로그인Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya baru pulang ke rumah setelah seharian di luar. Baru saja sampai di rumah semuanya serba salah, ia tiba-tiba marah-marah dan tidak terkontrol seperti biasanya."Mbok ... Ini gimana sih makanan semuanya pada dingin, sengaja biar saya nggak nafsu makan," kesalnya begitu ia masuk ke dalam dapur membuat mbok yang baru saja selesai mencuci piring langsung menoleh. "Ibu mau dimasakin yang baru atau dihangatin saja?""Saya sudah lapar, kenapa nggak disiapin sih dari tadi," kesalnya selalu mengambil piring dan tetap memakan lauk yang ada di meja makan itu. Alex yang mendengarkan itu hanya diam dan membiarkan istrinya itu berekspresi sesuai yang dia mau."Besok Ibu pulang jam berapa biar saya siapkan sesuai jamnya, hari ini kan saya nggak tahu ya Bu dan Bapak tadi makan jam 03.00-an," ujar mbok membuat Lidya memutar mata malas."Siapin aja jam 05.00, kalau kayak gini kan jatuhnya makan makanan dingin," dumelnya yang dibalas anggukan oleh Mbok."Mau kema
Deg!"Apaan sih Pras? Ini tuh bukan aku sama bapak kamu tau nggak, ini tuh rumah tangga kami rumah gak ikut campur," ujar Lidya tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Fras."Iya betul, tapi masalahnya lu yang sesuka hati di rumah. Selama ini gua diem karena gua menghargai lu sebagai orang tua gue, tapi ternyata apa yang lu lakuin? Ini kan? Tiap malam lu ngebayarin orang-orang party biar lu merasa keren, gue tahu lu tuh punya mental yang harus dipuja sehingga lu melakukan banyak hal supaya lu bisa menguasai semuanya.Kalau elu memakai duit pribadi gua nggak ada yang ikut campur, masalahnya yang lu lakuin adalah lu memakai uang bapak gue, emang itu nafkah tapi lu menyalahgunakan," lanjut Fras membuat Lidya memutar mata malas."Fras ... Kamu kayak nggak tau aja kelakuan bapakmu, emangnya aku mau nikah sama dia?Dari awal juga aku nggak mau Fras, tapi apa yang kalian lakuin? Hah? Coba tanya sama diri sendiri apa yang kalian lakuin?" "Gak ada urusan gue masalah itu,""Ada dong, dari
Selama mereka menunggu makanan Alex terlihat sangat sibuk dengan cucunya, sedangkan Alia dan Fras malah senggol-senggolan."Cucu kakek mau apa? Mau mobil-mobilan ya, kakek udah beliin," ucap Alex membuat Alia terkekeh."Papa niat banget beliinnya,""Iyalah, orang Ini pertama kalinya apa-apa baik sama kalian ini belum apa-apa nak, jangan di larang ya," ujar Alex yang dibalas anggukan oleh mereka berdua.Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka datang, Fras sangat senang melihat keluarganya akhirnya bisa persis seperti apa yang ia impikan akhir akhir ini."Papa datang sama siapa tadi?""Sama sopir lah sama siapa lagi," jawab Alex dengan santai membuat Alia dan fras saling melempar pandangan."O iya iya,""Kalau mama mah nggak usah diharapkan, dia aja tiap malam party pulangnya jam berapa, kalo di tanya marah," ujarnya tanpa melihat mereka berdua membuat Fras kaget."Party?""Iya,""Sama siapa Pa?""Nggak tahu papa, Papa udah nggak ada waktu dan nggak ada energi buat menyelidiki itu se
Sepanjang makan malam dengan Alex beberapa kali Lidya melirik ke arah Mbok yang jauh dari mereka. "Malam ini aku nggak jadi party lah," ucapnya mulai membuka pembicaraan namun Alex tetap fokus pada makanannya. "Mas ...""Hum,""Aku nggak jadi party,""Terus?" tanya Alex membuat Lidya menghela nafas panjang."Ya namanya rumah tangga sih Mas, wajar nggak sih kalau ada permasalahan," ujarnya lagi yang dibalas anggukan oleh Alex."Kamu dulu juga kan nggak peduli banget sama aku jadi ya udah Aku nyari pelampiasannya di luar, tapi kan kita berhak berubah lebih baik nggak?" Lanjutnya "Iya,""Hum ..." Dehem Lidya sambil sesekali melihat ke arah mbok. Setelah selesai makan malam Alex kembali ke ruang tengah yang diikuti oleh Lidya. "Kamu mau kemana?""Ya ... Mau sama kamu sih Mas," ujarnya membuat Alex mengerutkan keningnya."Kalau kamu ngelakuinnya demi uang nggak ada ya, jatah kamu adanya di minggu berikutnya," "Nggak Aku mau ngobrol sama kamu aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh
Tatapan Fras tidak kunjung lepas dari istrinya, iya benar-benar meyakini bahwa istrinya itu mempunyai hati yang lembut bahkan ketika dikakitin berkali-kali. Ia tersenyum sekilas lalu mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam di hatinya. 2 jam di rumah nenek, Alex pamit pulang karena masih harus menempuh perjalanan ke kota. "Papa nggak mau nginep aja disini?" tanya Alia membuat Alex diam sejenak lalu ia mengusap kepala Alia sekilas."Terima kasih banyak ya untuk kebaikan hatinya, tapi papa nggak bisa Papa udah terlalu banyak ngerepotin," ujarnya membuat Alia mengangguk.Setelah kepergian Alex, Alia terlihat sangat bahagia ia bahkan senyum-senyum sendiri saat menimbang bayi membuat Fras bingung."Sayang ...""Hum,""Are you okay? Apa apa ada trigger kamu?" tanya Fras memastikan istrinya itu. "Aku baik-baik aja, nggak ada apa-apa," jawabnya membuat Fras mengangguk."Kalau kamu ngerasa sesuatu tolong kasih tahu aku ya, misalnya Kamu ngerasa nggak dihargain atau Kamu ngerasa kehilangan
Keesokan harinya sesuai janjinya dengan Alex pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat menuju ke perkampungan di mana Alia dan Fras tinggal.Namun sebelum berangkat ia sempat berdebat dengan Lidya yang baru saja pulang party. "Jam segini baru kamu pulang?""Apa sih mas, kamu tuh nggak usah ngatur-ngatur kalau mau keluar ya keluar aja mau sampai besok lusa bodo amat, aku nggak peduli juga jadi kita ngejalanin hidup masing-masing lah ya udah males tau nggak sih kalau mempermasalahkan jadi terus, ngantuk," ujarnya lalu ia masuk ke dalam kamar membuat Alex menghela nafas panjang.Sepanjang perjalanan menuju ke sana, Alex terlihat berapa kali mengatur nafasnya."Bapak yakin mau langsung ke sana atau mau minta orang dulu ikut sama kita?" tanya sopir itu."Tidak usah, saya mau ke sana sendiri aja apapun respon mereka, ya udah diterima aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh pak sopir.Di sisi lain, Alia dan Fras sebenarnya sudah beberapa kali membujuk nenek agar ikut kekuatan sama nenek tet
Hari menunjukkan pukul 09.00 malam dan cuaca semakin dingin, sekarang Alia dan Fras sudah di kamar berdua."Saya boleh tidur disini?" tanya Fras yang dibalas anggukan Alia, walaupun sebenarnya hatinya masih sedikit menolak."Saya janji nggak ngapa-ngapain," ujar Fras "Iya pak,""Jangan manggil bap
Al dan Rendi melihat ke arah Fras yang berkaca-kaca kemudian mereka melihat Alia.Namun tidak dengan Alia, ia langsung menatap tajam Rendi."Siapa itu?" "Um ..." "Sa--saya suaminya Bu," ucap Rendi membuat Al dan Rendi kaget."Hah?""Bentar, pak-- Ucapan Rendi terpotong lalu ia mendekati Nenek de
Al dan Rendy masuk diam-diam ke dalam kamar."Ngapain ke sini Bang, mama gu--"Shhtt ... Dengerin apa yang gue bilang, sekarang lu ganti baju lu pakai baju tidur atau baju apa pakai yang lu biasa di rumah, terus lu keluar pura-pura nggak tahu apa-apa, cepet," suruh Al membuat Rendi langsung mengang
Fras mengintip di balik pintu dan benar saja suara itu tidak asing baginya, Lidya ada di dalam bersama dengan ayahnya membuat Fras mematung."Terus hasilnya sekarang bagaimana? Kamu mengeluh terus sama saya ya sama aja nggak berhasil," ujar Alex"Ish ... Itulah masalahnya Om, tadi aku udah mau masu







