FAZER LOGINSatu Bulan Setelahnya.Pernikahan mereka berlangsung megah.Kamera memenuhi ruangan. Para tamu datang dari berbagai penjuru. Nama Benedict dan Armani menjadi pembicaraan dunia bisnis.Namun Kyora tidak terlalu memedulikannya.Yang ia lihat hanya Ludovic.Pria yang berdiri di depannya dengan senyum kecil yang hanya muncul ketika melihatnya.Ketika tangan Kyora masuk ke dalam genggamannya, Ludovic berbisik,"Kau masih bisa berubah pikiran."Kyora menatapnya."Di saat seperti ini kau malah mengatakan itu?""Aku hanya ingin memastikan.""Kalau aku berubah pikiran, kau akan bagaimana?"Ludovic tersenyum."Aku akan tetap berdiri di sini sampai kau sadar bahwa tidak ada pria lain yang akan tahan dengan sifatmu."Kyora menahan tawa. "Berani sekali.""Aku sudah sampai sejauh ini. Apa aku harus menyerah sekarang?"Kyora menggeleng. "Tenang. Aku tidak akan kabur.""Bagus. Karena aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar tagihan acara."Kyora tertawa. Ketegangan di dadanya menghilang.Ket
Setahun berlalu.Nama Kyora Rosebelle akhirnya terkenal di dunia bisnis.Tidak ada nama Javier di belakangnya. Tidak ada skandal yang mengiringi. Tidak ada pemberitaan tentang perempuan yang pernah menjadi korban.Orang-orang membicarakan Kyora karena kemampuannya.Perusahaan milik keluarganya yang dulu hampir hancur perlahan berdiri lagi. Aset yang berhasil diselamatkan kembali menghasilkan keuntungan. Beberapa mitra lama kembali, sementara jaringan baru tumbuh dari keputusan-keputusan yang dibuat Kyora sendiri.Jalannya tidak selalu mulus. Ada kontrak yang gagal ia dapatkan. Ada investor yang menolak mempercayainya. Ada rapat yang membuatnya pulang menjelang pagi dengan kepala penuh masalah.Namun Kyora tidak lagi takut pada kegagalan. Ia tahu bagaimana rasanya kehilangan semuanya. Maka satu kegagalan tidak akan membuatnya menyerah.Ia belajar dari kesalahan, memperbaiki keputusan, lalu kembali ke meja kerja keesokan harinya.Sampai akhirnya, orang-orang mulai menyebut namanya tanpa
Javier kehilangan semuanya.Perusahaan, rumah, uang, koneksi dan nama baik.Bahkan orang-orang yang dulu berlomba berdiri di sisinya kini memilih menjauh seolah-olah mengenalnya adalah sebuah kesalahan.Calista pun tidak lagi berada di sampingnya.Namun kehancuran bisnis ternyata bukan akhir dari masalah Javier.Bukti penggelapan aset, pemalsuan dokumen, tekanan terhadap Kyora, hingga kekerasan yang selama ini terjadi di dalam rumah tangga mereka akhirnya sampai ke tangan penyidik.Kali ini, uang tidak bisa membeli jalan keluar. Nama besar tidak mampu menghapus bukti.Koneksi yang dulu membuat orang-orang menundukkan kepala kini tidak berarti apa-apa. Javier tahu apa yang menunggunya.Dan karena tidak punya tempat lain untuk pergi, ia mendatangi satu-satunya orang yang pernah ia yakini tidak akan pernah meninggalkannya.Kyora.Mobilnya berhenti di depan kantor utama Benedict.Javier turun seorang diri.Penampilannya jauh berbeda dari pria yang dulu selalu datang dengan mobil mewah, pe
Kini giliran Moretti menjadi korban berikutnya.Kehancuran datang tanpa memberi mereka waktu untuk bersiap.Kredit dibekukan. Investor satu per satu menarik diri.Harga saham terus merosot hingga kehilangan sebagian besar nilainya. Bank mulai menagih hutang yang selama ini bisa ditunda berkat nama besar keluarga.Dalam hitungan minggu, perusahaan yang dahulu membuat orang-orang menundukkan kepala mulai kehilangan semuanya.Satu gedung dijual. Kemudian sebuah properti. Lalu beberapa aset keluarga yang selama puluhan tahun tak pernah disentuh.Nama Moretti yang dulu begitu disegani kini hanya menjadi bahan pembicaraan di ruang-ruang rapat.Di balik semua itu, Moretti duduk sendirian di ruang kerjanya. Pria yang dulu selalu tampak gagah kini terlihat jauh lebih kusut.Rambutnya memutih. Wajahnya penuh garis kelelahan. Di atas meja berserakan laporan keuangan, surat penagihan bank, dan dokumen penjualan aset.Pintu terbuka. Calista masuk.Moretti mengangkat wajah. Tatapannya langsung meng
Sejak konferensi pers itu, dunia bisnis tidak lagi sama. Satu demi satu orang yang selama ini memilih diam mulai muncul.Mantan pegawai lama Benedict membawa dokumen, rekaman percakapan, hingga bukti transaksi yang selama bertahun-tahun mereka takut ungkapkan.Seorang mantan direktur menunjukkan surat pemecatannya."Saya dipecat setelah menanyakan aliran dana perusahaan."Yang lain membawa bukti pemindahan aset Benedict ke beberapa perusahaan yang tidak pernah diketahui Kyora.Lalu muncul kesaksian yang membuat nama Javier semakin sulit diselamatkan.Kyora sengaja dijauhkan dari perusahaan setelah menikah. Semua keputusan penting ditutup darinya.Namanya masih tercantum sebagai pemilik, tetapi ia tidak lagi diberi kesempatan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam perusahaan miliknya sendiri.Lalu bukti mengenai kekerasan mulai keluar. Laporan medis lama. Pesan yang dikirim Kyora saat ketakutan.Kesaksian para pelayan yang pernah melihat luka di tubuhnya. Satu bukti mungkin masih b
Kekacauan di perusahaan yang dipimpin Javier belum juga mereda ketika sebuah undangan tiba di meja kerjanya.Sebuah kartu hitam dengan tulisan emas.LUDOVIC ARMANI PRIVATE DINNERJavier membacanya tanpa ekspresi.Jamuan malam itu akan dihadiri para pengusaha besar, investor, pemegang saham, dan orang-orang yang selama ini menentukan arah dunia bisnis. Nama-nama yang tidak boleh diabaikan.Dan di antara daftar tamu itu, Javier Alonso."Dia mengundangmu?" Calista bertanya.Javier meletakkan kartu itu di atas meja. "Ya.""Setelah semua yang terjadi?" Calista tak percaya."Ini seperti jebakan." Javier mengetatkan rahangnya, seolah yakin ini bukan undangan pesta biasa.Calista menatap undangan tersebut. Namun ada alasan lain mengapa ia ingin datang. Ludovic Armany.Sejak pria itu mulai berdiri di belakang Kyora, Calista merasa hidupnya tidak tenang. Ludovic bukan hanya triliuner. Ia memiliki kekuasaan yang bahkan Javier mulai tidak mampu lawan.Dan sekarang pria itu memilih Kyora. Calista
Ketukan lembut terdengar di pintu kayu yang menjulang setinggi hampir setara dengan atap. Kyora sontak tersentak, reflek ingin berdiri, seperti kebiasaannya membukakan pintu, namun Ludovic menahan pergelangan tangannya.“Diam di situ. Jangan kemana-mana,” bisiknya pelan tapi pasti.Lelaki itu bangk
Sinar matahari menusuk ketika Kyora perlahan membuka matanya. Setelah perbincangan singkat tadi pagi, mereka mengulang kembali kejadian semalam. Lagi, dan lagi. Entah siapa yang memulai. Mereka seakan sama-sama tak ingin berakhir.Rasa nyeri yang menjalar dari bawah tubuhnya membuat napasnya tertah
Angin malam menyusup dari balkon, membawa aroma malam yang bercampur kabut tipis. Namun suhu tak seberapa dingin dibanding gejolak yang kini membakar di dalam ruang luas itu.Kyora berdiri terpaku di balik gaun basahnya, rambut acaknya meneteskan air hujan terakhir yang belum mengering, seperti sis
Langkah sepatu kulit Ludovic berdentum di lantai marmer hitam ketika ia membawa Kyora yang masih menggigil dalam pelukannya.Rambut basah Kyora meneteskan sisa hujan, menodai jas pria itu, namun Ludovic tak peduli. Ia membuka pintu besar berukiran emas menuju kamar utama kastil Armany, ruang luas d







