Share

Keano Tahu

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2026-08-29 16:55:56

Malam harinya setelah jam tutup mall.

Freya sengaja menunda kepulangannya, menunggu hingga sebagian besar karyawan lain sudah meninggalkan area mall. Bahkan Freya menolak ajakan Rachel dengan alasan masih ada yang mau dia kerjakan.

Dia tidak ingin ada yang melihatnya kembali menggunakan mobil mewah seperti kejadian yang sudah membuat heboh pagi tadi, apalagi memberi celah Melissa untuk semakin memojokkannya.

Setelah memastikan koridor sepi dan tidak ada rekan kerja yang berlalu-lalang, Freya me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
ayo diusut sampai tuntas ya keano kasus itu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Langsung Ada Bukti

    Freya melipat bibir sejenak, ragu karena takut salah bicara. Namun, Keano juga menuntut jawaban darinya, sehingga Freya memberanikan diri menjelaskan.“Bapak berhak mengurus masalah ini.” Freya mencoba menjelaskan lebih jauh, suaranya masih terdengar cemas. “Hanya saja, tidak biasanya seorang owner turun langsung menangani masalah sekecil ini. Apalagi ini menyangkut kesalahan produk di salah satu toko brand yang menyewa tempat di mall Bapak.”“Toko itu ada di dalam mall milikku,” potong Keano cepat, nada suaranya datar tapi menekan.“Saya tahu, Pak.” Freya buru-buru menyahut. “Tapi kalau Bapak yang turun langsung menyelidiki, rasanya akan terlihat aneh dan berlebihan. Saya takut ada yang berpikiran macam-macam soal ini.”Freya menjeda kalimatnya sejenak, menimbang kata-kata berikutnya dengan hati-hati. “Saya juga takut nama Bapak jadi dikait-kaitkan dengan saya, karena masalah ini menyangkut nama saya. Saya tidak ingin citra Bapak jadi buruk hanya karena masalah kecil seperti ini.”Ke

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Diam, Melindungi

    Mata Freya membola lebar, mulutnya sedikit terbuka tapi tidak ada kata-kata yang berhasil keluar. Dia menatap Keano tidak percaya, mencoba mencerna kalimat singkat yang baru saja diucapkan pria itu.“Ta-tapi—”Suara Freya menggantung di udara saat melihat mata Keano yang menyorot tajam ke arahnya. Bibir Freya tertekuk, menatap Keano yang sudah kembali mengalihkan pandangan darinya.“Harusnya ….” Keano masih menatap lurus ke depan meski nada bicaranya penuh penekanan. “Kalau kamu tidak melakukannya, kamu tidak perlu menjadi pihak yang bertanggung jawab. Dan, kamu bisa menyanggahnya.”Freya terdiam cukup lama, menundukkan kepalanya sambil meremat ujung roknya. Pikirannya berkecamuk, mencoba menyusun alasan yang bisa diterima logika sekaligus jujur pada dirinya sendiri.Ketika akhirnya dia mengangkat wajah, menatap Keano lagi, suaranya keluar pelan tapi penuh kesungguhan. “Saya tidak mau masalah ini membesar, Pak. Kalau saya terus membantah tanpa bukti, bisa-bisa toko bahkan pihak mall i

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Keano Tahu

    Malam harinya setelah jam tutup mall.Freya sengaja menunda kepulangannya, menunggu hingga sebagian besar karyawan lain sudah meninggalkan area mall. Bahkan Freya menolak ajakan Rachel dengan alasan masih ada yang mau dia kerjakan.Dia tidak ingin ada yang melihatnya kembali menggunakan mobil mewah seperti kejadian yang sudah membuat heboh pagi tadi, apalagi memberi celah Melissa untuk semakin memojokkannya.Setelah memastikan koridor sepi dan tidak ada rekan kerja yang berlalu-lalang, Freya melangkah cepat menuju area parkir belakang gedung, tempat sopir Keano menunggu sesuai dengan instruksinya. Di area parkir belakang yang tersembunyi dan jarang yang melintas di jam malam seperti ini.Begitu tiba di sana, Freya langsung membuka pintu belakang mobil sedan hitam itu, bergegas masuk tanpa banyak berpikir.Namun, begitu dia duduk dan menutup pintu, matanya membola kaget mendapati sosok yang sudah lebih dulu duduk di sana.“P-Pak Keano?” Freya tergagap, matanya membola lebar dan jantung

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Tidak Dapat Bukti

    Proses konsultasi dan penanganan akhirnya selesai. Wanita itu keluar dari ruang perawatan dengan wajah yang sudah diberi obat topikal, ruam merahnya sedikit mereda meski masih terlihat jelas di beberapa bagian.Freya segera berdiri, menyambutnya dengan sikap ramah yang tulus. “Bagaimana kondisinya, Bu? Apa sudah lebih baik?”“Dokter bilang butuh waktu beberapa hari untuk benar-benar pulih,” jawab wanita itu, nada suaranya masih sedikit ketus meski tidak semarah sebelumnya. “Aku akan tetap memantau agar tidak kabur, sampai wajahku benar-benar sembuh total, Freya.”“Tentu, Bu. Silakan hubungi saya kapan saja jika ada yang ingin ditanyakan,” balas Freya sopan. Dia mengambil secarik kertas kecil dari dalam tasnya, menuliskan nomor ponselnya dengan tulisan rapi, lalu menyerahkannya pada wanita itu. “Ini nomor saya, Bu. Ibu bisa menghubungi saya langsung kalau butuh sesuatu.”Wanita itu menerima kertas itu dengan tatapan masih sedikit sewot, memeriksa tulisan di sana sejenak sebelum memasu

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Pinjam Nanda

    Di lokasi proyek pembangunan mall cabang baru yang berada di luar kota. Nanda berjalan beberapa langkah di belakang Keano yang sedang serius berdiskusi dengan beberapa investor proyek tersebut.Ponsel di saku celana Nanda bergetar pelan. Dia melirik sekilas, memastikan Keano masih fokus dengan pembicaraannya sebelum diam-diam mengecek pesan yang masuk.Kening Nanda berkerut dalam membaca pesan dari Freya. Kenapa Freya malah mau pinjam padanya, kenapa tidak minta pada Keano? Nanda menatap sekilas lagi ke Keano, lalu mengetik balasan singkat.[Uangnya untuk apa, Nona Freya?]Nanda menunggu balasan sambil sesekali melirik ke arah Keano yang masih tampak serius menjelaskan sesuatu pada para investor, menunjuk-nunjuk denah bangunan yang terbentang di atas meja pertemuan.Beberapa menit berlalu, ponsel Nanda kembali bergetar. Dia membuka pesan itu dengan cepat.[Ada pelanggan toko yang alergi setelah pakai produk dari toko kami. Sekarang saya diminta bertanggung jawab dan sedang berada di

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Akan Tanggung Jawab

    Suasana di dalam toko semakin tegang karena ucapan Melissa. Freya menipiskan senyum, sama sekali tak menanggapi ucapan Melissa yang tampak berlebihan ini.Justru Freya menoleh sekali lagi pada wanita yang wajahnya masih memerah menahan perih, mengabaikan tantangan Melissa. Dia menarik napas pelan sebelum kembali bersuara.“Bu, mari saya antar sekarang ke klinik kecantikan untuk periksa dan menangani masalah yang Ibu alami,” kata Freya, suaranya tetap tenang meski di dalam dadanya masih bergejolak hebat. “Semakin cepat ditangani, semakin baik untuk kondisi kulit Ibu. Saya benar-benar akan bertanggung jawab atas semua biayanya.”Wanita itu menatap Freya dengan raut ragu bercampur kesal, matanya menyipit seolah masih menimbang apakah harus mempercayai tawaran itu atau tidak. Namun, rasa perih yang semakin menjalar di wajahnya membuat dia tidak punya banyak pilihan.“Baiklah,” jawab wanita itu akhirnya, nada suaranya masih ketus. “Tapi awas kalau kamu tidak menepati janjimu.”Freya menga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status