Share

Bab 20

Author: Selene21
last update publish date: 2026-06-02 22:55:05

Raditya berjalan cepat ke tempat mobilnya terparkir. Ia membuka pintu dan menutup pintu dengan kasar. Wajahnya merah dengan raut bersungut-sungut.

“Kenapa? Bertengkar lagi?” Tangan pemilik suara itu mengelus dada Raditya berulang kali hingga napas pria itu kembali teratur.

“Sial*n mereka semua! Menyesal aku datang tadi.” Raditya memukul kemudi mobilnya dengan kesal.

“Sudah, jangan lampiaskan marahmu di sini. Bukan aku yang menyulut amarahmu. Hmm?” Tangan yang tadinya diam

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 22

    Emily berjalan menyusuri selasar rumah sakit. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Arthur begitu teguh pada keputusannya, meskipun kondisi istri dan anaknya sedang tidak baik-baik saja karena masalah itu. Emily tidak menyangka ayahnya lebih mencintai status dan harta benda dibandingkan kebahagiaan anaknya.Tak terasa, Emily sampai di taman rumah sakit. Area hijau yang jauh dari aroma antiseptik dan cairan desinfektan. Taman ini terletak bersebelahan dengan kantin rumah sakit, agak ke belakang. Tempat yang cocok untuk berdiam atau mengalihkan pikiran yang sedang buntu. Emily memilih duduk di bangku paling ujung, di bawah pohon akasia yang sedang lebat bunganya.“Hhh … mari kita duduk sejenak dan melupakan yang terjadi.”Pandangan Emily menerawang jauh tanpa fokus yang jelas. Tangan kirinya bersandar pada lengan bangku untuk menopang kepalanya. Lama-kelamaan, rasa kantuk menghinggapinya. Emily tertidur.Puk.Emily tersentak

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 21

    “Kalau begitu, kita buat bayi itu enggan hidup.”Mata Raditya yang awalnya sayu karena nikmatnya sentuhan Caroline, terbelalak mendengar penuturan kekasihnya itu. “Apa maksudmu? Kamu ingin melenyapkan bayi itu?!” Raditya menarik tubuhnya duduk tegak.Raut wajah Caroline tak kalah kagetnya melihat respon Raditya. “Jangan bilang, kamu masih ingin punya hubungan dengan istrimu lewat bayi itu, iya?!” sungutnya seraya keluar dari dalam air.“Carol! Sayang!” panggil Raditya panik. “Hei … ayolah. Selesaikan dulu ini.”“Selesaikan saja sendiri!” teriak Caroline sambil meraih jubah mandi yang tergantung di dinding dan melangkah pergi.Plash!Raditya memukul air dengan kesal. “Si*l …!” umpatnya.***Arga baru saja menyelesaikan pasien rawat jalan terakhirnya. Ia melirik jam tangannya dan mendesah, “Sudah beberapa hari berlalu,

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 20

    Raditya berjalan cepat ke tempat mobilnya terparkir. Ia membuka pintu dan menutup pintu dengan kasar. Wajahnya merah dengan raut bersungut-sungut.“Kenapa? Bertengkar lagi?” Tangan pemilik suara itu mengelus dada Raditya berulang kali hingga napas pria itu kembali teratur.“Sial*n mereka semua! Menyesal aku datang tadi.” Raditya memukul kemudi mobilnya dengan kesal.“Sudah, jangan lampiaskan marahmu di sini. Bukan aku yang menyulut amarahmu. Hmm?” Tangan yang tadinya diam di atas dada, kini beralih ke dagu Raditya, memaksa pria itu menoleh ke arah pemilik suara.“Lihat aku. Apakah masih bisa marah?” Caroline mengulas senyum menghibur Raditya. “Ceraikan saja dia. Bertahan juga menghabiskan tenaga. Percuma. Hmm?”Alih-alih menjawab, Raditya membuang muka hingga dagunya terpisah dari jemari Caroline. “Kalau aku yang menceraikannya, hak warisku akan lenyap. Jatuh ke tangan wanita itu karena dia sedang mengandung anakku.”“Hmm ….” Caroline meluru

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 19

    Soraya mengintip ke dalam kulkas melihat persediaan bahan makanan. Ada beberapa sayur dan jenis protein, membuatnya bingung memutuskan.“Hmm … masak apa, ya?” gumamnya bimbang. “Atau tanya Emmy saja, biar dia yang putuskan makan apa malam ini.” Soraya menutup pintu kulkas dan menyusul Emily yang tadi dilihatnya masuk ke dalam ruang kerja Arthur.Di depan pintu, Soraya mendengar Arthur berbicara dengan putrinya menggunakan nada tinggi diselingi bentakan marah. Tangan Soraya yang sudah berada di pegangan pintu, terhenti. Ia mendekatkan telinganya ke daun pintu agar dapat mendengar percakapan mereka lebih jelas.“Kenapa mereka bertengkar? Apa yang mereka perdebatkan?”Sayup-sayup, Soraya mendengar Emily ganti berteriak. “Pernah tidak, ayah memaksa ibu berhubungan? Pernah tidak, ibu melayani ayah di bawah ancaman fisik? Pernah tidak?!”Pegangan tangan Soraya terlepas mendengar teriakan Emily. Tak sekalipun, Soraya menemui Emily lepas kendali dan berteriak matah terlebih pada kedua orang t

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 18

    Emily kembali ke kamarnya, berbaring menyamping setengah meringkuk—posisi favoritnya ketika membutuhkan perlindungan. Sebuah himpitan terasa menyesakkan dadanya melihat kondisi Soraya nyaris kembali ke tahun-tahun setelah kepergian Amelia. Rumah besarnya kembali sunyi. Meja makan bundar juga sepi dari aroma harum masakan buatan Soraya.“Hhh ….” Desahan berat lolos dari bibir cantik Emily. “Kak, apa yang harus aku lakukan sekarang?”Ting!Suara notifikasi ponsel mengalihkan Emily. Sebuah email yang pagi tadi masih ia harapkan, masuk di saat yang tidak tepat. Hasil pemeriksaan visum yang bisa memuluskan gugatan cerainya, menambah sesak dada Emily.“Oh, Tuhan. Tolong aku ….” Air matanya meleleh. “Apa aku harus menunggu lagi?”Tok … tok … tok ….“Emmy!” Arthur memanggil dari balik pintu kamar. “Ada perempuan bernama

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 17

    Soraya terus memperhatikan dan mendengarkan setiap kalimat yang diutarakan wanita muda yang menghampiri Emily dengan takut-takut. Dari yang didengarnya, Soraya tahu bahwa wanita muda itu adalah istri pedagang yang ditabraknya.“Mereka pasangan muda dengan tiga orang anak yang masih kecil-kecil.” Rasa bersalah menyelimuti batin Soraya. “Aku yang menyebabkan suami ibu muda ini kehilangan peluang mencari nafkah. Karena kecerobohanku,” batin Soraya lagi.“Aku sungguh berdosa. Lima nyawa harus menderita karena perbuatanku. Apa yang kamu pikirkan tadi, Aya?!” rutuknya dalam hati.Tangis penyesalan Soraya tertahan di dada. Isakannya membuat lehernya tercekat oleh rasa bersalah hingga ia merasakan seluruh udara dalam paru-parunya tersedot habis.“Em, Emmy …!” panggil Soraya dengan suara tercekat. “To—long,” imbuhnya lirih.“Bu! Bu!” Emily menghampiri Soraya dengan panik. Ia melihat Soraya kesulitan bernapas dan kebingungan. “Sus,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status