Share

Kepedihan Olivia

'Bagaimana mungkin Tuan Dirgantara hanya mengambil selimut untuk Nyonya Livia saja, sedangkan Nyonya Renata juga sedang menggigil?' batin Max tidak habis pikir.

"Nyonya, saya ambilkan selimut tambahan ya?"

Renata menggeleng pelan, menolak perhatian Max. Biarlah dinginnya udara malam menusuk tulang. Ini jauh lebih baik daripada kepedihan yang dia rasakan.

"Rapatkan selimutnya atau anda akan kedinginan sepanjang malam, Nyonya!" Max menarik selimut sebatas leher Renata.

"Saya berjaga di sofa. Kalau Nyonya butuh apapun bisa panggil saya."

"Hmm..." gumam Renata.

Olivia memandangi Renata dan Max secara bergantian. "Cih, dasar caper!" gumamnya lirih.

"Max, jaga mereka berdua! Aku ke kamar Ava sebentar," bisik Tuan Dirgantara.

"Baik, Tuan."

"Baby, aku keluar sebentar ya!" pamit Tuan Dirgantara pada Olivia.

"Mau ke mana?" tanya Olivia.

"Merokok di luar," kilah Tuan Dirgantara.

"Ishhh... Ya sudah."

"Istirahatlah! Good night..."

Tuan Dirgantara mengecup kening Olivia, lalu keluar dari r
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status