Home / Romansa / Istri Simpanan Pak Dosen / Bab 59: Jebakan Pak Subroto

Share

Bab 59: Jebakan Pak Subroto

Author: Devieshinta
last update publish date: 2026-06-10 12:00:46

Tangan Alana masih gemetar di depan cermin toilet kampus. Ia berulang kali menarik kerah kemeja putihnya ke atas, memastikan kain katun itu menutupi sempurna dua bekas kemerahan pekat di lehernya. Sisa kehangatan semalam seketika berubah menjadi debar ketakutan yang mencekam di bawah lampu neon toilet yang terang.

"Aman, Al. Ini nggak akan kelihatan kalau kamu nggak banyak dongak," gumam Alana pada dirinya sendiri, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berkejaran.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 82: Misi Penginapan Dadakan

    Keira meremas struk apotek itu di dalam genggamannya, menyembunyikannya ke dalam saku kulot sebelum Alana menyadari keterkejutannya. Pikirannya berputar liar. 'Susu ibu hamil? Vitamin pranikah? Atas nama Pak Aksa?' Detektif di dalam diri Keira mendadak bangun total. Tak lama kemudian, Elara kembali masuk ke lobi setelah memastikan Bara benar-benar melesat pergi dengan motornya. "Hah! Capek banget badak satu itu kalau lagi ngamuk. Al, kamu nggak apa-apa?" "Aku nggak apa-apa, El. Makasih ya udah bantuin," jawab Alana, napasnya masih agak memburu karena sisa ketegangan tadi. Keira berjalan mendekat, memasang senyum manis yang sengaja dibuat sealami mungkin. "Al, ini udah hampir jam dua belas malam. Angkutan umum udah nggak ada, kosan aku juga gerbangnya pasti udah dikunci jam sebelas tadi. Kosan Elara 'kan searah sama aku. Gimana kalau... malam ini kita menginap di tempat kamu aja?" "Eh?" Alana tersentak, matanya melebar panik. "M-Menginap di sin

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 81: Interupsi Sang Suami

    "Sekarang jawab jujur, Al... Kenapa kamu bisa tinggal di apartemen mewah milik Pak Aksa, dosen pembimbing kamu sendiri, malam-malam begini?!" Suara Bara yang meninggi laksana guntur di lobi Kuningan Residence yang sunyi. Cengkeramannya di bahu Alana membuat gadis itu terpaku dengan wajah pias. Di samping mereka, Elara dan Keira melangkah mundur satu langkah, mata mereka membelalak sempurna menanti jawaban. Atmosfer lobi mendadak mencekam, siap meruntuhkan seluruh dinding rahasia Alana. "Ada masalah di sini, Saudara Bara?" Sebuah suara bariton yang teramat familier, dengan nada santai namun sarat akan wibawa yang memotong ketegangan, tiba-tiba terdengar dari arah lift koridor utama. Semua kepala refleks menoleh. Aksa Dewantara berjalan mendekat dengan langkah kasual. Tidak ada setelan jas formal atau kemeja kaku dosen yang biasa ia kenakan di kampus. Malam ini, Aksa hanya memakai kaus oblong putih polos berpotongan pas badan, celana jins hitam,

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 80: Sandiwara Menegangkan

    Jantung Alana seakan berhenti berdetak melihat wajah Bara yang terpampang jelas di layar interkom unit penthouse. Hubungan mereka yang belum berakhir, namun merenggang karena pernikahan siri ini, membuat kehadiran Bara selalu menjadi bom waktu. "M-Mas Aksa... bagaimana ini?" bisik Alana panik, suaranya bergetar hebat. "Bara nekat sekali sampai naik ke atas. Kalau Papa dan Mama lihat..." Aksa tetap mempertahankan ekspresi tenangnya yang dingin, meskipun kilat amarah dan cemburu sempat melintas di matanya. Aksa menoleh sekilas ke arah ruang tengah, di mana Papa Damar dan Mama Ratna sedang berbincang santai setelah menempuh perjalanan jauh. Sebagai sesama kalangan pengusaha yang menghormati persahabatan lama, kedatangan orang tua Alana adalah kehormatan, sekaligus ujian berat untuk menyembunyikan status pernikahan siri ini dari publik kampus. "Alana, dengarkan saya," ucap Aksa dengan suara rendah namun teramat tegas, mencengkeram lembut kedua bahu Alana. "Jangan biarkan dia membuat ke

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 79: Kunjungan Dadakan Papa Damar

    Di dalam unit penthouse, keheningan malam yang tenang setelah momen intim mendadak pecah oleh suara dering telepon rumah yang terhubung langsung dengan meja resepsionis lobi bawah. Aksa yang baru saja memakai kembali kaus rumahannya segera melangkah ke ruang tengah, sementara Alana mengekor di belakang dengan perasaan tidak enak yang tiba-tiba merayap di dadanya. Aksa mengangkat gagang telepon interkom. "Ya, selamat malam. Ada apa?" "Selamat malam, Pak Aksa. Mohon maaf mengganggu waktunya," suara petugas lobi terdengar dari seberang. "Di bawah ada seorang tamu paruh baya bernama Bapak Damar Danuarta. Beliau mengatakan sebagai ayah dari Ibu Alana dan ingin berkunjung ke unit Anda. Apakah diperbolehkan naik?" Mendengar nama itu disebut, mata Alana seketika membelalak sempurna. "P-Papa?!" pekik Alana tertahan, tangannya langsung gemetar hebat. Aksa menatap Alana dengan keterkejutan yang sama, namun ia dengan cepat menguasai diri. "Baik, tolong an

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 78: Bara yang Nekat

    Malam semakin larut, namun hawa dingin di luar kompleks Kuningan Residence seolah tidak mampu membekukan darah Bara yang sedang mendidih. Di bawah lampu jalan yang temaram, beberapa puluh meter dari pos penjagaan utama yang dijaga ketat, Bara berdiri menyandarkan tubuhnya pada jok motor. Jaket denimnya terasa lembap oleh embun malam, tetapi sepasang matanya tidak berkedip sedikit pun, terus mengunci pandangan ke arah menara apartemen megah tempat Alana berada. Dua puluh panggilan teleponnya diabaikan total. Pesan demi pesan yang ia kirimkan hanya berakhir dengan tanda centang abu-abu. "Lo bener-bener berubah, Al. Lo sengaja ngilang dan sembunyi di balik ketiak dosen kaya itu, kan?" desis Bara dengan suara serak, meremas ponsel di tangannya hingga buku jarinya memutih. Rasa diabaikan, cemburu, dan penasaran yang menumpuk selama beberapa hari terakhir akhirnya membuat Bara kehilangan akal sehat. Ia nekat mendatangi kompleks elit ini malam-malam, menerobos

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 77: Sembuh dalam Dekapan

    Kamar tidur utama itu kembali dilingkupi kesunyian saat jarum jam merayap ke angka tujuh malam. Pendingin ruangan berdesing halus, meniupkan hawa sejuk yang perlahan menenangkan tubuh Alana. Perlahan, kelopak mata yang terasa seberat timah itu mulai terbuka. Alana mengerjapkan matanya beberapa kali, menyesuaikan penglihatan dengan temaram lampu tidur yang sengaja diredupkan. Kepalanya tidak lagi terasa seringan kapas yang berputar, dan rasa terbakar di sekujur tubuhnya telah menguap, digantikan oleh keringat yang membuat kaus rumahnya terasa lembap. Demamnya telah turun. Saat Alana mencoba menggerakkan lengan kirinya, ia merasakan sebuah kehangatan yang kokoh mengunci jemarinya. Ia menoleh ke samping tempat tidur. Aksa ada di sana. Pria itu tertidur dalam posisi duduk di lantai, dengan melipat kedua tangannya di tepi kasur sebagai bantalan kepala. Wajah tegas yang biasanya selalu memancarkan wibawa dingin itu kini tampak teramat lelah. Gurat kecemasan m

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 62: Air Mata di Kamar Mandi

    Setiap jengkal kata-kata Gladis dan kilatan cincin berlian di layar ponsel itu terus berputar-putar di kepala Alana, membakar dadanya hingga terasa sesak. Alana tidak ingat bagaimana caranya ia bisa turun dari mobil Gladis, memesan taksi, hingga akhirnya menjejakkan kaki di dalam penthouse mewah

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 60: Taktik Penyelamatan

    Alana bangkit setelah memungut pulpen besi tersebut dan meletakkannya kembali di atas meja. Ia buru-buru menarik kerah kemejanya ke atas, namun terlambat. Sorot mata Pak Subroto yang berkilat penuh kemenangan memberi tahu Alana bahwa sesuatu yang buruk baru saja tertangkap basah.

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 58: Klaim Kepemilikan

    Keheningan malam mencengkeram kamar utama setelah teriakan frustrasi Alana mereda. Isak tangis gadis itu terdengar begitu pilu, memecah keangkuhan yang biasanya menyelimuti Aksa. Menatap wajah Alana yang basah oleh air mata dan dipenuhi rasa tidak percaya diri, sudut hati Aksa berdenyut nyeri.

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 57: Benih-Benih Insekuritas

    Suara pintu depan yang tertutup rapat memutus atmosfer mencekam yang ditinggalkan Gladis. Namun, bagi Alana, bisikan beracun wanita itu justru baru saja mulai menyebar, meracuni setiap sudut pikirannya. 'Gadis polos yang mudah dikendalikan.' Kata-kata itu terus bergaung, membuat dadanya terasa se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status