Partager

105.

Auteur: anfebizha
last update Date de publication: 2026-06-16 23:24:50

Kelas akhirnya berakhir. Tapi Bumi? Pria itu justru masih duduk tenang di kursinya, jemarinya lincah menari di atas keyboard laptop.

Maura, yang sejak tadi berusaha duduk sediam mungkin agar area sensitifnya tidak protes, merasa seperti sedang diawasi oleh predator yang sedang bersantai.

"Ra, ke kantin yuk? Perut gue udah kayak konser dangdut nih," ajak Risti sambil membereskan buku-bukunya. Leon di sebelahnya mengangguk semangat.

Maura melirik ke arah meja dosen. Bumi masih menunduk. 'Apa dia
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
yeayyy double updatenya
goodnovel comment avatar
aFW_
aduh ka terimakasih sudah up.. mata udah lima wat ini nungguin dari tadi..
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Istri Pengganti Mas Dosen   129.

    Jantung Maura serasa dihantam pukulan.Ngilu. Sangat ngilu hingga dia bergetar.Pandangannya semakin mengabur, bukan hanya karena titik air hujan yang membasahi kaca helmnya, tapi karena ada rasa tak percaya dengan matanya sendiri yang menangkap momen itu.Dia ingin tak percaya, tapi kenyataan bilang benar.Dari kejauhan, Maura menyaksikan pemandangan yang menghancurkan seluruh dinding kepercayaannya. Benar, ternyata Bumi membodohinya.Bumi Arkatama, pria yang semalam baru saja memeluknya erat dan berbisik 'Aku sayang kamu' Kini tampak mengulas senyum sangat lebar. Senyum tulus penuh kehangatan yang belum pernah Maura lihat selama mereka menikah.Menyambut wanita itu, lalu dengan begitu sumringah membukakan pintu mobil di sisi kemudi.Bahkan sebelah tangannya terulur protektif, menahan bagian atas pintu agar kepala Dira tidak terbentur, memapahnya masuk ke dalam dengan sangat hati-hati.Maura diam, tidak hendak mendekat dan memakai, tidak menangis. Tapi pemandangan itu membuat nafasny

  • Istri Pengganti Mas Dosen   128.

    Dada Maura langsung terasa tercubit ngilu. Lembur di kantor Papa? Otak Maura yang belakangan ini dipaksa bekerja keras menyusun kepingan teka-teki langsung menolak percaya. Rasa curiga itu kembali merayap naik, membakar ulu hatinya. Itu pasti cuma alasan. Sudah pasti."Sayang!" Panggil Bumi."Ha?! Ya?!" Maura tergagap, menahan suaranya agar tidak bergetar. "I- iya. Nggak papa." lanjutnya."Ya udah. Istirahat yang cukup. Jangan keluyuran," kata Bumi datar, sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon.Pandangannya mendadak kosong, bibirnya mencibir kecil, sebelum dia kembali ke mejanya."Biasanya, hari Rabu begini. Kita ada jadwal Pak Bumi nggak sih?" tanyanya lalu ke dua temannya."Ada, jam dua." balas Risti cepat. Tentu dia yang paling hafal jadwal Bumi, karena dari dulu dia fans-nya. "Biasanya kita kan balik jam empat!"Maura refleks melirik jam tangan. Jarum jam sudah menunjuk di angka tiga lebih lima belas menit.Seketika, dia langsung bangkit berdiri dari kursinya. Dengan geraka

  • Istri Pengganti Mas Dosen   127.

    Tragedi tersesat di gunung kemarin ternyata membawa berkah tersendiri bagi Maura. Pihak kampus dengan sangat murah hati memberikan dispensasi libur dua hari penuh untuk pemulihan fisik. Namun, alih-alih memanfaatkan waktu untuk bedrest cantik di atas kasur empuk Bumi Arkatama, Maura justru berakhir di sini. Di sebuah kafe estetik di sudut kota yang siang itu terasa sangat gerah.Suasana kafe cukup ramai oleh anak-anak kuliahan yang sibuk mengerjakan tugas, atau sekadar numpang AC gratisan. Sayangnya, mereka tak kebagian tempat strategis di bawah semburan AC sentral. Alhasil, tiga sekawan itu terdampar di meja pojok paling belakang, tepat di bawah kipas angin dinding yang berputar dengan suara berisik, sesekali mengirimkan embusan angin yang justru membuat poni Maura terbang kemana-mana.Ini adalah pertemuan pertama Maura teman-temannya setelah kejadian kemarin. Tentu juga ada Risti disana, yang dengan tidak tahu diri memilih bolos kelas demi bisa mendengarkan gosip langsung dari sumbe

  • Istri Pengganti Mas Dosen   126.

    Punggungnya yang terbalut baju tidur satin tipis menempel langsung pada dada telanjang Bumi yang hangat. Napas pria itu berembus teratur di pucuk kepalanya, berbau mint segar bercampur aroma khas tubuh Bumi yang sialnya selalu berhasil membuat lutut Maura lemas."Enggak," sahut Maura, membuang muka ke arah samping menghindari endusan suaminya itu. "Siapa juga yang marah. Nggak ada alasan buat saya marah sama Bapak.""Tuh, kan. Balik lagi panggil Bapak. Kemarin Di udah pintar panggil Mas," bisik Bumi, menyandarkan dagunya di bahu Maura. Cengkeraman tangannya di pinggang sang istri sedikit melonggar, berubah menjadi usapan-usapan lambat yang menenangkan.Tapi Maura tak berniat menanggapi itu, dia menanyakan hal lain."Mbak Dira ketemu dimana, Pak. Bisa kasi tahu alamatnya. nanti aku kesana sama mama," ucap Maura.Mendengar pertanyaan itu, gerakan tangan Bumi di pinggang seketika terhenti."Jangan hubungi Mama kamu dulu. Dan jangan beri tahu siapa pun soal ini," jawab Bumi. Tidak merubah

  • Istri Pengganti Mas Dosen   125.

    Setelah memulangkan Fadel, akhirnya mobil dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. MAURA dengan tak sungkannya tetap duduk di kursi belakang. Dan Bumi berlagak jadi supir di depan.Saat akhirnya sampai rumah, bahkan gadis itu dengan entengnya membawa carriernya sendiri. Membiarkan Bumi yang sudah siap berdiri di samping bagasi untuk mengambil alih, tapi malah di tinggalkan begitu saja."Ra," panggil pria itu menyusul istrinya masuk ke rumah.Rumah masih sama, yang jelas, masih ada bekas Dira di kamar nomor dua di lantai atas. Melewati ruang tengah, gadis itu gadis itu langsung melipir lebar, melangkah cepat menuju kamar tamu yang ada di bawah. Kamarnya.Alasan utamanya logis, setidaknya menurut otaknya yang sedang kusut. Semua baju dan barang-barangnya memang masih tertinggal di sana sejak awal pernikahan mereka. Dia hanya ingin masuk, mengunci pintu, dan tenggelam di balik selimut tanpa harus menatap wajah lempeng suaminya lagi penghabisan hari itu.Sayangnya Bumi Arkatama bukan pria yan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   124.

    Maura masuk mobil dengan aura dingin, melempar bantal leher ke jok sebelah, lalu membanting pantatnya dramatis.Fadel menelan ludah, refleks mengecilkan volume radio yang sedang memutar lagu galau."Mana suamimu, Ra?" tanya Fadel hati-hati, kepalanya menengok sedikit ke belakang."Nggak apa-apa, Pak. Jalan aja," sahut Maura ketus, sengaja menekankan kata 'Pak' seolah-olah semua orang bergelar dosen di dunia ini sedang masuk ke dalam daftar musuh bebuyutannya."Ya kali gue jalan sendirian, Ra! Bisa diamputasi status kepegawaian gue." cicit Fadel ngenes.Fadel mendadak merasa seperti supir taksi online yang terjebak di antara pasutri yang sedang dalam pertengkaran rumah tangga.Sebentar kemudian, sosok yang di tunggu itu datang.Alih-alih membuka pintu depan seperti sebelumnya, sosok tinggi tegap itu mendadak merangsek masuk ke baris tengah, menduduki ruang kosong tepat di sebelah Maura.Pintu ditutup kasar. Untuk ukuran pria sekaku Bumi yang selalu menjaga etika kesopanan berkendara, g

  • Istri Pengganti Mas Dosen   104.

    "Habis dihajar paksu kayaknya, lo ya?!" tebak Risti tiba-tiba. Matanya memicing tajam, senyum jahil mulai terbit tipis di bibirnya.Seperti di tonjok tepat di pipi, wajah gadis itu langsung merona tanpa diminta.Dan tanpa bisa dibantah, itu menjadi konfirmasi kalau tuduhan itu benar."IYA RIS! FIX

  • Istri Pengganti Mas Dosen   102.

    Pujian itu mengalun rendah, terserap di antara keheningan malam dan deru napas mereka yang kian pendek.Maura tidak tahu harus bereaksi apa lagi selain membiarkan jemari tangannya tertanam erat di bahu kokoh Bumi, meremas kulit pria itu sebagai satu-satunya penopang kewarasannya yang sudah terbang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   101.

    "P-Pak Bumi..." cicit Maura cengo. Suaranya teredam di dada bidang pria itu, tenggelam di antara detak jantung Bumi yang berdegup kencang dengan aroma parfum mahal yang mendadak terasa seperti bius.Pria itu perlahan menarik diri. Tapi, sepasang lengan kokohnya sama sekali tidak melepas pinggang Ma

  • Istri Pengganti Mas Dosen   100.

    "Maksudnya?"Bumi mematikan keran air. Suasana dapur mewah itu mendadak hening seketika. Lalu pria itu berbalik pelan, menyandarkan pinggulnya pada tepian wastafel, lalu melipat kedua lengannya di depan dada. Maniknya menatap Maura lurus-lurus, mengunci pandangan gadis itu."Maksudnya?" kata Bumi.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status