مشاركة

Bab 39

مؤلف: Thaiteaa
last update تاريخ النشر: 2026-06-04 20:23:16

Alfan hampir tidak percaya istrinya seberani ini, senekat ini melakukan tindakan seperti ini, dan tentunya ini bisa menjadi bukti tambahan kuat untuk menjatuhkan cewek tolol itu. "Kamu kok bisa kepikiran sih sayang buat reken seperti ini? " Tanya Alfan sangat penasaran, setelah melihat dan sambil mendengarkan penjelasan Karina.

"Aku cuma mau ngasih lihat ke Mas Alfan aja, biar tahu kalau Mbak Salsa orangnya nggak baik, barangkali Mas Alfan mau balikan kan, " Ungkap Karina lalu tersenyum kecut,
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 62

    Sampai di rumah sakit, Alfan tergolong menggendong Karina menuju UGD. Sudah ada Fadil yang menyiapkan brankar dan beberapa perawat yang mendampinginya. "Mas Alfan, " Panggil Fadil menatap cemas Karina yang sudah pucat tidak sadarkan diri. Pelan-pelan Alfan meletakkan tubuh istrinya di atas brankar. "Aku boleh Masuk Fadil? " Mohon Alfan menatap sepupunya satu. Fadil menepuk bagi pelan Alfan. "Serahin ke aku ya Mas, kamu tunggu di luar aja. Aku janji Karina bajak baik-bqik saja. "Imbuh Fadil lembut lalu ia masuk membawa Karina ke dalam. Fyi":Fadil sama Karina sepupunya. Sedangkan Alfan sendiri terduduk lemas, di pinggir ruangan dengan memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya. Kejadian ini bagaikan mimpi buruk, lebih buruk dari kisahnya dengan Salsa dulu. Harusnya ia yang ditusuk, bukan istrinya yang tidak mengerti apapun tentang masa lalu yang ternyata membawa dampak buruk untuk Karina. Alfan lalu menatap tangannya, darah Karina yang mulai mengering semakin membuat hatiny

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 61

    "Awas Mas Alfan!! " Cegah Karina membentengi tubuh Alfan dengan punggungnya karena melihat Indara yang inigin mencelakai suaminya. Namun, sepersekian detik kemudian ia merasakan sebuah tusukan di atas pinggang kanan. Rasanya nyawa karina seakan di cabut sebentar, karena merasakan tusukan itu. Dan, ia hanya merintih menahan sakit, karena hampir semua tubuhnya mendadak mati rasa. "Shh.. " Dingin Karina seperti merasakan tubuhnya terbagi dua. "Syalan!! Sia-sia gua pura-pura pingsan tadi! " Umpat Indra mencabut pisau kecil yang ternyata mengenai Karina, yang seharusnya tusukan itu di tuju untuk Alfan. Alfan terkejut dengan teriakan istrinya. Dengan tiba-tiba, melepas pelukannya dan mendorong tubuh Alfan ke depan. Ia membeku saat melihat sang istri yang menatapnya sudah pucat dan berkeringat dingin. Kini tubuh mungil itu limbung ke arah Alfan namun, Alfan berhasil menangkap dan menyekapnya. Tangan Alfan basah, dan ternyata... "Darah... " Suarah Alfan tercekat melihat tangannya penuh dar

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 60

    "FUCK!! DASAR PEREMPUAN BAJINGAN! ! Teriak pria itu merasakan pacaran kaca, Tiba-tiba saja merasakan darah segar mengalir dari hidungnya dan dahinya. Indra tertatih-tatih berdiri untuk menyusul Karina. Dengan kesempatan yang ada, Karina berlari tergesa-gesa menaiki tangga. Ia masuk ke dalam kamar dan tidak lupa menguncinya, lalu ia masuk ke wali in closet milik suaminya. Karina duduk di salah satu rak yang terbuka khusus buat baju yang menggantung milik suaminya. "Ya Ampun handphone ku ketinggalan di dapur lagi! " Lirih hampir nangis, ia menutup mulutnya. Suara gedoran pintu terdengar sampai sini, dan dilanjutkan suara dobrakan pintu. "Keluar lo perempuan sinting! Mau main kucing-kucingan sama gue nih ceritanya? " Seru Indra dari luar, membuat tubuh Karina gemetar tak karuan. Perempuan itu menutup mulutnya, berusaha untuk tidak menangis dan menimbulkan suara. Kini suara gagang pintu walk in closet berputar. Karina semakin pasrah dan panik dengan ini semua. 'Ya Tuhan jika ia mati

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 59

    "Mas! Ada Apa kok tiba-tiba gemeteran gitu? Kenapa sama mbak Karina? " Aldan ikut nimbrung, menatap khawatir Alfa. Ekspresi nya Alfan pucat dengan bibir yang terlihat gemetar. "Dan!! Tolong telepon polisi, dan suruh ke rumah Mas sekarang! Urgent! " Tegas Alfan cepat lalu ia segera berlari ke parkiran, tanpa peduli teriakan Alfan yang keras. Alfan berlari kencang menuju parkiran untuk mengambil motor Rafa, tanpa memperdulikan sekitarnya yang melihat Alfan dengan tatapan tajam tidak suka. Saking cemasnya, ia sampai terjatuh di depan parkiran membuat satpam di situ melihat nya cemas. "Pak? Anda baik-bqik saja? " Tanya Pak satpam. Alfan hanya mengangkat tangan, menandakan ia Baik-baik saja. 'Tenangin diri lo Fan' Alfan berusaha bangkit dan menguatkan diri. Ia menghembuskan napas panjang, lalu mencari keberadaan motor Rafa. Ia bersumpah jika terjadi apa-apa sama Karina, maka ia di takdirkan untuk membunuh dang menghabisi pria itu tanpa sisa. *****Siang hari begini rumah sudah sepi,

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 58

    Sudut bibir Alfan naik ketika membaca pesan dari Karina, membuat Rafa menyeringai jail. "Kenapa senyum-senyum bang. Ada yang yang salah tingkah? Apa sedang jatuh cinta? " Bisik Aldan lalu cekikikan melihat ekspresi Alfan yang seakan ingin memakan dirinya. "Eh tapi, jangan senyum-senyum Mas! Nanti pamor kegantengan aku turun kalau orang-orang di sini lihat kamu senyum begitu, " Tambahnya karena sebagia seoarang pria pun Abdan mengakui jika Alfan terlihat menawan ketika senyum. Memancarkan maskulinitas yang tajam. Namun, yang namanya Alfan bisa dihitung dengan jari ketika memberikan senyuman. Itupun kalau di suruh pasti di lakukan karena terpaksa. "Berisik dan! " Imel Alfan rendah, lalu pandangannya kembali ke arah balkon.bukan Aldan namanya jika tidak puas meledek Kakak sepupunya."gimana Mas Alfan kemarin?udah baikan sama Mbak istri?"goda Aldan lagi membuat Alfan melirik malas. "Nggak ada yang marahan, sok tahu kamu! " Kelakar Alfan enggan menanggapi candaan Aldan yang tidak pentin

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 57

    Alfan menyeringai santai. "Lagi pula, dulu kamu ngomong begitu karena terdesak keadaan kan? " Karina hanya meringis sebagai alasan. "Sebenarnya nggak juga sih, mungkin di satu sisi karena murni naluri perempuan Mas, tapi di sisi lainnya juga karena reflek, " Jujur Karina. Alfan mendengus ringan. "Lagian kamu juga Iya-iya aja, coba suami kamu bukan kayak aku! Bentuknya bapak-bapak dengan perut buncit, setengah botas sama punya kumis tipis kayak papah aku. Masih mau? " Ledek Alfan membuat Karina cekikikan geli membayangkan. "Ngawur kamu Mas!ngomongin papah yang nggak bener! " Tegur Karina menahan tawanya. "Lho emang bener papah bentuknya begitu, " Bantah Alfan tidak mau kalah. Lalu, setelah itu mereka mendadak hening sejenak. Alfan masih menatap istrinya, ia terbatuk kecil untuk menutupi rasa gugupnya. "Jarina.. Dulu kamu pernah bilang hubungan kita bisa di mulai dari berteman. Terus misalkan sekarang naik tingkat jadi pacaran mau? " Cetus Alfan pelan-pelan, lalu ters

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 40

    "Udahlah nggak usah pikirin, nanti kamu baper lgi. Hari ini tidur pelukan aku ya. Aku capek ke sini, rasanya badan aku remuk. Ini semua karena ada perempuan yang tiba-tiba marah nggak jelas. Jadi aku dari apartemen Aldo langsung ke sini, " Cerocos Alfan sambil menyindir, lalu ia merebahkan tubuhnya

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 36

    Karina pada akhirnya mendadak pulang ke rumah orang tuanya, setelah pagi tadi ia melihat hal yang membuat dirinya lemas dan dadanya nyeri. Meskipun suaminya sudah tidak ada hubungan sudah lama, dan mengatakan begitu membenci Salsa . Namun, tidak munafik jika ia merasa muram setelah melihat video i

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 35

    Sampai di kediaman rumah Wijaya, Alfan sudah disambut oleh kedua orang tuanya dan juga Aldan yang menatapnya cemas dan khawatir. Wijaya duduk di sofa sembari melipat kedua tangannya demi menyangga perut nya, ditemani Sekar yang menatapnya kecewa. "Serius ini? Kalian semua aku lihat kayak penjahat

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 34

    Pagi ini Alfan langsung saja datang ke apartemen nya Aldo hanya dengan jaket dan celana jins saja karena tadi pergi terlalu buru-buru. Amarahnya sudah tidak tertahan lagi karena kali ini Salsa memancing singa yang diam untuk mencari masalah dengan nya. "Dan! Lo nggak papa? " Sosok Alfan menyambut

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status