Share

Cucu Menantu

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-17 12:12:48

Arron tak menjawab pertanyaan Arthur. Dia hanya menatap dalam pada Arthur yang meragukannya, sampai cucunya ini akhirnya memberi jalan untuknya.

Meski masih waspada, tapi Arthur akhirnya membiarkan Arron mendekati Kian. Dia berdiri di dekat sang istri, memastikan Kian aman.

Tatapan Kian tertuju pada Arron yang sekarang berdiri di samping kiri ranjangnya. Wajahnya cemas, takut jika disalahkan karena sudah menceritakan pertemuan mereka ke Arthur, yang pada akhirnya membuat Arthur membuat keputusa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
akhir'y dpt restu dari kakek Arron...
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
... makasih kk Penulis. ceritanya menarik. saya tunggu cerita berikutnya.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kasus Plagiat

    Arthur berada di ruang kerjanya. Dia mendengarkan laporan dari anak buahnya yang diterima oleh Kendrick.Mengetahui Hendra benar-benar datang lagi membawa bunga dan buah untuk Kian, cukup membuat Arthur tak suka.“Bagaimana, Tuan? Apa tetap berikan pada Kian?” Kendrick memastikan sebelum memberi perintah.Tatapan Arthur menajam. “Suruh mereka saja yang makan, atau buang saja!”Kendrick melipat bibirnya.Seharusnya dia sudah bisa menebak keputusan Arthur, tapi masih saja mencoba bertanya.Kendrick segera mengirim pesan balasan sesuai dengan yang Arthur katakan.Setelahnya Kendrick kembali menatap pada Arthur.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Semakin Waspada

    Setelah Kian tertidur kembali.Arthur keluar dari kamar.Tatapannya tertuju pada kedua penjaga yang ditugaskannya.“Sejak tadi kalian tidak meninggalkan depan kamar sama sekali, lalu kenapa kalian tidak melapor jika Hendra menemui Kian?”Tatapan Arthur begitu tajam ke kedua anak buahnya.Kedatangan Hendra adalah kelalaian mereka.Dua pria di depan Arthur terkejut, mereka saling pandang sebelum kembali menatap Arthur.“Kami langsung datang setelah diberi perintah untuk menjaga Nona Kian. Ketika baru tiba di sini, kami melihat Pak Hendra keluar dari kamar Nona Kian.”&

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Antisipasi

    Malam hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang inap Kian.Seharian meninggalkan sang istri, Arthur tak sabar ingin melihat perkembangan kondisi Kian.Dua penjaga yang Arthur tugaskan juga ada di depan kamar.Mereka membungkuk ke Arthur yang baru datang.“Seharian ini tidak ada masalah, kan?” Arthur memastikan.“Tidak ada, Tuan.”Arthur mengangguk.Tangannya mendorong pintu hingga terbuka, setelahnya Arthur masuk ke dalam.Berjalan masuk lebih dalam, tatapan Arthur tertuju pada Kian yang sudah tidur.Arthur berhenti tepat di samping ranjang Kian. Tangannya terulur merapikan rambut Kian yang agak berantakan, sebelum mencium kening istrinya penuh perhatian.Arthur tidak banyak membuat gerakan atau bersuara yang bisa mengejutkan Kian.Dia memilih duduk di kursi samping ranjang, menunggu dan memastikan Kian tidur dengan nyaman sambil mengecek berkas-berkas yang dia bawa.Sampai, Arthur melihat pergerakan dari ranjang.Dia menutup berkas yang ada di tangan. Dengan hati-hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Agak Aneh

    Senyum Hendra terangkat kecil. Dia begitu tenang menghadapi Kian dengan segala pertanyaan wanita ini.“Kebetulan, saat datang ke perusahaan. Aku mendengar karyawan di kantor bergosip kalau kamu masuk rumah sakit. Aku juga tidak tahu dari mana mereka tahu. Saat aku lihat sendiri ke sini, ternyata benar kalau kamu sedang dirawat.”Kian mengangguk-angguk percaya.“Apa aku boleh tanya sesuatu? Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Hendra bicara dengan sangat hati-hati agar Kian tidak takut padanya.Kian mengangguk ragu. “Jika memang bisa saya jawab, saya akan menjawab.”Kian menatap serius karena pertanyaan Hendra.Hendra mengangguk-angguk.“Aku hanya penasaran. Kamu tinggal di kota yang jauh dari sini, tapi tiba-tiba saja bisa menikah dengan Arthur. Bagaimana pertemuan kalian? Apakah sama sepertiku saat bertemu denganmu pertama kali?” Tatapan Hendra begitu dalam setelah selesai mengutarakan pertanyaannya.Kian tersenyum tenang. Walau, pertanyaan ini sedikit aneh untuknya.“Mungkin karena ka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Pernah Bertemu

    Kening Kian berkerut dalam saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.Dia tidak mengenal pria ini, tapi kenapa pria ini sudah tersenyum lebih dulu kepadanya?Kian harus waspada, bahkan tangannya sudah memegang tombol pemanggil perawat jika pria ini berniat macam-macam.“Maaf, Anda siapa? Apa Anda salah ruangan?” Kian memastikan.Pria ini, Hendra, tersenyum pada Kian yang tampak waspada.Hendra berhenti melangkah. Dia menjaga jarak dari Kian agar tidak semakin membuatnya panik.Dengan senyum di wajahnya, Hendra memperkenalkan diri. “Aku Hendra, salah satu pemegang saham HW. Company.”Kian menurunkan kewaspadaannya saat mendengar perusahaan yang Hendra sebut.Jemarinya perlahan melepas alat yang dipegangnya.“Ah … jadi begitu.” Kian sedikit tenang. “Apa yang membuat Anda datang kemari, Tuan?”Hendra melangkah mendekat setelah melihat Kian tidak terlalu tegang.“Aku kebetulan baru saja cek kesehatan, setelah mendengar kalau kamu dirawat di sini juga, aku jadi datang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Khawatir

    Keesokan harinya.Arthur masih di rumah sakit.Dia menemani Kian, memastikan istrinya baik-baik saja.“Arthur, semalaman kamu tidak beristirahat. Kamu pasti capek, apalagi kamu masih harus mengurus perusahaan.” Meski kondisinya sendiri masih lemah, tapi Kian mencemaskan suaminya yang sedang ditimpa banyak masalah.“Bagaimana bisa aku istirahat, jika melihatmu seperti ini?” Tatapan Arthur nanar. “Belum lagi, aku mencemaskan kondisi bayi kita, untung saja Kakek cepat membawamu ke rumah sakit.”Kian juga mencemaskan bayinya. Tapi sekarang bayinya masih bisa dipertahankan, setidaknya sampai usianya cukup matang untuk dilahirkan.“Dia sudah baik-baik saja. Bahkan aku sudah merasakan dia bergerak di dalam sana.”Mendengar ucapan Kian. Arthur segera menyentuh perut Kian.“Benarkah?” Tangan Arthur meraba perut Kian, mencari gerakan yang Kian katakan. “Mana, kenapa aku tidak merasakannya?”Kian tertawa kecil. “Tadi, Arthur. Sekarang mungkin dia sedang tidur.”Arthur mengembuskan napas pelan. D

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kerasnya Arron

    Di rumah mewah Arron.Napas kasar berulang kali Arron embuskan. Kedua tangannya kini meremat kuat pangkal tongkat yang digenggamnya.“Apa Arthur sudah ada tanda-tanda mengajukan perceraian dengan wanita itu?” Tatapan Arron menajam saat tertuju pada Malvin–asisten pribadinya.Malvin menggeleng pelan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    File Hilang

    Saat jam istirahat.Kanaya masih duduk di belakang meja kerjanya. Matanya menelisik ke seluruh ruangan, memastikan sudah tidak ada satu karyawan pun yang tertinggal di ruang departemen desain, semuanya pergi ke kantin untuk makan siang.Bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju meja Kian. Kanaya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Berpura-pura Baik

    Turun dari bus, Kian segera melangkah menuju gedung HW. Company. Menatap para karyawan yang juga baru saja tiba di perusahaan, dia segera menuju lift agar bisa segera naik ke lantai atas.Berdiri sambil menatap pintu lift, Kian menunggu pintu lift terbuka, sampai tiba-tiba ada cup kopi disodorkan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Arthur Marah

    Malam hari.Tatapan Arthur tertuju ke jarum jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam. Matanya lantas menoleh ke arah pintu utama, hingga sampai detik ini, Kian bahkan belum menginjakkan kaki di rumah.Diam beberapa saat, akhirnya Arthur mendial nomor Kian, tapi tidak ada balasan.“Dia tidak m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status