Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 365. Membiasakan Diri

Share

365. Membiasakan Diri

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-11-05 12:16:20

“Vio sudah dewasa, sudah waktunya dia belajar hidup mandiri,” jawab Roberto tegas. Ia melirik Raymond dengan sudut matanya.

Roberto mengamati dengan saksama ketenangan yang dipaksakan di wajah pria yang lebih muda itu. Ia berdiri di samping Raymond dengan tangan bersidekap, mendengus ringan. Pria paruh baya itu berbicara dengan nada santai yang kentara dibuat-buat sengaja dipasang untuk menyembunyikan getar yang merambat ke tenggorokannya.

“Saat kamu seumuran Vio dulu, kamu bahkan sudah menggen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kadang trenyuh ya.. diusia SMA Raymond sudah gendong anak..anak muda kapten basket dipaksa menikahi wanita yg sudah hamil dan diusir dari rumahnya.. Alhamdulillah semua sudah berakhir
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   366. Jangan Dulu, Nyonya!

    Pagi hari Jovita duduk di depan meja rias, Jovita duduk di depan meja rias, jemarinya bergerak lincah menata helaian rambut menggunakan pengering dengan dengungan konstan yang meredam suara detak jantungnya sendiri.Di ambang pintu kamar mandi, Raymond melangkah keluar dengan uap hangat yang mengepul dari tubuhnya. Pria itu tampak segar, hanya mengenakan handuk yang membebat pinggangnya, sementara tangannya yang lain mengusap-usap sisa air di rambut pendeknya dengan handuk kecil.Raymond berjalan mendekat, membungkuk perlahan dari belakang untuk mengecup puncak kepala istrinya, lalu berbisik tepat di dekat telinga Jovita.“Maaf ya kalau semalam... aku terlalu kasar.”Jovita tersenyum tipis lewat pantulan cermin, menggeleng pelan seraya membuang napas ringan. Ia sangat paham badai emosi apa yang berkecamuk di dada suaminya tadi malam. Kepedihan teramat sangat saat harus melepaskan Viola bergeser menjadi hasrat liar, sebuah pelampiasan purba atas ketidakberdayaan menghadapi takdir.“Ngg

  • Istri Rahasia Om Raymond   365. Membiasakan Diri

    “Vio sudah dewasa, sudah waktunya dia belajar hidup mandiri,” jawab Roberto tegas. Ia melirik Raymond dengan sudut matanya.Roberto mengamati dengan saksama ketenangan yang dipaksakan di wajah pria yang lebih muda itu. Ia berdiri di samping Raymond dengan tangan bersidekap, mendengus ringan. Pria paruh baya itu berbicara dengan nada santai yang kentara dibuat-buat sengaja dipasang untuk menyembunyikan getar yang merambat ke tenggorokannya.“Saat kamu seumuran Vio dulu, kamu bahkan sudah menggendong anak berumur lima tahun. Jangan terus-terusan memanjakannya, Ray.”Tanpa menunggu balasan atau basa-basi perpisahan, Roberto langsung berbalik badan, melangkah cepat meninggalkan anak dan menantunya.Pria tua itu sengaja mempercepat langkahnya, menyembunyikan air mata yang akhirnya luruh juga di balik kacamata hitamnya, memilih memikul kesedihan seorang kakek dalam kesendirian.Sekian tahun Roberto mengabaikan Viola, tapi, kesadaran bahwa kelahiran gadis itu ke dunia adalah buah dari kegaga

  • Istri Rahasia Om Raymond   364. Perpisahan

    Waktu merayap kejam, memangkas hari-hari tanpa menyisakan ruang bagi penyesalan.Di dalam kabin SUV yang melaju membelah kota, Jovita membiarkan bulir bening itu luruh membasahi pipi. Napasnya tercekat di tenggorokan, tersendat oleh rasa sesak yang kian menumpuk. Tanpa suara, punggung tangannya bergerak cepat menyeka sisa basah di wajah.“Cepat banget Papa menyiapkan semuanya...” Suara itu meluncur parau, bergetar hebat menahan beban emosi yang teramat berat. “Sepertinya baru kemarin kita berkumpul lagi sebagai satu keluarga yang utuh... tapi sekarang, kita dipaksa untuk berpisah lagi.”Raymond bergeming. Jemarinya merengkuh tangan Jovita, menggenggamnya begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih, menyalurkan sisa-sisa pertahanan terakhir yang ia miliki.Di balik ketenangan Raymond yang dipaksakan, ada badai yang mengamuk hebat di dalam dada pria itu, rasa tidak rela mencabik-cabik kewarasannya saat harus melepas kepergian gadis yang selama puluhan tahun ia akui sebagai darah dagin

  • Istri Rahasia Om Raymond   363. Orang Tua yang Baik

    Jovita menghela napas panjang, menatap wanita di hadapannya dengan sorot mata yang menyatukan rasa iba dan kejengkelan mendalam.“Apakah nasib burukmu bisa kamu jadikan alasan untuk menghancurkan hidup orang lain?” tanya Jovita tajam.Felisa menggeleng lemah, meremas cangkir teh yang sejak tadi dia genggam. “Aku tidak punya jalan keluar waktu itu, Jo... Hidupku sepenuhnya bergantung pada Tante Elle.”“Itulah kesalahan terbesarmu,” potong Jovita tegas, menunjukkan prinsip hidup. “Menggantungkan hidup pada manusia adalah kesalahan fatal. Karena manusia selalu menuntut balas budi atas segala kebaikan yang mereka beri. Kalau sejak awal Tante Feli memilih hidup mandiri, Tante Elle tidak akan punya celah untuk menyetir hidup Tante separah ini.”Raymond melirik sejenak ke arah istrinya. Ada rasa kagum yang menyelinap di dada melihat Jovita berbicara sedikit bijaksana, memegang kendali penuh atas situasi tanpa tersulut emosi.“Aku rasa jika saat itu Tante Feli jujur, Papa Roberto pasti akan m

  • Istri Rahasia Om Raymond   362. Pengakuan

    Seandainya bukan demi Viola, nomor Felisa sudah lama diblokir dan dihapus bersih dari ponsel Raymond. Pria itu tidak sudi menyisakan satu pun jejak dari masa lalu yang telanjur menjijikkan.Tapi malam ini, takdir memaksanya melangkah ke sebuah kafe demi menuntaskan sisa kemelut yang belum usai.Pintu kaca bergeser pelan. Felisa yang duduk gelisah di dekat jendela, dengan cangkir teh yang sudah mendingin mendadak kaku. Mantan suaminya benar-benar datang.Matanya membelalak tak nyaman. Raymond tidak sendiri. Di sisi pria itu, seorang wanita muda berbalut mantel rajut merapat manja, menggandeng lengannya posesif tapi tetap elegan.Raymond menarik kursi, membantu istrinya yang sedang berbadan dua duduk dengan nyaman. Jovita langsung melempar senyum manis, seolah menegaskan kepemilikannya.“Hai, Tante... Gimana kabarnya?” sapa Jovita, menyembunyikan rasa eneg di balik lengkung bibirnya.Perempuan waras mana yang rela melepas suaminya bertemu mantan istri. Apalagi yang masih cantik dan terk

  • Istri Rahasia Om Raymond   361. Panggilan dari Mantan

    “Baguslah kalau begitu.”Hampir saja kata-kata itu meluncur tanpa halangan dari mulut Jimmy. Tapi, kata-kata itu tertelan kembali di tenggorokan begitu ia menangkap gurat kesedihan yang teramat pekat di wajah Raymond.Sebagai sahabat karib yang paling tahu jatuh bangun hidup Raymond, Jimmy sangat paham betapa hancurnya hati pria itu. Meski kadang ia merasa gemas setengah mati karena Raymond terlampau sabar dan terkesan lemah hingga bertahun-tahun dimanfaatkan.“Aku rasa papamu benar, Ray,” ujar Jimmy melunak, menepuk pelan bahu sahabatnya. “Jika selama ini kamu selalu berseteru dengan papamu, ada baiknya untuk masalah yang satu ini... kamu ikuti saja maunya.”Raymond mendengus pahit, meneguk sisa sodanya.“Aku terpaksa menurut, Jim. Bukan karena aku mengalah pada cara Papa, tapi karena itu satu-satunya hal yang diinginkan Vio.”Jimmy tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana. “Anak pinter.”Raymond menatap malas sahabat di sampingnya. Harapan mendapat masukan yang bisa meringankan b

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status