Share

16. Jarum Sulam

Penulis: Rosa Rasyidin
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-29 22:17:03

"Teh Longjing ini diseduh tepat saat air mendidih pertama kali, aromanya masih sangat segar. Silakan dinikmati, Ayah, Ibu, Nenek."

Muyin meletakkan cangkir porselen putih itu dengan gerakan luwes dan anggun di meja bundar aula utama. Uap tipis mengepul, membawa aroma daun teh yang menenangkan.

Pagi itu, ia mengenakan gaun sutra berwarna biru langit yang sederhana juga sopan. Ia berdiri dengan kepala tertunduk hormat di hadapan para tetua Keluarga Li.

Tuan Besar Li Gan, ayah Fenglan, menyesap tehnya dan mengangguk puas. "Tanganmu terampil, Ruyin. Fenglan beruntung memiliki istri yang tahu tata krama."

"Terima kasih, Ayah," jawab Muyin pelan. Ia menarik napas dalam, dan memberanikan diri. "Sebenarnya, ada satu hal yang ingin menantu ini sampaikan. Kemaren menantu menerima surat balasan dari Tabib Xu. Beliau bersedia menerimaku sebagai murid untuk belajar ilmu pengobatan mulai minggu depan."

Hening sejenak menyelimuti ruangan. Li Gan meletakkan cangkirnya. Wajahnya yang bergaris keras, s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    40 Pelarian

    Luo Ying menahan napasnya di balik tiang batu. Mekanisme dinding rahasia wisma bunga ungu perlahan menutup kembali tanpa suara, dan menyembunyikan ruangan tempat Mo Yan baru saja meletakkan gulungan laporan terbaru.Ketika Mo Yan menjauh, Luo Ying bergerak secepat kilat. Dengan keahlian sebagai pasukan hantu, ia membuka kembali celah itu, menyambar gulungan kertas tebal yang berisi daftar, suap pejabat, dan aliran dana gelap yang dikelola Pangeran Rui."Dapat," ucapnya sambil menyimpang gulungan ke dalam lapisan baju di bagian dada, agar tak jatuh saat ia bergerak. Namun, keberhasilan mendapatkan barang bukti hanyalah awal dari mimpi buruk yang sesungguhnya.Luo Ying merayap menuju tembok pembatas timur, tempat biasanya kereta pengangkut arak keluar masuk. Tapi pemandangan di sana membuatnya putus asa. Penjagaan di bagian timur telah diperketat berkali-kali lipat dan sayangnya hanya di sana jalan keluar paling aman.Setiap kereta yang hendak keluar dihentikan. Para penjaga tidak hanya

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    39. Ketenangan yang Semu

    "Sedikit ke kiri, ah, ya, di situ. Tekan lebih dalam, jangan takut leherku tidak akan patah. Ototku ini sudah sekeras besi karena mengangkat kayu bakar setiap malam.""B-baik, Nyonya Li," sahut salah satu dayang medis. Jemarinya memijat tengkuk Muyin dengan baik dan benar, karena takut kalau salah kepalanya yang akan melayang.Muyin menarik napas panjang, matanya terpejam menikmati sensasi ngilu yang perlahan berubah menjadi kelegaan luar biasa. Ia berbaring membelakangi langit di atas dipan yang sudah diberi kain bersih dan tebal. Di bagian betis, seorang dayang lain sedang sibuk menusukkan jarum akupuntur ke titik-titik meridian."Dan kau, pastikan menusuk titik Zusanli dengan benar. Aku mau besok kakiku sudah ringan lagi. Kalau sampai aku masih jalan pincang, kau yang kuseret keliling desa." Muyin mengucapkan ancaman itu sambil tersenyum dan memejamkan mata."Hamba mengerti, Nyonya! Hamba akan lakukan yang terbaik!" jawab dayang itu panik, ia jadi buru-buru memutar jarum perak itu

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    38. Rasanya Bagaimana?

    Tabib Xu memejamkan matanya. Ruangan itu terasa hening, semua menunggu keputusan sang legenda medis. Mata Tabib Xu terbuka perlahan dan terlihat sangat berat."Kalian semua salah. Ini bukan penumpukan dahak, dan bukan sekadar ketidakseimbangan Yin dan Yang." Tabib Xu membelai janggut putihnya dan Ia menatap Muyin lekat-lekat."Nadi yang Nyonya Muda rasakan seperti langkah kaki kuda yang cepat adalah tanda kehidupan lain di dalam tubuhnya."“Maksudnya?” Muyin tak mengerti."Dua atau tiga bulan.” Tabib Xu mengulang lagi.“Apanya, Guru?” Muyin garuk-garuk kepala.“Heei, padahal kau perempuan masak tidak paham, Nyonya Muda Li, pasien itu hamil muda dan sangat berbahaya hamil di tengah wabah,” ucap Tabib Xu.Suasana di tenda berubah menjadi jauh lebih tegang. Dua tabib istana ternganga, wajah mereka pucat menyadari kesalahan yang hampir mereka buat."Celaka dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas. Ini membuat segalanya menjadi rumit. Ramuan untuk membunuh wabah ini bersifat keras da

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    37. Diagnosa Awal

    "Muyin, bawa kotak jarummu kemari!" perintah Tabib Xu.Muyin, yang baru saja selesai meminum toniknya, segera bergegas menghampiri. Dua tabib istana turut hadir dan di hadapan merka terbaring seorang perempuan muda dengan wajah bintik-bintik merah dan tubuh lemah lesu serta mirip seperti bunga layu.Bibirnya pecah-pecah seperti tidak mendapat pasokan air munum, kondisi yang sangat mengkhawatirkan."Lihat ini." Tabib Xu menunjuk dada pasien yang naik turun tak beraturan. "Ramuan herbal sudah masuk, tapi Qi kotor di dalam tubuhnya menolak keluar. Demamnya sudah tujuh hari tidak turun. Jika dibiarkan semalam lagi, organ dalamnya akan terbakar habis dan dia akan meninggal serta menambah daftar korban yang tutup usia karena wabah."“Ini tidak bisa dibiarkan.”“Kalau wabah tidak selesai, bisa-bisa kepala kita dipenggal oleh kaisar,” ujar dua tabib bergantian.Tabib Xu menatap ke arah Muyin. "Aku sudah tua, mataku mulai rabun untuk mencari titik meridian yang halus di malam hari. Kau saja y

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    36. Bunga Rindu

    "Ini benar-benar gila! Bagaimana mungkin kementerian mengirim kita ke kandang babi seperti ini?"Suara keluhan itu mengganggu konsentrasi Muyin. Di gerbang desa, rombongan bantuan dari ibukota baru saja tiba.Dua orang tabib paruh baya terlihat turun dengan wajah masam, diikuti empat orang dayang medis yang mengenakan seragam hijau lumut berbahan halus. Cara berpakaian yang tidak cocok untuk ditempat yang sedang terkena wabah.Salah satu dayang medis, yang tampaknya paling senior, mengangkat roknya tinggi-tinggi dengan ujung jari. Wajahnya terlihat jijik saat melihat tanah becek bercampur muntahan dan lumpur di hadapannya."Sepatu sutraku bisa rusak kalau menginjak tanah ini.""Lihat orang-orang itu, kulit mereka bintik-bintik dan baunya ugh, aku bisa muntah sekarang juga.""Benar, Kak. Seharusnya kita melayani selir di istana yang wangi, bukan mengurus petani rendahan yang bau busuk begini," timpal dayang lainnya sambil menutup hidung dengan sapu tangan yang wangi.Mereka berdiri mem

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    35. Merajut Dendam

    Muyin bergerak perlahan mendekati seorang wanita tua yang terbaring lemah di atas tumpukan jerami kering. Wanita itu, yang dipanggil warga desa sebagai Nenek Qin, tubuhnya kurus kering dengan kulit keriput karena pengaruh usia."Nenek, waktunya minum obat," ucap Muyin lembut sambil berlutut.Ia meniup uap panas dari sendok kayu, lalu menyodorkannya ke bibir Nenek Qin. Namun, wanita tua itu tidak membuka mulutnya. Matanya yang cekung karena demam justru terbuka lebar, dan menatap wajah Muyin tanpa berkedip. Tatapan itu begitu intens bahkan sambil menitikkan air mata."Nenek, apakah obatnya terlalu panas?" tanya Muyin karena keheranan.Tangan Nenek Qin yang gemetar hebat perlahan terangkat. Jari-jarinya yang kasar dan keriput berusaha menyentuh ujung lengan baju Muyin."Nyonya Yu, apakah ini benar dirimu? Apakah Nyonya kembali menjemput dan membawa hamba pergi?"Muyin tersentak. Sendok di tangannya nyaris terjatuh. Yu adalah nama marga ibu kandungnya, Yu Xi Rou."Siapa?" Muyin meletakka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status