Share

Bab 26

Penulis: Norwinda
last update Tanggal publikasi: 2025-12-08 16:58:26

Rayden melangkah masuk, melihat Anya sibuk membersihkan muntahannya sendiri di lantai. Entahlah, tapi Anya merasa selalu mual di waktu-waktu yang tak terduga.

Melihat laki-laki itu datang ke kamar, sudah membuatnya takut. Ia takut karna telah mengotori kamar ini, seperti suaminya yang akan selalu marah setiap kali ia membuat kesalahan. Ia takut pak Rayden akan bersikap seperti suaminya.

Rayden berkacak pinggang sambil mendesah pendek melihat perempuan itu sibuk membersihkan kekacauan yang dibua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dinar kasih 1205
Daaah mulai bucin nih pak raden ......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 70

    “Saya suaminya, Sus. Jadi, izinkan saya masuk.”Mendengar itu suster itu langsung membuka pintu yang sempat ia tahan. Rayden segera masuk ke dalam.Langkah kaki Rayden yang sebelumnya tergesa-gesa perlahan memelan begitu melihat Anya kesakitan dengan kontraksi yang dirasakan.Ia mendekati perempuan itu, di mana Anya langsung menoleh padanya. Ia langsung memegang erat sebelah tangan perempuan itu lalu mengusap kepalanya, setidaknya ini dapat menenangkannya.Sungguh, melihat pemandangan ini membuat hatinya sesak. Melihat Anya yang berjuang melahirkan buah hati mereka.“Kamu pasti bisa melahirkannya. Aku di sini bersamamu,” bisik Rayden sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Anya.Anya terus mengejan sambil mencengkram erat tangan Rayden. Napasnya memburu, sementara dokter berkali-kali mengarahkannya agar kembali mengejan dengan sekuat tenaga.Tubuh Anya mulai kehabisan tenaga. Namun, bayangan akan segera bertemu buah hati yang telah lama dinantikannya membuat semangatnya tak pernah

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 69

    Dalam perjalanan yang hening. Anya melirik Rayden yang fokus menyetir mobil. Ia menundukkan kepalanya sambil mengusap perutnya. “Maaf ya Mas, karna aku semuanya jadi begini.” Perkataan yang terlontar dari Anya langsung membuat Rayden menoleh. Ia menatap sejenak pada perempuan itu dan kembali fokus ke depan. Tangan laki-laki itu perlahan menggenggam tangan Anya dengan erat. “Ini bukan salahmu, Anya. Semua yang terjadi tidak ada sangkut pautnya denganmu.” “Tapi, apakah bisa kita menjalani hubungan ini saat orang tuamu menolakku?” “Kamu tidak perlu memikirkan hal itu,” ucap Rayden lembut.”Terpenting, aku sudah menjelaskan semuanya. Kamu adalah perempuan yang kupilih, dan itu tidak akan berubah.” Anya menatap Rayden dengan sorot mata yang sendu. Kehangatan dalam suaranya perlahan menenangkan kegelisahan yang sejak tadi memenuhi hatinya. Ia merasakan tangan pria itu berpindah dan mengusap lembut perutnya. “Cepat atau lambat, orang tuaku pasti akan luluh. Mungkin bukan sek

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 68

    Suasana aula perusahaan tampak ramai oleh kehadiran para wartawan dari berbagai media. Mereka telah duduk rapi di kursi yang disediakan, sementara deretan meja panjang di atas panggung menjadi pusat perhatian.Beberapa wartawan terlihat sibuk melakukan persiapan terakhir. Kamera-kamera dipasang di berbagai sudut ruangan untuk merekam jalannya konferensi pers yang akan digelar oleh putra tunggal Lucas itu.Sejak pagi, kabar miring tentang Rayden semakin ramai diperbincangkan publik dan menjadi sorotan di berbagai media sosial. Menyadari situasi yang kian memanas, Rayden tanpa ragu memerintahkan David untuk segera menghubungi dan mengumpulkan para wartawan.Hari ini, ia berniat meluruskan semua berita bohong yang beredar sekaligus mengakhiri spekulasi yang terus menyeret namanya.“Apa yang anak itu lakukan? Kenapa dia justru memperparah masalah?” Lucas mengeram emosi tidak jauh dari sana.Sungguh, Lucas tidak habis pikir dengan apa yang putranya lakukan. Di lorong perusahaan Rayden me

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 67

    Rayden memandangi punggung perempuan itu yang berbaring membelakanginya. Ia tetap di sini dan tidak ingin pergi meskipun Anya memintanya keluar dari kamar ini.Percayalah perasaannya benar-benar tak karuan melihat apa yang terjadi. Ia berusaha menutupi ini semua dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Tapi sesuatu yang buruk selalu mencari jalan untuk bisa menciptakan kekacauan.Perlahan Rayden bangkit dari kursi. Ia melangkah pelan mendekati Anya yang telah tertidur setelah cukup lama menangis.Ia mengusap lembut kepala Anya dan perlahan mencium pipi perempuan itu.“Aku usahakan masalah ini selesai, hingga kamu tidak terus menangis dan merasa tidak pantas bersamaku. Aku… aku mencintaimu Anya.”Rayden perlahan menjauh dari perempuan itu lalu pergi dari kamar tersebut. Laki-laki itu kini masuk ke dalam ruang kerjanya, ia mengambil ponsel yang tersimpan di meja lalu langsung mencari kontak seseorang.Rayden bersandar di sisi meja sambil menunggu panggilan yang tidak kunjung diangkat,

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 66

    Rayden kembali. Ia menyentuh pundak Anya yang menunggu dirinya di tempat yang sama. Namun, raut wajah perempuan itu terlihat berbeda begitu menoleh padanya.“Kamu kenapa, Anya? Tidak enak badan?” tanyanya penuh perhatian.Anya menggeleng lemah. Ia yang sebelumnya hanya menunduk perlahan mendongak.“Aku mau pulang.” Hanya kata lirih itu yang dikatakan.“Mau pulang? Tapi kamu benar-benar tidak apa-apa, kan?” Rayden menyentuh dan meraba-raba kening Anya seakan takut perempuan itu sakit.Anya hanya diam tak menjawab.Tanpa bertanya lebih lanjut, Rayden segera mendorong troli sambil merengkuh pinggang Anya. Ia berpikir perempuan itu sudah merasa kelelahan. Apalagi dalam kondisi hamil besar seperti ini tentu merasa kesulitan berjalan-jalan seperti ini di supermarket.Oleh karna itu mereka ke kasir agar segera pulang. Sambil menunggu antrian. Rayden memeluk Anya yang berdiri di depannya.Tangan sebelahnya mengusap-usap perut Anya dan tangan yang lain memegang troli.“Setelah sampai ke apart

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 65

    Anya tertidur nyenyak tanpa sadar di samping Rayden. Saat perlahan membuka mata, ia tampak terkejut mendapati laki-laki itu juga tertidur di sisinya dengan raut wajah lelah yang begitu jelas terlihat.Pelan-pelan, Anya mengalihkan pandangannya ke arah balkon. Angin malam berhembus cukup kencang, membuat gorden tipis yang menutupi pintu balkon terbuka itu berterbangan lembut mengikuti arah angin.Anya dengan hati-hati melepaskan lingkaran tangan Rayden di tubuhnya, lalu bangkit dari sofa. Sambil memegang perutnya ia melangkah berat menuju pintu balkon.Saat tangannya akan menutup pintu. Gerakkan tangannya terhenti, ia justru melangkah menuju balkon dan bersamaan itu angin berhembus menerpa wajahnya.Ia berdiri di sisi balkon, memandangi gemerlap kota malam yang tampak sunyi. Cahaya lampu gedung-gedung tinggi yang berdiri kokoh di sekitar apartemen itu memantul indah di matanya.Untuk beberapa saat, Anya hanya terdiam terpaku di sana. Tangannya perlahan mengusap perutnya ketika gerakan

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 63

    Rapat kali ini dipimpin oleh Lucas, posisi yang seharusnya diisi oleh Rayden. Ketidakhadiran putranya dalam beberapa pertemuan terakhir mulai membuatnya merasa putranya tidak bisa bekerja dengan profesional. Dengan ekspresi tenang namun tegas, Lucas membuka rapat. Ia membalik beberapa lembar dokum

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 07

    Suara berisik yang mengganggu membuat Kevin yang tengah tertidur terbangun. Ia melirik ke kamar mandi dan melihat Anya baru keluar dari sana dengan wajah yang tampak pucat. Meskipun begitu ia memilih untuk kembali melanjutkan tidurnya, namun sentuhan lembut di lengannya membuatnya berdecak dan kem

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 06

    “Mas Kevin.” Suara Anya terdengar lirih dan hampir tak terdengar. Senyuman getir terbit di bibirnya yang pucat.“Aku datang ke sini bukan untuk pulang,” ucap Kevin sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Ia meletakkan map di tangannya ke meja.“Kamu harus tanda tangani surat cerai ini agar perceraia

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 05

    Kelopak mata perempuan itu perlahan terbuka, samar-samar ia melihat bayangan dua orang yang tengah memperhatikannya. Begitu matanya terbuka sempurna, ia terkejut melihat dua laki-laki yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Salah satunya laki-laki yang terakhir kali bersamanya di lift sampai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status