LOGINKeesokan harinya, pagi-pagi sekali Lidya sudah heboh karena harus berangkat cepat. "Mbok ... Sepatu saya yang hitam mana,? Jangan bilang itu belum dibersihin lagi," omelnya dari depan kamar membuat mbok menoleh. "Udah Bu," ucap mbok membuat Lidya langsung mengambil sepatu itu dari tangan Mbok lalu buru-buru ke depan. Setelah ia berangkat Alex keluar dari kamar sambil tersenyum, ternyata Lidia benar-benar membuktikan kalau dia bekerja sungguh-sungguh. "Mbok, nanti kalau udah mau jam 05.00 tolong siapin makanan buat Lidya ya ... Siapin air hangat juga," ucapnya "Baik Pak," Disisi lain, Fras juga sudah kembali bekerja normal setelah Berapa lama ia vakum dari dunia pendidikan. "Sayang aku berangkat ya, nanti pulangnya cepat kok soalnya hari ini aku cuma ada dua mata kuliah aja," ucapnya yang dibalas anggukan oleh Alia. "Papa katanya nanti mau ke sini," Deg! "Hah? Kapan bilangnya?" "Tadi pagi banget nelpon," jawabnya membuat Fras terlihat khawatir. "Tenang Mas nggak bakal a
Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya baru pulang ke rumah setelah seharian di luar. Baru saja sampai di rumah semuanya serba salah, ia tiba-tiba marah-marah dan tidak terkontrol seperti biasanya."Mbok ... Ini gimana sih makanan semuanya pada dingin, sengaja biar saya nggak nafsu makan," kesalnya begitu ia masuk ke dalam dapur membuat mbok yang baru saja selesai mencuci piring langsung menoleh. "Ibu mau dimasakin yang baru atau dihangatin saja?""Saya sudah lapar, kenapa nggak disiapin sih dari tadi," kesalnya selalu mengambil piring dan tetap memakan lauk yang ada di meja makan itu. Alex yang mendengarkan itu hanya diam dan membiarkan istrinya itu berekspresi sesuai yang dia mau."Besok Ibu pulang jam berapa biar saya siapkan sesuai jamnya, hari ini kan saya nggak tahu ya Bu dan Bapak tadi makan jam 03.00-an," ujar mbok membuat Lidya memutar mata malas."Siapin aja jam 05.00, kalau kayak gini kan jatuhnya makan makanan dingin," dumelnya yang dibalas anggukan oleh Mbok."Mau kema
Deg!"Apaan sih Pras? Ini tuh bukan aku sama bapak kamu tau nggak, ini tuh rumah tangga kami rumah gak ikut campur," ujar Lidya tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Fras."Iya betul, tapi masalahnya lu yang sesuka hati di rumah. Selama ini gua diem karena gua menghargai lu sebagai orang tua gue, tapi ternyata apa yang lu lakuin? Ini kan? Tiap malam lu ngebayarin orang-orang party biar lu merasa keren, gue tahu lu tuh punya mental yang harus dipuja sehingga lu melakukan banyak hal supaya lu bisa menguasai semuanya.Kalau elu memakai duit pribadi gua nggak ada yang ikut campur, masalahnya yang lu lakuin adalah lu memakai uang bapak gue, emang itu nafkah tapi lu menyalahgunakan," lanjut Fras membuat Lidya memutar mata malas."Fras ... Kamu kayak nggak tau aja kelakuan bapakmu, emangnya aku mau nikah sama dia?Dari awal juga aku nggak mau Fras, tapi apa yang kalian lakuin? Hah? Coba tanya sama diri sendiri apa yang kalian lakuin?" "Gak ada urusan gue masalah itu,""Ada dong, dari
Selama mereka menunggu makanan Alex terlihat sangat sibuk dengan cucunya, sedangkan Alia dan Fras malah senggol-senggolan."Cucu kakek mau apa? Mau mobil-mobilan ya, kakek udah beliin," ucap Alex membuat Alia terkekeh."Papa niat banget beliinnya,""Iyalah, orang Ini pertama kalinya apa-apa baik sama kalian ini belum apa-apa nak, jangan di larang ya," ujar Alex yang dibalas anggukan oleh mereka berdua.Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka datang, Fras sangat senang melihat keluarganya akhirnya bisa persis seperti apa yang ia impikan akhir akhir ini."Papa datang sama siapa tadi?""Sama sopir lah sama siapa lagi," jawab Alex dengan santai membuat Alia dan fras saling melempar pandangan."O iya iya,""Kalau mama mah nggak usah diharapkan, dia aja tiap malam party pulangnya jam berapa, kalo di tanya marah," ujarnya tanpa melihat mereka berdua membuat Fras kaget."Party?""Iya,""Sama siapa Pa?""Nggak tahu papa, Papa udah nggak ada waktu dan nggak ada energi buat menyelidiki itu se
Sepanjang makan malam dengan Alex beberapa kali Lidya melirik ke arah Mbok yang jauh dari mereka. "Malam ini aku nggak jadi party lah," ucapnya mulai membuka pembicaraan namun Alex tetap fokus pada makanannya. "Mas ...""Hum,""Aku nggak jadi party,""Terus?" tanya Alex membuat Lidya menghela nafas panjang."Ya namanya rumah tangga sih Mas, wajar nggak sih kalau ada permasalahan," ujarnya lagi yang dibalas anggukan oleh Alex."Kamu dulu juga kan nggak peduli banget sama aku jadi ya udah Aku nyari pelampiasannya di luar, tapi kan kita berhak berubah lebih baik nggak?" Lanjutnya "Iya,""Hum ..." Dehem Lidya sambil sesekali melihat ke arah mbok. Setelah selesai makan malam Alex kembali ke ruang tengah yang diikuti oleh Lidya. "Kamu mau kemana?""Ya ... Mau sama kamu sih Mas," ujarnya membuat Alex mengerutkan keningnya."Kalau kamu ngelakuinnya demi uang nggak ada ya, jatah kamu adanya di minggu berikutnya," "Nggak Aku mau ngobrol sama kamu aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh
Tatapan Fras tidak kunjung lepas dari istrinya, iya benar-benar meyakini bahwa istrinya itu mempunyai hati yang lembut bahkan ketika dikakitin berkali-kali. Ia tersenyum sekilas lalu mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam di hatinya. 2 jam di rumah nenek, Alex pamit pulang karena masih harus menempuh perjalanan ke kota. "Papa nggak mau nginep aja disini?" tanya Alia membuat Alex diam sejenak lalu ia mengusap kepala Alia sekilas."Terima kasih banyak ya untuk kebaikan hatinya, tapi papa nggak bisa Papa udah terlalu banyak ngerepotin," ujarnya membuat Alia mengangguk.Setelah kepergian Alex, Alia terlihat sangat bahagia ia bahkan senyum-senyum sendiri saat menimbang bayi membuat Fras bingung."Sayang ...""Hum,""Are you okay? Apa apa ada trigger kamu?" tanya Fras memastikan istrinya itu. "Aku baik-baik aja, nggak ada apa-apa," jawabnya membuat Fras mengangguk."Kalau kamu ngerasa sesuatu tolong kasih tahu aku ya, misalnya Kamu ngerasa nggak dihargain atau Kamu ngerasa kehilangan
Dua hari kemudian, beredar kabar kalau Alex sudah di temukan dan sekarang ada di kantor polisi terdekat.Al dan Rendi yang mengetahui kabar ini sengaja tidak memberitahu Fras, supaya tidak menjadi beban pikiran."Kita ke kantor polisi bang?""Iya, kita ke sana aja berdua," ujarnya yang dibalas angg
Keesokan harinya Alia bangun, namun ia bingung karena dari pagi tidak melihat Rendy dan Al. "Tante ... Rendy sama kak Al kemana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh tiba-tiba pamit katanya ada urusan penting," jawab Mama membuat Alia mengangguk."Di sini dulu aja sayang, Mama juga sendirian di sini," uca
Malam itu Alia menginap di rumah Rendy membuat Mama sangat senang dan memilih tidur bersama Alia."Ma ... Rendy tuh kalau malam di rumah terus gak atau Mama ditinggalin main?" tanya Alia saat mereka mau tidur membuat Mama tersenyum. "Mama tuh udah nggak takut apa-apa nak, Mama udah terbiasa sendir
Seminggu telah berlalu, namun belum ada kabar dari Fras membuat Alia semakin terpuruk dan Rendi semakin bingung harus bagaimana."Ma ... Gimana ya kalau udah kayak gini, memang cerita mereka ini plot twist banget sih, cuma kan Ini udah terjadi ya, aku bingung harus bantu kayak gimana lagi," ucap Re







