Share

Cucu Menantu

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-17 12:12:48

Arron tak menjawab pertanyaan Arthur. Dia hanya menatap dalam pada Arthur yang meragukannya, sampai cucunya ini akhirnya memberi jalan untuknya.

Meski masih waspada, tapi Arthur akhirnya membiarkan Arron mendekati Kian. Dia berdiri di dekat sang istri, memastikan Kian aman.

Tatapan Kian tertuju pada Arron yang sekarang berdiri di samping kiri ranjangnya. Wajahnya cemas, takut jika disalahkan karena sudah menceritakan pertemuan mereka ke Arthur, yang pada akhirnya membuat Arthur membuat keputusa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
akhir'y dpt restu dari kakek Arron...
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
... makasih kk Penulis. ceritanya menarik. saya tunggu cerita berikutnya.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Alasan Kaylan Terluka

    Suasana di dalam ruang keluarga kediaman Arron siang ini terasa begitu hangat dan dipenuhi oleh aura kebahagiaan yang membuncah. Kian, Arthur, Arron, dan Sienna duduk bersama, berbagi senyum dan tawa kecil yang selama lima tahun ini sempat meredup dari rumah tersebut. Beban rahasia yang telah luruh berganti dengan rasa syukur yang teramat besar di hati Sienna.Dan Kian sekeluarga, kini mendapatkan apa yang hilang dari mereka dalam lima tahun ini.Tatapan Kian tertuju pada Sienna. Senyumnya terangkat kecil saat Sienna juga ternyata memandang ke arahnya. “Sienna, aku serius dengan ucapanku tadi. Kamu benar-benar harus tetap tinggal di rumah ini bersama kami. Mulai sekarang, aku ingin kamu fokus penuh pada kesehatanmu agar bisa segera sembuh dari penyakit tuberkulosis yang kamu derita.” Kian bicara dengan nada penuh penekanan.“Tidak usah bekerja. Bahkan di rumah ini, aku melarangmu menyentuh pekerjaan apa pun. Tidak ada bantahan.” Kian kembali bicara untuk mengingatkan agar Sienna tak

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kebahagiaan Yang Kembali

    Setelah semua kepastian yang mereka dapatkan.Sekarang, Kian dan Arthur melangkah pelan masuk ke dalam kamar tempat Kaylan beristirahat.Mereka mendekati ranjang tempat Kaylan tengah tertidur pulas. Kening Arthur berkerut dalam melihat kepala Kaylan diperban.“Kepalanya kenapa?” tanya Arthur sambil menoleh pada Kian yang berdiri di sampingnya.“Dia jatuh di sekolah, tadi aku buru-buru meninggalkan perusahaan untuk menjemputnya di rumah sakit. Bahkan ponsel dan tasku masih di mobil, karena itu aku tidak membalas panggilan apa pun.” Kiran menjelaskan secara terperinci.Tatapan Kian kembali tertuju pada Kaylan, lalu dia bicara lagi. “Karena luka itulah, aku akhirnya tahu kalau Kaylan bayi kita. Aku mengganti pakaiannya, dan melihat tanda lahirnya.”Kian menyandarkan kepala di pundak Arthur setelah selesai bicara.Sedangkan Arthur kini merangkul pundak Kian dan ikut bersandar di kepala Kian.Mata Arthur menatap lekat pada wajah damai Kaylan yang sekarang dia ketahui sebagai darah dagingn

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Semua Lega

    Arthur terpaku di tempatnya berdiri. Tubuhnya menegang kaku, sementara napasnya seolah berhenti berembus bahkan jantungnya seolah ikut berhenti berdetak. Matanya menatap lekat pada wajah Kian, mencoba memastikan apa yang baru saja istrinya katakan bukanlah candaan semata.“Kian, apa maksud ucapanmu?” Suara Arthur pelan dan terdengar meragu."Menemukan?” Ulang Arthur memastikan. “Sayang, tolong jangan bercanda dengan hal sensitif seperti ini.” Arthur menatap tak percaya.Kian menggeleng dengan cepat. Buliran kristal bening kembali luruh dari pelupuk matanya bersamaan dengan senyumnya yang terangkat lembut di bibirnya.“Aku tidak bercanda, Sayang. Aku benar-benar tidak sedang bercanda! Aku sudah menemukan bayi kita yang hilang.” Kian mengangguk-angguk untuk meyakinkan.Tubuh Arthur membeku mendengar kalimat yang begitu meyakinkan dari istrinya.“Benar-benar sudah ditemukan?” Arthur kembali memastikan seolah apa yang baru saja didengarnya tidaklah benar.Kian mengangguk-angguk mantap.

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Membuat Takut

    Arthur mengembuskan napas kasar mendengar ucapan Kendrick. Kalimat dari asistennya ini benar-benar tidak menenangkannya sama sekali.“Bagaimana bisa dia baik-baik saja, kalau tiba-tiba dia pergi dan tidak bisa dihubungi?” Arthur menoleh pada Kendrick dengan wajah setengah kesal.“Sekarang, percepat saja laju mobilnya agar kita bisa segera tiba di rumah,” perintah Arthur setelah merasa kalau Kendrick mengemudikan mobil dengan sangat lambat.Bukannya segera mempercepat laju mobil ini, Kendrick malah menceramahi. “Tidak baik mengemudi terlalu cepat, Tuan. Jangan sampai terjadi sesuatu pada kita, sebelum kita tahu apa yang terjadi pada Kian.”Arthur melotot, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Kendrick yang memegang kemudi.Kendrick tetap mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang agak lenggang siang ini, meskipun dia terus mendengar Arthur mengeluh sampai memprotes sikapnya.Kendrick tidak peduli atasannya mengomel, baginya sekarang adalah mengantar Arthur

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Telepon Mendadak

    Di HW. Company.Arthur duduk di balik meja dengan tatapan lurus yang tertuju tajam pada layar tablet digital di hadapannya. Jarinya sesekali bergerak mengusap layar, memeriksa langsung postingan video yang tengah menjadi perbincangan panas dan viral di berbagai platform media sosial sejak semalam. Berita buruk mengenai tuduhan kontaminasi produk makanan kemasan dan mie instan milik HW. Company telah menyebar dengan sangat cepat.Kendrick berdiri tegap di depan meja kerja Arthur. Dia terus memperhatikan raut wajah Arthur yang dingin.Kendrick diam menunggu instruksi selanjutnya untuk mengambil tindakan hukum atau merilis klarifikasi resmi.Namun, keheningan di dalam ruangan itu mendadak terpecah saat ponsel di saku jas Kendrick bergetar.Kendrick mengeluarkan benda pipih itu, dia membaca sebuah pesan singkat yang baru saja didapatnya.Mendapati itu pesan dari Ginny, Kendrick maju selangkah lebih dekat dengan tepian meja Arthur.“Tuan Arthur.” Kendrick memanggil pelan. Begitu tatapan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Ibu dan Mama

    Kian tersentak mendengar kalimat terakhir yang meluncur dari bibir Sienna. Kening Kian berkerut dalam. Genggaman tangannya di jemari Sienna semakin mengerat.“Pergi? Apa maksud ucapanmu itu? Kamu mau pergi ke mana?” Kian memastikan, tatapannya begitu serius menunggu penjelasan Sienna.Sienna memaksakan senyumnya terangkat kecil, meski matanya kembali berkaca-kaca. “Tujuanku kembali ke kota ini sejak awal memang hanya untuk mencari tahu siapa orang tua kandung Kaylan, Kian. Aku tahu keterbatasanku, aku tidak akan bisa memberikan masa depan yang layak untuknya.”Sienna mengembuskan napas pelan, lalu kembali bicara. “Sekarang, karena tujuan itu sudah tercapai dan Kaylan sudah berada di tangan yang tepat, tugasku benar-benar sudah selesai. Aku tidak mau kehadiran atau masa laluku justru mengganggu kebahagiaan keluarga kalian.”“Sienna, kamu tidak boleh bicara seperti itu. Kamu sama sekali tidak boleh pergi dari rumah ini!” Kian membalas dengan cepat.Kian menatap lekat wajah Sienna. “Sek

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hukuman atau Hadiah?

    Senyum Arthur terangkat sempurna.Bibir istrinya memang sangat manis saat bicara.“Apa yang harus kulakukan padamu, hm? Kamu senang sekali membuatku panik, kalang kabut, sampai kebingungan karena cemburu.” Tatapan Arthur begitu dalam pada Kian. “Apa aku harus menghukummu?”Arthur menundukkan kepala

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Masih Saja Cemburu

    Arthur tersentak mendengar apa yang sang kakek katakan.Dia menatap kakeknya yang bicara sangat serius. Arthur diam sejenak, lalu pandangannya kembali tertuju ke arah Kaylan dan Kian.Andai Kaylan tidak memiliki ibu, sudah pasti Arthur akan percaya kalau Kaylan mungkin saja putranya.Tapi, Arthur in

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Tega

    Kian pergi ke kamar untuk melihat Kaylan setelah meminta pelayan menyiapkan makan malam lengkap.Kian sudah berdiri di depan pintu kamar bayinya tempat Kaylan membersihkan diri.Tapi sebelum Kian meraih gagang pintu, ternyata pintu kamar di depannya sudah lebih dulu terbuka.Kian tatap pelayan dan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Agak Mirip

    Kian dan Arthur saling pandang sejenak setelah melihat kebingungan di wajah Arron.“Nanti aku jelasin, Kek. Aku akan minta pelayan buat bantu dia mandi dan ganti baju.” Kian menggandeng Kaylan pergi ke kamar milik bayinya.Kian memanggil seorang pelayan. Saat pelayan datang, Kian langsung menjelask

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status