Share

Kesakitan

Author: AiMila
last update Huling Na-update: 2025-09-07 15:44:56

"Apa-apaan kamu, Ethan? Bisa-bisanya kamu menikah lagi tanpa sepengetahuan kita!" bentak seorang wanita dengan terengah-engah. "Kita istri-istri kamu, Ethan. Sudah sepatutnya kamu membicarakan dulu dengan kita. Bukan asal mengambil keputusan, kamu benar-benar menyakiti perasaan kita!"

"Sophia, dari awal saya sudah pernah bilang kalau saya akan melakukan apapun yang saya mau. Kalian tidak berhak mengatur, meski kalian adalah istri-istri saya!" Ethan membalas dengan dingin, pria itu menatap keduanya seakan menegaskan kembali kalimatnya agar terus diingat.

Maudy mendengarnya jelas, dia baru saja tersadar tapi tidak berniat membuka mata. Dirinya pun tidak tahu berada di mana, sekarang yang dia rasakan kalau dirinya tengah berbaring di atas sesuatu yang empuk. Mendengar dirinya menjadi istri ketiga, membuat kesadarannya terenggut hingga jatuh pingsan. Entah berapa lama dirinya tidak sadar, setelah kesadarannya pulih langsung mendengar sesuatu yang kembali membuatnya sesak.

Air matanya tidak bisa lagi ditahan, dia merasa menjadi orang terbodoh yang pernah ada. Hidupnya benar-benar hanya sebuah lelucon dari takdir karena terus mempermainkannya. Dia datang ke sini bukan untuk diperkenalkan kepada keluarga sang suami, tapi untuk diperkenalkan kepada dua istrinya yang lain sebagai adik madu.

Entah kesalahan apa yang pernah dia buat hingga hidupnya terus berada dalam kesedihan. Selama ini dirinya masih bisa sedikit menikmati sambil berharap seseorang datang menjemputnya dengan penuh kebahagiaan dan mereka hidup saling mencintai. Nyatanya, dirinya dipaksa menjadi istri seorang pria asing dan parahnya bukan satu-satunya tapi istri ketiganya.

"Kamu tidak bisa seperti itu, Ethan! Kurang apa kita sebagai istrimu, hingga kamu menikah lagi dengan seorang gadis miskin seperti dia!" teriak Sophia tidak terima dengan balasan Ethan tadi.

Dalam hati Maudy menertawakan hidupnya, meski air mata terus berjatuhan. Mereka belum saling mengenal, tapi Sophia sudah bisa mengetahui kalau dirinya hanyalah gadis miskin yang menyedihkan. Dirinya pun baru tahu nama pria itu setelah dua istrinya menyebut, juga salah satu dari mereka yang bernama Sophia meski belum tahu yang mana.

"Apa yang dia tawarkan hingga kamu bersedia menikahinya tanpa bertanya dulu kepada kita?" Sophia terus berbicara, suaranya lantang penuh kecemburuan.

"Saya sudah bilang, tidak butuh persetujuan kalian bagaimana saya hidup. Lebih baik kalian keluar dari kamar ini sekarang, saya pusing mendengar kamu berteriak -teriak!" balas Ethan.

"Ethan, kamu keterlaluan. Selama ini kita mengabdi kepadamu, tapi kamu malah datang sambil membawa duri," sahut Emily yang tenang.

Maudy semakin sesak, kedatangannya menyakiti banyak orang termasuk dirinya sendiri. Maudy tidak menyalahkan dua wanita itu meski dirinya harus mendapatkan kalimat kurang menyenangkan. Biar bagaimanapun mereka semua seorang perempuan, tahu bagaimana rasanya diduakan karena perempuan manapun tidak ada yang mau diduakan, apalagi sampai tiga.

"Emily!" tegur Ethan tidak suka istri keduanya ikut bersuara. "Jaga batasan kalian!" peringat Ethan lagi. "Kalian keluarlah, Maudy butuh istirahat!"

Meski masih kesal, tapi Emily lebih memilih menggandeng lengan kakak madunya untuk keluar. Walaupun dia terlihat lebih tenang dari Sophia, tapi hatinya juga sakit saat tahu Ethan kembali membawa seorang istri ketiga yang terlihat begitu muda. Sophia yang tidak bisa lagi menahan tangis, dengan berat hati mengikuti langkah kaki adik madunya untuk keluar dari kamar yang sekarang akan menjadi kamar Maudy.

"Apa kamu terima diperlakukan seperti ini oleh Ethan?" Suara Sophia bergetar karena tangis. Mereka kini berada di kamar Sophia yang tak jauh dari kamar Maudy. Emily hanya diam saja, berusaha menenangkan dirinya dulu atas perbuatan Ethan.

Sementara di kamar Maudy, gadis muda itu masih tetap menutup mata meski tahu kalau dua kakak madunya sudah keluar. Dia kembali merasa lucu saat tahu posisinya sekarang menjadi adik madu dari dua kakak. Ingin sekali dia berteriak menyalahkan takdir, mengutuk Ethan juga ayahnya atas apa yang terjadi pada dirinya sekarang.

"Saya tahu kamu sudah sadar, mendengar perbincangan kami barusan." Suara Ethan terdengar dekat, karena pria itu sekarang duduk di samping Maudy yang masih terpejam. Perlahan, Maudy membuka matanya dan langsung bertemu pandang dengan Ethan.

"Kenapa kamu melakukan ini semua? Kamu menyakiti banyak perempuan?" Tangis Maudy pecah, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk meredam suara tangisnya. Tidak bisa lagi menahan diri, rasa sakit dan takut terus menyerang hatinya.

"Aku tidak pernah meminta tanggung jawab darimu sedari awal. Kenapa kamu memaksaku untuk menikah denganmu dan menjerumuskanku pada kehidupanmu yang rumit dan sudah memiliki dua istri?" Suaranya terdengar patah-patah karena tengah menangis hebat.

"Pernikahan yang tadi kamu katakan suci, ternyata lebih buruk dari sebatas kata konyol sekarang," sambungnya terus bersuara. Kalau sebelumnya dia takut dengan Ethan, sekarang saat tahu semuanya dia lebih takut dengan dua istri Ethan yang pasti sangat tersakiti.

Tangan Ethan terulur, membuka paksa kedua tangan Maudy dari wajahnya. Lalu menatap dalam Maudy yang memandangnya penuh kesakitan. Ethan yang biasanya tidak pernah mendengarkan orang lain, detik ini juga tergugah mendengar bagaimana Maudy mencurahkan isi hatinya.

Perasaan yang sama saat mendengar Maudy mencurahkan bagaimana hidupnya saat mabuk malam itu yang membuat hatinya tergerak untuk menikahi gadis itu. Meski malam itu mereka hanya tidur berdampingan, tidak ada kegiatan apapun yang merugikan. Wajah Maudy menjelaskan bagaimana rasa sakit gadis itu sekarang.

"Maafkan saya, saya hanya merasa bertanggung jawab atas malam itu," lirih Ethan.

Mata Maudy membola, terkejut mendengar permintaan maaf dari Ethan. Sosok yang tidak pernah ingin mendengar omongan orang lain, sosok yang dingin dan egois. Sekarang menatap dirinya dengan tatapan dalam dan permintaan maaf.

"Maaf saya malah semakin menyakitimu!" Padahal dari awal Ethan tahu kalau tindakannya akan semakin menyakiti Maudy, juga dua istrinya tapi masih dia lanjutkan. Rafly pun terus memperingatkan tapi Ethan dengan keegoisannya tidak pernah mendengarkan.

Dia berpikir, Maudy tidak akan bersuara meski tahu apa yang terjadi. Nyatanya, Maudy malah bersuara dengan lirih penuh kesakitan yang membuatnya malah ikut merasakan sakitnya. Tangannya terulur menghapus air mata yang masih terus mengalir, membuat Maudy lagi-lagi terdiam membeku.

"Apa yang kamu lakukan?"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Cemburu pt 4

    Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, udara semakin dingin karena malam semakin naik. Dua orang yang masih duduk di taman mulai beranjak saat rasa dingin sudah mengusik keduanya. Meski salah satu di antara mereka seolah tidak rela kalau harus menyudahi hal sederhana tapi begitu manis dan langka sekali."Apa kita tidak bisa melanjutkan obrolan di dalam?" tanya sang wanita tenang tapi penuh harap.Sang pria terlihat berpikir, dia juga tidak sadar ternyata mereka berbincang cukup lama dengan nyaman dan hangat. Kalau saja, dia bisa sedikit lebih menerima keadaan, pasti keadaan tidak akan menjadi runyam. Sedetik kemudian, dia menggelengkan kepala saat wajah Maudy muncul dengan senyuman."Ini sudah malam, istirahatlah!" balas Ethan tersenyum tipis.Sang wanita itu hanya mengangguk, dia harus tetap menjaga perasaan. Jangan sampai karena momen singkat ini, dia semakin lengah dan menyerahkan semua perasaannya kepada Ethan. Terlebih, pria yang menjadi suaminya itu mulai terlihat kalau sudah

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Percakapan Malam

    Siapa yang ingin merasakan cemburu, karena kata yang merasakan, cemburu adalah perasaan yang membuat sesak, sakit dan tidak nyaman. Namun, cemburu juga sebuah bukti dari perasaan cinta yang dimiliki seseorang. Dan yang paling mencolok adalah, cemburu itu perasaan yang tidak bisa disangkal dari orang lain.Malam semakin naik, tapi Ethan masih belum juga kembali ke kamar membuat Maudy gelisah. Dia takut Ethan marah kepadanya karena dia tidak sengaja melakukan kesalahan, walaupun dia juga tidak tahu apa yang telah dia lakukan. Matanya bergerak gelisah melihat jam yang sudah bergerak menjauh dari saat Ethan keluar.Dia memang langsung masuk kembali saat melihat Ethan duduk di kursi taman kecil yang ada di halaman rumah. Belum keluar lagi untuk melihat apa yang dilakukan Ethan. Dia juga merasa penasaran dengan percakapan antara Ethan dan Rafly barusan dengan singkat.Karena dia mendapati Rafly sempat mendongak saat berbicara dengan Ethan. Meski tidak terlalu jelas bagaimana eskpresi Rafly,

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Pergulatan Batin

    Suasana di dalam kamar utama yang biasanya mulai menghangat, malam ini kembali terasa dingin. Sepanjang hari, Ethan mengabaikan Maudy yang memang tidak berusaha berbicara dengannya. Maudy juga mulai menyadari eskpresi dingin yang terpancar dari suaminya sejak tadi.Maudy tidak tahu kalau interaksi dia dengan Rafly tadi siang membuat salah paham orang yang melihat, termasuk Ethan. Dan Ethan semakin kesal karena Maudy tidak mencoba menjelaskan semuanya padahal seharian ini dia mendiami istri kecilnya. Ethan juga terusik dengan kalimat yang dilontarkan Emily tentang perasaan istrinya yang lain.Sekarang semuanya terasa begitu runyam dan memusingkan baginya sejak sadar perasaannya terhadap Maudy. Sikapnya yang terus mengabaikan dua istrinya yang lain dan membuat mereka kesal lantaran cemburu. Sekarang itu juga mengusik gara-gara ucapan Emily.Dia sadar dan merasakan bagaimana sesak dan sakitnya cemburu pada orang yang dicintai. Dah itulah yang dirasakan dua istrinya yang lain, perkataan E

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Cemburu pt 3

    Kata orang luka yang sudah terbiasa, tidak lagi terasa sakit dan malah terasa seolah mati rasa. Namun, tidak semua bisa bersikap demikian, perasaan orang jelas berbeda satu sama lain. Hanya saja, menjadi kuat dari luka adalah hal yang baik untuk kesehatan dirinya meski harus berdarah agar bisa menerimanya.Seorang perempuan muda dengan rambut sebahu tengah terduduk di sudut kasur dengan meringkuk. Otaknya tengah memutar kejadian setiap dia masuk ke rumah ini, dan selalu mendapatkan sambutan berupa hinaan atau hal yang mengejutkan. Terhitung sudah empat kali dia disambut dengan sesuatu yang menyakiti.Sekitar setengah jam, pintu kamar terbuka dan sosok pria yang sekarang mulai menempati hatinya muncul. Pria itu menatap khawatir Maudy yang belum menyadari kedatangannya. Berjalan perlahan, lalu memegang lengan Maudy saat dirinya sampai di samping sang istri kecilnya."Maudy!" panggilnya lembut. Maudy tersentak, dia segara mendongak dan terlihat jelas wajah sedih dan kesakitannya yang sud

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Pulang Bersama

    Kalimat antara kesedihan dan kebahagiaan yang selalu berjalan beriringan adalah sebuah kebenaran dalam hidup. Pepatah mengatakan, setiap kesedihan akan ada kebahagiaan sebagai hadiah. Begitu pula sebaliknya, jangan terlalu larut dan berlebihan saat merasa sedang bahagia, karena kita tidak tahu kesedihan bisa menghampiri dalam sekejap.Sudah terhitung, dua minggu Maudy bisa tersenyum bebas. Merasakan hidup sesuai keinginan tanpa mendengar lontaran negatif yang mempengaruhi pikiran dan mentalnya. Dia menikmati, berdua bersama Ethan sang suami di apartemen milik pria itu.Sikap Ethan semakin hari semakin manis, rasanya mustahil bagi Maudy untuk menghindar dari perasaan nyaman dan cinta. Sekuat otaknya memerintah untuk membatasi hatinya, tapi tetap dia terlena. Sikap lembutnya, perhatiannya dan muncul juga sikap manja yang baru Maudy ketahui.Sikap yang jauh dari saat mereka pertama bertemu, di mana Ethan yang keras kepala dan semaunya sendiri. Kini, dia selalu bertanya pendapatnya yang m

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Kencan Pertama

    Siapa yang tahu akan takdir ke depannya, meski yang lalu selalu kesulitan, masih ada harapan kelak akan bahagia. Istilah roda berputar nampaknya benar adanya, tinggal menunggu waktu dan meluaskan sabar. Tidak mungkin kan, hidup selalu dalam kesedihan. Sudah satu minggu berlalu dari kejadian memalukan itu, dari tekanan keluarga Ethan dan sudah satu minggu ini Maudy merasakan kedamaian. Dia selalu bersyukur, Tuhan ternyata masih melihatnya dan memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan senyuman. Selama satu minggu juga, Ethan tidak pulang ke rumah utama, mereka menghabiskan waktu di apartemen. Tentang video itu, Ethan dan Rafly benar-benar mengurus semuanya. Menghapus video yang beredar, entah bagaimana caranya, Maudy tidak tahu. Tidak berapa lama, video klarifikasi Jenkins muncul mengatakan kalau dirinya memang hanya ingin memanfaatkan Maudy saja. Dalam video, wajah Jenkins memang tidak terlalu jelas saat itu karena pria tua itu membelakangi kamera. Jadi, saat membuat v

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status