Compartilhar

Bab 41

Autor: Djulitas
last update Data de publicação: 2026-06-02 09:23:42

Hagan menoleh cepat setelah mendengar itu, matanya membola, dahinya turut berkerut dalam.

“Orang tua kita saling kenal?” tanya Hagan sedikit terkejut.

“Mungkin…” Belvara mengendikan bahu.

Hagan membuang nafas perlahan, berusaha mengingat sosok orang tua Belvara, kenapa ia tidak mengenalinya? Bukankah mendiang sang Ayah selalu memperkenalkan semua kolega padanya sejak kecil.

Jika orang tua Belvara wafat ketika Belvara berusia sekitar sepuluh tahun, berarti kala itu usia Hagan sekitar 23 tahun, d
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang. Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.” Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar. Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya. “Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar s

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang.Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.”Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar.Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya.“Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar seenak ji

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   77. Perjodohan yang menyiksa

    Masih dengan memegangi gagang pintu, Belvara berpikir untuk mencari alasan yang masuk akal agar Ayana percaya. “Maksud Non Ayas, tadi kita lagi main Mama-mamaan dan Saya Mama dari boneka yang lagi di mainin Non Ayas,” jelas Belvara berdusta.Dan Ayas pun menutup mulutnya, ia sadar sudah salah memanggil Belvara di depan Ayana.Di sana terlihat Miranti pun menghampiri Ayas, dan merangkul cucunya itu. “Ayas, Kamu boleh kok panggil tante Ayan ini Mama, karena sebentar lagi juga dia akan jadi Mama Kamu.”Ayas menatap Ayana lekat-lekat, dengan wajah datar tak menampilkan ekspresi apapun. “Aku udah punya Mama, Kok Oma.”Miranti tertawa sumbang. “Kamu memang belum mengerti, Sayang.”“Udah lah, Bu. tidak perlu memaksakan Ayas, nanti pun dia akan ngerti sendiri, timpal Ayana. “Tapi, Bu, setelah Aku resmi jadi istri Mas Hagan pengasuh itu biar diberhentikan saja.”“Loh, kenapa? Dia bisa bantu urus Ayas kalau Kamu repot sama kerjaan.”“Aku kurang nyaman sama dai, Bu. yang ada nanti Ayas akan mala

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   76. Kemana Hagan?

    Pintu itu pun dibuka Ayas dan anak itu sedikit mematung di ambang pintu. “Loh, Papa gak ada?”“Mungkin Papa sudah berangkat,” jawab Belvara seraya menenangkan. “Ayo ganti baju dulu.”Pintu kamar Hagan kembali Ayas tutup perlahan, bibir anak itu sedikit meruncing. “Kok, Papa berangkatnya gak pamit dulu sama Ayas?”“Ada yang perlu segera di kejakan, mungkin.” Dalam hati Belvara pun penuh tanya, kemana sebenarnya Hagan? Apa polisi membawanya saat langit bahkan masih gelap? Seperti buronan saja. Atau sebenarnya kesalahan Hagan cukup banyak? Hingga polisi berjaga saat langit masih gelap?Setelah mengganti seragam sekolahnya yang sempat ia kenakan tadi, Ayas kembali mengenakan pakaian santai rumahan, bermain slime bersama Belvara.Meski ia sedang menemani Ayas Bermain namun pikirannya seolah terus bertanya kemana Hagan? Apa iya di kantor polisi atau ada di kantor yayasan? Hingga ia menatap kosong slime yang ia remas-remas, tak mendengarkan Ayas mengoceh.“Ma, ke kantor Papa yuk.” Ajakan A

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   75. Suasana semakin membingungkan

    Dua polisi duduk di ruang tamu dengan Hagan di hadapannya, polisi itu memperlihatkan bukti yang sudah menyeret nama baiknya. “Ini video seorang remaja yang mengaku pernah jadi korban Bapak.” polisi itu memutur layar ponselnya ke arah Hagan.Hagan menatap layar ponsel itu dengan tatapan tajam, terlihat rahangnya kaku, cengkeraman tangannya di ponsel semakin kuat.“Ini tidak benar, Pak. bahkn Saya tidak mengenal anak itu.” pekik Hagan dengan intonasi tinggi.”Belvara duduk di kursi belajar kamar Ayas bisa mendengar itu, dan tepat suara tinggi Hagan itu terdengar oleh Ayas yang baru saja keuar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. “Papa kenapa itu, Ma?” “Bukan apa-apa, ayo sini pakai bajunya.” Belvara mengusap kepala Ayas yang masih basah dengan handuk lain yang tersampir di bahunya sejak tadi. Suara gaduh kembali terdengar, Ayas hampir saja membuka pintu kamarnya, namun Belvara lebi cepat meraih bahu anak itu, mengajak nya duduk di depan cermin untuk berdandan.“Belum nyisir,

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   74. Tertidur di kamar mandi

    Belvara dengan nafas yang masih tak beraturan, ia membersihkan diri, menggosok miliknya yang sedikit membengkak, permainan Hagan kali ini terlalu tergesa, membuat miliknya sedikit lecet, ia pun meringis saat air mulai mengguyurnya.‘Perih banget, jadi inget waktu main pertama kali di tempat camping, perihnya begini, aw…’ gumam Belvara.Di dalam kamar mandi ia menguping, meski tak terdengar jelas. Sampai kapan Miranti di sana? Ia harus segera kembali ke kamarnya, sebelum Tina bangun dan memberinya pertanyaan tidur dimana berulang kali, semakin sering kerabatnya bertanya seperti itu, tentu akan menimbulkan kecurigaan.Jantung Belvara seolah tak bisa dikoordinasikan, terus berdegup kencang, kedatangan Miranti yang tiba-tiba dan keadaan ia sedang bersama Hagan melakukan hubungan layaknya suami istri. Belvara pun mencari ponselnya, penasaran ingin tahu jam berapa sekarang?Tapi hawar-hawar terdengar Hagan dan Miranti masih berbicara, dan suara Miranti terdengar sedikit tinggi. Apa karena m

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   70. Sebagian kebenaran terungkap

    Hagan menginjak pedal remnya mendadak, seolah ia baru saja terhentak oleh pertanyaan Belvara. Ia pun menarik nafas dalam-dalam.Belvara membelalakan mata, menatap ke arah sang pengemudi. “Bapak kenapa?”Dengan wajah yang pucat pasi, ia menggeleng, tanpa menoleh ke belakang. “Gak apa-apa.”Belvara k

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   69. Dia yang cemburu

    “Pak Hagan,” sapa Belvara ketika ia baru saja keluar dari lift dan berpapasan dengan Hagan di depan lift. Belvara sedikit menarik ujung jas Hagan.Hagan menoleh menatapnya nyalang. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Ayas?”Belvara menggeleng pelan, wajahnya pucat dan kaku, seperti baru saja menda

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   68. Perempuan di apartemen

    Setelah meletakan pakaian yang sudah ia pilih untuk Hagan, Belvara keluar dari kamar itu mengendap-ngendap, menyapu pandangan memastikan tidak ada yang memergoki. Dan syukurnya area rumah itu masih sepi. Namun di dapur, kehidupan sudah di mulai, beberapa pelayan sedang mempersiapkan bahan untuk sar

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   67. Topeng itu kembali?

    Belvara terbangun lebih dulu dengan tubuhnya yang Hagan peluk erat, salah satu kaki pria itu melingkar pula di tubuhnya, membuat tubuh Belvara pegal tertindih Hagan semalaman.Ia mengernyit, berusaha melepaskan pelukan Hagan, semakin ia banyak bergerak, semakin Hagan memeluknya kian erat.“Bayi bon

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status