Share

Bab 38

Penulis: Thaiteaa
last update Tanggal publikasi: 2026-06-03 21:43:46

"Aku jadi ragu, kamu beneran lulusan sastra Indonesia kan? Kalau paham bahasa Indonesia harusnya kamu kemarin ngerti kalimat ku Karina, " Geram Alfan rendah, mencoba memberi paham kepada sang istri. Kedua jarinya membentuk capit lalu menjepit hidung mancung sang istri.

"Sakit dong Mas! Kamu itu sukanya kayak gini terus, " Omel Karina sembari mengusap hidungnya yang merah.

"Habisnya kamu suka bikin aku kesal dan pusing tujuh keliling. Coba ini lihat baik-baik videonya sayang! " Titah Alfan ser
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 60

    "FUCK!! DASAR PEREMPUAN BAJINGAN! ! Teriak pria itu merasakan pacaran kaca, Tiba-tiba saja merasakan darah segar mengalir dari hidungnya dan dahinya. Indra tertatih-tatih berdiri untuk menyusul Karina. Dengan kesempatan yang ada, Karina berlari tergesa-gesa menaiki tangga. Ia masuk ke dalam kamar dan tidak lupa menguncinya, lalu ia masuk ke wali in closet milik suaminya. Karina duduk di salah satu rak yang terbuka khusus buat baju yang menggantung milik suaminya. "Ya Ampun handphone ku ketinggalan di dapur lagi! " Lirih hampir nangis, ia menutup mulutnya. Suara gedoran pintu terdengar sampai sini, dan dilanjutkan suara dobrakan pintu. "Keluar lo perempuan sinting! Mau main kucing-kucingan sama gue nih ceritanya? " Seru Indra dari luar, membuat tubuh Karina gemetar tak karuan. Perempuan itu menutup mulutnya, berusaha untuk tidak menangis dan menimbulkan suara. Kini suara gagang pintu walk in closet berputar. Karina semakin pasrah dan panik dengan ini semua. 'Ya Tuhan jika ia mati

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 59

    "Mas! Ada Apa kok tiba-tiba gemeteran gitu? Kenapa sama mbak Karina? " Aldan ikut nimbrung, menatap khawatir Alfa. Ekspresi nya Alfan pucat dengan bibir yang terlihat gemetar. "Dan!! Tolong telepon polisi, dan suruh ke rumah Mas sekarang! Urgent! " Tegas Alfan cepat lalu ia segera berlari ke parkiran, tanpa peduli teriakan Alfan yang keras. Alfan berlari kencang menuju parkiran untuk mengambil motor Rafa, tanpa memperdulikan sekitarnya yang melihat Alfan dengan tatapan tajam tidak suka. Saking cemasnya, ia sampai terjatuh di depan parkiran membuat satpam di situ melihat nya cemas. "Pak? Anda baik-bqik saja? " Tanya Pak satpam. Alfan hanya mengangkat tangan, menandakan ia Baik-baik saja. 'Tenangin diri lo Fan' Alfan berusaha bangkit dan menguatkan diri. Ia menghembuskan napas panjang, lalu mencari keberadaan motor Rafa. Ia bersumpah jika terjadi apa-apa sama Karina, maka ia di takdirkan untuk membunuh dang menghabisi pria itu tanpa sisa. *****Siang hari begini rumah sudah sepi,

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 58

    Sudut bibir Alfan naik ketika membaca pesan dari Karina, membuat Rafa menyeringai jail. "Kenapa senyum-senyum bang. Ada yang yang salah tingkah? Apa sedang jatuh cinta? " Bisik Aldan lalu cekikikan melihat ekspresi Alfan yang seakan ingin memakan dirinya. "Eh tapi, jangan senyum-senyum Mas! Nanti pamor kegantengan aku turun kalau orang-orang di sini lihat kamu senyum begitu, " Tambahnya karena sebagia seoarang pria pun Abdan mengakui jika Alfan terlihat menawan ketika senyum. Memancarkan maskulinitas yang tajam. Namun, yang namanya Alfan bisa dihitung dengan jari ketika memberikan senyuman. Itupun kalau di suruh pasti di lakukan karena terpaksa. "Berisik dan! " Imel Alfan rendah, lalu pandangannya kembali ke arah balkon.bukan Aldan namanya jika tidak puas meledek Kakak sepupunya."gimana Mas Alfan kemarin?udah baikan sama Mbak istri?"goda Aldan lagi membuat Alfan melirik malas. "Nggak ada yang marahan, sok tahu kamu! " Kelakar Alfan enggan menanggapi candaan Aldan yang tidak pentin

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 57

    Alfan menyeringai santai. "Lagi pula, dulu kamu ngomong begitu karena terdesak keadaan kan? " Karina hanya meringis sebagai alasan. "Sebenarnya nggak juga sih, mungkin di satu sisi karena murni naluri perempuan Mas, tapi di sisi lainnya juga karena reflek, " Jujur Karina. Alfan mendengus ringan. "Lagian kamu juga Iya-iya aja, coba suami kamu bukan kayak aku! Bentuknya bapak-bapak dengan perut buncit, setengah botas sama punya kumis tipis kayak papah aku. Masih mau? " Ledek Alfan membuat Karina cekikikan geli membayangkan. "Ngawur kamu Mas!ngomongin papah yang nggak bener! " Tegur Karina menahan tawanya. "Lho emang bener papah bentuknya begitu, " Bantah Alfan tidak mau kalah. Lalu, setelah itu mereka mendadak hening sejenak. Alfan masih menatap istrinya, ia terbatuk kecil untuk menutupi rasa gugupnya. "Jarina.. Dulu kamu pernah bilang hubungan kita bisa di mulai dari berteman. Terus misalkan sekarang naik tingkat jadi pacaran mau? " Cetus Alfan pelan-pelan, lalu ters

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 56

    "Juta Sayang, dua ratus lima ribu buat makan hokben doang, " Timpal Alfan santai membuat ekspresi istrinya berubah menjadi pucat. "Ju-ta Mas? Astaga Mas! Kamu kok boros banget sih. Ini mahal banget lho, kamu itu sama aja sama orang tua aku kalau beli ala-apa itu nggak diboikirin main beli aja. " Protes Karina tergagap karena panik, ia malah stres sendiri jika memakai barang semewag dan mahal seperti ini. Cincin nikah saja ia terasa bean karena harganya ratusan juta juga, ditambah ini tambah berat. Alfan menghela nafas panjang, lalu menggengam kedua tangan Karina. "Hei, Karina.. Tenang! Aku beli ini karena memang cicik sama kamu. Apa kamu lebih suka gelang karet yang biasa di pakai bungkus nasi padang itu? " Cerutu Alfan sedikit geram melihat reaksi sang istri. "Dan yang orang tua kamu lakukan juga, itu semua buat kamu. Buat menghargai diri orang tua kamu. Mereka sayang kamu. Kalau jangan salah mengartikan sayang" Sambung Alfan. "Ya bukan gitu Mas Alfan, tapi ini barang nya mewah

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 55

    Pelukan tiba-tiba langsung Alfan dapatkan dari Karina, memeluk tubuh besar Alfan. "Makasih Mas Alfan! 'Ucap Karina, suaranya terendam oleh dada bidang sang Suami, sehingga membuat Karina mendengar detak jantung suaminya. Alfan tersenyum tipis membalas pelukan Karina dan mencium kening Karina. Lalu perlahan perempuan itu melepaskan pelukan dan menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. "Hei, kok nangis sih? ""Harusnya bahagia dong, seneng jangan nangis" Ucap Alfan lalu menarik Karina masuk kedalam pelukan Lagi. Alfan terlihat sedikit panik melihat reaksi istrinya, lalu ia meregangkan sedikit pelukannya lalu ia mengusap air mata Karina. "Aku seneng banget Mas Alfan, " Ungkap Karina terharu, belum pernah ia diperlakukan seperti ini oleh pria selain papahnya, karena memang duduk ia tidak pernah menjalani hubungan dengan kawan jenis walapun banyak yang mendekatinya. Alfan berdecak lalu ia mengambil buket bunga dari meja, dan menyodorkan ke arah istrinya. Mata Karina berkedip-ked

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 22

    "Wah, ini istrinya Pak Alfan? " Suara feminim tiba-tiba mendistraksi Karina. Perempuan dengan gaun pendek model Sabrina menampakkan belahan dadanya yang bedar.anis dan eksotik dua kata yang pas untuk menggambarkan perempuan ini. Karina mengerutkan dahi, dan baru sadar jika perempuan ini adalah seker

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 20

    Alfan menyusul duduk di sebelah Karina, di pakuannya ada Salma dan satu tangannya membantu bayi itu untuk memegang dit susus agar tidak jatuh ke bawah. Merasa jika posisinya sangat nyaman, Salma menyusu sembari menyandarkan tubuhnya pada Alfan, menyender langsung pada perut keras Alfan. "Salma di

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 19

    "Ambil, lempar pakannya ke ikannya. " Ucap Alfan pada Salma. Batu perempuan itu menatap Alfan ragu, takut untuk mengambil pakan ikan yang berukuran kecil-kecil itu dari telapak tangannya. Alfan menganggukkan kepalanya. "Tidak papa. Ambil saja. " Alfan bergerak sedikit maju ke arah kolam ikan dan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 17

    Alfan lalu mendengus geli melihat ekspresi Karina. "Berteman? Kamu pikir ini kita anak Tk? Tapi boleh kita kita coba! " "Bukan begitu maksudnya Mas Alfan, " Sanggah Karina semakin sebal dengan ekspresi Alfan yang terlihat mengejeknya. "Karina, sejak pernikahan terjadi saya tidak berharap lebih

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status