Share

Kedatangan Arron

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-16 12:48:21

Di rumah sakit.

Kendrick masuk ke ruang inap Kian.

“Bagaimana kondisimu?” Kendrick lebih dulu menyapa Kian yang duduk bersandar headboard.

Wajah Kian masih pucat, meski begitu bibirnya memulas senyum manis. “Sedikit sakit, tapi sudah lebih baik.”

“Terima kasih karena sudah memberikan darahmu padaku,” imbuh Kian.

“Ah … itu bukan masalah, yang terpenting kamu selamat.” Kendrick senyum canggung.

Kendrick lalu menatap pada Arthur yang berdiri di samping ranjang.

“Tuan, saya sudah mengurus Julian.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
tenang Arth kakekmu udah dpt hidayah itu jd tunggu penjelasan'y...
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
kk Penulis kenapa terasa pendek sekali cerita hari ini. hiks
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Antisipasi

    Malam hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang inap Kian.Seharian meninggalkan sang istri, Arthur tak sabar ingin melihat perkembangan kondisi Kian.Dua penjaga yang Arthur tugaskan juga ada di depan kamar.Mereka membungkuk ke Arthur yang baru datang.“Seharian ini tidak ada masalah, kan?” Arthur memastikan.“Tidak ada, Tuan.”Arthur mengangguk.Tangannya mendorong pintu hingga terbuka, setelahnya Arthur masuk ke dalam.Berjalan masuk lebih dalam, tatapan Arthur tertuju pada Kian yang sudah tidur.Arthur berhenti tepat di samping ranjang Kian. Tangannya terulur merapikan rambut Kian yang agak berantakan, sebelum mencium kening istrinya penuh perhatian.Arthur tidak banyak membuat gerakan atau bersuara yang bisa mengejutkan Kian.Dia memilih duduk di kursi samping ranjang, menunggu dan memastikan Kian tidur dengan nyaman sambil mengecek berkas-berkas yang dia bawa.Sampai, Arthur melihat pergerakan dari ranjang.Dia menutup berkas yang ada di tangan. Dengan hati-hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Agak Aneh

    Senyum Hendra terangkat kecil. Dia begitu tenang menghadapi Kian dengan segala pertanyaan wanita ini.“Kebetulan, saat datang ke perusahaan. Aku mendengar karyawan di kantor bergosip kalau kamu masuk rumah sakit. Aku juga tidak tahu dari mana mereka tahu. Saat aku lihat sendiri ke sini, ternyata benar kalau kamu sedang dirawat.”Kian mengangguk-angguk percaya.“Apa aku boleh tanya sesuatu? Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Hendra bicara dengan sangat hati-hati agar Kian tidak takut padanya.Kian mengangguk ragu. “Jika memang bisa saya jawab, saya akan menjawab.”Kian menatap serius karena pertanyaan Hendra.Hendra mengangguk-angguk.“Aku hanya penasaran. Kamu tinggal di kota yang jauh dari sini, tapi tiba-tiba saja bisa menikah dengan Arthur. Bagaimana pertemuan kalian? Apakah sama sepertiku saat bertemu denganmu pertama kali?” Tatapan Hendra begitu dalam setelah selesai mengutarakan pertanyaannya.Kian tersenyum tenang. Walau, pertanyaan ini sedikit aneh untuknya.“Mungkin karena ka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Pernah Bertemu

    Kening Kian berkerut dalam saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.Dia tidak mengenal pria ini, tapi kenapa pria ini sudah tersenyum lebih dulu kepadanya?Kian harus waspada, bahkan tangannya sudah memegang tombol pemanggil perawat jika pria ini berniat macam-macam.“Maaf, Anda siapa? Apa Anda salah ruangan?” Kian memastikan.Pria ini, Hendra, tersenyum pada Kian yang tampak waspada.Hendra berhenti melangkah. Dia menjaga jarak dari Kian agar tidak semakin membuatnya panik.Dengan senyum di wajahnya, Hendra memperkenalkan diri. “Aku Hendra, salah satu pemegang saham HW. Company.”Kian menurunkan kewaspadaannya saat mendengar perusahaan yang Hendra sebut.Jemarinya perlahan melepas alat yang dipegangnya.“Ah … jadi begitu.” Kian sedikit tenang. “Apa yang membuat Anda datang kemari, Tuan?”Hendra melangkah mendekat setelah melihat Kian tidak terlalu tegang.“Aku kebetulan baru saja cek kesehatan, setelah mendengar kalau kamu dirawat di sini juga, aku jadi datang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Khawatir

    Keesokan harinya.Arthur masih di rumah sakit.Dia menemani Kian, memastikan istrinya baik-baik saja.“Arthur, semalaman kamu tidak beristirahat. Kamu pasti capek, apalagi kamu masih harus mengurus perusahaan.” Meski kondisinya sendiri masih lemah, tapi Kian mencemaskan suaminya yang sedang ditimpa banyak masalah.“Bagaimana bisa aku istirahat, jika melihatmu seperti ini?” Tatapan Arthur nanar. “Belum lagi, aku mencemaskan kondisi bayi kita, untung saja Kakek cepat membawamu ke rumah sakit.”Kian juga mencemaskan bayinya. Tapi sekarang bayinya masih bisa dipertahankan, setidaknya sampai usianya cukup matang untuk dilahirkan.“Dia sudah baik-baik saja. Bahkan aku sudah merasakan dia bergerak di dalam sana.”Mendengar ucapan Kian. Arthur segera menyentuh perut Kian.“Benarkah?” Tangan Arthur meraba perut Kian, mencari gerakan yang Kian katakan. “Mana, kenapa aku tidak merasakannya?”Kian tertawa kecil. “Tadi, Arthur. Sekarang mungkin dia sedang tidur.”Arthur mengembuskan napas pelan. D

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Terperangkap Sendiri

    “Jika aku menemukannya, aku pasti sudah menjebloskannya ke penjara.” Arthur benar-benar tidak bisa menahan dirinya.Kian terdiam. Dia hanya bisa menatap amarah suaminya.“Aku tidak peduli, aku akan menuntut paman dan bibimu juga sepupumu itu, aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatan mereka.” Arthur bicara dengan nada tegas tak terbantahkan.Kian mengangguk lemah. Dia akan membiarkan apa yang akan Arthur lakukan.Awalnya Siska hanya merugikan perusahaan, lalu sekarang bibinya sendiri hampir membuat Kian kehilangan bayinya.Benar, seharusnya Kian tidak mengasihani paman dan bibinya, sedangkan mereka saja tidak pernah peduli pada Kian.Arthur menatap Kian yang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Semua Panik

    “Kian.” Arron langsung berlutut di samping Kian. “Kek, perutku sakit.”Arron panik melihat Kian kesakitan. Apalagi wajah Kian tiba-tiba memucat.“Cepat, bawa Kian ke mobil!” perintah Arron dengan suara lantang.Linda dan Rafka syok melihat Kian kesakitan. Mereka berlari meninggalkan rumah Arron karena takut terkena masalah.Sedangkan Arron tidak memedulikan Linda dan Rafka karena mencemaskan kondisi Kian.Kian segera dibawa masuk ke dalam mobil.“Beritahu Arthur kalau Kian dilarikan ke rumah sakit,” perintah Arron ke pelayan rumah sebelum ikut masuk ke dalam mobil.Kian terus meringis memegangi perutnya. Dia merasakan bayinya terus bergerak, membuat perutnya benar-benar semakin sakit.“Bertahan-bertahan. Kita akan segera sampai di rumah sakit.” Arron panik dan takut terjadi sesuatu pada Kian dan bayinya.Apalagi saat baru saja diangkat dari lantai, Arron melihat noda merah membekas di lantai.Sesampainya di rumah sakit.Kian langsung masuk ke UGD. Dokter dan perawat langsung melaku

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menjadi Bukti dan Saksi

    Daniel terkapar dengan darah segar yang menggenang di lantai setelah Oliver mengambil ponselnya dan meninggalkannya begitu saja.Yang tanpa Oliver tahu, Daniel memiliki ponsel lain yang dia gunakan untuk menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Oliver.Dengan napas yang berat dan kesad

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Tidak Terlalu Peduli

    Semua staff menundukkan kepala mendengar suara Arthur yang begitu lantang. Mereka tidak ada yang berani menatap ke arah Arthur.Masih dengan tatapan tajamnya karena emosi dengan ketidakbecusan pekerjaan staffnya, Dengan sedikit suara menggeram, Arthur lantas berkata, “Bagaimana bisa kalian membuat

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sikap Selalu Dingin

    Setelah selesai berbelanja, Arthur mengantar Kian pulang sampai rumah. Ketika mobil sudah berhenti dengan sempurna di depan garasi, Kian melepas sabuk pengaman sebelum menoleh ke Arthur dan bertanya, “Kamu harus kembali bekerja, kan? Buka saja bagasinya, akan kukeluarkan belanjaannya lalu membawan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Tidur Berjalan?

    Kian segera bangun dari posisi berbaringnya, begitu juga dengan Arthur.Menatap pada Arthur yang diam dengan tatapan begitu tenang, Kian menurunkan pandangannya, baru sadar jika dialah yang ada di ranjang. Dia membuka selimut yang membungkus tubuhnya, pakaiannya masih utuh, membuat Kian langsung m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status