แชร์

129.

ผู้เขียน: anfebizha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-28 17:39:03

Jantung Maura serasa dihantam pukulan.

Ngilu. Sangat ngilu hingga dia bergetar.

Pandangannya semakin mengabur, bukan hanya karena titik air hujan yang membasahi kaca helmnya, tapi karena ada rasa tak percaya dengan matanya sendiri yang menangkap momen itu.

Dia ingin tak percaya, tapi kenyataan bilang benar.

Dari kejauhan, Maura menyaksikan pemandangan yang menghancurkan seluruh dinding kepercayaannya. Benar, ternyata Bumi membodohinya.

Bumi Arkatama, pria yang semalam baru saja memeluknya erat
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (12)
goodnovel comment avatar
Izur Mamanya Arkhan
biasanya kl baca setiap bab pelan pelan dan mendalami,tp kali ini skip skip aja langsung ke bawah Krn nyesek dgn posisinya Maura,masak bumi kayak gitu
goodnovel comment avatar
Anyell Lusia Djeke
aduh ko gini tohr, digatng kalo bis alibih banyak sumpah pusing kepala
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Dengerin dulu alasan si Bumi
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Pengganti Mas Dosen   130.

    Belum genap satu jam, suara raungan knalpot motor modifikasi milik Leon sudah menggelegar membelah kesunyian pagar depan rumah Bumi Arkatama.Maura bergegas bangkit dari karpet, berlari kecil ke depan untuk membukakan pagar. Dan langsung disambut oleh dua wajah yang mendadak melongo tak berkedip."Gila, Ra! Ini rumah Lo beneran? Bagus bener!" komentar Leon, langsung mendorong masuk motornya tanpa tahu malu. Melewati Maura begitu saja.Sedang Risti langsung menyambar helm hitam miliknya dari tangan Maura dengan geram. "Lo bener-bener berdosa ya! Lo tahu nggak, gue di jalan tadi diliatin orang-orang gara-gara pakai helm lo yang bulat? Berasa kayak robot berjalan tahu nggak?!" omelnya berapi-api."Iya, maap, Ris. Kan darurat," cicit Maura."Darurat gimana?! Nyolong Lo?!" todongnya.Risti tidak melanjutkan omelannya karena matanya keburu sibuk memindai sekeliling, halaman depan rumah Bumi.Dosen killer di kampus."Eh, bentar, bentar, Ra," Risti mendadak mengerem kakinya tepat di ambang pi

  • Istri Pengganti Mas Dosen   129.

    Jantung Maura serasa dihantam pukulan.Ngilu. Sangat ngilu hingga dia bergetar.Pandangannya semakin mengabur, bukan hanya karena titik air hujan yang membasahi kaca helmnya, tapi karena ada rasa tak percaya dengan matanya sendiri yang menangkap momen itu.Dia ingin tak percaya, tapi kenyataan bilang benar.Dari kejauhan, Maura menyaksikan pemandangan yang menghancurkan seluruh dinding kepercayaannya. Benar, ternyata Bumi membodohinya.Bumi Arkatama, pria yang semalam baru saja memeluknya erat dan berbisik 'Aku sayang kamu' Kini tampak mengulas senyum sangat lebar. Senyum tulus penuh kehangatan yang belum pernah Maura lihat selama mereka menikah.Menyambut wanita itu, lalu dengan begitu sumringah membukakan pintu mobil di sisi kemudi.Bahkan sebelah tangannya terulur protektif, menahan bagian atas pintu agar kepala Dira tidak terbentur, memapahnya masuk ke dalam dengan sangat hati-hati.Maura diam, tidak hendak mendekat dan memakai, tidak menangis. Tapi pemandangan itu membuat nafasny

  • Istri Pengganti Mas Dosen   128.

    Dada Maura langsung terasa tercubit ngilu. Lembur di kantor Papa? Otak Maura yang belakangan ini dipaksa bekerja keras menyusun kepingan teka-teki langsung menolak percaya. Rasa curiga itu kembali merayap naik, membakar ulu hatinya. Itu pasti cuma alasan. Sudah pasti."Sayang!" Panggil Bumi."Ha?! Ya?!" Maura tergagap, menahan suaranya agar tidak bergetar. "I- iya. Nggak papa." lanjutnya."Ya udah. Istirahat yang cukup. Jangan keluyuran," kata Bumi datar, sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon.Pandangannya mendadak kosong, bibirnya mencibir kecil, sebelum dia kembali ke mejanya."Biasanya, hari Rabu begini. Kita ada jadwal Pak Bumi nggak sih?" tanyanya lalu ke dua temannya."Ada, jam dua." balas Risti cepat. Tentu dia yang paling hafal jadwal Bumi, karena dari dulu dia fans-nya. "Biasanya kita kan balik jam empat!"Maura refleks melirik jam tangan. Jarum jam sudah menunjuk di angka tiga lebih lima belas menit.Seketika, dia langsung bangkit berdiri dari kursinya. Dengan geraka

  • Istri Pengganti Mas Dosen   127.

    Tragedi tersesat di gunung kemarin ternyata membawa berkah tersendiri bagi Maura. Pihak kampus dengan sangat murah hati memberikan dispensasi libur dua hari penuh untuk pemulihan fisik. Namun, alih-alih memanfaatkan waktu untuk bedrest cantik di atas kasur empuk Bumi Arkatama, Maura justru berakhir di sini. Di sebuah kafe estetik di sudut kota yang siang itu terasa sangat gerah.Suasana kafe cukup ramai oleh anak-anak kuliahan yang sibuk mengerjakan tugas, atau sekadar numpang AC gratisan. Sayangnya, mereka tak kebagian tempat strategis di bawah semburan AC sentral. Alhasil, tiga sekawan itu terdampar di meja pojok paling belakang, tepat di bawah kipas angin dinding yang berputar dengan suara berisik, sesekali mengirimkan embusan angin yang justru membuat poni Maura terbang kemana-mana.Ini adalah pertemuan pertama Maura teman-temannya setelah kejadian kemarin. Tentu juga ada Risti disana, yang dengan tidak tahu diri memilih bolos kelas demi bisa mendengarkan gosip langsung dari sumbe

  • Istri Pengganti Mas Dosen   126.

    Punggungnya yang terbalut baju tidur satin tipis menempel langsung pada dada telanjang Bumi yang hangat. Napas pria itu berembus teratur di pucuk kepalanya, berbau mint segar bercampur aroma khas tubuh Bumi yang sialnya selalu berhasil membuat lutut Maura lemas."Enggak," sahut Maura, membuang muka ke arah samping menghindari endusan suaminya itu. "Siapa juga yang marah. Nggak ada alasan buat saya marah sama Bapak.""Tuh, kan. Balik lagi panggil Bapak. Kemarin Di udah pintar panggil Mas," bisik Bumi, menyandarkan dagunya di bahu Maura. Cengkeraman tangannya di pinggang sang istri sedikit melonggar, berubah menjadi usapan-usapan lambat yang menenangkan.Tapi Maura tak berniat menanggapi itu, dia menanyakan hal lain."Mbak Dira ketemu dimana, Pak. Bisa kasi tahu alamatnya. nanti aku kesana sama mama," ucap Maura.Mendengar pertanyaan itu, gerakan tangan Bumi di pinggang seketika terhenti."Jangan hubungi Mama kamu dulu. Dan jangan beri tahu siapa pun soal ini," jawab Bumi. Tidak merubah

  • Istri Pengganti Mas Dosen   125.

    Setelah memulangkan Fadel, akhirnya mobil dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. MAURA dengan tak sungkannya tetap duduk di kursi belakang. Dan Bumi berlagak jadi supir di depan.Saat akhirnya sampai rumah, bahkan gadis itu dengan entengnya membawa carriernya sendiri. Membiarkan Bumi yang sudah siap berdiri di samping bagasi untuk mengambil alih, tapi malah di tinggalkan begitu saja."Ra," panggil pria itu menyusul istrinya masuk ke rumah.Rumah masih sama, yang jelas, masih ada bekas Dira di kamar nomor dua di lantai atas. Melewati ruang tengah, gadis itu gadis itu langsung melipir lebar, melangkah cepat menuju kamar tamu yang ada di bawah. Kamarnya.Alasan utamanya logis, setidaknya menurut otaknya yang sedang kusut. Semua baju dan barang-barangnya memang masih tertinggal di sana sejak awal pernikahan mereka. Dia hanya ingin masuk, mengunci pintu, dan tenggelam di balik selimut tanpa harus menatap wajah lempeng suaminya lagi penghabisan hari itu.Sayangnya Bumi Arkatama bukan pria yan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   52. Horang Kaya

    Bumi tidak menyahut lagi, pria itu langsung menginjak pedal gas membawa mobilnya bergerak mulus membelah parkiran, lalu berbelok menanjak keluar menuju gerbang utama kampus.Dia memperlambat laju mobilnya saat mendekati pos keamanan dan berhenti tepat di samping pos satpam.Menyadari apa yang akan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   51. Cuma Demam Doang

    Gadis itu mengerjap, menatap benda hitam di genggamannya lalu ke wajah Bumi yang datar. Otaknya yang mendidih karena demam butuh waktu beberapa detik untuk memproses perintah itu."Terus Bapak?" cicit Maura."Aku bentar lagi, duluan aja."jawab Bumi tenang. Sepasang manik matanya di balik lensa ka

  • Istri Pengganti Mas Dosen   46. Bininya Dosen Bumi

    Dua bocah lain di meja itu langsung saling pukul lengan dengan histeris, nyaris membuat es teh manis di meja mereka tumpah."Demi apa?! Pak Bumi nerima?!" bisik Risti melotot histeris. "Wah, pecah rekor sejarah Fakultas! Benteng pertahanan es batu runtuh cuma gara-gara segelas kopi!""Gila! Ini plo

  • Istri Pengganti Mas Dosen   44. Bau-Bau Om!

    "Aduh, telat! Telat! Mampus gue kalau telat di kelas statistik!" rutuk Maura begitu mobil berhenti sempurna di garasi rumah Bumi.Bahkan Bumi belum sempat mematikan mesin mobil, tapi pintu penumpang di sebelahnya sudah terbuka lebar. Bayangan Maura berlari tunggang-langgang menerobos pintu rumah, m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status