Share

Sekutu

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-18 11:42:30

Mata Kian berkedip beberapa kali. Dia menatap tak percaya dengan apa yang baru saja didengar. Sampai Kian menoleh pada Arthur, memastikan kalau dia tak salah dengar.

Arthur diam dengan tatapan datar pada sang kakek walau keterkejutan sukses membuatnya menegang beberapa saat.

“Apa Anda serius?” Saat menatap kembali pada Arron, Kian akhirnya memastikan sendiri.

“Sangat serius.” Senyum Arron begitu tulus. “Kamu akan menjadi cucu menantu keluarga Hadwin secara sah.” Arron kembali meyakinkan.

Arron
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
hm jangan jangan Oliver tertarik sama Kian. Makanya Mau banget Kian berpisah Dari Arthur.
goodnovel comment avatar
Adeena
coba aja mau misahin Kian sama Arthur yg ada dirimu yg di bungkam sama kakek Arron mau nyakitin Kian...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kasus Plagiat

    Arthur berada di ruang kerjanya. Dia mendengarkan laporan dari anak buahnya yang diterima oleh Kendrick.Mengetahui Hendra benar-benar datang lagi membawa bunga dan buah untuk Kian, cukup membuat Arthur tak suka.“Bagaimana, Tuan? Apa tetap berikan pada Kian?” Kendrick memastikan sebelum memberi perintah.Tatapan Arthur menajam. “Suruh mereka saja yang makan, atau buang saja!”Kendrick melipat bibirnya.Seharusnya dia sudah bisa menebak keputusan Arthur, tapi masih saja mencoba bertanya.Kendrick segera mengirim pesan balasan sesuai dengan yang Arthur katakan.Setelahnya Kendrick kembali menatap pada Arthur.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Semakin Waspada

    Setelah Kian tertidur kembali.Arthur keluar dari kamar.Tatapannya tertuju pada kedua penjaga yang ditugaskannya.“Sejak tadi kalian tidak meninggalkan depan kamar sama sekali, lalu kenapa kalian tidak melapor jika Hendra menemui Kian?”Tatapan Arthur begitu tajam ke kedua anak buahnya.Kedatangan Hendra adalah kelalaian mereka.Dua pria di depan Arthur terkejut, mereka saling pandang sebelum kembali menatap Arthur.“Kami langsung datang setelah diberi perintah untuk menjaga Nona Kian. Ketika baru tiba di sini, kami melihat Pak Hendra keluar dari kamar Nona Kian.”&

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Antisipasi

    Malam hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang inap Kian.Seharian meninggalkan sang istri, Arthur tak sabar ingin melihat perkembangan kondisi Kian.Dua penjaga yang Arthur tugaskan juga ada di depan kamar.Mereka membungkuk ke Arthur yang baru datang.“Seharian ini tidak ada masalah, kan?” Arthur memastikan.“Tidak ada, Tuan.”Arthur mengangguk.Tangannya mendorong pintu hingga terbuka, setelahnya Arthur masuk ke dalam.Berjalan masuk lebih dalam, tatapan Arthur tertuju pada Kian yang sudah tidur.Arthur berhenti tepat di samping ranjang Kian. Tangannya terulur merapikan rambut Kian yang agak berantakan, sebelum mencium kening istrinya penuh perhatian.Arthur tidak banyak membuat gerakan atau bersuara yang bisa mengejutkan Kian.Dia memilih duduk di kursi samping ranjang, menunggu dan memastikan Kian tidur dengan nyaman sambil mengecek berkas-berkas yang dia bawa.Sampai, Arthur melihat pergerakan dari ranjang.Dia menutup berkas yang ada di tangan. Dengan hati-hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Agak Aneh

    Senyum Hendra terangkat kecil. Dia begitu tenang menghadapi Kian dengan segala pertanyaan wanita ini.“Kebetulan, saat datang ke perusahaan. Aku mendengar karyawan di kantor bergosip kalau kamu masuk rumah sakit. Aku juga tidak tahu dari mana mereka tahu. Saat aku lihat sendiri ke sini, ternyata benar kalau kamu sedang dirawat.”Kian mengangguk-angguk percaya.“Apa aku boleh tanya sesuatu? Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Hendra bicara dengan sangat hati-hati agar Kian tidak takut padanya.Kian mengangguk ragu. “Jika memang bisa saya jawab, saya akan menjawab.”Kian menatap serius karena pertanyaan Hendra.Hendra mengangguk-angguk.“Aku hanya penasaran. Kamu tinggal di kota yang jauh dari sini, tapi tiba-tiba saja bisa menikah dengan Arthur. Bagaimana pertemuan kalian? Apakah sama sepertiku saat bertemu denganmu pertama kali?” Tatapan Hendra begitu dalam setelah selesai mengutarakan pertanyaannya.Kian tersenyum tenang. Walau, pertanyaan ini sedikit aneh untuknya.“Mungkin karena ka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Pernah Bertemu

    Kening Kian berkerut dalam saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.Dia tidak mengenal pria ini, tapi kenapa pria ini sudah tersenyum lebih dulu kepadanya?Kian harus waspada, bahkan tangannya sudah memegang tombol pemanggil perawat jika pria ini berniat macam-macam.“Maaf, Anda siapa? Apa Anda salah ruangan?” Kian memastikan.Pria ini, Hendra, tersenyum pada Kian yang tampak waspada.Hendra berhenti melangkah. Dia menjaga jarak dari Kian agar tidak semakin membuatnya panik.Dengan senyum di wajahnya, Hendra memperkenalkan diri. “Aku Hendra, salah satu pemegang saham HW. Company.”Kian menurunkan kewaspadaannya saat mendengar perusahaan yang Hendra sebut.Jemarinya perlahan melepas alat yang dipegangnya.“Ah … jadi begitu.” Kian sedikit tenang. “Apa yang membuat Anda datang kemari, Tuan?”Hendra melangkah mendekat setelah melihat Kian tidak terlalu tegang.“Aku kebetulan baru saja cek kesehatan, setelah mendengar kalau kamu dirawat di sini juga, aku jadi datang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Khawatir

    Keesokan harinya.Arthur masih di rumah sakit.Dia menemani Kian, memastikan istrinya baik-baik saja.“Arthur, semalaman kamu tidak beristirahat. Kamu pasti capek, apalagi kamu masih harus mengurus perusahaan.” Meski kondisinya sendiri masih lemah, tapi Kian mencemaskan suaminya yang sedang ditimpa banyak masalah.“Bagaimana bisa aku istirahat, jika melihatmu seperti ini?” Tatapan Arthur nanar. “Belum lagi, aku mencemaskan kondisi bayi kita, untung saja Kakek cepat membawamu ke rumah sakit.”Kian juga mencemaskan bayinya. Tapi sekarang bayinya masih bisa dipertahankan, setidaknya sampai usianya cukup matang untuk dilahirkan.“Dia sudah baik-baik saja. Bahkan aku sudah merasakan dia bergerak di dalam sana.”Mendengar ucapan Kian. Arthur segera menyentuh perut Kian.“Benarkah?” Tangan Arthur meraba perut Kian, mencari gerakan yang Kian katakan. “Mana, kenapa aku tidak merasakannya?”Kian tertawa kecil. “Tadi, Arthur. Sekarang mungkin dia sedang tidur.”Arthur mengembuskan napas pelan. D

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masalah di Pagi Hari

    Keesokan harinya.Kian sudah turun dari bus di halte dekat perusahaan seperti biasa. Pagi tadi, lagi-lagi Arthur bangun lebih awal, sudah memesan makanan dan Kian tinggal mandi lalu sarapan.Bibir Kian tersenyum karena sikap perhatian Arthur. Dari yang dulu begitu dingin dan terlihat tidak peduli

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kesal Tak Jelas

    “Terima kasih atas pembeliannya, jika butuh barang yang lain, kalian bisa katakan saja.”Kian melirik sinis ke pelayan yang tadi tidak sopan padanya. Setelah dia marah tadi, seorang pelayan lain yang ramah menawarkan diri untuk membantu Kian memilih barang yang dimau.Untuk memberi pelajaran ke pel

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Jangan Meremehkan Suamiku

    Arthur tak mengatakan ingin mengajak ke mana. Saat mobil mereka memasuki area parkir sebuah mall, mulut Kian terbuka dengan tatapan heran.“Kenapa kamu mengajakku ke sini? Kamu serius mau membelikanku laptop? Memangnya kamu ada uang?”Pertanyaan Kian membuat Arthur menoleh tepat setelah dia memberhe

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Penilaian Berbeda

    Arthur duduk di ruang tengah. Satu tangannya memegang ponsel yang kini menyentuh telinga.“Bagaimana?”“Saya sudah mendapatkan informasi detail soal Julian, Tuan.”Tatapan Arthur menajam, dia mendengarkan informasi yang Kendrick sebutkan.Kendrick mengatakan kalau Julian sudah menjalin hubungan den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status