baju-baju bersih ke dalam lemari.Dia berjalan dengan cepat menuju kamar Defran. Dia takut jika Defran pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Defran.Dia pun segera menatap semua pakaian Damian ke dalam lemari dengan rapi.nSetelah selesai dia langsung keluar dari kamar itu.Namun, baru saja dia keluar dari kamar Defran, dia sudah melihat keributan di depan kamar itu.Dia melihat Isabel istri Defran yang dibopong oleh beberapa bodyguard. Alina sangat terkejut melihat itu semua, dia langsung terdiam di depan pintu kamar."Jangan pegang saya, saya bisa jalan sendiri!!" Ucap Isabel dengan mata yang terpejam, dan jalan yang terlihat sempoyon

  • Istri Kedua    Tidur Bersama

    Defran Mentapa Alina dengan sangat intens, tatapan yang penuh dengan arti."Jadi aku mau kau harus segera hamil." Ucap Defran dengan membaringkan tubuh Alina ke atas ranjang. Setelah itu dia langsung menindih tubuh Alina.DEG!!Alina sangat terkejut, wajahnya tampak ketakutan dan panik."Tidak, aku belum siap kalau sekarang." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.Defran menatap Alina dengan tersenyum miring."Tidak ada yang bertanya kau siap atau tidak," ucap Defran.Defran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina, membuat Alina semakin ketakutan.Sungguh dia tidak mau melakukan ini, walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja pernikahan mereka tidak sama dengan pernikahan lainnya. Apalagi Defran sudah memiliki istri.Alina berusaha mendorong tubuh Defran, tapi tetap saja tenaga Defran lebih kuat daripada dia. Dengan sekali gerakan Damian langsung menahan tangan Alina di atas kepala.Defran pun mulai menciumi wajah Alina, membuat gadis itu menangis dan tidak. D

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status