Partager

74. Rasa yang Berbeda

Auteur: Banyu Biru
last update Date de publication: 2026-03-31 22:54:16
Jika Elena dilema dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya, Sandra justru dilema dengan bingkisan yang baru saja ia buka.

Sesekali, matanya menerawang langit malam dari balkon kamar. Sementara tangannya menyentuh lukisan batik itu penuh perasaan.

Ia pernah merasakan sentuhan itu. Ia juga pernah melihat lukisan-lukisan itu. Tapi itu dulu. Saat ia masih bersama ibunya.

Wanita itu selalu membawa Sandra menikmati langitcmalam sambil menuangkan canting di atas lembaran.

“Ibu…” bisikny
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   126. Jarak yang Tak Sama

    Foto Dewantara dan Rasya yang berdiri berdampingan di atas panggung peresmian swalayan itu menyebar seperti api di atas jerami kering. Dalam hitungan jam, desas-desus nasional segera berembus kencang. Berbagai media *online* dan akun gosip terkemuka serentak menaikkan tajuk utama yang sama: mengabarkan bahwa model pendatang baru itu adalah kekasih baru sang konglomerat.Wajar saja jika publik berspekulasi liar. Selama ini, pasca-bercerai dari Elena, Dewantara dikenal sebagai sosok pria berdarah dingin yang tidak pernah membiarkan wanita mana pun mendekat, apalagi berpose mesra di depan publik. Fakta bahwa ia membiarkan Rasya menggandeng lengannya malam itu menjadi pemandangan langka yang langsung memenuhi jagat maya.Di sebuah rumah minimalis yang asri di sudut Yogyakarta, malam telah larut. Sandra duduk di tepi ranjangnya, menatap layar ponsel dengan pendar cahaya yang menerangi wajah sayunya. Jemarinya tak sengaja berhenti memutar salindia ketika sebuah artikel berita muncul di bera

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   125. Cinta Masa Lalu

    Alunan musik instrumental yang elegan bergema di seluruh penjuru auditorium utama pusat perbelanjaan baru tersebut. Cahaya lampu panggung memantul mewah pada barisan busana batik modern karya Sandra yang melekat sempurna di tubuh para model papan atas. Setiap potongan pola yang tegas, perpaduan warna yang berani, serta detail motif klasik Yogyakarta yang dikemas secara kontemporer sukses menuai decak kagum dari para tamu undangan kelas atas yang hadir malam itu.Di balik panggung, Sandra berdiri dengan napas yang berangsur lega. Beberapa model senior bahkan menghampirinya, menjabat tangannya dengan senyum lebar, dan menyatakan kepuasan mereka atas kenyamanan busana rancangannya. Kerja kerasnya mengurung diri di rumah produksi batik sang ayah selama beberapa minggu terakhir terbayar lunas. Ada rasa bangga yang membuncah di dadanya; ia berhasil membuktikan bahwa bakatnya mampu berbicara lantang di panggung berskala nasional.Namun, keriuhan dan rasa bangga itu mendadak menguap tanpa sis

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   124. Akhirnya Pulang

    Setelah tiga hari yang melelahkan dalam ketidakpastian di dalam kamar hotel, malam itu Sandra akhirnya melangkah mantap menyusuri garbarata pesawat AirAsia yang membawanya langsung membelah angkasa menuju Yogyakarta. Di dekapannya, Aleya tertidur pulas akibat ayunan lembut mesin pesawat, sementara di kursi sebelah, Mbok Darmi berkali-kali merapikan selimut sang bayi dengan gurat kelegaan yang amat jelas di wajah tuanya.Ketika roda pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Adisutjipto, detak jantung Sandra berangsur normal. Dinginnya AC bandara berpadu dengan aroma khas udara Yogyakarta yang selalu ia rindukan. Keputusannya untuk menunda kepulangan dan beralih ke penerbangan langsung menuju tanah kelahirannya terbukti menjadi perisai terbaik. Di sini, di bawah langit Maguwoharjo, tidak ada ketegangan yang mengintai. Jalur pelacakannya telah putus total di terminal kedatangan Jakarta.Di area penjemputan, Wiryawan sudah berdiri sejak dua jam yang lalu. Laki-laki paruh baya itu mondar-man

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   123. Jejak.yang Terputus

    Hari yang dinanti sekaligus dihindari itu akhirnya tiba. Pelatihan intensif di Malaysia telah resmi berakhir. Bagi Sandra, satu tahun di negeri jiran bukan sekadar tempat menimba ilmu tekstil dan desain, melainkan sebuah ruang perlindungan tempat ia bisa menyembuhkan luka-luka masa lalunya sembari membesarkan Aleya kecil dalam ketenangan.Kamar mess yang selama ini menjadi saksi bisu malam-malam panjangnya bekerja keras kini sudah tampak rapi. Dua koper besar tergeletak di dekat pintu, bersanding dengan tas perlengkapan bayi milik Aleya. Setelah memastikan tidak ada satu pun barang yang tertinggal, Sandra menitipkan Aleya yang sedang tertidur lelap di pangkuan Mbok Darmi. Langkah kakinya membawa kerinduan sekaligus kecemasan baru untuk kembali ke tanah air. Namun sebelum melangkah pergi, ada satu kewajiban yang harus ia selesaikan: berpamitan pada orang-orang yang telah membentuknya menjadi desainer yang tangguh.Setelah menyelesaikan sesi pamit penuh air mata dengan Hana dan menerima

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   122. Langkah Baru

    Matahari baru saja diatas kepala saat Dewantara dan Elena, sama-sama keluar dari gedung Pengadilan Agama. Kompleks bangunan yang menjadi saksi bisu runtuhnya komitmen itu kini menjadi latar belakang dari akhir sebuah sandiwara panjang.Dua orang itu berjalan berdampingan keluar dari pintu besar ruang sidang utama. Dewantara dan Elena. Langkah mereka tidak lagi seberat bulan-bulan sebelumnya. Ada semacam kelegaan yang tak kasat mata yang kini mengiringi setiap ketukan sepatu mereka di atas lantai marmer.Elena berjalan dengan satu tangan yang secara refleks bertumpu di bawah perutnya yang kini mulai sedikit membuncit. Kehamilannya yang mulai memasuki trimester kedua mengubah siluet tubuhnya, sekaligus mengubah seluruh sudut pandangnya tentang kehidupan. Ia bukan lagi Elena yang rapuh, yang selalu mendiktekan hidupnya pada ambisi buta sang ibu. Di dalam rahimnya, ada kehidupan sejati yang harus ia jaga, bukan sekadar alat untuk mempertahankan sebuah status sosial yang semu.Tepat di an

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   121. Insiden Awal

    Langkah kaki Sandra terasa begitu berat saat ia meminta izin kepada pengawas untuk pergi ke toilet. Rasa mulas yang teramat sangat tiba-tiba menyerang perutnya, membuat fokusnya buyar di tengah-tengah lembar soal ujian teori tekstil yang sedang berlangsung. Wajahnya yang semula segar kini berubah pucat, dengan peluh dingin yang mulai membasahi pelipis.Di dalam ruang ujian, Hana menoleh ke arah kursi Sandra yang berada dua baris di sampingnya. Jam dinding digital di depan ruangan terus berdetak, menunjukkan bahwa sudah hampir empat puluh lima menit sahabatnya itu belum juga kembali. Lembar jawaban di meja Sandra masih tampak setengah kosong, tertindih sebuah pulpen yang tergeletak pasrah.Hana mulai digeluti rasa cemas. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Sandra bukanlah tipe orang yang akan menyia-nyiakan waktu ujian penting seperti ini hanya untuk berlama-lama di kamar mandi. Tanpa berpikir panjang, Hana mengangkat tangannya tinggi-tinggi."Permisi, Cikgu. Saya izin

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   22. Retak yang Dipilih

    Sandra menarik kursi di depan sofa. “Silakan duduk.... Tante,” ucapnya ragu. Desi tak menjawab. Ia tetap berdiri, menatap ruangan itu dengan sorot mata tajam, menyapu sofa, meja, pintu kamar mandi, bahkan jendela yang sedikit terbuka. Sambil terus berjalan hingga berhenti di sudut jendela. Menata

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   17. Hasil yang Samar

    Sandra bersiap ke rumah sakit setelah Elena menelponnya pagi-pagi. Jadwal pemeriksaan. Hal yang kadang membuat Sandra berdebar. Sesuai dengan arahan, ia segera datang menemui Bastian. Setelah memastikan serangkaian dokumen, Bastian meminta beberapa tenaga kesehatan untuk menyiapkan yang dibutuhkan

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-20
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   16. Sebuah Keinginan

    “Itu… itu…!” Sandra refleks melangkah ke depan, menghadang Elena yang terus berjalan ke depan. Tangan Sandra terulur meraih lengan kakaknya cepat, berharap ia bisa menghentikan langkah Elena yang sudah telanjur maju. “Kak, jangan ke situ,” ucap Sandra dengan suara tegang. Ia tak bisa mengambil

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-19
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   15. Kurang Sedikit Lagi

    hampir jam dua belas malam dan mobil Elena berhenti tepat di depan butik Sandra. Elena tersenyum. Lampu butik menyala. Dan yang membuat dada Elena sedikit lega adalah mobil Sandra yang masih terparkir rapi di halaman. Elena turun dengan langkah cepat lalu mengetuk pintu kaca butik satu kali. Tak

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-19
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status